Thursday, 16 June 2016

Buka Puasa Bersama di Bulan Ramadhan Dengan Masakan Tradisi Daerah

      Keutamaan bulan bulan yang dimuliakan Allah.SWT. Diantaranya bulan Ramadhan, pada bulan ini seluruh umat muslim di seluruh dunia menyambutnya dengan rasa bahagia penuh kemenangan dan kedamaian. Di bulan ini Nabi Muhammad.SAW suri teladan umat Islam mewajibkan umatnya untuk beribadah selain sholat lima waktu dalam sehari, juga melaksanakan ibadah puasa mulai dari terbit fajar hingga matahari terbenam.
      Subhanallah, Masya Allah satu lagi berkat tradisi yang sungguh luar biasa di miliki daerah ini. Diantaranya buka puasa bersama di bulan Ramadhan sekaligus Selamatan makan bersama-sama dengan citra rasa aneka kuliner yang khas masakan banjar tanpa terpisah dari rasa manis, asin, santan bekuah, dan pedas.
Mengenang Abah Guru Sekumpul KH.Abdul Ghani RA dalam ceramah beliau terkait Rasa Masakan khas Banjar yang manis dan nikmat bagi sosok pemilik liur lidah yang tepat atau pas terutama pada kalangan manusia sholehah yang dalam kehidupan kesehariannya selalu bersyukur terhadap Allah.SWT lagi bertakwa terhadapNya dengan melaksanakan Ibadah Fardhu maupun Sunah. Tak semuanya dapat menikmati rasa masakan khas daerah ini, melainkan mereka orang-orang sholehah yang dapat mencicipinya dengan penuh rasa syukur nikmat karena mereka telah menikmati adat kebiasaan yang ada di daerah ini sejak lama terutama pada kalangan mereka yang kerap menghadiri undangan keluarga maupun tetangga untuk “Seruan” Selamatan, Sholat Hajat, dan Kegiatan Islam di daerah ini.
Makanan yang disajikan pengundang pun tak luput dari rasa manis seperti wadai kue yang rasanya manis seperti buah kurma dan roti terbuat dari tepung gandum. Rasa asin manis dan santan bekuah seperti ikan panggang, bestek ikan, telur, dengan gangan sayur besantan. Minumannya pun sederhana cukup dengan air putih atau teh manis yang disajikan hangat atau panas.
Peserta yang hadir pun rata-rata orang sholeh dengan busana yang mereka kenakan untuk menghadiri undangan, kalangan pria mengenakan piyama muslim plus kopiah haji dan perempuan mengenakan kerudung jilbab.
Bagaimana tidak barokah kehidupan setiap memulai sesuatu selalu menyebut nama Allah. Mereka sebelum mencicipi makanan dan minuman yang disajikan selalu terlebih dahulu dimulai dengan mengucapkan Bismillah dan Berdoa kepada Allah untuk diri dan lingkungannya dari bala musibah bahaya yang mengancamnya. Tak hanya itu sebagai bentuk rasa syukurnya terhadap Allah.SWT selaku pemberi nikmat berupa limpahan rezeki yang luas, mereka turutkan serta lantunan ayat suci Al-Qur’an mulai dari Ummul Qur’an Surah Al-Fatihah, dilanjutkan surah Al-Anas, Al-Falaq, dan Surah Yasin. Tak ketinggalan pula mereka lantunkan Shalawat terhadap Nabi Muhammad.SAW sambil mendoakan para Sahabat Nabi, Keluarga Nabi Muhammad.SAW, dan Muslimin Muslimat pengikut setia Nabi Muhammad.SAW. Demikian kalimat Tauhid sekaligus Penyaksian terhadap perjuangan Nabi Muhammad.SAW dalam memperjuangan ajaran Islam, “Tiada Tuhan Selain Allah Laa Illahaillaallah”, Nabi Muhammad.SAW Utusan Allah”. Bahkan dalam setiap kali berdoa mereka selalu dibimbing oleh ahli agama hingga para guru agama yang rata-rata adalah Cendikiawan Muslim, Alim Ulama dan Arifinbillah hingga para Habib, Habaib dan Aulia Allah yang kita cinta kasih sayang karena Allah.SWT. Contohnya seperti di Majelis Pengajian Guru Sekumpul, Rumah-Rumah warga pengundang Undangan Seruan, maupun di Masjid dan Musholah.
Dahulu di Wilayah Kalimantan, kita memiliki para Pedatuan (Datuk) yang rata-rata bersifat Tawakal serta tingkat Maqamat dan Ketakwaannya terhadap Allah.SWT sangat tinggi. Mereka pun dalam menjalani kehidupan sehari-hari rata-rata selalu setia terhadap ajaran yang disampaikan Nabinya yang mereka cinta karena Allah yaitu Nabi Muhammad.SAW melalui pewaris ilmu mereka seperti para Arifinbillah dan Alimunbillah yang menyebarkan syiar Islam kepada warga masyarakat banjar dengan ceramah agama Islam. Keyakinan beragama warga Banjar begitu kuat, dan sangat cinta serta patuh lagi taat terhadap baginda Nabi Muhammad.SAW dengan pandangan, “Allah menciptakan lahir jahir manusia dari Nabi Adam.AS, dan Ruh manusia dari Nabi Muhammad.SAW”.
Adat kebiasaan mereka yang saling berbagi bersama baik dari aspek ilmu yang ikhlas memberikan solusi bantuan bagi yang tak mengetahui. Demikian rezeki dengan berderma kesesama saudaranya yang membutuhkan, dan Tenaga dengan cara bergontong royong bersama dalam setiap aktifitas.
Untuk itu datangi dan hadiri setiap undangan perkawinan maupun selamatan, karena disana pengundang menyajikan banyak makanan untuk dimakan. Banyakilah makan biar badan sehat dan nyaman serta kenyang perut tak lagi merasa lapar. Apalagi makanan itu dimakan secara bersama-sama yang tentu tak kalah nikmatnya dibandingkan makan sendiri. 



Friday, 27 May 2016

Foto Keluarga


Rombongan keluarga mengantar pengantin seraya bershalawat dengan terlebih dulu berdoa Selamatan di Kepayang. Semoga pasangan mendapatkan pendamping hidup sesuai harapan dan hidup bahagia di dunia dan akhirat kelak.








Antara Cinta Kasih Sayang Karena Allah dan Sedekah Karena Allah.SWT

Alhamdulillah tak terasa kita sudah memasuki hari ke-20 bulan Syaban dan sebentar lagi memasuki bulan suci Ramadhan. Semoga kita tetap selalu menjadi sosok Muslim dan Muslimat yang selalu meneladani Nabi Muhammad.SAW yang kita Cinta Kasih dan Sayang karena Allah. Dengan niat Cinta Kasih dan Sayang karena Allah.Swt, Allah menganugerahkan kita sikap ikhlas dalam memberikan manfaat guna bagi keluarga dan orang lain. Juga ikhlas bersedekah karena Allah.Swt.

Sebagaimana Khatib Mimbar di Masjid Humasa Rantau (27/5) menyampaikan riwayat pada suatu hari, Abu Hurairah R.A. beri’tikaf di masjid Nabawi. Ia tertarik setelah mengetahui ada seseorang di masjid yang sama, duduk bersedih di satu sudut. Abu Hurairah pun menghampirinya. Menanyakan ada apa gerangan hingga ia tampak bersedih. Setelah mengetahui masalah yang menimpa orang itu, Abu Hurairah pun segera menawarkan bantuan.

”Mari keluar bersamaku wahai saudara, aku akan memenuhi keperluanmu,” ajak Abu Hurairah.

“Apakah kau akan meninggalkan i’tikaf demi menolongku?” tanya orang tersebut terkejut.

”Ya. Sesungguhnya aku pernah mendengar Rasulullah SAW bersabda, ‘Sungguh berjalannya seseorang diantara kamu untuk memenuhi hajat  saudaranya, lebih baik baginya daripada i’tikaf di masjidku ini selama sebulan’”
Sabda Rasulullah SAW itu diriwayatkan oleh Thabrani & Ibnu Asakir. Dishahihkan Al Albani dalamAs-Silsilah As-Shahihah.

Sahabat pendengar yang dirahmati Allah, Sebagaimana Abu Hurairah, seorang Muslim seharusnya juga memiliki keterpanggilan untuk menolong saudaranya, memiliki jiwa dan semangat memberi manfaat kepada seseorang. Petunjuk bagi insan yang mulia adalah ia memberi manfaat kepada sesama manusia. Nalurinya untuk membantu menyelesaikan masalah saudaranya. Bahkan manusia terbaik adalah orang yang paling bermanfaat bagi orang lain.

 Siapapun Muslim itu, dimana pun berada, apapun profesinya, ia memiliki sikap untuk memberikan manfaat bagi orang lain. “Dengan ilmunya ia amalkan dengan bersedekah dan berupaya menjadi sosok pemberi manfaat bagi orang lain. Dengan harta yang dimiliki Ia gunakan bersedekah dimana merasa terpanggil untuk menjadi pribadi yang bermanfaat bagi orang lain. Dalam berniaga berjualan tak sekedar mengkaut untung semata-mata, namun matlamatnya adalah bagaimana dapat memberikan manfaat kepada orang lain, membantu mereka memperoleh apa yang diperlukan. Dengan sikap, bicara, dan tenaga digunakan untuk bersedekah”.

Rasulullah SAW bersabda: Setiap manusia diwajibkan untuk bersedekah setiap harinya mulai matahari terbit. Berbuat adil antara dua orang adalah sedekah. Menolong seseorang naik ke atas kendaraannya atau mengangkat barang-barangnya ke atas kendaraannya adalah sedekah. Berkata yang baik adalah sedekah. Begitu pula setiap langkah berjalan untuk menunaikan shalat adalah sedekah. Serta menyingkirkan suatu rintangan dari jalan adalah sedekah. (HR. Bukhari)

Allah.SWT berfirman :

إِنْ أَحْسَنْتُمْ أَحْسَنْتُمْ لِأَنْفُسِكُمْ
Jika kamu berbuat baik, sesungguhnya kamu berbuat baik bagi diri kamu sendiri (QS. 17:7)
Rasulullah SAW bersabda:

مَنْ كَانَ فِى حَاجَةِ أَخِيهِ كَانَ اللَّهُ فِى حَاجَتِهِ
Barangsiapa membantu keperluan saudaranya, maka Allah membantu keperluannya. (Muttafaq ‘alaih)
Jika kita menolong dan membantu sesama kita, pertolongan dari Allah bukan sekedar di dunia, tetapi juga di akhirat. Jika kita memberikan manfaat kepada orang lain, Allah memudahkan kita bukan hanya dalam urusan dunia, tetapi juga pada hari kiamat kelak.
Rasulullah SAW bersabda:

مَنْ نَفَّسَ عَنْ مُؤْمِنٍ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ الدُّنْيَا نَفَّسَ اللَّهُ عَنْهُ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ يَوْمِ الْقِيَامَةِ وَمَنْ يَسَّرَ عَلَى مُعْسِرٍ يَسَّرَ اللَّهُ عَلَيْهِ فِى الدُّنْيَا وَالآخِرَةِ
Siapa yang menyelesaikan kesulitan seorang mu’min dari berbagai kesulitan2 dunia, Allah akan menyelesaikan kesulitan2nya di hari kiamat. Dan siapa yang memudahkan orang yang sedang kesulitan niscaya akan Allah mudahkan baginya di dunia dan akhirat (HR. Muslim)


Saturday, 21 May 2016

Bulan Rajab dan Syaban


Mengenang kawan satu profesi yang hobi memancing di waktu luangnya terutama pada hari libur. Dirinya sosok yang baik hati pemurah sangat perhatian terhadap sanak keluarga, teman, hingga rekan kerjanya. Ia manusia super kuat yang mirip ‘Super Dede’ Pembela Kebenaran abad ini yang indra tubuhnya sangat sensitif terutama pada bagian gendang telinganya kala mendengar orang meminta tolong terhadapnya. Selain itu Ia pun terdepan dalam berkomunikasi maupun menganalisa kejadian yang terjadi di lingkungannya dengan sangat cepat. “Pemurah dari pengalaman rekannya satu profesi dalam pergaulan bersamanya kala kantong kering dirinya bersedia meminjamkan duit jika tak kering juga bersedia memberi ikan hasilnya berlebih dari usahanya memancing”. Bahkan warga banua tetanggannya yang berprofesi ganda yakni profesi Guru dan satu profesinya lagi sama dengannya selalu meminta tolong dan bergantung kepadanya pada setiap hari kerja. “Minta Punk”. Permintaannya sudah tak asing lagi terdengar hingga membuat geram kalangannya yang sama-sama satu profesi karena sifatnya yang pantang karena merasa senior dalam struktur dan penting menguasai teknik menggali informasi di wilayahnya.
     Dari hobinya memancing ikan terkenang tausyiah almarhum Guru Sekumpul K.H.Abdul Ghani RA terkait keutamaan bulan Rajab, Syaban, dan Ramadhan. Dimana Beliau mengutarakan, Bulan Rajab dan Syaban ini adalah bulan bersejarah bagi seluruh muslimin dan muslimat. Wajib kita yang hidup pada massa kini atau generasi sekarang mengenang keistimewaan karomah yang dianugerahi Allah.swt terhadap umat-umat terdahulu terutama umat muslim di daerah kita yang biasa disebut pedatuan (Para Datu). “Perjuangan mereka yang sangat luar biasa dalam menyebarkan syiar agama Islam di wilayahnya dan keberhasilan mereka dengan beramal ibadah mengikuti jejak Nabi Muhammad.SAW suri teladan manusia pilihan sehingga wajar kehidupan mereka pada generasi sekarang dapat mencatat sejarah, “katanya.
     Banyak sejarah perjuangan tercatat di bulan Rajab dan Syaban ini, mulai dari sekelompok manusia Non muslim dulu yang berjuang mencari rezeki berupa sesuap makanan karena diuji oleh Allah.Swt dengan rasa lapar dan haus dahaga. Kelompok Umat muslim dulu yang berjuang fisabilillah untuk menegakan syiar agama Islam di wilayahnya. Demikian catatan tertinggi Nabi Muhammad.SAW yang diuji Allah.Swt sebelum diberikan mukjizat, yang menurut keterangan dari hadist buchary bahwa Nabi Muhammad.SAW selama hidupnya hanya makan buah kurma buruk dan belum pernah makan roti bekuah. “Kalau di daerah kita buah kurmanya ibarat ‘iwak karing’ atau ikan asin. Untuk itu kita patut bersyukur kepada Allah.SWT masih dilapangkan rezeki, “jelas Guru Sekumpul menahan isak tangis.
     Belum lagi fitnahnya terhadap Beliau dari kalangan non muslim waktu itu namun beliau tetap gigih dan sabar menjalaninya sehingga terasa sekali dirinya selalu ada bagi kita umat muslim dan muslimat. Pada bulan inilah Allah.SWt memberikan rezeki kepada kelompok komunitas umat secara beragam. Para Datu kita dengan berbekal ketakwaan terhadap Allah.Swt yang kuat dalam waktu sehari semalam mampu mengatur waktunya untuk ibadah kepada Allah.Swt dengan melaksanakan kewajiban fardhu sholat lima waktu, bekerja mencari rezeki yang halal dengan hanya behuma betani menanam padi dan mencari ikan untuk makannya sehari-hari, mengaji membaca al-qur’an serta bershalawat terhadap Nabi Muhammad.Saw, dan menggunakan seperempat malamnya untuk Tahajud mendekatkan diri terhadap Allah.Swt. Mereka ada karena selalu meneladani Nabi Muhammad.SAW manusia pilihan Allah.Swt. “Makanannya hari-hari mengandung vitamin dan karbohidrat tinggi dari buah padi menjadi nasi dan vitamin suplai otak kepala dari kandungan ikan yang mereka cari”.
     Kembali ke Super Dede Banua, patut disyukuri para pemuda di daerah kita yang hobi meunjun memancing ikan di perairan yang terbentang luas di daerah ini. Dalam kesehariannya menafkahi anak dan istri dengan suplai makanan yang menjadi kegemaran orang jepang yang terkenal pencipta robot elektronik sampai dengan mendekati petir dengan rangkaian miliaran won listrik. Wow dari ikan yang dicari untuk mengelola struktur rangkaian otak disamping untuk diri sendiri, anak, dan istri tentunya. “Biar ikan buruk atau kering tapi ketika sudah dimasak harumnya luar biasa nikmatnya terasa mempengaruhi hidung dan rasa”.
     Kenapa dikatakan super dede, dengan kegigihannya mencari ikan di perairan seraya berpanas-panasan struktur otot menjadi mekar melar. Dengan hasilnya yang dicari berupa ikan lalu memakannya setiap hari tentu miliaran neuron di struktur rangkaian otak hippocampus hingga amigdala terasa jauh lebih berbeda. Feodilisme cara makan dan hobi makan ikan yang sama dengan bangsa jepang.


Friday, 15 April 2016

Maqam Dari Allah.SWT

       Melintasi “Maqamat” mulai dari Maqam Inabah dan Tobat terhadap Allah.SWT.  Apa sih maqamat itu ? Maqamat ibarat stasiun-stasiun berupa struktur tingkatan yang dianugerahkan Allah.SWT kepada orang yang taat dan beriman kepada Allah.SWT seperti Alim Ulama. “Para ulama adalah pewaris para Nabi” Mereka mewarisi ilmu agama karena terus belajar dan menyiarkannya.

Jika dipandang secara Personal, Maqamat adalah anugerah Allah.SWT terhadap hambanya baik berupa Asma, Sifat, maupun Dzat Allah.SWT yang terpancarkan melalui noor cahaya Nabi Muhammad.SAW terhadap hamba tersebut sehingga si hamba selalu merasa ringan dalam setiap melakukan ibadah terhadap Allah.SWT hingga nyaman dan tahan dalam menjalani roda kehidupan diatas sunahtullah kehidupan yang diciptakan Allah. Seperti hitam dan putih, kanan dan kiri, pahala dan dosa. Karena manusia tiada yang sempurna demikian pula karya ini.

Jika dipandang secara komunitas kelompok, Maqamat adalah anugerah Allah.SWT terhadap para hamba berupa kebaikan yang secara struktural terpancar kepada para hamba yang tergabung dalam komunitas itu dan semuanya berasal dari Allah.SWT Tuhan Seru Sekalian Alam Semesta dan Nabi Muhammad.SAW manusia pilihan terbaik Allah dan patut untuk kita teladani. Disini ada tingkatan formasi berbasiskan dua kalimat syahadat, “Tiada Tuhan Selain Allah dan Nabi Muhammad.SAW Utusan Allah” sehingga komunitas itu memiliki karakter mulia disisi Allah.SWT.

Jika dipandang dalam struktur pendidikan seseorang dalam meniti jenjang pendidikan dimulai dari tingkat dasar PAUD, SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA, D3, S1, S2. Selanjutnya mereka yang berhasil mendapatkan prestasi tertinggi di bidang pendidikan tak lain seperti Dokter, Profesor, Guru, dan Dosen.

Maqamat merupakan struktur formasi jenjang tingkatan anugerah yang diberikan Allah.SWT terhadap manusia pilihannya. Baik secara vertical maupun horizontal terlihat bak pohon yang besar lagi tinggi dengan ranting cabang dan dedaunan yang melengkapinya menjadi sesuatu yang berguna di kehidupan kita.

Seseorang yang mendapatkan anugerah maqamat dari Allah.SWT bermula dari Maqamat Inabah dan Tobatnya kepada Allah.SWT. Dalam hidup tiada yang sempurna, kadang seseorang jatuh khilaf dan lalai di waktu remajanya hingga  terjerumus ke dalam dosa dan kesalahan yang dilarang Allah.SWT, hingga tiba sewaktu dirinya menyadari bahwa apa yang dilakukannya itu adalah kesalahan lalu dirinya kembali kearah kebenaran dan bertobat kepada Allah.SWT. “Disinilah Allah menganugerahi seseorang itu dengan maqamat tobat sebagai jenjang awal atau dasar mereka untuk kembali kepada Allah yang maha tinggi lagi maha sempurna”. Jika hamba itu terus dan istiqamah dengan selalu setia terhadap apa yang diajarkan Nabi Muhammad.SAW dengan terus meneladaninya, Allah SWT akan menganugerahkan Maqamat lainnya secara struktur yang lebih tinggi bahkan tak lepas kemungkinan maqam tertinggi seperti para Aulia Allah miliki berupa Maqamat Qutub dan Ghaust.


Tuesday, 12 April 2016

Bulan Rajab Khataman Qur'an


MARGASARI, ~ Keutamaan bulan Rajab sebagai bulan yang termasuk dimuliakan Allah.SWT. Sebagaimana Nabi Muhammad.SAW menunjukan keutamaan bulan Rajab, “BulanRajab bulan Allah, Bulan Sya’ban bulan-ku, dan bulan Ramadhan bulan umatku. Kemulian Rajab dengan malam Isra Mi’raj-Nya Nabi Muhammad.SAW, Sya’ban dengan malam Nifsu-Nya, dan Ramadhan dengan keutamaan 1 malam yakni Lailatul Qadar-Nya”. Hadist Buchari Muslim.
Di bulan Rajab inilah terjadi satu peristiwa penting bagi umat Islam yakni sejarah perjalanan Nabi Muhammad.SAW dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa dilanjutkan ke Sidrathul Muntaha, diatas langit tertinggi dalam satu malam. Disanalah Nabi Muhammad.SAW menyaksikan kebesaran Allah, (Al-Qur’an Surat Al Najm (53:18).
Disanalah Nabi Muhammad.SAW mendapatkan perintah dari Allah.SWT untuk melaksanakan kewajiban sholat lima waktu yang sekarang menjadi kewajiban umat muslim. Selain itu pun menyaksikan kebesaran Allah.SWT dari mulai urusan duniawi hingga akhirat. Malam itu Nabi Muhammad.SAW juga disalami oleh Malaikat Jibril.As dan para malaikat lainnya seraya menanjak formasi tingkatan dari langit ke langit hingga massa ke massa untuk bertemu dengan Rasul dan para Nabi-Nabi terdahulu, selain itu juga menjenguk keluarga beliau, sahabat, para aulia Allah serta para alim ulama. Demikian pula menjenguk kondisi umat beliau dari generasi ke generasi hingga akhir jaman nanti dan kondisi apa yang dialami umatnya di akhirat yang berbaris berderet antri di satu jalur melintasi Titian Sirathal Mustaqim ditengah suhu kondisi yang sangat panas. Orang-orang yang tergolong sholeh tertinggi mereka berada pada barisan terdepan berderet antri siap untuk meniti titian, dimana katanya mereka melintas secepat kilat berkat perilaku kebaikannya selama di dunia.
Khataman AL-Qur’an
Demikian kondisi padatnya arus lalu lintas jalan di kawasan Margasari membuat jalur macet sepanjang 3 Km oleh antrian barisan mobil peserta maupun pengantar Khataman Al-Qur’an di jalur masuk  Margasari maupun keluarnya. Khataman Massal Al-Qur’an bertempat di Masjid Da’watul Haq Desa Baringin Kecamatan Candi Laras Selatan.
Sekitar 3.352 orang siswa SD dan MI ikut khataman Al-Qur’an, jumlah itu belum terhitung para gurunya yang turut mendampingi, para pengantar, serta para pengunjung yang ingin ikut beribadah di tempat itu.
Khataman massal Al-Qur’an ini merupakan agenda rutin Pemerintah Kabupaten Tapin setiap tahunnya di bulan Rajab, diselenggarakan oleh Tim Penggerak PKK Kabupaten Tapin bekerjasama dengan Kementrian Agama Kabupaten Tapin, LPTQ, dan Dinas Pendidikan.
Hadir dalam acara khataman massal Al-Qur’an Bupati Tapin, Drs.HM.Arifin Arpan, MM yang membantu sejumlah panti asuhan sebagai amal ibadah dan bentuk perhatiannya terhadap anak yatim. Bupati Tapin dalam sambutannya mengaku senang dan bangga terhadap generasi muda Tapin yang berusia dini sudah mengkhatamkan Al-Qur’an. Untuk itu terus tingkatkan dengan melakukan pembinaan terhadap mereka yang pandai membaca Al-Qur’an yang tidak lepas kemungkinan nanti bisa menjadi hafizh seorang yang hafal Al-Qur’an. Amin Yaa Rabbalalamin.



Thursday, 7 April 2016

Manfaatkan Lima Perkara


     Alhamdulillah segala puji bagi Allah Tuhan Seru Sekalian Alam, hari Jum’at ini kita masih diberikan Allah kesehatan dan juga taufik dan hidayahnya untuk dapat melaksanakan kewajiban Sholat Jum’at. Semoga Allah selalu mencurahkan rahmat kasih sayangnya selalu untuk kita disini.
Sebagaimana Khatib Jum’at berpesan kepada jamaah Masjid Agung Humasa diawal khutbahnya kita untuk selalu meningkatkan ketakwaan dan beriman terhadap Allah.SWT. Amin Yaa Rabbalalamin, Semoga Allah selalu kencangkan azam terhadap kita semua.
“Hari demi hari terus berlalu, demikian pun bulan dan tahun. Artinya, kita semakin tua dan dekat dengan kematian. Untuk itu pergunakanlah kesempatan dalam hidup ini untuk memperbanyak ibadah terhadap Allah SWT dengan melaksanakan kewajibanNya dan menjauhi laranganNya.”
Manfaatkanlah 5 perkara sebelum datang 5 perkara. Dari Ibnu ‘Abbas Radhiyallahu ‘Anhuma, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam pernah menasihati seseorang dengan sabdanya,

اِغْتَنِمْ خَمْسًا قَبْلَ خَمْسٍ : شَبَابَكَ قَبْلَ هَرَمِكَ وَ صِحَّتَكَ قَبْلَ سَقَمِكَ وَ غِنَاكَ قَبْلَ فَقْرِكَ وَ فَرَاغَكَ قَبْلَ شَغْلِكَ وَ حَيَاتَكَ قَبْلَ مَوْتِكَ

“Manfaatkanlah lima perkara sebelum lima perkara
1.  Waktu mudamu sebelum datang waktu tuamu,
2.  Waktu sehatmu sebelum datang waktu sakitmu,
3.  Masa kayamu sebelum datang waktu kefakiranmu,
4.  Masa luangmu sebelum datang masa sibukmu,
5.  Hidupmu sebelum datang matimu.”

Semoga kita selalu dalam curahan kasih sayang Allah, mendapatkan naungannya serta hidayah untuk dapat memanfaatkan sisa kehidupan dengan berbuat baik dan taat terhadap Allah.SWT serta ingat selalu. Amin.
Yaa Allah semoga kami mendapatkan ‘Saat’ pada sholat Jum’at hari ini dan mengabulkan doa kami disini. Illahi Anta Maksudi Waridhoka Matlubi Atini Mahabahtaka Wamarifataka. Yaa Allah kami cucurkan air mata diatas lembaran hadist Nabi Muhammad.SAW yang kami cinta kasih dan saying karena Allah.SWT. Semoga ini Rahmat kasih sayangmu selalu untuk kami yang cinta kasih dan saying karena Allah.

Ampunilah kami dan bentangilah maghfirahmu. Berilah kami petunjuk dan hidayah inayahmu untuk selalu bertakwa kepadamu, beriman kepadamu, taat dan tunduk kepadamu, bahkan takut terhadapmu Allah yang maha perkasa lagi maha segalanya. Bahagiakanlah kami Yaa Allah dan tolonglah kami selalu disisa hidup kami yang cinta kasih sayang karena Allah.

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | cheap international calls