Saturday, 26 May 2018

MARHABAN YAA RAMADHAN (Selamat Berpuasa)


           Alhamdulillah (Segala Puji Bagi Allah ) saat ini kita masih berada di bulan suci Ramadhan 1439 Hijriyah. Sebagaimana kita ketahui bulan Ramadhan adalah bulan umat Rasulullah.SAW  yaitu bulannya umat muslim di seluruh penjuru negeri ,  selama sebulan umat muslim  melaksanakan ibadah untuk meningkatkan Keimanan dan Ketakwaan kepada Allah sekaligus bertaqarub mendekatkan diri kepada Allah sebagaimana yang pernah dilakukan Rasulullah beserta para sahabat dan para pengikutnya setiap bulan Ramadhan. Pada  bulan Ramadhan,  siang harinya kita diperintahkan untuk shaum berpuasa sebagai pelindung kebaikan atau tameng diri hingga malam harinya beribadah kepada Allahu ta’ala.
PUASA AKAN MENGHAPUSKAN DOSA.
Barangsiapa mendirikan puasa Ramadhan dengan penuh keimanan dan kebaikan, maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu. (H.R. Buchary-Muslim)
Seorang hamba (manusia) yang berpuasa dalam sehari di jalan Allah, maka akan dijauhkan oleh Allah orang tersebut pada hari itu wajahnya (dirinya) dari neraka sejauh 70 musim dingin (penghujan). (H.R.Buchary Muslim)
                Sungguh beruntung orang-orang yang dianugerahkan sisa umur  dalam hidupnya  dan bertemu dengan bulan Ramadhan hingga mereka menfaatkan bulan Ramadhan untuk Inabah kembali kepada Allah dengan melaksanakan perintah Allah dan menjauhi apa yang dilarangnya. Karena bulan Ramadhan memiliki banyak keutamaan didalamnya.Selama bulan Ramadhan pintu-pintu  syurga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup, dan setan-setan pun dibelenggu. Di bulan Ramadhan curahan Rahmat Allah terhampar  luas  juga terbentang maghfirah ampunan Allahu ta’ala teruntuk mereka yang beriman dan bertakwa terhadap Allahu ta’ala.
Terdapat dua kegembiraan bagi orang-orang yang berpuasa dirasakannya, pertama jika waktu berbuka setelah menahan lapar dan haus selama seharian dirinya merasa gembira bahagia, demikian kelak ketika menjumpai Allahu ta’ala di akhirat kelak dirinya akan gembira menjumpai Allah dengan puasanya.
Selama bulan Ramadhan setelah siang harinya berpuasa dilanjutkan pada malam harinya ibadah. Karena dibulan Ramadhan terdapat satu malam yang istimewa dan nilai pahala bagi orang yang beribadah pada malam itu nilainya sama dengan beribadah selama seribu bulan. Subhanallah (Maha Suci Allah) yang menurunkan Al-Qur’an di malam Lallatul Qadar.
Firman Allahu Ta’ala:
Sesungguhnya Kami (Allah) telah menurunkan Qur’an dalam malam Lailatul-Qadri (Malam yang besar nilainya), dan tidak kau ketahui apakah lailatul-qadri itu? Lailatul-Qadri itu mempunyai nilai melebihi dari seribu bulan. Di situ turun Malaikat dan Ruh dengan Izin Tuhan, selamat sejahtera malam hingga terbit fajar. (Al-Qadar-1-5)
Firman Allah Ta’ala:
Sesungguhnya Kami (Allah) telah menurunkan Qur’an pada malam yang berkat. (Adduklhan 3).
Aisyah R.A berkata : Adalah Rasulullah.SAW, sangat rajin dan bersungguh-sungguh melakukan ta’at ibadah pada setiap bulan terutama pada bulan Ramadhan, dan pada malam-malam sepuluh yang akhir melebihi dari malam lain-lainnya. (H.R.Muslim)


Saturday, 28 April 2018

Keutamaan Bulan Syaban Dengan Kuliner Khas Daerahnya.



                Bulan Syaban merupakan bulan yang di Istimewakan Allah.SWT, sebagaimana Nabi Muhammad.SAW menyampaikan bulan-bulan mulia yang didalamnya terdapat kelebihan dan keutamaan. “Bulan Rajab Bulan Allah, Bulan Syaban Bulan Ku, dan Bulan Ramadhan bulan Umatku. Kemulian Rajab dengan Isra Mir’aj Rasulullah.SAW, kemulian Syaban dengan satu malamNya yang penuh Rahmat dan Ampunan Allah, dan kemulian Ramadhan dengan Lailatul Qadarnya pada 10 Malam terakhir bulan Ramadhan pada hitungan ganjil”.
                Di dalam bulan Syaban terdapat keutamaan dalam satu malamnya yakni Malam Nisfu Sya’ban. Banyak keutamaan pada malam tersebut diantaranya terbukanya pintu-pintu langit dan Allah membentangkan Rahmat serta MaghfirahNya yang luas bagi orang-orang yang melakukan ibadah pada malam itu dan memohon ampunanNya. Karena pada malam itu, Allah memerintahkan kepada MalaikatNya untuk mengangkat buku amal perbuatan seseorang selama setahun.
                Karena itulah setiap umat muslim diminta untuk tafakur sejenak guna instropeksi diri akan perbuatannya selama setahun pada malam itu.
Pasal Keutamaan Puasa Muharram dan Sya’ban
Aisyah R.A berkata : Tidak pernah Rasulullah.SAW, berpuasa dalam suatu bulan yang lebih banyak dari puasanya dalam bulan Sya’ban adakalanya sebulan penuh. Dan adakalanya hampir penuh hanya sedikit yang tidak puasa. (Buchary, Muslim)
                Banyak Ibadah yang dilakukan umat muslim pada malam mulia itu diantaranya dengan bangun seperempat malam untuk melaksanakan sholat seraya berdoa kepada Allahu ta’ala, memperbanyak dzikir dengan membaca istighfar dan shalawat, dilanjutkan keesokan harinya berpuasa sunah.
                Dari Abdullah bin Amr bin Ash R.A mengatakan : Telah bersabda Rasulullah.SAW padaku : Hai Abdullah, janganlah engkau seperti si Fulan (si dia) yang bangun tidur malam hari tetapi meninggalkan shalat (ibadat) pada malam hari. (Buchary, Muslim)
                Dari keterangan hadist diatas dapat disimpulkan bahwa banyak sekali diantara umat muslim yang tidak bisa tidur pada malam hari dengan banyak sebab, apa  karena dirinya bekerja rutin di malam hari untuk melaksanakan tugasnya atau bawaan penyakit hingga dirinya tak dapat tidur pada malam hari. Jika demikian alangkah baiknya digunakan waktu seperempat malam itu untuk beribadah kepada Allah dengan melaksanakan sholat malam  atau berdzikir kepada Allah disertai membaca shalawat terhadap rasulullah.
                Apalagi keutamaan shalawat terhadap Nabi Muhammad.SAW banyak sekali, sebagai bentuk wasilah untuk bertaqarub mendekatkan diri kepada Allah. Disamping dzikir yang di lafazhkan.
                Barang siapa yang membaca shalawat padaku sebanyak satu kali maka Allah akan memberikan kebaikan pada orang itu sebanyak 10 kali, akan dihapus orang itu dari kesalahan dosa dan akan ditinggikan derajatnya 10 kali (Buchary-Muslim)
                Sebagaimana teladan kita Nabi Muhammad.SAW yang kita cinta kasih dan sayang semata-mata karena Allah semasa hidupnya selalu ingat kepada Allah pada setiap waktunya. Sebagaimana dikatakan istri beliau dalam keterangan riwayat hadist di bawah ini.
                Dari Aisyah R.A mengatakan: Adalah Rasulullah.SAW. Mengingat Allah pada segala waktunya. (Muslim)
                Apalagi di daerah ini tingkat keyakinan keagamaannya sangat tinggi karena mereka cinta Allah dan Rasulullah.SAW, dari mulai kalangan Arifin Billah dan Alim Ulama yang selalu istiqomah dengan ikhlash memberikan ilmu melalui tausyiah dalam majelis il’m nya kepada para pejabat, guru, pedagang, petani, dan masyarakat lainnya. Berkat perjuangan para ulama ini terciptalah budaya religius Islami yang kental di tengah-tengah masyarakat. Contohnya seperti acara haulan, isra mir’aj, tahlilan, tausyiah majelis il’m,  selamatan dan syukuran, hingga di bulan Ramadhan yang selalu meriah yaitu buka puasa bersama.
                Jalinan Ukhuwah Islamiyah rekat di tengah-tengah masyarakat banyak dalam keseharian untuk saling bersilahturahmi ke sesama umat muslim dalam setiap acara. Tak hanya berkumpul di Masjid dan Musholah tempat mereka berkumpul, melainkan ada pula di sebuah rumah seseorang yang sengaja menggelar acara selamatan untuk keluarganya. Dalam setiap acara terhampar luas rezeki dari Allah berupa makanan dan minuman yang banyak seperti kue dan nasi bungkus yang khas citra kuliner daerahnya disertai teh hangat manis sebagai pelepas dahaga setelah menghentakan intonasi suara bersama jamaah dalam kumandangkan ayat suci al-qur’an,  dzikir, shalawat hingga berdoa.
                Bagaimana tidak barokah citra kehidupan, setiap memulai aktifitas sesuatu selalu menyebut nama Allah. Mereka sebelum mencicipi makanan dan minuman yang disajikan selalu terlebih dahulu dimulai dengan mengucapkan Bismillahirahmanirahim dan Berdoa kepada Allah meminta kesejahteraan dan kebahagiaan bagi dirinya, keluarga, dan kelompok. Tak hanya itu sebagai bentuk rasa syukurnya kehadhirat Allah.SWT selaku pemberi nikmat berupa limpahan rezeki yang luas, mereka turutkan serta lantunan ayat suci Al-Qur’an mulai dari Ummul Qur’an Surah Al-Fatihah, dilanjutkan surah Al-Anas, Al-Falaq, dan Surah Yasin. Tak ketinggalan pula mereka lantunkan Shalawat terhadap Nabi Muhammad.SAW sambil mendoakan para Sahabat Nabi, Keluarga Nabi Muhammad.SAW, dan Muslimin Muslimat pengikut setia Nabi Muhammad.SAW. Demikian pun kalimat Tauhid sekaligus Penyaksian terhadap perjuangan Nabi Muhammad.SAW dalam memperjuangan ajaran Islam, “Tiada Tuhan Selain Allah Laa Illahaillaallah”, Nabi Muhammad.SAW Utusan Allah”. Bahkan dalam setiap kali berdoa mereka selalu dibimbing oleh ahli agama hingga para guru agama yang rata-rata adalah Cendikiawan Muslim, Arifin, Alim Ulama dan Arifinbillah hingga para Habib, Habaib yang kita cinta kasih sayang karena Allah.SWT. Contohnya seperti di rumah-rumah warga pemilik acara undangan Seruan, maupun di Masjid dan Musholah di daerah ini.
                Nasi Bungkus dan Kue asli daerah ini dibuat oleh warga asli daerah dan semuanya didapati dari ibu rumah tangga yang berprofesi sebagai pedagang kue dan nasi bungkus yang menjajakan dagangannya setiap pagi hari, atau dari profesi lainnya. Menariknya ada diantara mereka dalam mengola bahan-bahan kebutuhannya untuk bedagang esok hari itu dilakukan pada malam harinya dengan istilah mereka mengawah di dapur rumahnya. Kendati ada juga yang dilakukannya pada siang hari dan semuanya itu tergantung pada waktu kapan dilaksanakannya acara.
                Dalam mengolah bahan makanan tadi ada diantara mereka yang secara istiqomah menyempatkan waktu mengisi seperempat malamnya dirumah untuk Ibadah kepada Allahu ta’ala sekaligus berdoa kepada Allah dengan harapan dapat dikabulkan doanya sehingga nasi olahannya menjadi berkah. Karena itulah sebuah rumah yang dihuni oleh orang-orang yang bertaqwa kepada Allah dan orang-orang yang musyrik itu berbeda.
                Perumpamaan sebuah rumah yang dijadikan sebagai tempat berdzikir kepada Allah.swt dari pada rumah yang tidak dijadikan sebagai tempat berdzikir kepada Allah didalamnya seperti antara tempat hidup dengan tempat mati. (Buchary-Muslim)
Sumber Hadist Buchary Muslim.  



Wednesday, 18 April 2018

Isra Mir'aj Nabi Muhammad.SAW



                Peringatan Isra Mir’aj Nabi Muhammad.SAW patut kita percaya selaku umat muslim. Wajib bagi tiap orang-orang yang berakal mengitikad serta meyakini dengan hati dengan seyakin-yakin-nya bahwa Rasulullah.SAW berjumpa langsung dengan Allah.SWT dalam satu malam, dimulai dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa hingga mengunjungi langit singasana Allah.SWT, dan barang siapa tidak mempercayai Isra Mir’aj maka dirinya tak mempercayai keutamaan Ayat Suci Al-Qur’an yang didalamnya memberikan pedoman hidup bagi manusia di dunia.
“Maha Suci Allah yang menjalankan HambaNya pada suatu malam dari Masjidil Haram di Mekkah hingga ke Masjidil Aqsa di Palestina”.
                Pada ayat ini Allah memulai dengan kalimat Subhanallah yang artinya Maha Suci Allah. Hikmahnya dengan awalan kalimat ini adalah adabnya orang Arab apabila mendengar atau melihat sesuatu yang ganjil secara sontak mereka mengucapkan tasbih subhannalah, tanda mustahab diri dalam menjaga lidah tak bertulang. Karena itulah peristiwa Isra Miraj Nabi Muhammad.SAW adalah peristiwa yang ganjil. Mereka akan ingat perkara ganjil yang mereka temui adalah kehendak Allah SWT. Dan setiap Rasul Allah itu wajib bersifat benar (sidiq).
Firman Allah:  Hai sekalian orang yang beriman, bertaqwalah kepada Allah, dan jadilah kamu bersama orang-orang yang benar. (Surat Attaubah 119)
                Hal ini menolak para kafir qurais yang mendustakan nabi kita Muhammad.SAW atas peristiwa Isra Miraj Rasul. Karena mereka tidak percaya peristiwa isra miraj lalu ditolak oleh Allah.SWT. Selanjutnya oleh  Ulama peringatan Isra Miraj Nabi Muhammad.SAW itu adalah mukjizat dari Alllah, karena maha benar Allah telah menjalankan Rasulullah secara lahir dan batin. “Dijalankan Rasulullah.SAW secara jasad dan ruhani, jika hanya ruhani saja itu baru sebatas mimpi namun jika secara jasad dan ruhani ini suatu kejadian luar biasa, “kata Guru dari Barabai saudara dari H.Kaspul Anwar Rantau pada saat menyampaikan tausyiahnya dalam peringatan Isra Mir’aj di Langgar Darusalam.
                Nabi Muhammad.SAW di Isra dan Mir’aj oleh Allah pada sebagian malam. Kenapa dipilih waktu malam, karena malam lebih utama dibandingkan siang. Terjadi pada diri Rasulullah pada waktu malam yaitu terbelahnya bulan, dimana mendekati hari kiamat bulan sudah terbelah. Pada waktu malam itu juga terjadi Abu Jahal beserta kafir lainnya yang tak mempercayai Nabi.SAW saling beradu argumentasi antara kalangan umat yang tak percaya dan umat muslim Nabi Muhammad.SAW.
                Karena itu pula Nabi menjadikan malam terutama seperempat malamnya sebagai waktu tafakur untuk bertaqarub atau mendekatkan diri kepada Allah Yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang. Karena pada waktu malam Allah menganugerahkan Maghfirah berupa ampunannya kepada orang-orang yang melakukan tobat.

Hadist Buchary Muslim:
Abu Musa Al-Asj’ary r..a: berkata: Bersabda Nabi Muhammad.SAW: Sesungguhnya Allah membentangkan tangan rahmatNya pada waktu malam supaya bertobat orang yang telah melanggar pada siang hari, juga mengulurkan tangan kemurahanNya pada waktu siang, supaya bertobat orang yang berdosa pada waktu malam. Keadaan itu tetap terus hingga matahari terbit dari barat. (Muslim)
Pada waktu malam perjalanan Isra Mir’aj Nabi Muhammad.SAW, mendapatkan perintah Allah kepada Umat Nabi Muhammad.SAW untuk melakukan Sembahyang Lima Waktu. Dimana pada waktu itu diperjuangkan Rasulullah untuk umat beliau berupa keringanan ibadah sembahyang dari jumlahnya tadinya puluhan kali, berkat beliau sembahyang dilakukan 5 kali sehari. Subhanallah.
Keutamaan Ibadah Sembahyang.
Firman Allah: Sesungguhnya sembahyang itu mencegah dari semua kekejian dan mungkar. (Al-Ankabut 45).
Hadist Buchary Muslim:
Abu Hurairah R.a. Berkata: Saya telah mendengar Rasulullah.SAW. Bersabda:Bagaimanakah pendapat kamu kalau sebuah sungai di muka pintu salah satu kamu, dan ia mandi daripadanya tiap hari lima kali, apakah masih ada tertinggal kotorannya? Jawab Sahabat: Tidak. Maka demikianlah sembahyang lima waktu, Allah menghapus dengannya dosa-dosa. (Buchary, Muslim)
Djabir R.a berkata: Rasulullah.SAW. Bersabda:Perumpamaan sembahyang lima waktu itu bagaikan sungai yang penuh air mengalir di muka pintu salah satu kamu, maka ia mandi daripadanya tiap hari lima kali. (Muslim)
               
               

Friday, 13 April 2018

Ribuan Peserta Khataman Qur’an Di Masjid Keramat Banua Halat



RANTAU, - Sekretaris Daerah Tapin Dr.H.Rachmadi,M,Si membuka secara resmi Khataman Massal Al-Qur’an siswa Sekolah Dasar (SD) dan Madrasah Ibtidaiyah (MI) se-Kabupaten Tapin ditandai dengan sahutan shalawat rasul oleh Sekda dan dijawab shalawat dan amin ribuan peserta yang hadir di Masjid Al Mukarammah Desa Banua Halat Kecamatan Tapin Utara, Rabu (11/4) pagi.

                Sekitar 4.000 peserta hadir dalam khataman massal ini terdiri dari 175 Sekolah Dasar dan 14 Madrasah Ibtidaiyah (MI)  dengan jumlah siswa sebanyak 3.709 siswa.  Didampingi para gurunya yang tergabung dalam Kelompok Kerja Guru Sekolah Dasar dan Madrasah Ibtidaiyah dan undangan lainnya yang hadir.

Khataman ini merupakan serimonial pengakuan dan penghargaan dalam bentuk fisik secra formal yang nantinya para siswa ini diberikan sertifikat bahwa anak-anak sudah pernah menamatkan baca al-qur’an. Acara ini didasari oleh program kelompok kerja guru SD dan MI se-Kabupaten Tapin dan instruksi Gurbenur Kalsel tingkat II tentang siswa kelas 6 SD dan MI harus sudah menamatkan baca al-qur’an.

                Dalam sambutannya Sekda Tapin, H.Rachmadi,M.Si mengatakan bahwa pada hari ini dilaksanakan khataman qur’an bersama anak-anak kita generasi qur’ani di masjid kita yang keramat desa Banua Halat Kecamatan Tapin Utara dengan tema acara kita ciptakan generasi muda qur’ani yang berkarakter Islami.

“Tema yang tepat sekali menjadikan al-qur’an sebagai pedoman hidup karena kita ingin menciptakan generasi muda yang qur’ani di Tapin, sebagai bentuk dukungan kita kepada para generasi muda yang bisa membaca al-qur’an. Karena al-qur’an itu diawali dengan membaca termasuk juga diturunkannya al-qur’an diawali dengan membaca. Kedepannya dengan membaca diharapkan dapat meningkat lagi dengan melanjutkannya dengan menghafal al-qur’an, sehingga lahirlah penghafal al-quran di generasi muda di Tapin, “katanya.

Salah seorang peserta dari SDN Rantau Kiwa 2 menyambut positif kegiatan khataman massal al-quran tingkat SD dan MI se-Kabupaten Tapin. Menurutnya, “Acara ini merupakan salah satu sarana atau motivasi pendorong bagi anak untuk selalu mempelajari dan untuk selalu meningkatkan baca al-qur’annya dan semoga kedepan acara seperti ini akan selalu dilaksanakan karena selain itu juga sebagai ajang silahturahmi antara para guru se-kabupaten Tapin, “kata Andi Guru Rantau Kiwa 2. (Rull)

Thursday, 8 March 2018

Inabah


Oleh Nasrullah

Replikasi kehidupan bagi seluruh makhluk hidup di dunia ini akan terus berjalan seiring dengan berputarnya roda waktu di dunia dan akhirat nanti. Karena kehidupan di dunia ini hanya sementara dan semuanya akan kembali kepada Allah Yang Maha Pencipta.
Allah.SWT dalam singasanaNya menciptakan alam semesta beserta para makhluknya pasti memiliki tujuan visi kehidupan dari generasi ke generasi. Menurut riwayat tujuan itu antara lain adalah untuk MenyembahNya dan Taat pada PerintahNya dan Menjauhi laranganNya. “Tiada Tuhan Selain Allah dan Nabi Muhammad Utusan Allah”. Itulah bentuk kesaksian kita selaku Hamba Allah yang hidup di dunia dan menjaga kesetiaan kita terhadap keyakinan kita kepada Agama Islam,  dari aspek religius Agama Islam adalah agama Rahmatil Allamin.  
                Dalam kehidupan ini Allah.SWT sang maha pencipta telah menciptakan beraneka dan beragam bentuk kehidupan mulai dari alam semesta terdiri dari beberapa alam mulai dari alam rahim, alam dunia, alam barzah (kubur), hingga alam akhirat nanti. Dan Allah pula yang menciptakan  alam Syurga dan Neraka. Di kehidupan ini setiap makhluk yang tercipta baik itu yang bersifat individu maupun kelompok memilki tufoksiNya masing-masing dengan kebebasan memilih dimana dirinya berada nanti.Makhluk di seluruh alam semesta  terdiri dari Bumi dengan kandungan didalamnya terdiri dari tanah, pasir, abu, bebatuan, air, api, udara, cahaya, matahari, bulan, langit dan sejumlah tata surya lainnya.Selain itu juga Allah menciptakan makhluk hidup terdiri dari  Manusia, Malaikat, Jin, Hewan Binatang, dan Tumbuh-Tumbuhan.
Manusia dalam suatu riwayat berasal dari tanah, leluhurnya meriwayatkan seluruh manusia di muka bumi yang hidup dari generasi ke generasi berasal dari kandungan Ibunda Siti Hawa dengan pasangan hidup Bapak Nabi Adam.AS. Pasangan inilah merupakan pasangan tertua di dunia dan leluhur umat manusia.
Setiap manusia yang terlahir ke dunia semua berasal dari kandungan seorang Ibu  yang mengandungnya  selama 9 bulan 10 hari. Berasal dari setetes air mani dari waktu ke waktu dalam kandungan proses kehidupan merubahnya menjadi segumpal darah hingga  daging.
Semua makhluknya itu sudah ditetapkan Allah dari mulai sifat hingga dzatnya dalam menjalani aktifitas kehidupannya baik di dunia hingga akhirat nanti. Karena Allah Maha Arif Bijaksana dan Maha Alim Mengetahui yang terang maupun yang tersembunyi (Yaa Alimul’ghaibi Wa Syahadah).
Untuk apa manusia diciptakan Allah disamping untuk mentauhidkan Allah sang maha esa atau dikatakan juga melaksanakan Hak Allah atas manusia, juga sebagai khalifah di muka bumi dengan proses perjalanan hidup di dunia yang penuh cobaan dan ujian dari sang maha pencipta. Allah pula yang menciptakan para malaikatNya yang bertugas menjaga kerajaanNya yang maha besar. Termasuk juga syetan iblis dan tentaranya, Allah pula yang menciptakan mereka yang selalu mengganggu kehidupan umat manusia.

Karena itulah setiap amal perbuatan manusia selama hidup di dunia bakal tercatat dan mereka akan melakukan perhitungan hisab yang besar di akhirat kelak. Karena hidup di dunia hanya sementara dan mereka cepat atau lambat bakal kembali  kepada Allah. Ketaqwaan dan Keimanan merupakan modal dasar manusia dalam menjalani titian hidup kala didunia dan akhirat nanti.


                Melaksanakan Hak Allah pada diri setiap manusia wajib hukumnya diantaranya dengan mengucapkan dua kalimat Syahadat bahwa Tiada Tuhan Selain Allah dan Nabi Muhammad Utusan Allah.  Sebagaimana hadist Nabi Muhammad.SAW dalam riwayat Buchary Muslim.
“Maka sesungguhnya hak Allah terhadap para hamba-Nya adalah agar menyembah-Nya dan tidak menyekutukan-Nya akan sesuatu. Sedangkan hak para hamba dari Allah ialah Dia tidak akan menyiksanya terhadap mereka yang tidak menyekutukannya akan sesuatu”. (HR.Buchary-Muslim).

Hak Allah atas diri setiap manusia adalah mentauhidkan Allah dan dalam pelaksanaannya itu  bagi seseorang terkecuali dirinya telah mendapatkan Petunjuk Hidayah dan Inayah Allahu ta’ala yang didapat baik bersifat laduni yang langsung dari Allah atau melalui bimbingan seorang mursyid atau guru yang telah mengajarinya dalam meniti setiap Maqamat maupun Hallikhwal yang dianugerahi Allah disaat dirinya bertaqarub mendekat kepada Allah Tuhan Seru Sekalian Alam.

Pada dasarnya diri kita selaku manusia memiliki sifat  tiada daya dan upaya dalam melaksanakan ibadah untuk menyembahNya dan  tentunya selalu mengharapkan pertolonganNya. Berkat pertolongan Allahu ta’ala sesuatu yang sifatnya pelik rumit dapat menjadi mudah karena ada Allah beserta kita.
Pengalaman kami masuk pertama kali di Pondok Pesantren Suryalaya diasuh langsung oleh KH.Shohibul Wafa Tajul Arifin atau yang akrab dikenal Abah Anom. Beliau guru kami yang kami cinta, kasih dan sayang semata-mata karena Allah  telah mentalqin kami dengan dua kalimat syahadat dan melatih kami untuk terus berdzikir sebanyak-banyaknya pada Allah dengan niat ikhlas semata-mata karena Allah sebagaimana maksud  tujuan dzikir disampaikan beliau “Illahi Anta Maksudi Wa Ridhokka Matlubi Attini Mahabahtaka Wa Marifataka”.

Firman Allah : Ingatlah kepada Tuhan dalam hatimu dengan rasa rendah dan takut dan bacaan yang tidak keras waktu pagi dan sore, dan jangan tergolong pada orang-orang yang lalai. (Al-Araf 205)

Letak niat sebagai rukun pertama dalam semua aktifitas ibadah kepada Allah.SWT, niat ikhlas dalam perbuatan amal. Sebagaimana firman Allah dalam ayat suci al-qur’an Al Bayyinah ayat 5.

Tiadalah mereka diperintah, kecuali supaya menyembah kepada Allah dengan ikhlas dalam menjalankan agama, lurus, dan mendirikan sholat, mengeluarkan zakat. Itulah agama yang lurus.

Pasal niat ini ulama kaum muslimin meletakan niat itu sebagai rukun pertama dalam aktifitas semua ibadah yang dilaksanakan. Membedakan antara ibadat dengan adat, hanya niat. Misalnya, sesuatu perbuatan adat, namun diniatkan mengikuti tuntunan Allah dan Rasulullah.SAW maka dapat berubah perbuatan adat tadi menjadi ibadah yang bernilai hingga memiliki pahala disisi Allah.

Para ulama juga merinci niat pada lima macam terdiri Hakikat, Tempat, Hukum, dan Syarat.
·         Hakikat Niat : Ialah sengaja (dengan sengaja mengerjakan sesuatu berbarengan dengan perbuatan).
·         Tempat Niat  : Dalam Hati.
·         Waktu niat     : Di awal permulaan melakukan perbuatan.
·         Syarat Niat     : Untuk tujuan amal kebaikan.


Lalu bagaimana agar niat itu ikhlas ? Pasal keikhlasan ini merupakan ketulusan dalam beribadah kepada Allah. Dirinya dalam beribadah tak meminta imbalan yang sudah dijanjikan Allah, melainkan hanya Ridho Allah semata yang dicari. Sebagaimana niat kami Illahi Anta Maksudi Wa Ridhoka Matlubi Attini Mahabahtaka Wa Marifataka. Allah maksud kami, KeridhoanNya tujuan kami, dan CintaNya serta Marifatullah.

Setiap kebaikan yang dilakukan itu merupakan pertolongan Allah dan hadiah dari Allah dengan niat ikhlas kembali kepada Allah tentunya menjadi nilai pahala dan ridhoNya. Sementara khilaf yang terjadi adalah perbuatan diri kita yang lalai terhadap Allah Tuhan Yang Maha Sempurna sehingga tertulis menjadi sebuah dosa. Menjadikan diri tempat persinggahan Allah semata dalam menjalani kehidupan diatas sunahtullah di dunia ini bermodal taqwa menjaga diri dengan berharap selalu beserta Allah, bergantung hanya kepada Allah, meminta hanya pada Allah, dan yang seluruhnya disandarkan hanya kepada Allah Tiada tuhan Selain Allah.

Pasal Taqwa (Menjaga Diri)

Firman Allah:

“Hai orang-orang yang beriman, bertaqwalah pada Allah dengan sungguh arti taqwa” (Al-Imron 26)

Firman Allah:

“Bertaqwalah kepada Allah sekuat tenagamu (Attaghabun 26)

Firman Allah:

“Hai orang-orang yang beriman bertaqwalah kepada Allah dan berkatalah dengan kata-kata yang lurus, tepat. (Al-Azhab)

Firman Allah:

“Dan siapa yang bertaqwa kepada Allah, niscaya Allah memberi kepadanya jalan keluar dari segala kesulitan, dan diberinya rizqi dari arah yang tidak diduga. (Aththalaq 2-3)

Firman Allah:

“ Jika kamu bertaqwa kepada Allah, niscaya Allah memberi kepadamu pengertian untuk membedakan antara yang baik dengan yang buruk, dan menutupi kesalahan-kesalahanmu dan mengampunkan dosa-dosamu dan Allah maha besar karunia-Nya. (Al-Anfaal 29)

Selain itu Abah Anom.RA  juga  membimbing kami melaksanakan aktifitas syariat seperti ibadah sholat sebagaimana Rasulullah.SAW  lakukan karena Rasulullah.SAW adalah Nabi yang kami cinta kasih dan sayang karena Allah hingga merupakan suri  teladan kami selaku  umat Islam dari dulu hingga akhir nanti. Seiring itu pula, pewaris Nabi Muhammad.SAW atau Abah Anom membimbing kami meniti titian awal Maqamat Inabah dan Tobat sebagai titian cara bertaqarub atau mendekat kepada Allah untuk meraih derajat taqwa dan keimanan disisiNya.





Abu Hurairah R.A berkata: Bersabda Rasulullah.S.A.W: Allah telah berfirman: Aku Selalu mengikuti sangka hambaKu, dan Aku selalu menyertai dia,  dimana ia ingat kepadaKu. Demi Allah, sungguh Allah lebih senang menerima tobat hambaNya dari seseorang yang mendapat kembali barangnya yang telah hilang di hutan. Dan siapa yang mendekat kepadaKu sejengkal. Aku mendekat kepadanya sehasta, dan siapa mendekat kepadaKu sehasta,  Aku mendekat kepadanya sedepa. Dan bila ia datang kepadaKu dengan berjalan, Aku datang kepadanya dengan berjalan cepat. (Buchary, Muslim)

    Meningkatkan Keimanan dan Ketaqwaan kepada Allah.SWT merupakan amanah Rasulullah.SAW yang selalu disampaikan kepada umatnya setiap kali waktu itu terutama pada hari Jum’at dalam khutbah yang disampaikan para pewaris ilmu beliau di saat Sholat Jum’at.
    Sebagaimana disampaikan dalam khutbah jum’at di salah satu Masjid di kota ini pada jum’at kemarin bahwa keimanan dan ketaqwaan terhadap Allahu ta’ala merupakan modal dasar setiap orang dalam menjalani titian kehidupan di dunia dan akhirat kelak. Untuk itu marilah kita jaga terus dan tingkatkan keimanan kita kepada Allahu ta’ala seraya berharap pertolongan Allah terhadap kita yang tiada daya dan upaya dalam menjaga dan berupaya meningkatkan iman dan taqwa kita kepada Allah.
Ada satu riwayat yang dikisahkan khatib, seseorang di akhir hayat menjelang sakaratul mautnya, itu akan didatangi dari atas kepala hingga ke kaki dan sekujur tubuhnya. Ia datang bermaksud menguji keimanan yang ada pada diri seseorang dengan mempengaruhi untuk melepaskan keimanannya kepada Allahu ta’ala dan rasulullah yang  sudah melekat baik pada dirinya.  Mulai dari keimanan kita terhadap Allahu ta’ala, terhadap rasulullah.saw, terhadap kitab-kitab Allah hingga keimanan terhadap para malaikat-malaikat Allah. Karena jika mati seseorang dengan membawa iman kendati  itu sedikit tentu surga balasannya, begitu sebaliknya jika matinya seseorang tanpa membawa iman maka neraka akhirnya. “Yaa Allah semoga engkau bimbing kami dalam menjalani akhir kehidupan kami dan menjaga diri kami untuk tetap selalu beserta Allah dan Rasulullah dan mati dalam keadaan beriman dan khusnul khatimah”.
Kehidupan didunia ini bersifat sementara karena setiap seseorang pasti akan mengalami mati meninggalkan dunia ini untuk menjalani kehidupan berikutnya di alam akhirat nanti yang merupakan kehidupan  abadi. Karena itulah Rasulullah selalu menyampaikan pesan beliau terhadap umatnya untuk terus meningkatkan Keimanan dan Ketaqwaan terhadap Allahu ta’ala.
Abu Hurairah r.a, berkata : Rasulullah.s.a.w bersabda: Jika mati seseorang, maka putuslah amal perbuatannya, kecuali tiga macam yaitu Sedekah yang terus menerus berjalan, ilmu yang telah diajarkan dan berguna lagi bermanfaat, anak yang sholeh yang selalu terus mendoakan baginya. (Muslim)
    Untuk itu patut kita bersyukur kepada Allahu ta’ala yang masih memelihara kita dan membimbing kita dalam beribadah taat terhadapNya disisa hidup ini. Semoga Allah selalu memberikan kita petunjuk dan hidayahnya dalam menjalani kehidupan di dunia ini dan memberikan solusi kepada kita akan setiap permasalahan yang kita hadapi.


Pasal Tobat (Istighfar)

    Di Suryalaya, Saat saya berada disana apa yang saya tanyakan dan apa yang disampaikan beliau masih lekat teringat dalam kenangan, Apa sih maqamat itu ? kuburan kah, Tanya hati kecilku. Bukan. Ternyata itu adalah struktur titian tingkatan derajat ketaqwaan dan keimanan seseorang disisi Allahu ta’ala sang Maha Pencipta. Ibarat antar stasiun ke stasiun lainnya adalah maqamat dan diri seseorang yang bertaqarub kepadaNya adalah ibarat kendaraan yang memiliki visi tujuan.
Maqamat itu ada tertanam dalam hati seseorang dimulai saat ketika kembali kepada Allah atau disebut Inabah seiring mulai menyadari kesalahan kekhilafan diri sebagai manusia biasa yang tak luput dari kesalahan betapa besarnya dosa kita terhadap sang maha pencipta sehingga selama ini lalai mengingatNya. Allah…Allah…Allah…. dzikirku seraya mengetuk jari , Tobat Yaa Allah, teriakku dalam Qalbi hati kecilku di bagian dada sebelah kiri bawah. Terus istighfar hingga Allah.SWT membentangkan MaghfirahNya Amin Yaa Rabbal Al Amin.

Menyerah pada Hukum Allah (Rabbaniyatul Huk’m) dengan sudut pandang religius dan prinsip Ilmu Ketuhanan (Rabbaniyatul Ilm). Aku Bersaksi Tiada Tuhan Selain Allah dan Nabi Muhammad Utusan Allah.

Abu Musa Al-Asj’ary R.A : Bersabda Nabi Muhammad.SAW: Sesungguhnya Allah membentangkan tangan rahmatNya pada waktu malam supaya bertobat orang yang telah melanggar pada siag hari, juga mengulurkan tangan kemurahanNya pada waktu siang, supaya bertobat orang yang berdosa pada waktu malam. Keadaan itu tetap terus hingga matahari terbit dari barat. (Muslim)

Firman Allah:

Mintalah ampun  kepada Tuhanmu dengan membaca istighfar, dan kembali bertobatlah kepadaNya. (Hud 3)

Hai sekalian orang yang beriman, tobatlah kamu kepada Allah dengan sungguh-sungguh. (Attahrim 8)

Istighfar (Memohon Ampunan Allah ta’ala atas tiap-tiap dosa). Istighfar bagi manusia merupakan instrumentasi atau alat yang terbaik untuk bertaqarub atau mendekat kepada Allah, karena disitu terdapat pengertian pengakuan sebagai hamba yang lemah tiada daya dan upaya, disamping pengakuan terhadap kebesaran Allah dan kekuasanNya yang mutlak tidak terbatas.

Tobat atau Istighfar ini wajib dari tiap dosa. Jika dosa yang dilakukan hanya antara dirinya dengan Allah dan tiada berhubungan dengan hak manusia, ada tiga syarat tobat :

1.       Harus menghentikan dosa.
2.       Harus menyesal atas perbuatan yang telah terlanjur dilakukannya.
3.       Niat bersungguh-sungguh tidak mengulangi perbuatan itu lagi.

Dan apabila dosa itu ada hubungan dengan hak manusia maka tobatnya ditambah syarat keempat yaitu:

4.       Menyelesaikan urusannya dengan orang yang berhak dengan minta maaf atau halalnya atau mengembalikan apa yang harus dikembalikan.



Saturday, 17 February 2018

Pesan Rasulullah.SAW Terhadap Umat Untuk Tingkatkan Iman dan Taqwa



                Meningkatkan Keimanan dan Ketaqwaan kepada Allah.swt merupakan amanah Rasulullah.SAW yang selalu disampaikan kepada umatnya setiap hari Jum’at dalam khutbah yang disampaikan para pewaris ilmu beliau di saat Sholat Jum’at.
                Sebagaimana disampaikan dalam khutbah jum’at di Masjid Humasa Rantau pada jum’at kemarin bahwa keimanan dan ketaqwaan terhadap Allahu ta’ala merupakan modal dasar setiap orang dalam menjalani titian kehidupan di dunia dan akhirat kelak. Untuk itu marilah kita jaga terus dan tingkatkan keimanan kita kepada Allahu ta’ala seraya berharap pertolongan Allah terhadap kita yang tiada daya dan upaya dalam menjaga dan berupaya meningkatkan iman dan taqwa kita kepada Allah.
Ada satu riwayat yang disampaikan khatib, seseorang di akhir hayat menjelang sakaratul mautnya, itu akan didatangi dari atas kepala hingga ke kaki dan sekujur tubuhnya. Ia datang bermaksud menguji keimanan yang ada pada diri seseorang dengan mempengaruhi untuk melepaskan keimanannya kepada Allahu ta’ala dan rasulullah yang  sudah melekat baik pada dirinya.  Mulai dari keimanan kita terhadap Allahu ta’ala, terhadap rasulullah.saw, terhadap kitab-kitab Allah hingga keimanan terhadap para malaikat-malaikat Allah. Karena jika mati seseorang dengan membawa iman kendati  itu sedikit tentu surga balasannya, begitu sebaliknya jika matinya seseorang tanpa membawa iman maka neraka akhirnya. “Yaa Allah semoga engkau bimbing kami dalam menjalani akhir kehidupan kami dan menjaga diri kami untuk tetap selalu beserta Allah dan Rasulullah dan mati dalam keadaan beriman dan khusnul khatimah”.
Kehidupan didunia ini bersifat sementara karena setiap seseorang pasti akan mengalami mati meninggal dunia, untuk menjalani kehidupan berikutnya di alam kehidupan akhirat yang merupakan kehidupan  abadi. Karena itulah Rasulullah selalu menyampaikan pesan beliau terhadap umatnya untuk terus meningkatkan Keimanan dan Ketaqwaan terhadap Allahu ta’ala.
Abu Hurairah r.a, berkata : Rasulullah.s.a.w bersabda: Jika mati seseorang, maka putuslah amal perbuatannya, kecuali tiga macam yaitu Sedekah yang terus menerus berjalan, ilmu yang telah diajarkan dan berguna lagi bermanfaat, anak yang sholeh yang selalu terus mendoakan baginya. (Muslim)
                Untuk itu patut kita bersyukur kepada Allahu ta’ala yang masih memelihara kita dan membimbing kita dalam beribadah taat terhadapNya disisa hidup ini. Semoga Allah selalu memberikan kita petunjuk dan hidayahnya dalam menjalani kehidupan di dunia ini dan memberikan solusi kepada kita akan setiap permasalahan yang kita hadapi.




Saturday, 2 December 2017

Tradisi Daerah Beayun Maulid Rasul







RANTAU,~ Beayun Maulid Nabi Muhammad.SAW di Masjid Al-Mukarammah dipadati ribuan pengunjung dengan jumlah peserta Beayun sebanyak  4.872 orang penziarah terdiri dari kalangan remaja, dewasa, hingga anak-anak dari berbagai pelosok tanah air. Beayun Maulid di Banua Halat ini merupakan tradisi warga di daerah ini yang selalu berlangsung meriah pada Sabtu (2/12) pagi bertempat di Banua Halat Rantau.
Dalam tradisi beayun, warga masyarakat menyediakan perlengkapan beayun yang diikat berurutan diatas batang bambu di lingkungan masjid. Sebagai bentuk kecintaannya terhadap Rasulullah.SAW  jamaah yang hadir berkumpul dalam satu majelis  seraya melihat situasi lokasi beayun dan mendengarkan  merdunya  lantunan shalawat, dzikir dan ayat suci alqur’an dalam buaian ayunan hallikhwal berupa  rindu kasih dan  sayang yang dicurahkan tertuju pada teladani  diri Rasulullah Nabi Muhammad.SAW dengan berwasilah mengambil  berkat kehadiran kalangan Habib, Habaib, Alim Ulama, dan Cendekiawan Muslim dalam prosesi beayun yang rutin diselenggarakan setiap tahunnya oleh warga di daerah ini pada tanggal 12 Rabiul Awal dalam penanggalan Hijriyah.
Turut hadir dalam acara  ini Gurbenur Kalsel melalui perwakilannya di Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Kalsel. Juga hadir Bupati Tapin HM.Arifin Arpan, MM dan Wakil Bupati Tapin Ir.Sufian Noor beserta jajarannya. Selain itu anggota kepolisian dan Tni yang turut menghadiri guna mengamankan sekaligus mengatur lokasi  acara prosesi beayun maulid bersama panitia.
Bupati Tapin HM Arifin Arpan dalam sambutannya menyambut baik  kegiatan beayun maulid yang diselenggarakan warganya  yang sudah menjadi tradisi daerah ini hingga mampu menarik perhatian  ribuan orang  dari pelosok tanah air baik warga lokal hingga luar daerah sedia menghadiri  acara beayun di masjid ini. Selain itu kegiatan ini juga mampu menarik pengaruh para pengusaha lokal untuk berderma sebagai bentuk dukungan  acara ini.
Acara beayun maulid Rasulullah.SAW juga diisi dengan tausyiah siraman ruhani oleh Habib Abdullah Bin Ali Al Babud dari Kota Malang Jawa Timur. Dalam tausyiahnya Beliau banyak menyampaikan keutamaan diri  Rasulullah Nabi Muhammad SAW manusia pilihan dan teladan bagi Umat Islam. Dan sejarah Sahabat Rasulullah Abu Hurairah.ra terkait keutamaanya  itikaf di masjid Nabawi. Sampai sifat mulia Rasulullah terhadap para sahabatnya dan umat.
Nabi Muhammad.SAW sosok pemimpin yang dicintai Allah, hingga Allah menetapkan rasulullah adalah makhluk yang sempurna dan teladan bagi umatnya. Diantara berkat kesempurnaannya adalah bahwa setiap air yang keluar dari tubuh beliau itu jauh lebih utama dibandingkan air zam-zam bahkan air di surga. Sedian bagian Nabi SAW dari air susu, beliau selalu mendahulukan umat nya dan para sahabat lebih dulu meminumnya. Karena sudah menjadi keistimewaan beliau bahwa air  dari jari beliau itu tak pernah ada habisnya.
Diakhir acara, bupati dan jajaran bersalaman dengan habib dan alim ulama hingga turut pengunjung pun  mencium tangan guru alim ulama sebagai bentuk kecintaan terhadap rasul, yang pesan beliau mencium tangan ulama  sama dengan mencium tangan Rasulullah.SAW.(rull)

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | cheap international calls