Thursday, 2 April 2015

Petik Pelajaran dari Munajatnya Nabi Ibrahim AS Berserta Keluarganya

       Munajat doa dan harapan seorang Kepala Keluarga kepada Allah.SWT merupakan satu diantara bentuk ibadah yang utama. Disamping bagi dirinya beribadah kepada Allah juga merupakan harapan yang terbaik bagi anak-anaknya kelak yang diserahkan kepada Allah. “Allahu Awal Allahu Akhir”. Siapa lagi selain Allah yang nantinya dapat menjaga anak sebagai harapan terbaiknya setelah kematiannya. Pastilah Allah dengan sebaik-baiknya penjaga dan sebaik-baiknya dzat menyandarkan setiap persoalan.

      Bukannya Allah memerintahkan setiap hambaNya yang beriman lagi memerlukan pertolongan Allah, karena sifat tidak berdaya dan lemah dirinya. Setiap hamba memuji Allah dan menyanjungNya. Lemah tidak berdaya apa-apa, bak seorang bayi yang beayun naik turun dalam buaian kasih sayang seiring ritme lantunan shalawat Nabi.

      Mari kita petik pelajaran dari doa Nabi Ibrahim beserta keluarga dan anak-anak mereka. Nabi Ibrahim berdoa sebagai firman Allah.SWT dalam Al-Qur’an: “Ya Tuhan Kami, sesungguhnya aku telah menempatkan sebagian keturunanku di lembah yang tidak mempunyai tanam-tanaman di dekat rumah Engkau (Baitullah) yang dihormati, ya Tuhan Kami (yang demikian itu) agar mereka mendirikan shalat, maka jadikanlah hati sebagian manusia cenderung kepada mereka dan beri rezkilah mereka dari buah-buahan, mudah-mudahan mereka bersyukur. (Qs. Ibrahim : 37)

      Munajat kepala keluarga kepada Allah harapan terbaiknya serta perihal keturunannya setelah kematiannya yang ditempatkan dalam wilayah. Disisa usianya yang telah berkeluarga dan mulai tua serta dikarunia anak, siapa lagi selain Allah yang nantinya dapat menjaga anak-anaknya.

      Nabi Ibrahim AS sibukan pikirannya terkait urusan keluarganya yang ditempatkan dalam sebuah wilayah yang sebelumnya kondisinya tak nyaman serta tak ditumbuhi tanaman untuk mereka makan. Lalu bagaimana mereka menjalani kehidupannya dalam wilayah yang tak ditumbuhi tanam-tanaman lagi tak nyaman. Menanggapi persoalan itu maka Nabi Ibrahim.AS bermunajat kepada Allah.SWT dengan lemah lembut meminta solusinya akan hal itu.
“Ya Tuhan Kami, sesungguhnya aku telah menempatkan sebagian keturunanku di lembah yang tidak mempunyai tanam-tanaman di dekat rumah Engkau (Baitullah) yang dihormati”. Yakni, di lembah yang tak layak untuk ditanami tanaman karena lembah tersebut merupakan areal bebatuan.

      Kekuatiran akan keluarganya binasa mengingat wilayah kondisi tempat mereka. Namun Nabi Ibrahim.AS ungkapkan alasannya Ia menempatkan keluarganya di wilayah tersebut, yaitu dekat Baitullah yang dihormati.
      Beliau berkata : “Ya Allah Tuhan Kami (yang demikian itu) agar mereka mendirikan shalat”.
      Harapan nabi Ibrahim AS terhadap keluarga dan anak-anaknya akan kebutuhan ruhani diantaranya seperti zikir, sholat, dan ibadah lain dengan taat dan patuh terhadap Allah.SWT menjadi lebih utama baginya sebagaimana diharapkan terbantu terwujudnya kebaikan untuk keluarga dan anak-anaknya kelak. Tak sekedar hanya memperhatikan kebutuhan jasmani seperti nikmat hidup secara materi dan tempat yang indah dan nyaman. Ternyata tempat menjadi peran strategis dalam proses perjalanan.

      Terkait tempat sebagaimana Abah Anom guru kami yang kami cinta kasih dan sayang karena Allah.SWT. mengajarkan doa kepada kami, ‘Rabbi Anzilni Munjalan Mubarokan Wa Anta Khairul Munzilin”. Yaa Allah Yaa Robb, tempatkanlah Kami pada tempat yang diberkati, dan Engkau adalah Sebaik-baik Pemberi Tempat”.

      Nabi Ibrahim juga seorang kepala keluarga yang penyayang tak melupakan perkara yang menjadikan seseorang dalam tekanan hidup yang sempitkan dada. Selanjutnya Ia berdoa meminta kepada Allah.swt,
“Maka jadikanlah hati sebagian manusia cenderung kepada mereka “.

     Secara semantik isyarat disini khalayak ramai umat manusia dan sebagian dari mereka nanti cenderung dapat hidup bersama-sama dalam wilayah lingkup keluarganya. Dan cukup dirinya yang merasakan sepi sunyi bak khalifah yang mengalah demi kebahagian anak-anaknya kelak. Beliau juga menyebutkan kalbu atau ‘hati’ yang terikat dengan wilayahnya dan memakmurkannya.

      Selain itu, Nabi Ibrahim As selaku Kepala Keluarga juga tak melupakan tanggung jawabnya akan sarana keperluan dan kebutuhan berlangsungnya hidup keluarganya. Disamping itu Ia tak kikir atas rezeki yang didapatkannya justru secara ikhlas Ia memberikannya dengan tangan kanan dan menyembunyikan tangan kirinya.

Dalam hal ini Nabi Ibrahim meminta kepada Allah dengan doanya.
“Dan beri rezkilah mereka dari buah-buahan, mudah-mudahan mereka bersyukur “.
Disamping itu juga disebutkan “Buah-Buahan”, isyarat harapan bahwa didekat kawasan wilayahnya terdapat harapan lahan pangan yang cocok untuk ditanami aneka pangan buah-buahan. Sebagaimana Allah.SWT sampaikan,
Yang didatangkan ke tempat itu buah-buahan dari segala macam (tumbuh-tumbuhan) untuk menjadi rezki (bagimu) dari sisi Kami?. Tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui (Qs. Al-Qashash : 57).

      Ketika nikmat sudah didapat juga diisyaratkan untuk mensyukuri nikmat dari Allah. Dimana Nabi Ibrahim.AS dalam doa dan harapannya terhadap anak-anaknya “Mudah-mudahan mereka bersyukur”. Dengan mensyukuri nikmat yang Allah anugerahkan tentu akan bertambah dan diantara salah satu caranya adalah dengan mensyukurinya. Sebagaimana Allah tegaskan dalam FirmanNya,
“Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih." (Qs. Ibrahim : 7).
Nah Nabi beserta keluarganya merupakan teladan yang baik bagi kita selaku umat muslim. Alhamdulillah, Abah Anom dan Guru yang kami cinta kasih dan sayang karena Allah mengajari bagaimana mensyukuri nikmat dari Allah disamping mengucapkan Alhamdulillah (Segala Puji Bagi Allah Tuhan Seru Sekalian Alam). Selain itu kita sholat dan sujud syukur kepadaNya.

Yaa Allah Tuhan kami terimalah amalan kami sesungguhnya Engkau Maha Mendengar dan Mengetahui, dan termalah taubat kami, sesungguhnya Engkau Penerima taubat lagi Maha Penyayang. Bentangilah curahan asuhan kasih sayangMu selalu terhadap kami disini. Lindungilah kami dari azab dan Murkamu Illahi Rabbi.

Friday, 27 March 2015

Niat Ikhlas Karena Allah.SWT

BISMILLAHIRAHMANIRAHIM
(Dengan Nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang).
      Syukur Alhamdulillah telah lama kumenunggu kondisi hati (Hallikhwal) seperti ini yang pada akhirnya kudapat mengerti. Alhamdulillah (Segala Puji Bagimu Tuhan Seru Sekalian Alam) atas limpahan Rahmat dan Hidayah yang kau beri kepada kami disini. Berdiri di Maqamat Inabah dan Tobat berhadapan dengan kesalahan atas kelalaian diri melintasi sudut waktu yang sepi dan harapan kembali kepada Allahu Rabbi.
      Alhamdulillah akhirnya kudapatkan lagi titik temu jalur menuju arah pada Ridho Illahi dengan harapan tehampar Rahmat MaghfirahNya. Yaa Allah bimbinglah kami untuk mengikikis hati dan diri dari sisa kesalahan disisa umur kami dengan menjalani hidup taqwa terhadapMu Allah Tiada Tuhan Selain Allah dan Nabi Muhammad.SAW utusan Allah.
      Yaa Allah bentangilah curahan asuhan kasih dan sayangMu terhadap kami disini yang selalu memerlukan pertolongan dariMu selalu, sebagaimana diketahui tiada daya dan upaya diri kami melainkan semuanya atas pertolonganMu AllahuRabbi. Jadikanlah diri kami sasaran cemburumu selalu dalam kehidupan kami ini sebagaimana kami ketahui cemburuMu adalah berupa Rahmat Kasih Sayang. Begitu pun sebaliknya lindungilah kami dari murka dan azabmu Illahi Rabbi.
      Subhanallah dan Alhamdulillah berkat menyandarkan diri dan bergantung hanya kepada Allah.SWT. Berupaya diri melalui syariat ajaran Nabi Muhammad.SAW untuk terus bertakwa dan pasrah pada Illahi Rabbi, menjadikan diri tempat persinggahan Illahi Rabbi hingga ikhlas menjalani kehidupan didunia ini. Dengan ajaran Nabi Muhammad.SAW berdiri dan tetap kencangkan tekad bahwa Allah.SWT maksud kami disini, MaghfirahNya dan RidhoNya tujuan hidup kami.
“Istigfar dan Shalawat Nabi Muhammad.SAW yang kami ucapkan dengan niat ikhlash semata-mata karena Allah itulah maksud kami disini dengan harapan tercapai Ampunan Maghfirah dan RidhoNya”.
Abu Hurairah R.A berkata : Bersabda Nabi S.A.W : Ada seorang berziarah pada temannya disuatu dusun, maka Allah menyuruh seorang Malaikat (dengan berupa manusia) menghadang ditengah jalannya, dan ketika bertemu, Malaikat bertanya : Hendak ke mana engkau ? Jawabnya: Saya Akan pergi berziarah kepada seorang teman karena Allah, di dusun itu. Maka ditanya: Apakah kau merasa berhutang budi padanya atau membalas kebaikannya ? Jawabnya: Tidak, hanya semata-mata kasih sayang kepadanya karena Allah. Berkata Malaikat:Saya utusan Allah kepadamu, bahwa Allah kasih kepadamu sebagaimana kau kasih kepada kawanmu itu karena Allah. Hadist Riwayat Buchari (Muslim).






Saturday, 14 March 2015

Alhamdulillah Lagi Kami Menangis Takut Pada Allah.SWT

      Alhamdulillah (Segala Puji Bagi Allah.SWT Tuhan Seru Sekalian Alam), Berkat koleksi Pustaka Library peninggalan orang tua yang kami cinta kasih dan sayang karena Allah. Yaa Allah semoga engkau ampuni dan tinggikan derajat orang tua kami atas perjuangannya selama hidup di dunia bak khalifah yang mengalah untuk menang terkemas dalam sebuah harapan dan asa jelajahi sistem waktu nyata Ilumanasi “Allahu Awal Allahu Akhir”. Seluruhnya terangkum dalam kata bahasa yang terstruktur dalam formasi.

      Alhamdulillah Kami Zikir, Bershalawat seraya membaca Ayat Suci Al-Qur’an dan berpegang teguh pada Hadist Qudsi yang Shahih Buchary Muslim. Menangis pilu hati mengenang masa lalu dengan sudut pandang ilumanasi (Sistem waktu dahulu, sekarang, dan nanti) disebuah rumah Allah yang megah ini. Astagafirullah (Ampunilah kami Ya Allah atas kelalaian kami dan kejahilan kami, sesungguhnya EngkauLah Maha Arif dan Alim serta Maha Pengampun). Al-Khauf (Takut) kepada Allah.SWT warnai penuhi rasa hati pilu akan azabnya yang pedih. Ihhh, ngeri sekali ? Seraya berharap kepada Allah.SWT akan betangan curahan Cinta, Kasih, dan Sayang (Rahmat) kepada diri kami. Dan mohon perlindungannya akan azabnya yang pedih yang membuat takut hati diri.

Terbangun tekad kembali Inabah kepada Allah.SWT dengan maksud hati hanya Allah.SWT dan Motivasi Maghfirah (Ampunan) dan Ridho Allah teraih diri disisa umur hidup kami yang sudah memasuki usia tua dan berkeluarga. “Ujian apa lagi disisa umur kami dengan keluarga yang kami bina penuh cinta kasih dan sayang karena Illahi Rabbi (Allah.SWT)”.

Melintasi jenjang Hallikhwal berkat menyandarkan kunci cinta karena Allahu Rabbi. Kami Cinta, Kasih dan Sayang Allah dengan niat karena Allah, Cinta Rasulullah Nabi Muhammad.SAW karena Allah. Para Sahabat, Arif-Alim Ulama, Keluarga Beliau, Para Guru karena Allah, dan semuanya karena Allah. Terkecuali yang dibenci Illahi seperti Setan dan Iblis yang tentu dibenci dengan niat karena Allah Rabbi.

“Alhamdulillah Kami menangis lagi sambil ingat kepada Illahi Rabbi Allah.SWT dan tentu Rahmat Kasih Sayangnya Telah Kudapati”. Namun belum tentu teraih karena syak-nya diri penuh instropeksi, Apakah pantas kami dapati ?

      Abu Hurairah R.A berkata : Bersabda Rasulullah Nabi Muhammad.SAW : Tidak akan masuk ke dalam neraka seorang yang pernah menangis karena takut kepada Allah, hingga dapat kembali air susu ke dalam tetek. Dan tidak akan dapat berkumpul debu dalam jihad fisabillah dengan asap neraka Jahannam. Hadist Bucahry Muslim.

      Mengingat seseorang calon legislatif yang kami pilih. Dan tak dapat berkumpul dengan kami bak debu dalam perjuangan jihadnya di jalannya yang mereka pilih. Tafakur sendiri dan menangis lagi seraya zikir shalawat terhadap Nabi Muhammad.SAW. Imam Kami yakni Al-Qur’an dari suratnya berjudul “Demi Massa”. Dan telah isyaratkan kami karena memang itu belum tentu kami dapati. Kendati demikian patut kami syukuri Rahmat Allah.SWT didapati.

      Setelah menangis bangun tekad diri lagi disisa umur kami untuk perbaiki diri dan Istiqomah ikuti ajaran Allahu Rabbi dan Nabi Muhammad.SAW. Serius hingga nafas ini terhenti dengan harapan Khusnul Khatimah teraih. Yaa Allah Alhamdulillah atas Maqamat dan Hallikhwal yang Engkau Anugerahkan kepada Kami yang berdosa lagi jahil ini.

      Tanda Kasih Allah Kepada Seorang Hamba dan Anjuran Kepada Supaya Meniru Dan Berusaha Untuk Mencapai Kasih Allah Ta’ala.
Imam Kita Umat Islam di Al-Qur’an-Firman Allah.SWT :
      Jika kamu cinta kepada Allah, maka ikutilah ajaranKu niscaya kamu dikasihi Allah, dan diampunkan dosa-dosamu.Dan Allah maha pengampun lagi penyayang. (Al Imran 31).


      Deskripsi Nasrullah dalam Metodologi Kualitatif via Data Kualitatif pada sebuah koleksi foto Guru Arif Alim Ulama dan para Kiayi yang diantaranya pun para Wali serta Habib zuriat Nabi Muhammad.SAW. Dengan harapan dapat melihat lagi malam penuh rahmat illahi dengan curahan asuhan kasih sayang illahi terpancar melalui cahaya Nabi Muhammad.SAW dan tersusun kembali aktifitas para santri seperti di Inabah Ponpes dulu lagi hingga Ghaust tak terlihat sesuai maqamnya “Al-Arif Alimul Ghaibi Wa Syahadahti”. Sistematis Garandali ditemani hujan badali dan mengasah hati guna hiasi tempat maqamat khauf takut diri pada gelegar petir gurur gesekan bumi.

Thursday, 22 January 2015

Zikir Kepada Allah Hingga Menangis Plus Niat Karena Allah Guna Raih RidhoNYA


Assallamualaikum  Wr Wb.
     Alhamdulillah segala puji bagi Allah Tuhan seru sekalian Alam Semesta, Malam Jum’at akhir bulan Rabiul Awal Maulid Nabi Muhammad.SAW tadi dikala kondisi lingkungan intern diri kurang tapi Fit. Saya tafakur sendiri seraya Zikir, Shalawat, dan Ibadah Sholat kepada Allah.SWT, lalu berlinang air mata diri menangis penuh harap kepada Allah Tiada Tuhan Selain Allah.
     Tiba esok harinya sms masuk lagi, karena memang kerap sekali. “Rull, Aku jadi jurnalis sampe mati? Alhamdulillah ada orang lain memasok berita Aku nah.Jadi halaman kontrak terisi.”
Kendati sepekan sebelumnya Ia meminta juga pada kami, namun maaf belum teisi juga memberi, karena kami tengah sibuk ingat pada Allahu Rabbi hingga terabaikan dunia kerja kami.
     Kami balas, ”Maaf kak, saya juga mengejar ridho Allah juga sampai mati. Alhamdulillah dua malam terakhir saya zikir dan menangis berarti tanda Rahmat Allah saya dapati. Sampai terabaikan dunia kerja saya demi untuk selalu ingat pada Allah.SWT demi meraih Ridho Allah Rabbi”.

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam, beliau bersabda: “Ada tujuh golongan yang akan mendapatkan naungan Allah pada hari yang tiada naungan selain naungan-Nya. Mereka adalah:

(1) Penguasa yang adil,

(2) Seorang pemuda yang tekun (tumbuh) beribadah kepada Allah,

(3) Seorang yang hatinya senantiasa bergantung (memikirkan dan mengusahakan kemakmuran) masjid,

(4) Dua orang laki-laki yang mencintai karena Allah, bertemu dan berpisah karena Allah,

(5) Seorang laki-laki yang diajak berbuat mesum oleh seorang wanita yang mempunyai jabatan dan kekayaan namun ia menolak dengan mengatakan ‘Aku takut kepada Allah’,

(6) Seorang yang bersedekah secara sembunyi-sembunyi sehingga tangan kirinya tidak mengetahui apa yang disedekahkan oleh tangan kanannya, dan


(7) Seorang yang berdzikir saat sedang sendirian hingga menangis karena rasa takutnya kepada Allah” (HR. Bukhari, Muslim)

Wasallamualaikum Wr WB

Friday, 26 December 2014

Bulan Rabiul Awal Maulid Nabi Muhammad SAW

RANTAU, ~ Allahumma Sholli Allah Muhammad, Semoga salawat, dan salam tercurah selalu terhadap junjungan kita Nabi Muhammad.SAW beserta seluruh keluarga para sahabat dan pengikut Beliau hingga akhir zaman. Tak terasa saat ini kita sudah berada di bulan Rabiul Awal, bulan bersejarah bagi umat manusia sedunia. Sebagaimana khatib Jum’at di Masjid Humasa Rantau, Jum’at (26/12) menyampaikan dalam khutbahnya disamping menghimbau kita selaku umat Muslim untuk selalu meningkatkan taqwa kita terhadap Allah.SWT, sebagai bekal untuk kehidupan kita nanti. Demikian juga patut bersyukur kepada Allah Tuhan Seru Sekalian Alam atas nikmat sehat, dan umur kita yang masih bisa menikmati bulan Rabiul Awal ini.
Didalam bulan ini ada tiga peristiwa penting yang menjadi legenda pada diri Rasulullah Nabi Muhammad.SAW. Pertama bulan kelahiran Nabi Muhammad.SAW. Kedua, hijrahnya Nabi Muhammad.SAW ke Madinah. Ketiga, Wafatnya Nabi Muhammad.SAW.
      Senada Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kab.Tapin juga menyampaikan bahwa 12 Rabiul Awal bulan Maulid Nabi Muhammad.SAW merupakan mmomentum yang baik untuk mengevaluasi kembali keteladanan kita terhadap Baginda kita Rasulullah Nabi Muhammad.SAW. Diantaranya untuk memperingati hari kelahiran Beliau pada 12 Rabiul Awal yang tentunya tujuan pokok kita adalah untuk meningkatkan keimanan kita, amal sholeh, amal sosial, taqwa kita, serta tentunya meningkatkan keteladanan kita terhadap pribadi Rasulullah Nabi Muhammad.SAW. “Jangan sampai momentum bulan Maulid ini hanya berlaku sekedar peringatan-peringatan tanpa meninggalkan suatu ikatan-ikatan dalam jiwa kita sebagai umat Rasulullah.SAW, “katanya diamini BadalMayaLTQ.
Kita harapkan seluruh masyarakat Muslim marilah kita ikuti semua kegiatan-kegiatan di bulan Maulid pada 12 Rabiul Awal ini sekaligus kita lebih memperdalam dan lebih menghayati ajaran-ajaran Baginda Rasulullah.SAW dalam rangka kita mengwujudkan kehidupan yang lebih baik sekaligus untuk bekal bagi kehidupan kita di dunia maupun di alam akhirat nanti.
Semarak Bulan Maulud Nabi Muhammad.SAW
      12 Rabbiul Awal bulan Maulid Nabi Muhammad.SAW, bulan kelahiran Nabi Muhammad, bulan Nabi Muhammad hijrah ke Madinah, dan bulan Haul atas meninggalnya Nabi Muhammad.SAW.
      Barokah bulan Maulid di daerah ini tergambar jelas, berbagi antar sesama umat Muslim melalui Wakilnya dengan meneladani Rasulullah Nabi Muhammad.SAW. Terhitung hidup sehari bulan Rabiul Awal mulai semarak terdengar kumandang shalawat atas junjungan Nabi Muhammad.SAW beserta keluarga dan para sahabat dan pengikutnya dari umat muslim di daerah ini dengan instrumentasi Gendang Rebana yang dibawakan grup penerbang. Demikian pun lantunan zikir dan ayat suci Al-Qur’an merdu khusyu tedengar serta Tausyiah yang disampaikan para Guru, Arif Billah, dan Alim Ulama di Masjid dan Surau Mosholah. Banyak warga menghadirinya dan diantaranya memperingatinya dengan menyelenggarakan syukuran dan doa bersama sekaligus haulan yang diselengarakan dan dihadiri undangan antar warga. Peringatan Maulid digelar warga di Surau Musholah dan Masjid serta syukuran dipermukiman rumah penduduk tempat tinggalnya, lembaga organisasi masyarakat Islami, hingga lingkungan perkantoran Pemerintah Daerah.
      Didaerah ini ada budaya tradisi yang khas terselenggara setiap bulan Maulid Nabi, diantara kegiatannya adalah “Prosesi Beayun Maulid Nabi Muhammad.SAW bertempat di Masjid Keramat Desa Banua Halat”. Masjid Al Mukarammah, prosesi beayun akan curahan rahmat dan kasih sayang Allah.SWT melalui wasilah cahaya Nabi Muhammad.SAW.

      Ribuan ayunan mengalun naik turun seiring lantunan shalawat terhadap Baginda Rasulullah Nabi Muhammad.SAW dan kumandang zikir yang dibawakan para santri dengan instrumentasi rebana dan gendangnya. Yaa Allah, Shalawat dan Salam semoga selalu tercurah terhadap junjungan Baginda Rasulullah Nabi Muhammad.SAW beserta seluruh keluarga dan para sahabat serta pengikut Beliau hingga akhir zaman. Yaa Allah bentangilah curahan asuhan cinta, kasih, dan sayangMu selalu terhadap kami disini dan jadikanlah kami tempat persinggahanMu selalu dan tetap dalam formasi bintangmu dengan cahaya Nabi Muhammad.SAW serta sasaran cemburuMu berupa kasih dan sayang. Lindungilah Kami dari murka dan azabMu. Yaa Allah naungilah kami yang menyandarkan Hallikhwal dari Mu dengan niat karenaMU, Engkaulah maksud kami serta Maghfirah dan RidhoMu tujuan hidup kami. Yaa Allah tetapkanlah kami untuk selalu Istiqomah ingat terhadap Allah dan taat terhadap ajaran Nabi Muhammad.SAW dengan menyerahkan diri penuh kepada Allah.SWT Tuhan Seru Sekalian Alam Semesta Ini. Tiada Tuhan Selain Allah, Allah tempat bergantung dan bersandar. (RUMIMFN-FORMASILTQ)

Tuesday, 4 November 2014

Hari Asyura Muharram

Keutamaan bulan Muharram adalah dapat menghapus dosa selama setahun sebelumnya. Nah tobat dibulan ini dengan melaksanakan sunah berpuasa pada tanggal 9 (Tasu'a) dan 10 (Asyura) Muharram atau berpuasa satu hari saja pada tanggal 10 (Asyura) dengan harapan Allah.SWT menghapus dosa setahun yang lalu. Sebagaimana anjuran Nabi Muhammad.SAW, melalui Hadist-Hadist Beliau terkait tentang Puasa 'Asyura. 1. Dari Abu Qatadah Radhiyallahu ‘Anhu, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa ‘Ala Alihi Wa Sallam, bersabda : “ Aku berharap pada Allah dengan puasa ‘Asyura ini dapat menghapus dosa selama setahun sebelumnya.” (H.R. Bukhari dan Muslim) 2. Ibnu Abbas Radhiyallahu ‘Anhuma berkata : “Aku tidak pernah melihat Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa ‘Ala Alihi Wa Sallam , berupaya keras untuk puasa pada suatu hari melebihi yang lainnya kecuali pada hari ini, yaitu hari ‘Asyura dan bulan Ramadhan.” (H.R. Bukhari dan Muslim) 3. Ibnu Abbas Radhiyallahu ‘Anhuma berkata : Ketika Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa ‘Ala Alihi Wa Sallam tiba di Madinah, beliau melihat orang-orang Yahudi berpuasa pada hari‚ Asyura, maka Beliau bertanya : “Hari apa ini?. Mereka menjawab :“ini adalah hari istimewa, karena pada hari ini Allah menyelamatkan Bani Israil dari musuhnya, Karena itu Nabi Musa berpuasa pada hari ini. Rasulullah pun bersabda: “Aku lebih berhak atas Musa daripada kalian“ Maka beliau berpuasa dan memerintahkan shahabatnya untuk berpuasa. (H.R. Bukhari dan Muslim) 4. Dalam riwayat lain, Ibnu Abbas Radhiyallahu ‘Anhuma berkata : Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa ‘Ala Alihi Wa Sallam bersabda : “Jika tahun depan kita bertemu dengan bulan Muharram, kita akan berpuasa pada hari kesembilan (tanggal sembilan).“ (H.R. Bukhari dan Muslim) 5. Imam Ahmad dalam Musnadnya membawakan tambahan: “Hari ‘Asyura adalah hari ketika perahu Nabi Nuh berlabuh di bukit Judiy, lalu Nabi Nuh berpuasa sebagai bentuk syukur.” Lantas bagaimanakah Berpuasa ‘Asyura ? Ibnu Qoyyim rahimahullah dalam kitab Zaadul Ma’aad –berdasarkan riwayat-riwayat yang ada- menjelaskan : - Urutan pertama, dan ini yang paling sempurna adalah puasa tiga hari, yaitu puasa tanggal sepuluh ditambah sehari sebelum dan sesudahnya (tgl 9, 10 & 11). - Urutan kedua, puasa tanggal 9 dan 10. Inilah yang disebutkan dalam banyak hadits. - Urutan ketiga, puasa tanggal 10 saja. Puasa sebanyak tiga hari (9, 10,dan 11) dikuatkan para para ulama dengan dua alasan sebagai berikut : 1. Sebagai kehati-hatian, yaitu kemungkinan penetapan awal bulannya tidak tepat. 2. Dimasukkan dalam puasa tiga hari setiap bulan.

Friday, 3 October 2014

Kenang Sejarah Nabi Ibrahim.AS di Bulan Haji

Bulan ini kita berada di bulan Dzulhijjah, di bulan inilah kita coba mengenang kembali sejarah perjuangan Nabi Ibrahim.AS dalam pengalamannya mencari Tuhan Seru Sekalian Alam. Demikian pula pengorbanannya Nabi Ibrahim.AS dan putra Beliau, Nabi Ismail.AS yang kini ditandai oleh Umat yang tengah menunaikan Ibadah Haji terutama saat wukuf di Arafah. Sebagaimana Khatib Jum’at di Masjid Humasa di Kota Rantau ini menyampaikan pengalaman pribadi Nabi Ibrahim.AS nan membina keyakinan percaya kepada Allah.SWT dan menemukannya setelah melalui perjalanan tariqatnya. Dalam perjalanannya setelah mengamati bintang, bulan, dan matahari. Sampai dengan arca patung dan benda langit maupun bumi yang pantas serta wajar untuk disembah. “Kala melihat bintang dimalam hari, Apakah itu Tuhanku yang pantas untuk disembah, namun bintang itu redup dan menghilang. Dikatakannya, Aku tak suka yang sifatnya redup dan hilang. Begitu pun kala melihat bulan dan Matahari, Apakah itu Tuhanku yang pantas untuk disembah, namun lagi bulan dan matahari tenggelam, Aku tak suka yang sifatnya tenggelam “. Selain keistimewaan pengalamannya dalam mencari Tuhan Yang Maha Esa (Tiada tuhan Selain Allah). Nabi Ibrahim.As juga hadir dalam bentuk pengorbanan dan khalifah, dimana Nabi Ibrahim.AS besedia mengorbankan manusia yang tak lain adalah anaknya sendiri yakni Nabi Ismail.AS untuk dikorbankan. Berkat kekuasaan-Nya, Allah.SWT menggantikan anak yang dikorbankan Nabi Ibrahim.AS dengan seekor domba kambing. “Hingga kini sejarah perjalanan Nabi Ibrahim.AS dan Nabi Ismail.As terus dikenang oleh seluruh umat Islam di dunia. Dimana di hari raya haji ini banyak diantara umat Islam yang berkuban dengan menyisihkan hartanya, dan beribadah untuk menunaikan ibadah haji”.

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | cheap international calls