RANTAU,-Warga Desa Liang Sawa Bitahan Kecamatan Lokpaikat Kabupaten Tapin seputar kawasan Masjid Baitul Mardiah yang terletak tepat dipinggir jalan nasional sepanjang jalan Akhmad Yani lintasan Banua Enam-Banjarmasin terlihat sudah melakukan persiapan akan menjamu para jamaah Abah Guru Sekumpul pada tanggal 9-11 Maret 2019 nanti.
This is featured post 1 title
NoPicture
This is featured post 2 title
Suasana dalam Kabah Baitullah-Cinta Karena Allah
Sunday, 3 March 2019
Friday, 15 February 2019
Hulu Sungai Selatan Bershalawat Dalam Formasi Bintang
Puluhan ribu jamaah yang hadir dan cinta
Rasulullah karena Allah diantaranya mengibarkan bendera dan berbagai atribut khas
terikat di kopiah menyambut Habib Syech Bin Abdul Qadir Assegaf dari Solo.
Jamaah terdiri dari anak-anak, remaja, dan dewasa duduk berampar lapik tikar hingga berdiri di lapangan sampai di jalan, jembatan, taman dan perkantoran untuk menghayati bacaan shalawat. Bahkan ada diantaranya yang meneteskan air mata di lokasi tanda mendapatkan sasaran rahmat Allahu ta’ala.
Jamaah terdiri dari anak-anak, remaja, dan dewasa duduk berampar lapik tikar hingga berdiri di lapangan sampai di jalan, jembatan, taman dan perkantoran untuk menghayati bacaan shalawat. Bahkan ada diantaranya yang meneteskan air mata di lokasi tanda mendapatkan sasaran rahmat Allahu ta’ala.
Hulu Sungai Selatan
bershalawat juga dihadiri Bupati Hulu Sungai Selatan Kalsel H.Akhmad Fikry beserta Istri, Wakil Bupati
H.Syamsuri Arsyad beserta Istri, Ketua DPRD HSS Akhmad Fahmi beserta Istri.
Selain itu, juga
dihadiri Ketua MUI HSS KH.Muhammad Ridwan atau yang akrab disapa Guru Kapuh Kandangan, juga Pimpinan Ponpes Dalam Pagar Kandangan KH.Akhmad
Syairazi, dan Para Habaib serta
Alim Ulama se-Kalsel.
Habib Syech Bin Abdul
Assegaf diawal acara menyapa seluruh jamaah yang hadir dimana beliau menyatakan dirinya
yakin seluruh jamaah yang hadir disini karena rindu dengan Rasulullah.SAW yang kita cinta,
kasih, dan sayang semata-mata karena Allahu ta’ala. “Untuk itu mari kita sama-sama meluapkan hallikhwal
rindu kita terhadap Rasul melalui lantunan shalawat yang kita baca bersama-sama pada
malam hari ini dengan harapan sampai terhadap beliau dan mendapatkan syafaat dari beliau di dunia dan akhirat hingga ridho allah,
“katanya diamini puluhan ribu jamaah yang hadir.
Selanjutnya, beliau
juga mengapresiasi Bupati Hulu Sungai Selatan yang mampu menghidupkan kecintaan shalawat di
tengah-tengah umat. Selain itu beliau berdoa semoga Bupati mendapatkan kekuatan dan hidayah
dalam memangku kepemimpinan menjadi Bupati hingga dapat melaksanakan tugas
tanggung jawab untuk memegang amanah mengwujudkan Hulu Sungai Selatan Sejahtera dan
terlindungi dari bahaya. Secara arif, tidak hanya Bupati saja menjadi sasaran doa beliau ternyata para
jamaah yang hadir disini pulang dari majelis ini mendapatkan limpahan rezeki yang luas,
maghfirah Allahu ta’ala.
Bupati Hulu Sungai
Selatan, H.Akhmad Fikry sangat bersyukur kehadiran tokoh agama yang
dicintai masyarakat
Hulu Sungai Selatan hingga menjadi obat rindu kami yang ada disini. “Terima kasih kepada Guru
Syairazi yang telah membawa Habib Syech Bin Abdul Qadir ke Kandangan pada malam hari ini, “katanya. Nasrull apahabar.com
Monday, 3 December 2018
Nasi Bungkus Citra Kuliner Khas Banua
RANTAU,~ Bulan Maulid Rabiul Awal mengundang
berkah dan nikmat bagi kalangan umat Islam di daerah terutama para pedagang
yang berprofesi kesehariannya mengolah nasi bungkus. Sebut Mama
Desi, Istri Ketua RT.1 di Rantau Kanan
Mandarahan, Selasa (4/12) pagi, dirinya kesehariannya biasa mengawah nasi dalam wajan besar.
Apa itu Mengawah ? Istilah
mengawah ini adalah kebiasaan orang Banua Tapin khususnya Banjar jika ingin
menyelenggarakan acara sudah menjadi tradisi mereka memasak nasi dan lauknya
dengan kawah yang besar.
Menurut Mama Desi dari 5 liter beras yang ditanak itu mampu
menghasilkan sekitar 175 nasi bungkus plus lauknya seperti telur, ayam, dan
ikan haruan (red.gabus). Masakan itu diolah secara tradisi menjadi kuliner
daerah bernama masak habang yang dikemas dalam bungkus daun pisang. Nasi bungkus ini citra kuliner khas daerah penopang kegiatan keagamaan mulai dari selamatan, haulan, arisan, dan lain-lain.
“Nasi
bungkus yang kita olah ini adalah pesanan orang yang akan
menyelenggarakan acara maulid, “katanya kepada Badal Maya.
Pesanan di bulan rabiul awal ini jauh lebih tinggi dibandingkan hari biasanya kita olah buat
bedagang nasi bungkus di pagi hari. Dalam mengolah masakannya kita terbiasa
dengan menggunakan cara lama yaitu mengawah dalam wajan besar menggunakan kayu
bakar. Dalam mengelola bahan-bahan kebutuhannya tadi dilakukan ada pada malam
hari juga ada dilakukan di siang hari yang semuanya tergantung pada waktu kapan
dilaksanakannya acara.
Hal yang menarik diantara mereka
dalam mengelola masakan ada seraya mendengar lantunan ayat suci Al-Qur’an atau sambil melantunkan shalawat nabi sebagai
pengusir sepi. Bahkan ada diantara mereka yang secara istiqomah menyempatkan
waktu mengisi seperempat malamnya ibadah sholat malam seraya mengawah nasi
dengan berdoa olahan masakan mereka dapat terasa nikmat dan lezat lagi
mengandung berkat.
Sunday, 2 December 2018
Maulid Di Langgar Darul Salam Sajikan Kuliner Tradisional Daerah
RANTAU,~ “Ahmad Ya Habibi…Ahmad Ya Habibi…Ahmad Ya Habibi…. Salam Alaika..Ya ‘aunal ghoribi Salam ‘alaika…Ya Nurozzholami Ya Syafi’al Kholqi Ya Habibi Salam ‘alaika… Salam ‘alaika…" Demikian diantaranya lantunan Syair Maulid Al-Habsy berkumandang di bulan Rabiul Awal di Musholah Darulsalam Desa Perintis Raya, Senin (3/12). Pembacaan syair maulid dipimpin oleh Habib Mahsin Bin Al Hamid Banahsan didampingi Habaib dan Alim Ulama, H.Saberi dari Kantor Kementerian Agama Tapin, Syarifuddin Kepala Desa Perintis Raya, dan Guru Mahlan dari Desa Gadung Kecamatan Bakarangan selaku penceramah.
Segenap
undangan datang untuk menghadiri acara Maulid Rasulullah.SAW yang digelar warga
desa Perintis Raya Hulu Kecamatan Tapin Utara Kabupaten Tapin. Bahkan diantara
warga ada yang rela berkoban untuk menyajikan hidangan bagi para tamu undangan makan
dengan sajian hidangan yang luar biasa nikmat berupa kuliner khas daerah Tapin.
Seperti Bupati Tapin, Kepala Desa Perintis Raya, H.Apul beserta Abah Abub Imam
Musholah Darul Salam dan puluhan warga desa lainnya di rumah mereka masing-masing
sekitar lokasi Musholah Darul Salam.
Jenis kuliner khas
daerah disajikan meliputi Nasi Samin, Patah, Cucur, Telur juga Ayam Masak Habang,
Ikan Nila Goreng plus Acar Manis lagi Sambal
Acannya, Daging Masak Hijau, Kareh Putih, hingga banyak lainnya masakan daerah
ini yang nikmat tersaji dalam acara ini. Sudah menjadi tradisi warga Tapin yang
rata-rata cinta terhadap Rasulullah dalam mengelola masakannya tak terlepas
dari lafazh Bismillah dan Shalawat terhadap Nabi Muhammad sehingga masakannya
nikmat terasa di lidah dan barokah sampai ke perut. Alhamdulillah (Segala Puji
Bagi Allah Tuhan Seru Sekalian Alam).
Dalam tausyiahnya Guru
Mahlan menyampaikan keutamaan diri Rasulullah.SAW yang patut menjadi teladan
bagi umatnya juga keutamaan saat kelahirannya pada 12 Rabiul Awal. Kelahiran
Rasulullah membawa rahmat dan nikmat bagi seluruh alam semesta sehingga banyak
yang menyambutnya dengan penuh rasa bahagia. Sungguh beruntung kita termasuk menjadi
umat baginda Rasulullah.SAW, karena akhlak dan keimanan beliau yang meliputi
alam semesta. Shalawat dan Salam semoga terus tercurah hingga akhir zaman nanti
atas baginda Rasulullah.SAW beserta keluarga dan para sahabat-sahabat beliau.
Amin.
Tanda keimanan, tanda
kebesaran, dan tanda mencintai seorang umatnya terhadap Rasulullah sehingga
pantaslah setiap bulan maulid dimana-mana orang merayakannya dalam bentuk Maulidan,
Bersedekah, Behadiah kendati sekedar makanan dan minuman ringan sesuai anjuran
rasul. Dan semua ini merupakan tanda cintanya mereka terhadap Rasulullah.SAW. Sebagaimana
dikatakan Rasulullah,
“Barang siapa cinta kepada Aku, maka dirinya akan bersama Aku di dalam
syurga “.
Seperti acara pada hari
ini berapa banyak pengorbanan orang yang rela melaksanakan kegiatan acara
maulid, baik itu orang yang diundang sedia hadir maupun yang menyelenggarakan
dirumahnya dan semua itu dalam menopang bergeraknya acara keagamaan di
lingkungan mereka kendati menyisihkan harta pribadi atau bantuan hibah sekedarnya
dari dermawan yang perduli demi harapan mereka tergolong termasuk umat yang
cinta terhadap Nabi Muhammad.SAW dengan niat semata-mata karena Allahu ta’ala.
Thursday, 22 November 2018
Prosesi Beayun Maulid Dikunjungi Puluhan Ribu Orang
Penceramah mendatangkan KH.Ilham Humaidi yang
menyampaikan tausyiah setelah pembacaan syair-syair maulid seperti Mahallul
qiyam
di lantunkan. Mereka pada Assrakal Mahallul Qiyam serempak
berdiri, karena disaat pembacaan ini
orang tua dan guru kita berdiri dari duduk bersilanya sebagai penghormatan
kepada Nabi dengan membaca shalawat bersama-sama. Karena ini merupakan cara
mereka dalam memberikan contoh kepada generasi umat Islam.
Prosesi beayun ini merupakan budaya religius Islam di
Tapin yang setiap tahunnya dilaksanakan dalam rangka memetik berkah dari Rasulullah Nabi Muhammad.SAW di Masjid Al-
Mukaramah Desa Banua Halat. Pemerintah Propinsi Kalimantan Selatan juga telah
menetapkan kegiatan ini sebagai salah satu wisata sebagai visit Kalimantan.
Kegiatan
maulid ini sudah berlangsung lama dilaksanakan setiap bulan Rabiul Awal oleh
para muslimin di Tapin baik itu yang diselenggarakan di rumah-rumah, majelis
ilm, majelis dzikir, musholah, dan masjid dengan acara selamatan kendati hidangan yang tersaji dari panitia pelaksana
sekedar sepotong kue dan secangkir teh manis atau kopi untuk menemani para
jamaah yang hadir seraya mendengar tausyiah ceramah dari alim ulama sekaligus
mendengarkan syair-syair lantunan shalawat nabi muhammad.SAW. Selain itu juga
ada warga dirumahnya yang menyelenggarakan haulan dengan menyajikan hidangan yang
luar biasa dan khas banjar seperti Guru Suni, Guru Banua Halat ditengah acara
menyajikan hidangan makan bagi para tamu.
Peserta yang hadir dalam prosesi
beayun maulid tahun 2018 di Banua Halat kemarin
diantaranya juga ada warga yang datang dari negara Rumania, hingga
pelosok daerah lain dari pulau jawa dan sumatera. Pantauan Badal Maya sehari
sebelum acara prosesi beayun dilaksanakan arus lalu lintas jalan menuju lokasi
beayun maulid di Banua Halat terpantau meningkat padat. Sebelumnya para
pedagang yang datang dari luar untuk menempati lapak dagangannya yang sudah
disediakan panitia, bermacam dagangan digelar sebagaimana pasar. Selanjutnya
para peserta yang mengambil nomor peserta beayun ke lokasi untuk persiapan esok
hari. Sebagaimana dikatakan Umi Hanni, “Kita menampung peserta yang datang dari
Kapuas Kalteng untuk bemalam karena mereka punya niat untuk iikut beayun. Bahkan
sehari sebelum acara, pada malam harinya ada juga peserta yang lebih dulu melakukan prosesi
beayun, mereka memilih pada malam hari ketimbang esok hari karena dinilai besok
pasti pesertanya tumpah ruah padat lokasi, “katanya.
Aparatur
kepolisian unit lalu lintas Polres Tapin juga terlihat turut mengamankan
sekaligus mengatur arus lalu lintas di
jalan kabupaten menuju lokasi kegiatan. Selain itu juga ada anggota Baparra
Tapin yang turut memantau acara kegiatan.
Wakil
Bupati
Tapin, H.Syafrudin Noor dalam sambutannya mengucapkan terima kasihnya
kepada seluruh warga yang turut berapartisipasi membantu kegiatan ini
hingga
lancar berlangsung dengan jumlah peserta yang banyak. Hadir dalam
prosesi acara beayun maulid mantan Bupati Tapin H.Idis Halidi, Ketua
DPRD Tapin, Kapolres Tapin dan Camat Tapin Utara beserta pejabat
lainnya.
Monday, 12 November 2018
Maulid Rasulullah Habib Beramanah Agar Proteksi Anak dari Pengaruh Luar Yang Merusak
RANTAU,~Senandung Syair Yaa Arhaman Rahimin dan Shalawat Rasulullah.SAW berkumandang merdu berdendang menyentuh kalbu di Sekretariat Majelis Ilm Al-Hadi Pimpinan Habib Mahsin Bin Al Hamid Banahsan Desa Perintis Raya pada Minggu (11/11) malam dalam rangka memperingati Maulid Rasulullah.SAW 1440 Hijriyah sekaligus Haulan Al-Walid Habib Al Hamid Bin Hasan Banahsan.
Acara maulid malam itu mendatangi Guru Besar dari Hadramaut Kota Seribu Wali Yaman sebagai penceramah dalam kewilayahanNya yang ditandai dengan cuaca rintik hujan sebagai tanda curahan rahmat barokah cinta kasih sayang dari Allah.SWT teruntuk seluruh para jama’ah majelis Ilm yang hadir terhadap Rasulullah beserta keluarga dan Alim Ulama.
Habib Murtadho Bin Abu Bakar bin Thohir seorang khatib sekaligus dosen di salah satu Universitas Islam yang ada di Yaman sekaligus juga Guru Besar di Yaman. Beliau zuriat salah satu cucu keturunan dari Al-Wali Al-Qutub Al-Imam Al-Habib Abdullah Bin Husin Bin Thohir pengarang kitab Sullam Taufik yang tersebar di seluruh Indonesia terutama berbagai pondok pesantren yang kitabnya dikaji dan dipelajari. Diantara syair-syair karangan Kakek beliau yang terkenal dan biasa kita baca “Yaa Arhaman Rahimin 3 x Qori Alal Muslimin” dan juga biasa kita baca dalam wirid setelah melaksanakan sholat fardhu di Masjid dan Langgar Musholah hingga Majelis Dzikir dan Ilm yang ada di kota Rantau hingga wilayah lainnya adalah “Yaa Allah Bihaa 3 x Khusnul Khatimah”. Selain itu yang biasa kita baca ketika ziarah ke maqam Aulia Allah “Salamullah Ya Shadar Minarahman Yaa Shakum” pengarangnya Habib Abdullah Bin Thohir Datu Beliau.
Dalam ceramahnya Habib Murtadho Bin Abu Bakar bin Thohir menyampaikan nasehat berupa ilmu kepada para jamaah menggunakan bahasa Timur Tengah yang secara langsung diterjemahkan dalam bahasa Indonesia oleh Habib dan Habaib yang mendampinginya. Pertama beliau memuji Allah Subhanawatala pemilik alam semesta disambung shalawat terhadap Baginda Rasulullah.SAW pembuka pintu segala kebaikan dan penyebab turunnya rahmat bagi seluruh alam semesta nabi besar Muhammad dan juga shalawat salam terhadap keluarga beliau hingga sahabat beliau hingga akhir zaman.
Berdasarkan firman Allah beliau perkenalkan nabi-nabi pilihan Allah mulai dari Nabi Adam.AS hingga nabi-nabi lain seperti Nabi Nuh, Nabi Zakaria, Nabi Ibrahim.AS diatas sekalian ciptaan Allah diseluruh alam semesta ini, Allah memilih nabi-nabi tersebut sebagai pilihan Allah dari makhluk lain selain manusia. Keturunan mereka dari sebagaian keturunan mereka, kemudian Allah menceritakan Nabi Imran yang mengajarkan apa yang ada dalam perut istrinya.
Selain itu beliau memperkenalkan Ibu Maryam Istrinya sebagaimana tertera sudah di dalam ayat suci Al-Qur’an. Pasangan ini lama mengharap kehadiran anak di dalam rumah tangganya.
Dalam hubungan setiap rumah tangga itu semua tergantung dengan niat mereka masing-masing dalam menjalin hubungan berumah tangga, diantaranya seperti tujuan berumah tangga pertama adalah niat untuk memiliki zuriat keturunan mulia dengan harapan kelak Allah menganugerahkan anak yang sholeh beriman lagi bertakwa terhadap Allahu ta’ala hingga hari kiamat.
Beliau menjelaskan perut rahim Ibu Maryam yang ditetapkan hingga kiamat sebagaimana tertulis di dalam Al-Qur’an dan telah Allah mengamanatkan kepadanya akan mendapatkan keturunan yang mulia. Dengan niatnya Ibu Maryam berdoa meminta putra kepada Allah pertama yang lahir harapnya dalam kandungannya menjadi anak yang sholeh, taat, dan mengabdi kepada Allahu ta’ala hingga hari kiamat. Ini pelajaran besar bagi semua, ketika pria dan wanita menikah pertama adalah letak niat untuk mendapatkan anak yang sholeh bukan mendapatkan anak yang banyak, melainkan anak yang sholeh taat terhadap Allahu ta’ala.
Sebagaimana disebutkan dalam kitab fiqih jika seorang bernadzar maka nadzar itu milik orang lain, yaitu milik Allah.SWT. Sama dengan wanita sholehah ini bernadzar putranya milik Allah termasuk Hakikahnya. Jika seorang bernadzar miliki anak lelaki namun ternyata atas kehendak Allah lain dirinya melahirkan seorang anak wanita, yang mana sama dengan pikiran orang di zaman sekarang berpendapat lelaki lebih baik dibandingkan wanita, menurut beliau itu salah. Pendapat ini benar jika lelaki merasa lebih mulia dari wanita jika lelaki itu taat orang sholeh dan wanita lebih mulia dari lelaki jika wanita itu selalu taat kepada Allahu ta’ala. Namun ternyata banyak wanita lebih mulia daripada laki-laki saat ini.
Dimana wanita saat mengandung dan tak bisa lelaki merasakan hal itu, wanita itu bernadzar Yaa Allah hamba inginkan anak laki-laki namun ternyata Allah berkehendak lain hingga melahirkan anak wanita. Jika Allah sudah berkehendak lain dan memilih lagi memandang itu lebih baik daripada keinginan semuanya, siapapun itu baik keinginan sang ayah atau keinginan sang ibu yang melahirkan. Karena itulah niat itu seperti bibit yang ditanam pada seseorang jika niat itu bagus akan berkembang hingga berbuah yang bagus.
Hingga akhirnya Nabi Zakaria terpilih untuk mengasuh Maryam anak wanita yang dilahirkan tadi, dan Nabi Zakaria mengasuhnya dengan kasih sayang. Apalagi Nabi Zakaria belum memilik anak. Anak itu tumbuh menjadi wanita sholehah yang sangat mulia dan suci dan selalu menjauhi pengaruh luar yang dapat merusaknya. Bahkan dengan cara diuji oleh Allah dirinya membentengi diri anak itu agar tak tepengaruh dari lingkungan luar yang merusak, padahal itu dari aspek hakikat adalah Allah menjaga anak dari pengaruh yang bersifat merusak dari luar agar tidak masuk kedalam diri anak dengan cara dibentenginya.
Ini adalah pelajaran bagi seluruh orang tua saat ini, bagaimana cara kita untuk menjaga putra-putri kita dari pengaruh yang bersifat merusak dari luar ke dalam diri. Mulai dari kerusakan di jalan, kerusakan di sekolah, terkadang kerusakan masuk ke lingkungan keluarga. Hingga banyak manusia saat ini lebih memilih menghadiahkan sebuah telepon untuk anak-anaknya, apalagi apa yang disaksikan telepon itu untuk anak-anak kita. Apa yang masuk dalam pikiran dari telepon itu, lebih baik tanamkan Allah didalam dirinya sejak dini, Ingat Allah dimanapun berada, bergantung kepada Allah, bersandar kepada Allah, hingga anak menginginkan sesuatu hendaknya ajari dirinya untuk minta hanya kepada Allah ketimbang menghadiahkan sebuah telepon selular yang saat ini sedang marak digunakan umat manusia.
Apalagi Nabi Zakaria membentengi diri anak itu dari pengaruh luar yang merusak agar anak itu taat terhadap Allahuta’ala kelak hingga menjadi anak yang sholehah dan tak terpengaruhi lingkungan luar yang merusak tadi.
Semestinya kita selaku orang tua juga instropeksi saat ini demi anak-anaknya, lihat saat ini anak duduk dengan siapa ? dan berkawan dengan siapa, bukan pada dirinya lagi hingga pengaruh luar dapat masuk kedalam pikirannya dengan mudah. Karena itulah jika kita berteman dengan orang yang agamanya baik tentu agama kita akan ikut baik.
Sama sebagai Nabi Zakaria bertahan di tempat benteng anak itu dan terdapat sebuah mihrab dan mihrab itu bukan tempat tidur ataupun untuk nonton video atau sekedar melihat gambar di HP, mihrab itu tempat untuk bermunajat hanya kepada Allah Subhanatala. Bahkan disetiap Nabi Zakaria masuk ke Mihrab disitu Nabi Zakaria disediakan oleh Allah hidangan-hidangan yang luar biasa, termasuk kunci. Lalu bertanyalah Nabi Zakaria ke Maryam, Ya Maryam darimana hidangan-hidangan ini, darimana kunci ditanganku, dan darimana makanan ada dimusim dingin dan dimusim panas ini, dari mana engkau dapatkan tanya Nabi Zakaria. Lalu sontak dijawab Maryam yang sholehah bahwa semua ini datangnya dari Allahuta’ala Yang Maha Kuasa dan Perkasa mengwujudkan segala yang Ia kehendaki. Hidangan yang nikmat ini mencerminkan bahwa Nabi Zakaria merupakan orang yang selalu mensyukuri nikmatNya.
Demikian tausyiah beliau terhadap para jamaah di majelis ilm yang mulia itu. Kehadiran beliau disambut para jamaah yang hadir untuk mencium tangannya sebagai tanda penghormatan kepada keluarga Rasulullah.SAW yang di cinta, kasih, dan sayang karena Allah. Yaa Allah semoga kami yang hadir termasuk dalam golongan pengikut rasulullah yang kami cinta kasih dan sayang karena Allah hingga mendapatkan syafaatnya di akhirat kelak sebagai orang sholeh beriman lagi bertakwa kepada Allahutala.
Thursday, 1 November 2018
Senandung Qasidah BURDAH
RANTAU,~ Menghadiri Majelis Il’m di Mushollah
Darulsalam Desa Perintis Raya Hulu yang rutin mengumandangkan qasidah shalawat
Burdah selama seminggu sekali setiap Rabu Malam Ba’da Maghrib. Jadi teringat dengan Almarhum
Abah Guru Sekumpul KH.Abdul Ghani di Martapura, beliau menceritakan keutamaan dan fadhilah dari shalawat burdah
ini.
Shalawat Burdah ini buah karya
karangan sastrawan yang juga seorang Ulama Besar dan juga Sufi di Maroko dan di
maqamkan di Mesir. Beliau adalah Imam Bushiri (610-695 H/ 1213-1296 M). Berkat
mengarang dan membaca shalawat burdah ini beliau dianugerahi Allah yang secara
spontan kesembuhan dari penyakit lumpuh yang dideritanya. Bahkan menurut
riwayat Rasulullah.SAW menjumpai beliau dalam mimpinya. Suatu ketika Al-Bushiri mendapatkan ujian
dari Allahu Ta’ala berupa derita
penyakit lumpuh sehingga tak dapat bangun dari tempat tidurnya. Kala itu dibuat
syair-syair yang berisi pujian kepada Rasulullah.SAW dengan maksud memohon
syafa’atnya. Didalam tidurnya, beliau bermimpi berjumpa dengan Nabi
Muhammad.SAW, kala itu Nabi mengusap wajah Al-Bushiri, kemudian beliau
melepaskan jubahnya dan mengenakannya ke anggota tubuhnya. Sontak saat dirinya
terbangun dari mimpinya dirinya sembuh dari penyakit lumpuhnya.
Shalawat Burdah ini tersebar ke
seluruh penjuru bumi dari timur ke barat.
Burdah yang diartikan mantel dan mengandung fadhilah kesembuhan (shifa)
bagi orang yang membacanya di rumah mapun di majelis-majelis dzikir maupun ilm
dalam suatu wilayah keagamaan. Bagaimana tidak, bahkan banyak diantara Ulama
dan Habib yang membaca burdah mendapatkan fadhilah dapat bertemu Rasulullah.SAW
dalam mimpinya untuk tetap istiqomah membaca burdah di Majelis itu. Dalam mimpi
tersebut, Rasulullah berkata membaca Burdah sekali lebih afdol daripada membaca
Dalail Khoiroot 70 kali.
Bahkan diriwayatkan ketika Hadramaut
tertimpa paceklik hingga banyak binatang buas berkeliaran di jalan bahkan bala
dimana-mana, lalu seorang habib memerintahkan para jamaah untuk membaca
burdah. Alhamdulillah, berkat burdah rumah-rumah dan lingkungan mereka aman
dari gangguan binatang buas dan juga bala bencana.
Mengetahui keutamaan shalawat dan qasidah burdah yang
sangat banyak ini sehingga shalawat ini kerap dibaca beliau dalam satu majelis
il’m bersama para jamaah yang cinta kasih dan sayang guru sekumpul karena
Allahu ta’ala terdiri dari kalangan habaib, ulama, umara, santri, hingga
murid-muridnya dari kalangan masyarakat, dan lain sebagainya di Musholah
Ar-Raudah pada setiap Malam Jum’at ketika beliau masih hidup. Menurut beliau, keutamaan qasidah shalawat
burdah yang banyak ini dapat menyembuhkan penyakit bagi yang
membacanya dan juga berdampak baik bagi lingkungan sekitar menjadi aman
terhindar dari bala bencana. Untuk itu kita selalu tanamkan kepada murid-murid
beliau terdiri dari alim ulama di Kalsel untuk mengamalkannya seminggu sekali bersama jamaah , kendati
sekedar kue lokal dan teh manis sebagai
hidangan penutup syukur lebih menjadi nasi bungkus namun semua itu pasti jadi berkat shalawat terhadap Rasulullah.SAW yang
kita cinta kasih dan sayang karena Allahu ta’ala, hidangan menjadi rezeki yang
luar biasa nikmat terasa.
Diawal
membaca shalawat burdah didahului dengan surah Al-Fatihah sebagai pembuka dan
juga shalawat terhadap rasulullah sebagai wasilah sekaligus betawasul dengan
para datu seperti datu kelampayan hingga datu sanggul dan lainnya.
Subscribe to:
Posts (Atom)













