Sunday, 3 March 2019

Warga Liang Sawa Siapkan Rest Area Jamaah Haul Abah Guru Sekumpul

RANTAU,-Warga Desa Liang Sawa Bitahan Kecamatan Lokpaikat Kabupaten Tapin seputar kawasan Masjid Baitul Mardiah yang terletak tepat dipinggir jalan nasional sepanjang jalan Akhmad Yani lintasan Banua Enam-Banjarmasin terlihat sudah melakukan persiapan akan menjamu para jamaah Abah Guru Sekumpul pada tanggal 9-11 Maret 2019 nanti.

Amat Ketua RT.10 Desa Liang Sawa Bitahan mengatakan warga bersama panitia masjid Baitul Mardiah telah melakukan persiapan diantaranya menghias jalan di seputar masjid dengan memasang bendera dan spanduk tulisan selamat melaksanakan ibadah haulan guru sekumpul.Selain itu juga mempersiapkan warung gratis bagi para jamaah haulan guru yang mampir disini baik sebelum maupun sesudah haulan dilaksanakan selama tiga hari.(Rest Area Jamaah Haul)
“Di warung ini, para jamaah akan disajikan hidangan lokal baik makanan dan minuman tanpa harus mengeluarkan uang alias gratis,”katanya.
Menurut Amat, Daerah lain sepanjang jalan Akhmad Yani di daerah Tapin juga sudah bersiap seperti Binderang dan Lokpaikat.Mereka sudah menghias kawasannya sebagai Rest Area Jamaah sebagaimana Liang Sawa Bitahan ini. Karena kegiatan ini sudah menjadi agenda rutin tiap tahunnya pada bulan Rajab seiring Haulan Guru Sekumpul Martapura. Tahun lalu kita menampung puluhan buah bus dari Samarinda yang mengangkut jamaah dari sana dalam perjalanan nya dan bermalam di masjid Baitul Mardiah ini. Seperti biasa menyambut tamu ini salah satu perbuatan mulia sunah rasulullah diantara nya dengan menyajikan hidangan makanan dan minuman untuk para jamaah haulan.
Haulan tahun ini panitia masjid berkumpul dengan warga  untuk mempersiapkan konsumsi. Sebagaimana Acil Aluh Pedagang Ketupat didampingi masjid ini bahwa panitia sudah menyiapkan satu ekor sapi untuk disembelih lalu dimasak khusus haulan tadi.Selain itu juga sudah memesan ribuan roti, berkarung-karung beras untuk ditanam jadi nasi, berdus-dus minuman aqua gelas.
“Pada hari H pelaksanaan kami tak berdagang, karena ikut partisipasi dalam pengawahan masakan di acara haulan tepat dibelakang masjid khusus untuk memirik lombok dijadikan sambal yang nanti disajikan bagi para tamu jamaah haulan,”katanya.
Reporter :Nasrullah

Friday, 15 February 2019

Hulu Sungai Selatan Bershalawat Dalam Formasi Bintang





KANDANGAN,- Hulu Sungai Selatan Bershalawat bersama Habib Syech Bin Abdul Qodir Assegaf mendapatkan respon luar biasa dari lapisan masyarakat untuk menghadiri Majelis Rasulullah yang dihadiri Alim Ulama, Habaib, Pejabat Pemerintah, Masyarakat Hulu Sungai Selatan Kandangan hingga luar Kandangan seperti Rantau, Barabai, dan Amuntai. Jum’at (15/2) Malam kemarin.

Puluhan ribu jamaah yang hadir dan cinta Rasulullah karena Allah diantaranya mengibarkan bendera dan berbagai atribut khas terikat di kopiah menyambut Habib Syech Bin Abdul Qadir Assegaf dari Solo. 
Jamaah terdiri dari anak-anak, remaja, dan dewasa duduk berampar lapik tikar hingga berdiri di lapangan sampai di jalan, jembatan, taman dan perkantoran untuk menghayati bacaan shalawat. Bahkan ada diantaranya yang meneteskan air mata di lokasi tanda mendapatkan sasaran rahmat Allahu ta’ala.


Hulu Sungai Selatan bershalawat juga dihadiri Bupati Hulu Sungai Selatan Kalsel H.Akhmad Fikry beserta Istri, Wakil Bupati H.Syamsuri Arsyad beserta Istri, Ketua DPRD HSS Akhmad Fahmi beserta Istri.
Selain itu, juga dihadiri Ketua MUI HSS KH.Muhammad Ridwan atau yang akrab disapa Guru Kapuh Kandangan,  juga Pimpinan Ponpes Dalam Pagar Kandangan KH.Akhmad Syairazi, dan Para Habaib serta Alim Ulama se-Kalsel.

Habib Syech Bin Abdul Assegaf diawal acara menyapa seluruh jamaah yang hadir dimana beliau menyatakan dirinya yakin seluruh jamaah yang hadir disini karena rindu dengan Rasulullah.SAW yang kita cinta, kasih, dan sayang semata-mata karena Allahu ta’ala. “Untuk itu mari kita sama-sama meluapkan hallikhwal rindu kita terhadap Rasul melalui lantunan shalawat yang kita baca bersama-sama pada malam hari ini dengan harapan sampai terhadap beliau dan mendapatkan syafaat dari beliau di dunia dan akhirat hingga ridho allah, “katanya diamini puluhan ribu jamaah yang hadir.

Selanjutnya, beliau juga mengapresiasi Bupati Hulu Sungai Selatan yang mampu menghidupkan kecintaan shalawat di tengah-tengah umat. Selain itu beliau berdoa semoga Bupati mendapatkan kekuatan dan hidayah dalam memangku kepemimpinan menjadi Bupati hingga dapat melaksanakan tugas tanggung jawab untuk memegang amanah mengwujudkan Hulu Sungai Selatan Sejahtera dan terlindungi dari bahaya. Secara arif, tidak hanya Bupati saja menjadi sasaran doa beliau ternyata para jamaah yang hadir disini pulang dari majelis ini mendapatkan limpahan rezeki yang luas, maghfirah Allahu ta’ala.

Bupati Hulu Sungai Selatan, H.Akhmad Fikry sangat bersyukur kehadiran tokoh agama yang
dicintai masyarakat Hulu Sungai Selatan hingga menjadi obat rindu kami yang ada disini. “Terima kasih kepada Guru Syairazi yang telah membawa Habib Syech Bin Abdul Qadir ke Kandangan pada malam hari ini, “katanya. Nasrull apahabar.com


Monday, 3 December 2018

Nasi Bungkus Citra Kuliner Khas Banua

 
RANTAU,~ Bulan Maulid Rabiul Awal mengundang berkah dan nikmat bagi kalangan umat Islam di daerah terutama para pedagang yang berprofesi kesehariannya mengolah nasi bungkus. Sebut Mama Desi,  Istri Ketua RT.1 di Rantau Kanan Mandarahan, Selasa (4/12) pagi, dirinya kesehariannya biasa mengawah nasi dalam wajan besar.

 
                Apa itu Mengawah ? Istilah mengawah ini adalah kebiasaan orang Banua Tapin khususnya Banjar jika ingin menyelenggarakan acara sudah menjadi tradisi mereka memasak nasi dan lauknya dengan kawah yang besar.
Menurut Mama Desi dari 5 liter beras yang ditanak itu mampu menghasilkan sekitar 175 nasi bungkus plus lauknya seperti telur, ayam, dan ikan haruan (red.gabus). Masakan itu diolah secara tradisi menjadi kuliner daerah bernama masak habang yang dikemas dalam bungkus daun pisang.  Nasi bungkus ini citra kuliner khas daerah penopang kegiatan keagamaan mulai dari selamatan, haulan, arisan, dan lain-lain. 
“Nasi bungkus yang kita olah ini adalah pesanan orang yang akan menyelenggarakan acara maulid, “katanya kepada Badal Maya.
Pesanan  di bulan rabiul awal ini jauh lebih tinggi dibandingkan hari biasanya kita olah buat bedagang nasi bungkus di pagi hari. Dalam mengolah masakannya kita terbiasa dengan menggunakan cara lama yaitu mengawah dalam wajan besar menggunakan kayu bakar. Dalam mengelola bahan-bahan kebutuhannya tadi dilakukan ada pada malam hari juga ada dilakukan di siang hari yang semuanya tergantung pada waktu kapan dilaksanakannya acara.
                Hal yang menarik diantara mereka dalam mengelola masakan ada seraya mendengar lantunan ayat suci Al-Qur’an  atau sambil melantunkan shalawat nabi sebagai pengusir sepi. Bahkan ada diantara mereka yang secara istiqomah menyempatkan waktu mengisi seperempat malamnya ibadah sholat malam seraya mengawah nasi dengan berdoa olahan masakan mereka dapat terasa nikmat dan lezat lagi mengandung berkat.

 

Sunday, 2 December 2018

Maulid Di Langgar Darul Salam Sajikan Kuliner Tradisional Daerah


RANTAU,~ “Ahmad Ya Habibi…Ahmad Ya Habibi…Ahmad Ya Habibi…. Salam Alaika..Ya ‘aunal ghoribi Salam ‘alaika…Ya Nurozzholami Ya Syafi’al Kholqi Ya Habibi Salam ‘alaika… Salam ‘alaika…" Demikian diantaranya lantunan Syair Maulid Al-Habsy berkumandang di bulan Rabiul Awal di Musholah Darulsalam Desa Perintis Raya, Senin (3/12). Pembacaan syair maulid dipimpin oleh Habib Mahsin Bin Al Hamid Banahsan didampingi Habaib dan Alim Ulama, H.Saberi dari Kantor Kementerian Agama Tapin, Syarifuddin Kepala Desa Perintis Raya, dan Guru Mahlan dari Desa Gadung Kecamatan Bakarangan selaku penceramah.

            Segenap undangan datang untuk menghadiri acara Maulid Rasulullah.SAW yang digelar warga desa Perintis Raya Hulu Kecamatan Tapin Utara Kabupaten Tapin. Bahkan diantara warga ada yang rela berkoban untuk menyajikan hidangan bagi para tamu undangan makan dengan sajian hidangan yang luar biasa nikmat berupa kuliner khas daerah Tapin. Seperti Bupati Tapin, Kepala Desa Perintis Raya, H.Apul beserta Abah Abub Imam Musholah Darul Salam dan puluhan warga desa lainnya di rumah mereka masing-masing sekitar lokasi Musholah Darul Salam.



            Jenis kuliner khas daerah disajikan meliputi Nasi Samin, Patah, Cucur, Telur juga Ayam Masak Habang,  Ikan Nila Goreng plus Acar Manis lagi Sambal Acannya, Daging Masak Hijau, Kareh Putih, hingga banyak lainnya masakan daerah ini yang nikmat tersaji dalam acara ini. Sudah menjadi tradisi warga Tapin yang rata-rata cinta terhadap Rasulullah dalam mengelola masakannya tak terlepas dari lafazh Bismillah dan Shalawat terhadap Nabi Muhammad sehingga masakannya nikmat terasa di lidah dan barokah sampai ke perut. Alhamdulillah (Segala Puji Bagi Allah Tuhan Seru Sekalian Alam).



            Dalam tausyiahnya Guru Mahlan menyampaikan keutamaan diri Rasulullah.SAW yang patut menjadi teladan bagi umatnya juga keutamaan saat kelahirannya pada 12 Rabiul Awal. Kelahiran Rasulullah membawa rahmat dan nikmat bagi seluruh alam semesta sehingga banyak yang menyambutnya dengan penuh rasa bahagia. Sungguh beruntung kita termasuk menjadi umat baginda Rasulullah.SAW, karena akhlak dan keimanan beliau yang meliputi alam semesta. Shalawat dan Salam semoga terus tercurah hingga akhir zaman nanti atas baginda Rasulullah.SAW beserta keluarga dan para sahabat-sahabat beliau. Amin.

            Tanda keimanan, tanda kebesaran, dan tanda mencintai seorang umatnya terhadap Rasulullah sehingga pantaslah setiap bulan maulid dimana-mana orang merayakannya dalam bentuk Maulidan, Bersedekah, Behadiah kendati sekedar makanan dan minuman ringan sesuai anjuran rasul. Dan semua ini merupakan tanda cintanya mereka terhadap Rasulullah.SAW. Sebagaimana dikatakan Rasulullah,

“Barang siapa cinta kepada Aku, maka dirinya akan bersama Aku di dalam syurga “.

            Seperti acara pada hari ini berapa banyak pengorbanan orang yang rela melaksanakan kegiatan acara maulid, baik itu orang yang diundang sedia hadir maupun yang menyelenggarakan dirumahnya dan semua itu dalam menopang bergeraknya acara keagamaan di lingkungan mereka kendati menyisihkan harta pribadi atau bantuan hibah sekedarnya dari dermawan yang perduli demi harapan mereka tergolong termasuk umat yang cinta terhadap Nabi Muhammad.SAW dengan niat semata-mata karena Allahu ta’ala.



Thursday, 22 November 2018

Prosesi Beayun Maulid Dikunjungi Puluhan Ribu Orang




RANTAU, ~ Prosesi beayun maulid di masjid Al Mukaramah desa Banua Halat dihadiri lebih dari puluhan ribu orang yang datang dari berbagai Pelosok Negeri,  Selasa (20/11) bertepatan 12 Rabiul Awal. Jumlah peserta beayun maulid tahun 2018 ini mencapai 4.991 peserta terdiri  dewasa 3357 orang dan anak-anak sebanyak 1557 orang. Bahkan sehari sebelum acara, pada malam harinya ada juga  peserta yang lebih dulu melakukan prosesi beayun.

 Penceramah mendatangkan KH.Ilham Humaidi yang menyampaikan tausyiah setelah pembacaan syair-syair maulid seperti Mahallul qiyam di lantunkan. Mereka pada Assrakal Mahallul Qiyam serempak berdiri,  karena disaat pembacaan ini orang tua dan guru kita berdiri dari duduk bersilanya sebagai penghormatan kepada Nabi dengan membaca shalawat bersama-sama. Karena ini merupakan cara mereka dalam memberikan contoh kepada generasi umat Islam.

            Prosesi  beayun ini merupakan budaya religius Islam di Tapin yang setiap tahunnya dilaksanakan dalam rangka memetik berkah dari  Rasulullah Nabi Muhammad.SAW di Masjid Al- Mukaramah Desa Banua Halat. Pemerintah Propinsi Kalimantan Selatan juga telah menetapkan kegiatan ini sebagai salah satu wisata sebagai visit Kalimantan.
Kegiatan maulid ini sudah berlangsung lama dilaksanakan setiap bulan Rabiul Awal oleh para muslimin di Tapin baik itu yang diselenggarakan di rumah-rumah, majelis ilm, majelis dzikir, musholah, dan masjid dengan acara selamatan kendati  hidangan yang tersaji dari panitia pelaksana sekedar sepotong kue dan secangkir teh manis atau kopi untuk menemani para jamaah yang hadir seraya mendengar tausyiah ceramah dari alim ulama sekaligus mendengarkan syair-syair lantunan shalawat nabi muhammad.SAW. Selain itu juga ada warga dirumahnya yang menyelenggarakan haulan dengan menyajikan hidangan yang luar biasa dan khas banjar seperti Guru Suni, Guru Banua Halat ditengah acara menyajikan hidangan makan bagi para tamu.

            Peserta yang hadir dalam prosesi beayun maulid tahun 2018 di Banua Halat kemarin  diantaranya juga ada warga yang datang dari negara Rumania, hingga pelosok daerah lain dari pulau jawa dan sumatera. Pantauan Badal Maya sehari sebelum acara prosesi beayun dilaksanakan arus lalu lintas jalan menuju lokasi beayun maulid di Banua Halat terpantau meningkat padat. Sebelumnya para pedagang yang datang dari luar untuk menempati lapak dagangannya yang sudah disediakan panitia, bermacam dagangan digelar sebagaimana pasar. Selanjutnya para peserta yang mengambil nomor peserta beayun ke lokasi untuk persiapan esok hari. Sebagaimana dikatakan Umi Hanni, “Kita menampung peserta yang datang dari Kapuas Kalteng untuk bemalam karena mereka punya niat untuk iikut beayun. Bahkan sehari sebelum acara, pada malam harinya ada juga  peserta yang lebih dulu melakukan prosesi beayun, mereka memilih pada malam hari ketimbang esok hari karena dinilai besok pasti pesertanya tumpah ruah padat lokasi, “katanya.

Aparatur kepolisian unit lalu lintas Polres Tapin juga terlihat turut mengamankan sekaligus mengatur  arus lalu lintas di jalan kabupaten menuju lokasi kegiatan. Selain itu juga ada anggota Baparra Tapin yang turut memantau acara kegiatan.

Wakil Bupati Tapin, H.Syafrudin Noor dalam sambutannya mengucapkan terima kasihnya kepada seluruh warga yang turut berapartisipasi membantu kegiatan ini hingga lancar berlangsung dengan jumlah peserta yang banyak. Hadir dalam prosesi acara beayun maulid mantan Bupati Tapin H.Idis Halidi, Ketua DPRD Tapin, Kapolres Tapin dan Camat Tapin Utara beserta pejabat lainnya.

Monday, 12 November 2018

Maulid Rasulullah Habib Beramanah Agar Proteksi Anak dari Pengaruh Luar Yang Merusak


RANTAU,~Senandung  Syair  Yaa  Arhaman  Rahimin dan Shalawat Rasulullah.SAW berkumandang merdu berdendang menyentuh kalbu di Sekretariat Majelis Ilm Al-Hadi Pimpinan Habib Mahsin Bin Al Hamid Banahsan Desa Perintis Raya pada Minggu (11/11) malam dalam rangka memperingati Maulid Rasulullah.SAW 1440 Hijriyah sekaligus Haulan Al-Walid Habib Al Hamid Bin Hasan Banahsan.

                Acara maulid malam itu mendatangi Guru Besar dari Hadramaut Kota Seribu Wali Yaman sebagai penceramah dalam kewilayahanNya yang  ditandai dengan cuaca rintik hujan sebagai tanda curahan rahmat barokah cinta kasih sayang dari Allah.SWT teruntuk seluruh para jama’ah majelis Ilm yang hadir terhadap Rasulullah beserta keluarga dan Alim Ulama.

Habib Murtadho Bin Abu Bakar bin Thohir seorang khatib sekaligus dosen di salah satu Universitas Islam yang ada di Yaman sekaligus juga Guru Besar di Yaman. Beliau zuriat salah satu cucu keturunan dari Al-Wali Al-Qutub Al-Imam Al-Habib Abdullah Bin Husin Bin Thohir pengarang kitab Sullam Taufik yang tersebar di seluruh Indonesia terutama berbagai pondok pesantren yang kitabnya dikaji dan dipelajari. Diantara syair-syair karangan Kakek beliau yang terkenal dan biasa kita baca “Yaa Arhaman Rahimin 3 x Qori Alal Muslimin” dan juga biasa kita baca dalam wirid setelah melaksanakan sholat fardhu di Masjid dan Langgar Musholah hingga Majelis Dzikir dan Ilm yang ada di kota Rantau hingga wilayah lainnya adalah “Yaa Allah Bihaa 3 x Khusnul Khatimah”. Selain itu yang biasa kita baca ketika ziarah ke maqam Aulia Allah  “Salamullah Ya Shadar Minarahman Yaa Shakum” pengarangnya Habib Abdullah Bin Thohir Datu Beliau.

Dalam ceramahnya Habib Murtadho Bin Abu Bakar bin Thohir menyampaikan nasehat berupa ilmu kepada para jamaah menggunakan bahasa Timur Tengah yang secara langsung diterjemahkan dalam bahasa Indonesia oleh Habib dan Habaib yang mendampinginya. Pertama beliau memuji Allah Subhanawatala pemilik alam semesta disambung shalawat terhadap Baginda Rasulullah.SAW pembuka pintu segala kebaikan dan  penyebab turunnya rahmat bagi seluruh alam semesta nabi besar Muhammad dan juga shalawat salam terhadap keluarga beliau hingga sahabat beliau hingga akhir zaman.

Berdasarkan firman Allah  beliau perkenalkan nabi-nabi pilihan Allah mulai dari Nabi Adam.AS hingga nabi-nabi lain seperti Nabi Nuh, Nabi Zakaria,  Nabi Ibrahim.AS diatas sekalian ciptaan Allah diseluruh alam semesta ini,  Allah memilih nabi-nabi tersebut  sebagai pilihan Allah dari makhluk lain selain manusia. Keturunan mereka dari sebagaian keturunan mereka, kemudian Allah menceritakan Nabi Imran yang mengajarkan apa yang ada dalam perut istrinya.

Selain itu beliau memperkenalkan Ibu Maryam Istrinya sebagaimana tertera sudah di dalam ayat suci Al-Qur’an. Pasangan ini lama mengharap kehadiran anak di dalam rumah tangganya.

Dalam hubungan setiap rumah tangga itu semua tergantung dengan niat mereka masing-masing dalam menjalin hubungan berumah tangga, diantaranya seperti tujuan berumah tangga pertama adalah niat untuk memiliki zuriat keturunan  mulia dengan harapan kelak Allah menganugerahkan anak yang sholeh beriman lagi bertakwa terhadap Allahu ta’ala hingga hari kiamat.

Beliau menjelaskan perut rahim Ibu Maryam yang ditetapkan hingga kiamat sebagaimana tertulis di dalam Al-Qur’an dan telah Allah mengamanatkan kepadanya akan mendapatkan keturunan yang mulia. Dengan niatnya Ibu Maryam  berdoa  meminta putra kepada Allah pertama  yang lahir harapnya dalam kandungannya menjadi anak yang sholeh, taat, dan mengabdi kepada Allahu ta’ala hingga hari kiamat. Ini pelajaran besar bagi semua, ketika pria dan wanita menikah pertama adalah letak niat untuk mendapatkan anak yang sholeh bukan mendapatkan anak yang banyak, melainkan anak yang sholeh taat terhadap Allahu ta’ala.

Sebagaimana disebutkan dalam kitab fiqih jika seorang bernadzar maka nadzar itu milik orang lain, yaitu milik Allah.SWT. Sama dengan wanita sholehah ini bernadzar putranya milik Allah termasuk Hakikahnya. Jika seorang bernadzar miliki anak lelaki namun ternyata atas kehendak Allah lain dirinya melahirkan seorang anak wanita, yang mana sama dengan pikiran orang di zaman sekarang berpendapat lelaki lebih baik dibandingkan wanita, menurut beliau itu salah. Pendapat ini benar jika lelaki merasa lebih mulia dari wanita jika lelaki itu taat orang sholeh dan wanita lebih mulia dari lelaki jika wanita itu selalu taat kepada Allahu ta’ala. Namun ternyata banyak wanita lebih mulia daripada laki-laki saat ini.

Dimana wanita saat mengandung dan tak bisa lelaki merasakan hal itu, wanita itu bernadzar Yaa Allah hamba inginkan anak laki-laki namun ternyata Allah berkehendak lain hingga melahirkan anak  wanita. Jika Allah sudah berkehendak lain dan memilih lagi memandang itu lebih baik daripada keinginan semuanya, siapapun itu baik keinginan sang ayah atau keinginan sang ibu yang melahirkan. Karena itulah niat itu seperti bibit yang ditanam pada seseorang jika niat itu bagus akan berkembang hingga berbuah yang bagus.

Hingga akhirnya Nabi Zakaria terpilih untuk mengasuh Maryam anak wanita yang dilahirkan tadi, dan Nabi Zakaria mengasuhnya dengan kasih sayang. Apalagi Nabi Zakaria belum memilik anak. Anak itu tumbuh menjadi wanita sholehah yang sangat mulia dan suci dan selalu menjauhi pengaruh luar yang dapat merusaknya. Bahkan dengan cara diuji oleh Allah dirinya membentengi diri anak itu agar tak tepengaruh dari lingkungan luar yang merusak,  padahal itu dari aspek hakikat adalah Allah menjaga anak dari pengaruh yang bersifat merusak dari luar agar tidak masuk kedalam diri anak dengan cara dibentenginya.

Ini adalah pelajaran bagi seluruh orang tua saat ini, bagaimana cara kita untuk menjaga putra-putri kita dari pengaruh yang bersifat merusak dari luar ke dalam diri. Mulai dari kerusakan di jalan, kerusakan di sekolah, terkadang kerusakan masuk ke lingkungan keluarga. Hingga banyak manusia saat ini lebih memilih menghadiahkan sebuah telepon untuk anak-anaknya, apalagi apa yang disaksikan telepon itu untuk anak-anak kita. Apa yang masuk dalam pikiran dari telepon itu, lebih baik tanamkan Allah didalam dirinya sejak dini, Ingat Allah dimanapun berada, bergantung kepada Allah, bersandar kepada Allah, hingga anak menginginkan sesuatu hendaknya ajari dirinya untuk minta hanya kepada Allah ketimbang menghadiahkan sebuah telepon selular yang saat ini sedang marak digunakan umat manusia.

Apalagi Nabi  Zakaria membentengi diri anak itu dari pengaruh luar yang merusak agar anak itu taat terhadap Allahuta’ala kelak hingga menjadi anak yang sholehah dan tak terpengaruhi lingkungan luar yang merusak tadi.

Semestinya kita selaku orang tua juga instropeksi saat ini demi anak-anaknya, lihat saat ini anak duduk dengan siapa ? dan berkawan dengan siapa, bukan pada dirinya lagi hingga pengaruh luar dapat masuk kedalam pikirannya dengan mudah. Karena itulah jika kita berteman dengan orang yang agamanya baik tentu agama kita akan ikut baik.

Sama sebagai Nabi Zakaria bertahan di tempat benteng anak itu dan terdapat sebuah mihrab  dan mihrab itu bukan tempat tidur ataupun untuk nonton video atau  sekedar melihat gambar di HP, mihrab itu tempat untuk bermunajat hanya kepada Allah Subhanatala. Bahkan disetiap Nabi Zakaria masuk ke Mihrab disitu Nabi Zakaria disediakan oleh Allah hidangan-hidangan yang luar biasa, termasuk kunci. Lalu bertanyalah Nabi Zakaria ke Maryam, Ya Maryam darimana hidangan-hidangan ini, darimana kunci ditanganku, dan darimana makanan ada dimusim dingin dan dimusim panas ini, dari mana engkau dapatkan tanya Nabi Zakaria. Lalu sontak dijawab Maryam yang sholehah  bahwa semua ini datangnya dari Allahuta’ala Yang Maha Kuasa dan Perkasa mengwujudkan segala yang Ia kehendaki. Hidangan yang nikmat ini mencerminkan bahwa Nabi Zakaria merupakan orang yang selalu mensyukuri nikmatNya.

                Demikian tausyiah beliau terhadap para jamaah di majelis ilm yang mulia itu. Kehadiran beliau disambut para jamaah yang hadir untuk mencium tangannya sebagai tanda penghormatan kepada keluarga Rasulullah.SAW yang di cinta, kasih, dan sayang karena Allah. Yaa Allah semoga kami yang hadir termasuk dalam golongan pengikut rasulullah yang kami cinta kasih dan sayang karena Allah hingga mendapatkan syafaatnya di akhirat kelak sebagai orang sholeh beriman lagi bertakwa kepada Allahutala.

Thursday, 1 November 2018

Senandung Qasidah BURDAH


RANTAU,~ Menghadiri Majelis Il’m di Mushollah Darulsalam Desa Perintis Raya Hulu yang rutin mengumandangkan qasidah shalawat Burdah selama seminggu sekali setiap Rabu Malam  Ba’da Maghrib. Jadi teringat dengan Almarhum Abah Guru Sekumpul KH.Abdul Ghani di Martapura, beliau menceritakan  keutamaan dan fadhilah dari shalawat burdah ini.
Shalawat Burdah ini buah karya karangan sastrawan yang juga seorang Ulama Besar dan juga Sufi di Maroko dan di maqamkan di Mesir. Beliau adalah Imam Bushiri (610-695 H/ 1213-1296 M). Berkat mengarang dan membaca shalawat burdah ini beliau dianugerahi Allah yang secara spontan kesembuhan dari penyakit lumpuh yang dideritanya. Bahkan menurut riwayat Rasulullah.SAW menjumpai beliau dalam mimpinya.  Suatu ketika Al-Bushiri mendapatkan ujian dari Allahu Ta’ala berupa  derita penyakit lumpuh sehingga tak dapat bangun dari tempat tidurnya. Kala itu dibuat syair-syair yang berisi pujian kepada Rasulullah.SAW dengan maksud memohon syafa’atnya. Didalam tidurnya, beliau bermimpi berjumpa dengan Nabi Muhammad.SAW, kala itu Nabi mengusap wajah Al-Bushiri, kemudian beliau melepaskan jubahnya dan mengenakannya ke anggota tubuhnya. Sontak saat dirinya terbangun dari mimpinya dirinya sembuh dari penyakit lumpuhnya.
Shalawat Burdah ini tersebar ke seluruh penjuru bumi dari timur ke barat.  Burdah yang diartikan mantel dan mengandung fadhilah kesembuhan (shifa) bagi orang yang membacanya di rumah mapun di majelis-majelis dzikir maupun ilm dalam suatu wilayah keagamaan. Bagaimana tidak, bahkan banyak diantara Ulama dan Habib yang membaca burdah mendapatkan fadhilah dapat bertemu Rasulullah.SAW dalam mimpinya untuk tetap istiqomah membaca burdah di Majelis itu. Dalam mimpi tersebut, Rasulullah berkata membaca Burdah sekali lebih afdol daripada membaca Dalail Khoiroot 70 kali.
Bahkan diriwayatkan ketika Hadramaut tertimpa paceklik hingga banyak binatang buas berkeliaran di jalan bahkan bala dimana-mana, lalu seorang habib memerintahkan para jamaah untuk membaca burdah. Alhamdulillah, berkat burdah rumah-rumah dan lingkungan mereka aman dari gangguan binatang buas dan juga bala bencana.
Mengetahui  keutamaan shalawat dan qasidah burdah yang sangat banyak ini sehingga shalawat ini kerap dibaca beliau dalam satu majelis il’m bersama para jamaah yang cinta kasih dan sayang guru sekumpul karena Allahu ta’ala terdiri dari kalangan habaib, ulama, umara, santri, hingga murid-muridnya dari kalangan masyarakat, dan lain sebagainya di Musholah Ar-Raudah pada setiap Malam Jum’at ketika beliau masih hidup.  Menurut beliau, keutamaan qasidah shalawat burdah yang banyak ini dapat menyembuhkan penyakit  bagi  yang membacanya dan juga berdampak baik bagi lingkungan sekitar menjadi aman terhindar dari bala bencana. Untuk itu kita selalu tanamkan kepada murid-murid beliau terdiri dari alim ulama di Kalsel untuk mengamalkannya  seminggu sekali bersama jamaah , kendati sekedar  kue lokal dan teh manis sebagai hidangan penutup syukur lebih menjadi nasi bungkus namun semua itu pasti jadi  berkat shalawat terhadap Rasulullah.SAW yang kita cinta kasih dan sayang karena Allahu ta’ala, hidangan menjadi rezeki yang luar biasa nikmat terasa.
                Diawal membaca shalawat burdah didahului dengan surah Al-Fatihah sebagai pembuka dan juga shalawat terhadap rasulullah sebagai wasilah sekaligus betawasul dengan para datu seperti datu kelampayan hingga datu sanggul dan lainnya.


 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | cheap international calls