Saturday, 21 May 2016

Bulan Rajab dan Syaban


Mengenang kawan satu profesi yang hobi memancing di waktu luangnya terutama pada hari libur. Dirinya sosok yang baik hati pemurah sangat perhatian terhadap sanak keluarga, teman, hingga rekan kerjanya. Ia manusia super kuat yang mirip ‘Super Dede’ Pembela Kebenaran abad ini yang indra tubuhnya sangat sensitif terutama pada bagian gendang telinganya kala mendengar orang meminta tolong terhadapnya. Selain itu Ia pun terdepan dalam berkomunikasi maupun menganalisa kejadian yang terjadi di lingkungannya dengan sangat cepat. “Pemurah dari pengalaman rekannya satu profesi dalam pergaulan bersamanya kala kantong kering dirinya bersedia meminjamkan duit jika tak kering juga bersedia memberi ikan hasilnya berlebih dari usahanya memancing”. Bahkan warga banua tetanggannya yang berprofesi ganda yakni profesi Guru dan satu profesinya lagi sama dengannya selalu meminta tolong dan bergantung kepadanya pada setiap hari kerja. “Minta Punk”. Permintaannya sudah tak asing lagi terdengar hingga membuat geram kalangannya yang sama-sama satu profesi karena sifatnya yang pantang karena merasa senior dalam struktur dan penting menguasai teknik menggali informasi di wilayahnya.
     Dari hobinya memancing ikan terkenang tausyiah almarhum Guru Sekumpul K.H.Abdul Ghani RA terkait keutamaan bulan Rajab, Syaban, dan Ramadhan. Dimana Beliau mengutarakan, Bulan Rajab dan Syaban ini adalah bulan bersejarah bagi seluruh muslimin dan muslimat. Wajib kita yang hidup pada massa kini atau generasi sekarang mengenang keistimewaan karomah yang dianugerahi Allah.swt terhadap umat-umat terdahulu terutama umat muslim di daerah kita yang biasa disebut pedatuan (Para Datu). “Perjuangan mereka yang sangat luar biasa dalam menyebarkan syiar agama Islam di wilayahnya dan keberhasilan mereka dengan beramal ibadah mengikuti jejak Nabi Muhammad.SAW suri teladan manusia pilihan sehingga wajar kehidupan mereka pada generasi sekarang dapat mencatat sejarah, “katanya.
     Banyak sejarah perjuangan tercatat di bulan Rajab dan Syaban ini, mulai dari sekelompok manusia Non muslim dulu yang berjuang mencari rezeki berupa sesuap makanan karena diuji oleh Allah.Swt dengan rasa lapar dan haus dahaga. Kelompok Umat muslim dulu yang berjuang fisabilillah untuk menegakan syiar agama Islam di wilayahnya. Demikian catatan tertinggi Nabi Muhammad.SAW yang diuji Allah.Swt sebelum diberikan mukjizat, yang menurut keterangan dari hadist buchary bahwa Nabi Muhammad.SAW selama hidupnya hanya makan buah kurma buruk dan belum pernah makan roti bekuah. “Kalau di daerah kita buah kurmanya ibarat ‘iwak karing’ atau ikan asin. Untuk itu kita patut bersyukur kepada Allah.SWT masih dilapangkan rezeki, “jelas Guru Sekumpul menahan isak tangis.
     Belum lagi fitnahnya terhadap Beliau dari kalangan non muslim waktu itu namun beliau tetap gigih dan sabar menjalaninya sehingga terasa sekali dirinya selalu ada bagi kita umat muslim dan muslimat. Pada bulan inilah Allah.SWt memberikan rezeki kepada kelompok komunitas umat secara beragam. Para Datu kita dengan berbekal ketakwaan terhadap Allah.Swt yang kuat dalam waktu sehari semalam mampu mengatur waktunya untuk ibadah kepada Allah.Swt dengan melaksanakan kewajiban fardhu sholat lima waktu, bekerja mencari rezeki yang halal dengan hanya behuma betani menanam padi dan mencari ikan untuk makannya sehari-hari, mengaji membaca al-qur’an serta bershalawat terhadap Nabi Muhammad.Saw, dan menggunakan seperempat malamnya untuk Tahajud mendekatkan diri terhadap Allah.Swt. Mereka ada karena selalu meneladani Nabi Muhammad.SAW manusia pilihan Allah.Swt. “Makanannya hari-hari mengandung vitamin dan karbohidrat tinggi dari buah padi menjadi nasi dan vitamin suplai otak kepala dari kandungan ikan yang mereka cari”.
     Kembali ke Super Dede Banua, patut disyukuri para pemuda di daerah kita yang hobi meunjun memancing ikan di perairan yang terbentang luas di daerah ini. Dalam kesehariannya menafkahi anak dan istri dengan suplai makanan yang menjadi kegemaran orang jepang yang terkenal pencipta robot elektronik sampai dengan mendekati petir dengan rangkaian miliaran won listrik. Wow dari ikan yang dicari untuk mengelola struktur rangkaian otak disamping untuk diri sendiri, anak, dan istri tentunya. “Biar ikan buruk atau kering tapi ketika sudah dimasak harumnya luar biasa nikmatnya terasa mempengaruhi hidung dan rasa”.
     Kenapa dikatakan super dede, dengan kegigihannya mencari ikan di perairan seraya berpanas-panasan struktur otot menjadi mekar melar. Dengan hasilnya yang dicari berupa ikan lalu memakannya setiap hari tentu miliaran neuron di struktur rangkaian otak hippocampus hingga amigdala terasa jauh lebih berbeda. Feodilisme cara makan dan hobi makan ikan yang sama dengan bangsa jepang.


Friday, 15 April 2016

Maqam Dari Allah.SWT

       Melintasi “Maqamat” mulai dari Maqam Inabah dan Tobat terhadap Allah.SWT.  Apa sih maqamat itu ? Maqamat ibarat stasiun-stasiun berupa struktur tingkatan yang dianugerahkan Allah.SWT kepada orang yang taat dan beriman kepada Allah.SWT seperti Alim Ulama. “Para ulama adalah pewaris para Nabi” Mereka mewarisi ilmu agama karena terus belajar dan menyiarkannya.

Jika dipandang secara Personal, Maqamat adalah anugerah Allah.SWT terhadap hambanya baik berupa Asma, Sifat, maupun Dzat Allah.SWT yang terpancarkan melalui noor cahaya Nabi Muhammad.SAW terhadap hamba tersebut sehingga si hamba selalu merasa ringan dalam setiap melakukan ibadah terhadap Allah.SWT hingga nyaman dan tahan dalam menjalani roda kehidupan diatas sunahtullah kehidupan yang diciptakan Allah. Seperti hitam dan putih, kanan dan kiri, pahala dan dosa. Karena manusia tiada yang sempurna demikian pula karya ini.

Jika dipandang secara komunitas kelompok, Maqamat adalah anugerah Allah.SWT terhadap para hamba berupa kebaikan yang secara struktural terpancar kepada para hamba yang tergabung dalam komunitas itu dan semuanya berasal dari Allah.SWT Tuhan Seru Sekalian Alam Semesta dan Nabi Muhammad.SAW manusia pilihan terbaik Allah dan patut untuk kita teladani. Disini ada tingkatan formasi berbasiskan dua kalimat syahadat, “Tiada Tuhan Selain Allah dan Nabi Muhammad.SAW Utusan Allah” sehingga komunitas itu memiliki karakter mulia disisi Allah.SWT.

Jika dipandang dalam struktur pendidikan seseorang dalam meniti jenjang pendidikan dimulai dari tingkat dasar PAUD, SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA, D3, S1, S2. Selanjutnya mereka yang berhasil mendapatkan prestasi tertinggi di bidang pendidikan tak lain seperti Dokter, Profesor, Guru, dan Dosen.

Maqamat merupakan struktur formasi jenjang tingkatan anugerah yang diberikan Allah.SWT terhadap manusia pilihannya. Baik secara vertical maupun horizontal terlihat bak pohon yang besar lagi tinggi dengan ranting cabang dan dedaunan yang melengkapinya menjadi sesuatu yang berguna di kehidupan kita.

Seseorang yang mendapatkan anugerah maqamat dari Allah.SWT bermula dari Maqamat Inabah dan Tobatnya kepada Allah.SWT. Dalam hidup tiada yang sempurna, kadang seseorang jatuh khilaf dan lalai di waktu remajanya hingga  terjerumus ke dalam dosa dan kesalahan yang dilarang Allah.SWT, hingga tiba sewaktu dirinya menyadari bahwa apa yang dilakukannya itu adalah kesalahan lalu dirinya kembali kearah kebenaran dan bertobat kepada Allah.SWT. “Disinilah Allah menganugerahi seseorang itu dengan maqamat tobat sebagai jenjang awal atau dasar mereka untuk kembali kepada Allah yang maha tinggi lagi maha sempurna”. Jika hamba itu terus dan istiqamah dengan selalu setia terhadap apa yang diajarkan Nabi Muhammad.SAW dengan terus meneladaninya, Allah SWT akan menganugerahkan Maqamat lainnya secara struktur yang lebih tinggi bahkan tak lepas kemungkinan maqam tertinggi seperti para Aulia Allah miliki berupa Maqamat Qutub dan Ghaust.


Tuesday, 12 April 2016

Bulan Rajab Khataman Qur'an


MARGASARI, ~ Keutamaan bulan Rajab sebagai bulan yang termasuk dimuliakan Allah.SWT. Sebagaimana Nabi Muhammad.SAW menunjukan keutamaan bulan Rajab, “BulanRajab bulan Allah, Bulan Sya’ban bulan-ku, dan bulan Ramadhan bulan umatku. Kemulian Rajab dengan malam Isra Mi’raj-Nya Nabi Muhammad.SAW, Sya’ban dengan malam Nifsu-Nya, dan Ramadhan dengan keutamaan 1 malam yakni Lailatul Qadar-Nya”. Hadist Buchari Muslim.
Di bulan Rajab inilah terjadi satu peristiwa penting bagi umat Islam yakni sejarah perjalanan Nabi Muhammad.SAW dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa dilanjutkan ke Sidrathul Muntaha, diatas langit tertinggi dalam satu malam. Disanalah Nabi Muhammad.SAW menyaksikan kebesaran Allah, (Al-Qur’an Surat Al Najm (53:18).
Disanalah Nabi Muhammad.SAW mendapatkan perintah dari Allah.SWT untuk melaksanakan kewajiban sholat lima waktu yang sekarang menjadi kewajiban umat muslim. Selain itu pun menyaksikan kebesaran Allah.SWT dari mulai urusan duniawi hingga akhirat. Malam itu Nabi Muhammad.SAW juga disalami oleh Malaikat Jibril.As dan para malaikat lainnya seraya menanjak formasi tingkatan dari langit ke langit hingga massa ke massa untuk bertemu dengan Rasul dan para Nabi-Nabi terdahulu, selain itu juga menjenguk keluarga beliau, sahabat, para aulia Allah serta para alim ulama. Demikian pula menjenguk kondisi umat beliau dari generasi ke generasi hingga akhir jaman nanti dan kondisi apa yang dialami umatnya di akhirat yang berbaris berderet antri di satu jalur melintasi Titian Sirathal Mustaqim ditengah suhu kondisi yang sangat panas. Orang-orang yang tergolong sholeh tertinggi mereka berada pada barisan terdepan berderet antri siap untuk meniti titian, dimana katanya mereka melintas secepat kilat berkat perilaku kebaikannya selama di dunia.
Khataman AL-Qur’an
Demikian kondisi padatnya arus lalu lintas jalan di kawasan Margasari membuat jalur macet sepanjang 3 Km oleh antrian barisan mobil peserta maupun pengantar Khataman Al-Qur’an di jalur masuk  Margasari maupun keluarnya. Khataman Massal Al-Qur’an bertempat di Masjid Da’watul Haq Desa Baringin Kecamatan Candi Laras Selatan.
Sekitar 3.352 orang siswa SD dan MI ikut khataman Al-Qur’an, jumlah itu belum terhitung para gurunya yang turut mendampingi, para pengantar, serta para pengunjung yang ingin ikut beribadah di tempat itu.
Khataman massal Al-Qur’an ini merupakan agenda rutin Pemerintah Kabupaten Tapin setiap tahunnya di bulan Rajab, diselenggarakan oleh Tim Penggerak PKK Kabupaten Tapin bekerjasama dengan Kementrian Agama Kabupaten Tapin, LPTQ, dan Dinas Pendidikan.
Hadir dalam acara khataman massal Al-Qur’an Bupati Tapin, Drs.HM.Arifin Arpan, MM yang membantu sejumlah panti asuhan sebagai amal ibadah dan bentuk perhatiannya terhadap anak yatim. Bupati Tapin dalam sambutannya mengaku senang dan bangga terhadap generasi muda Tapin yang berusia dini sudah mengkhatamkan Al-Qur’an. Untuk itu terus tingkatkan dengan melakukan pembinaan terhadap mereka yang pandai membaca Al-Qur’an yang tidak lepas kemungkinan nanti bisa menjadi hafizh seorang yang hafal Al-Qur’an. Amin Yaa Rabbalalamin.



Thursday, 7 April 2016

Manfaatkan Lima Perkara


     Alhamdulillah segala puji bagi Allah Tuhan Seru Sekalian Alam, hari Jum’at ini kita masih diberikan Allah kesehatan dan juga taufik dan hidayahnya untuk dapat melaksanakan kewajiban Sholat Jum’at. Semoga Allah selalu mencurahkan rahmat kasih sayangnya selalu untuk kita disini.
Sebagaimana Khatib Jum’at berpesan kepada jamaah Masjid Agung Humasa diawal khutbahnya kita untuk selalu meningkatkan ketakwaan dan beriman terhadap Allah.SWT. Amin Yaa Rabbalalamin, Semoga Allah selalu kencangkan azam terhadap kita semua.
“Hari demi hari terus berlalu, demikian pun bulan dan tahun. Artinya, kita semakin tua dan dekat dengan kematian. Untuk itu pergunakanlah kesempatan dalam hidup ini untuk memperbanyak ibadah terhadap Allah SWT dengan melaksanakan kewajibanNya dan menjauhi laranganNya.”
Manfaatkanlah 5 perkara sebelum datang 5 perkara. Dari Ibnu ‘Abbas Radhiyallahu ‘Anhuma, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam pernah menasihati seseorang dengan sabdanya,

اِغْتَنِمْ خَمْسًا قَبْلَ خَمْسٍ : شَبَابَكَ قَبْلَ هَرَمِكَ وَ صِحَّتَكَ قَبْلَ سَقَمِكَ وَ غِنَاكَ قَبْلَ فَقْرِكَ وَ فَرَاغَكَ قَبْلَ شَغْلِكَ وَ حَيَاتَكَ قَبْلَ مَوْتِكَ

“Manfaatkanlah lima perkara sebelum lima perkara
1.  Waktu mudamu sebelum datang waktu tuamu,
2.  Waktu sehatmu sebelum datang waktu sakitmu,
3.  Masa kayamu sebelum datang waktu kefakiranmu,
4.  Masa luangmu sebelum datang masa sibukmu,
5.  Hidupmu sebelum datang matimu.”

Semoga kita selalu dalam curahan kasih sayang Allah, mendapatkan naungannya serta hidayah untuk dapat memanfaatkan sisa kehidupan dengan berbuat baik dan taat terhadap Allah.SWT serta ingat selalu. Amin.
Yaa Allah semoga kami mendapatkan ‘Saat’ pada sholat Jum’at hari ini dan mengabulkan doa kami disini. Illahi Anta Maksudi Waridhoka Matlubi Atini Mahabahtaka Wamarifataka. Yaa Allah kami cucurkan air mata diatas lembaran hadist Nabi Muhammad.SAW yang kami cinta kasih dan saying karena Allah.SWT. Semoga ini Rahmat kasih sayangmu selalu untuk kami yang cinta kasih dan saying karena Allah.

Ampunilah kami dan bentangilah maghfirahmu. Berilah kami petunjuk dan hidayah inayahmu untuk selalu bertakwa kepadamu, beriman kepadamu, taat dan tunduk kepadamu, bahkan takut terhadapmu Allah yang maha perkasa lagi maha segalanya. Bahagiakanlah kami Yaa Allah dan tolonglah kami selalu disisa hidup kami yang cinta kasih sayang karena Allah.

Thursday, 24 March 2016

Berkat Syukuran dan Selamatan


RANTAU, Subhanallah Walhamdulillah, Yaa Allah Semoga Engkau Beri Tempat Tertinggi Bagi Mereka yang meninggalkan budaya tradisi “Syukuran dan Selamatan” di daerah ini lingkup wilayah Islam.
Mengenang Beliau Al-Arifin Billah Syekh Ghaust Quthub K.H.M Abdul Ghani R.A atau Guru Sekumpul mengatakan dalam tausyiahnya, hendaknya Kita sebagai umat Nabi Muhammad.SAW selalu meneladani Beliau. Karena Nabi Muhammad.SAW pribadi yang sangat baik untuk diikuti mulai dari Tata Cara Ibadahnya terhadap Allah.SWT hingga berlaku baik antar sesama manusia mulai dari keluarga, kerabat, hingga tetangga. Manusia di daerah sini selalu baik terhadap tetangga karena menghormati alim ulama. Berkat berbuat baik mereka, Allah.SWT membalasnya dengan keberkatan rizqi yang luas. “Seperti undangan seruan selamatan haulan saudara, orang tua hingga kerabat. Subhanallah Walhamdulillah berkah Allah hiasi sajian makanan dan minuman yang didahulukan dengan menyebut asma nama Allah, “katanya.
Yaa Allah semoga engkau tinggikan derajat mereka orang yang bertakwa disisimu dan memimpin seruan ini termasuk juga orang-orang yang berdoa untuk kerabat maupun orang tua yang telah meninggal. Yaa Allah berkatilah kehidupan mereka selalu dengan rahmat kasih sayangmu. Terlantun fasih bersama-sama jama’ah membaca ayat suci Al-Qur’an, Zikir menyebut nama Allah hingga Shalawat terhadap Nabi Muhammad.SAW.
Yaa Allah semoga engkau ampuni orang tua kami Anang Kaderi yang juga abah mertua kami. Beserta orang-orang yang kami cinta kasih dan sayang semata-mata karena Allah. Semoga engkau terima amal ibadahnya dan tenang saat ini. Amin.3x.

Wasiat Abah Guru Sekumpul Yang Kita Cinta Kasih Dan Sayang Karena Allah.SWT

1.  Menghormati Ulama.
2.  Murah Diri, Murah Harta, Manis Muka.
3.  Memaafkan kesalahan orang lain.
4.  Jangan Menyakiti Orang Lain, Jangan bermusuh-musuhan.
5.  Jangan bersifat tamak dan memakan harta riba.
6.  Jangan merasa baik pada orang lain.
7.  Berpegang pada Allah.SWT Qobul segala hajat.
8.  Yakin keselamatan itu berada pada yang benar.
9.  Banyak-banyak sabar apabila mendapatkan musibah, banyak-banyak syukur atas nikmat.                                                 
10.Tiap-tiap orang iri dengki atau adu asah jangan dilayani, serahkan saja kepada Allah (Tawakal).


Menghormati Ulama, hormat kepada ulama maksudnya disini dengan tidak bughah terhadap kepemimpinannya dalam suatu wilayah kepemimpinannya. Hargai fahamnya dengan tidak meninggikan bahu tangan kita terhadap Ulama karena ilmu pengetahuannya semuanya dari Allah.SWT dan Nabi Muhammad.SAW.

Sebagaimana Guru Sekumpul Martapura H.Ijai mengatakan untuk menghormati Ulama, “Memajang foto Alim Ulama dirumah kediamannya itu berpahala berlipat-lipat ganda banyaknya dari Allah.SWT. Apalagi mengkoleksinya. Pasalnya, dengan memandang figur sosok Alim Ulama tersebut seseorang dapat pengaruh dari sifat alim ulama itu yang pada umumnya baik dimana pengaruh kebaikannya akan tertular ke yang bersangkutan. Apalagi dapat bergaul dengan mereka para alim ulama yang tentunya mengandung nilai ilmu dari setiap perkataan dan perbuatannya, “katanya.

Murah Diri, Murah Harta, Manis Muka.
Murah Diri, dengan berlaku baik terhadap orang lain dan siap sedia membantu orang lain yang tengah dilanda kesulitan maupun musibah.

Murah Harta, dengan tak berlebihan dalam menyangkut kedunian dan tetap tuntut kehidupan akhirat, hidup dengan sederhana tak kikir antar sesama bak Wakil Allah atau seorang dermawan. Allah menganugerahi seseorang berupa Ilmu lalu digunakan Ilmu itu di jalan Allah secara ikhlash dengan niat karena Allah Ta’alla. Demikian pula Harta Materi yang diberikan Allah lalu digunakan di jalan Allah dengan niat Ikhlash karena Allah Ta’alla. Juga kekuatan berupa Tenaga yang diberikan Allah, bahwasanya diri manusia itu tiada daya dan upaya lemah melainkan semuanya atas pertolongan Allah. Dengan tenaga itu digunakan dijalan Allah dengan niat ikhlas karena Allah.SWT.

Manis Muka, dengan senyum pada setiap kali bertemu umat muslim. Sebagaimana kata Nabi Muhammad.SAW karena senyum itu adalah sebagian daripada Ibadah kepada Allah.SWT.


Saturday, 19 March 2016

Ulama Tertembak Saat Menyampaikan Ceramah Agama




Ulama Arab Saudi yang juga penulis buku Laa Tahzan, Dr.Aidh Al Qarni mendapatkan serangan tembakan pada saat menyampaikan tausyiah ceramah agama di Filipina. Akibat insiden itu Beliau mendapatkan tempat tertinggi disisi Allah.SWT dan tak mengalami luka sama sekali hingga saat ini kendati bagian dada kiri bahu tertembak, bahkan perjuangannya dalam agama terutama dalam bidang dakwah kini Beliau menjadi tokoh pembaharuan dan berani menyuarakan kebenaran. Hal inilah yang membuat Ia merasakan dinginnya lantai penjara, hampir 10 bulan beliau mendekam bersama dengan ulama muda lainnya dalam menyerukan penentangan terhadap kehadiran pasukan Amerika di Arab Saudi. Dalam bui Beliau mengkaji pengetahuan ilmu problematika manusia yang bersifat individu maupun sosial.
Setiap tahunnya tanggal dan bulan penembakan Beliau terasa kehadirannya. Setiap malam cuaca panas dan digin terutama di akhir bulan Maret, global dunia kampanye selama satu jam dunia tanpa energi listrik. “Sebagaimana malam Minggu (19/3) kemarin sekitar pukul 21:00, energi listrik padam di daerah ini dan juga berbagai wilayah lainnya”. Mari petik hikmah perjuangan Beliau dalam menjaga Kabah dari serangan dan banyak tokoh perjuangan Islam terlihat.
Bahkan setiap menjelang sholat Ju’mat bertepatan dengan bulan dan tanggal penembakan Beliau, angin bertiup kencang dan langit mendung disertai hujan. Bahkan jendela masjid terdengar seakan-akan terdobrak oleh tiupan angin tadi sebelum menjelang sholat dan khatib naik ke mimbar. Siapakah itu ?
Aku bersaksi tiada Tuhan Selain Allah dan Nabi Muhammad Utusan Allah. Mari sebut itu dalam hati masing-masing.


Saturday, 13 February 2016

Menyampaikan Hajat Orang Muslim (Islam)

Firman Allah: Kerjakanlah kebajikan supaya kamu untung. (Al-haj 37).

Dan segala yang kamu kerjakan dari amal yang baik-baik maka Allah mengetahuinya……

     Ibnu Umar R.A berkata: Bersabda Rasulullah SAW : Seorang muslim sebagai saudara kepada sesama muslim, tidak boleh menganiaya atau membiarkannya dianiaya. Dan siapa yang sedang menyampaikan hajat saudaranya maka Allah akan melaksanakan hajatnya. Dan siapa yang membebaskan kesukaran seorang muslim, Allah akan membebaskan kesukarannya di hari kiamat (Qiyamat). Dan siapa yang menutupi kejelekan seorang muslim Allah akan menutupi kejelekannya di hari kiamat (Qiyamat).  (H.R Buchary Muslim).

      Abu Hurairah R.A berkata : Bersabda Nabi SAW : Siapa yang melapangkan suatu kesukaran dunia pada seorang mu’min Allah akan melapangkan baginya kesukaran hari Qiyamat. Dan siapa yang meringankan kemiskinan se-orang miskin, Allah akan meringankan baginya di dunia dan akherat. Dan siapa yang menutup kejelekan orang muslim, Allah akan menutupi kejelekannya dunia akherat. Allah selalu menolong hamba, selama hamba itu menolong saudara-nya. Dan siapa yang melalui jalan untuk menuntun ilmu, Allah akan memudahkan baginya jalan menuju ke sorga. Dan tiada berkumpul suatu kaum dalam baitullah (masjid) untuk membaca dan mempelajari kitab Allah, melainkan diturunkan kepada mereka ketenangan dan diliputi rakhmat, dikerumuni MalaikatNya, dan disebut-sebut oleh Allah di depan para MalaikatNya. Dan siapa yang lambat amal perbuatannya, tidak dapat dipercepat oleh nasab turunannya. (tidak lekas naik derajatnya). (H.R Buchary Muslim)


 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | cheap international calls