Monday, 28 May 2012

Ikhlas Karena Allah


 (Ya Allah jadikanlah hati dan jiwa kami tempat persinggahanmu semata)

      Ber-Ibadah dengan niat ikhlas hanya karena Allah, bukan sebaliknya Ri’ya, melakukan kebaikan namun dengan niat sesuatu selain Allah. Sifat ikhlas merupakan salah satu kekuatan iman dimana seseorang yang ikhlas dalam setiap melakukan kebaikan itu tulus semata-mata karena Allah dan bebas dari semua kepentingan selain Allah, baik itu harta maupun yang lainnya. Ikhlas hanya kepada Allah dan karena Allahdan berusaha menjadikan dirinya menjadi tempat persinggahan Allah semata. 

Sebagaimana yang biasa kita ucapkan dalam setiap sholat dirakaat pertama, yakni “Sesungguhnya sholatku, ibadahku,hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam. “ (QS.AL An’am6:162).

Lantas apa yang mesti kita lakukan dan perbuat untuk Allah.SWT yang menciptakan kita dari setetes air menjadi segumpal darah hingga menjadi daging dalam alam rahim ibu. Yakni melaksanakan hak Allah atas diri kita untuk selalu mengingatnya (zikir) dan selalu melaksanakan kebajikan dengan menjadikan diri kita tempat persinggahan Allah semata dengan penuh keyakinan bahwa maha benar Allah atas segala firmannya. Karena apa yang berasal dari Allah itu adalah hal yang baik, sementara segala bentuk keburukan itu berasal dari diri kita yakni manusia yang tak sempurna dan penuh khilaf serta dosa.

Rasullulah.SAW telah mengajarkan kepada kita bahwa setiap amal perbuatan pekerjaan seseorang itu tergantung dengan niatnya. Siapa yang hijrahnya kepada Allah dan Rasul maka hijrahnya akan sampai kepada Allah dan Rasulnya. Begitupun sebaliknya jika niatnya kepada dunia dan kedudukan, perempuan dan harta benda maka hijrahnya akan sampai kesitu saja.

Ada kisah sepasang kekasih yang sepakat untuk melanjutkan hubungannya ke jenjang pernikahan, si pria sosok pria biasa dan pekerja biasa sementara si wanita adalah seorang pekerja berpangkat lagi kaya. Si wanita mendesak pria untuk segera melamarnya datang ke rumahnya, lantas si pria pada malam itu sujud dan sholat memohon petunjuk pada Allah seraya berdoa, “Ya Allah mohon petunjuk dan hidayahmu, jika Ia jodohku dekatkan kami semata-mata karenamu. Kami menikah dengan niat memadu cinta, kasih dan sayang karena Allah juga untuk melaksanakan sunah rasul nabi Muhammad.SAW. Ya Allah anugerahilah kami hallikhwal berupa cinta, kasih, dan sayang karena Allah dan jadikanlah Allah dan Rasulullah.SAW yang lebih kami cintai dan berilah kami petunjuk dan hidayahmu berupa ilmu dalam meniti kehidupan berumah tangga serta anak yang sholeh lagi bertakwa kepadamu dan rasulmu. Tetapkanlah Ya Allah, Allah.SWT menjadi tujuan utama kami dalam beribadah padamu dengan mengharap keridhoanmu dan lindungilah kami dari murka dan azab. Illahi Anta Maksudi Waridhoka Matlubi Attini Mahabahtaka WaMarifataka”.

Seorang yang ikhlas beribadah kepada Allah, menjadikan dirinya tempat persinggahan Allah dengan berserah diri dan tawakal kepada Allah, percaya pada Allah, rasul-rasulnya, kitab-kitabnya, malaikatnya, qadha dan qadarnya. Menjadikan Allah tujuan hidup berumah tangganya dengan harapan Allah.SWT ridho dan menganugerahinya cinta, kasih dan sayang serta ampunannya.

Selain itu kita juga harus mengevaluasi diri, karena walau bagaimanapun selama kita hidup di dunia ini kita selalu dihadapkan dengan sunahtullah. Disatu sisi sifat Ikhlas, satu sisi lainnya juga Riya untuk itu mana yang lebih menguasai hati kita. Mari kita jaga baik-baik sifat ikhlas kita dan menerima segala hallikwal (keadaan) dari Allah sehingga Allah memberikan anugerahnya untuk kita. (Nasrullah)


Dzikir (Ingat Allah Lahir Maupun Batin)



Dokter spesialis syaraf dari rumah sakit Satyanegara, Sunter, dr. Arman Yurisaldi Saleh, mengungkapkan, Dzikir mampu Menyehatkan Syaraf.

Hal itu terbukti setelah ia melakukan penelitian terhadap pasien-pasien yang ia tangani. Ternyata pasien yang suka berdzikir mengalami perbaikan lebih cepat dibandingkan pasien yang tidak suka berzikir. Misalnya, beberapa pasien yang mengalami gangguan syaraf, seperti penderita alzheimer & stroke, akan membaik kondisinya setelah membiasakan dzikir dengan mengucapkan kalimat tauhid “Laa iIlaaha illallah” & kalimat istighfar “Astaghfirullah”.

Menurutnya, setelah ditinjau dari sudut ilmu kedokteran kontemporer, pengucapan”Laa iIlaaha illallah” & “Astaghfirullah” dapat menghilangkan nyeri dan bisa menumbuhkan ketenangan serta kestabilan saraf bagi penderita. Sebab, dalam kedua bacaan dzikir tersebut terdapat huruf JAHR yang dapat mengeluarkan CO2 dari otak.

Arman menemukan dalam kalimat “Laa iIlaaha illallah” terdapat huruf Jahr yang diulang tujuh kali, yaitu huruf “Lam”, dan “Astaghfirullah” terdapat huruf “Ghayn”, “Ra”, dan dua buah “Lam” sehingga ada empat huruf Jahr yang harus dilafalkan keras sehingga kalimat dzikir tersebut akan mengeluarkan karbondioksida lebih banyak saat udara dihembuskan keluar mulut.

Dan CO2 yang dikeluarkan oleh tubuh tidak mempengaruhi perubahan diameter pembuluh darah dalam otak. Sebab, bila proses pengeluaran CO2 kacau, maka CO2 yang ke luar juga kacau sehingga menyebabkan pembuluh darah di otak akan melebar berlebihan ketika kadar CO2 di dalam otak menurun.

Sehingga, ungkap dr Arman, dilihat dari tinjauan ilmu syaraf, terdapat hubungan yang erat antara pelafalan huruf (Makharij Al-huruf) pada bacaan dzikir dengan aliran darah pernapasan keluar yang mengandung zat CO2 (karbondiokida) dan proses yang rumit di dalam otak pada kondisi fisik atau psikis seseorang. Shobahul khoir, Salamullah ‘alaykum

Sumber : Dari mailing list

73 Manfaat Zikir

Ada 73 manfaat zikir (ingat Allah) dimana pun, kapan pun baik lahir maupun batin. Sebagai umat Muslim sudah semestinya kita mengingat Allah dalam setiap hal baik itu perbutan kita maupun langkah kita di dalam meniti dan menjalani hidup di dunia yang fana ini.

Ibnu al-Qoyyim Rahimahullah mengatakan bahwa dzikir memiliki tujuh puluh tiga manfaat yakni:

1. Mengusir setan dan menjadikan setan dan balatentaranya kecewa.
2. Membuat Allah Ridho.
3. Menghilangkan rasa sedih, dan gelisah dari hati manusia.
4. Membahagiakan dan melapangkan hati.
5. Menguatkan hati dan badan.
6. Menyinari wajah dan hati.
7. Membuka lahan rezeki.
8. Menghiasi orang yang berdzikir dengan pakaian kewibawaan, disenangi dan dicintai manusia.
9. Melahirkan kecintaan.
10. Mengangkat manusia ke maqam ihsan.
11. Melahirkan inabah, ingin kembali kepada Allah.
12. Orang yang berdzikir dekat dengan Allah.
13. Pembuka semua pintu ilmu.
14. Membantu seseorang merasakan kebesaran Allah.
15. Menjadikan seorang hamba disebut disisi Allah.
16. Menghidupkan hati.
17. Menjadi makanan hati dan ruh.
18. Membersihkan hati dari kotoran.
19. Membersihkan dosa.
20. Membuat jiwa dekat dengan Allah.
21. Menolong hamba saat kesepian.
22. Suara orang yang berdzikir dikenal di langit tertinggi.
23. Penyelamat dari azab Allah.
24. Menghadirkan ketenangan.
25. Menjaga lidah dari perkataan yang dilarang.
26. Majlis dzikir adalah majlis malaikat.
27. Mendapatkan berkah Allah dimana saja.
28. Tidak akan merugi dan menyesal di hari kiamat.
29. Berada dibawah naungan Allah dihari kiamat.
30. Mendapat pemberian yang paling berharga.
31. Dzikir adalah ibadah yang paling afdhal.
32. Dzikir adalah bunga dan pohon surga.
33. Mendapat kebaikan dan anugerah yang tak terhingga.
34. Tidak akan lalai terhadap diri dan Allah pun tidak melalaikannya.
35. Dalam dzikir tersimpan kenikmatan surga dunia.
36. Mendahului seorang hamba dalam segala situasi dan kondisi.
37. Dzikir adalah cahaya di dunia dan ahirat.
38. Dzikir sebagai pintu menuju Allah.
39. Dzikir merupakan sumber kekuatan qalbu dan kemuliaan jiwa.
40. Dzikir merupakan penyatu hati orang beriman dan pemecah hati musuh Allah.
41. Mendekatkan kepada ahirat dan menjauhkan dari dunia.
42. Menjadikan hati selalu terjaga.
43. Dzikir adalah pohon ma’rifat dan pola hidup orang shalih.
44. Pahala berdzikir sama dengan berinfak dan berjihad dijalan Allah.
45. Dzikir adalah pangkal kesyukuran.
46. Mendekatkan jiwa seorang hamba kepada Allah.
47. Melembutkan hati.
48. Menjadi obat hati.
49. Dzikir sebagai modal dasar untuk mencintai Allah.
50. Mendatangkan nikmat dan menolak bala.
51. Allah dan Malaikatnya mengucapkan shalawat kepada pedzikir.
52. Majlis dzikir adalah taman surga.
53. Allah membanggakan para pedzikir kepada para malaikat.
54. Orang yang berdzikir masuk surga dalam keadaan tersenyum.
55. Dzikir adalah tujuan prioritas dari kewajiban beribadah.
56. Semua kebaikan ada dalam dzikir.
57. Melanggengkan dzikir dapat mengganti ibadah tathawwu’.
58. Dzikir menolong untuk berbuat amal ketaatan.
59. Menghilangkan rasa berat dan mempermudah yang susah.
60. Menghilangkan rasa takut dan menimbulkan ketenangan jiwa.
61. Memberikan kekuatan jasad.
62. Menolak kefakiran.
63. Pedzikir merupakan orang yang pertama bertemu dengan Allah.
64. Pedzikir tidak akan dibangkitkan bersama para pendusta.
65. Dengan dzikir rumah-rumah surga dibangun, dan kebun-kebun surga ditanami tumbuhan dzikir.
66. Penghalang antara hamba dan jahannam.
67. Malaikat memintakan ampun bagi orang yang berdzikir.
68. Pegunungan dan hamparan bumi bergembira dengan adanya orang yang berdzikir.
69. Membersihkan sifat munafik.
70. Memberikan kenikmatan tak tertandingi.
71. Wajah pedzikir paling cerah didunia dan bersinar di ahirat.
72. Dzikir menambah saksi bagi seorang hamba di ahirat.
73. Memalingkan seseorang dari membincangkan kebathilan.

Sungguh luar biasa bukan manfaat-manfaat dari zikir. Jadi jangan pernah lupa selalu berdzikir kepada Allah baik lahir maupun batin. Karena hanya Allahlah tempat kembali kita, Allah tempat mengadu, Allah tempat bersandar terbaik bagi kita umat Manusia, Allah tempat bergantung kita selaku manusia yang tak ada daya dan upaya, Allah tujuan hidup kita.

Friday, 23 March 2012

Lantunan Merdu Untaian Kata Nabi Buat Kita Yang Sering Khilaf

Bismillahirahmanirahim (Dengan Nama Allah yang maha pengasih lagi maha penyayang )

Ya Allah ya rabbi, kami bersaksi tiada tuhan selain Allah dan Nabi Muhammad.SAW adalah utusanmu. Ya Allah, engkau maha pengampun lagi maha penerima tobat. Maka ampunilah kami ya Allah yang berdosa karena kejahilan serta ketidakmengertian kami.

“Barang siapa yang bertobat sebelum matahari terbit dari barat, niscaya Allah akan mengampuninya” HR.Muslim, No.2703.

Ya Allah semoga kami bukanlah termasuk orang yang berputus-asa dari rahmat kasih sayangmu, untuk itu ampunilah kami atas kesalahan dan dosa-dosa kami.

Ya Allah sesungguhnya kami tiada daya dan upaya atas diri kami, untuk itulah tolonglah kami Ya Allah dalam menjalani hidup ini, dan berilah kami petunjuk dan hidayahmu selalu kepada diri kami. Ya Allah kami menyerah kepadamu, dan bersandar kepadamu. Untuk itu, tolonglah dan bimbinglah kami ya Allah dalam hidup ini, dan tetapkanlah hati kami untuk saling mencintai, menyayangi karenamu Ya Allah. Dan tetapkanlah hati kami untuk selalu bergantung dan bersandar kepadamu ya Allah.

Sebagaimana lantunan hadist ini, “Sesungguhnya Allah Ta’ala berfirman pada hari kiamat : *Dimanakah orang-orang yang saling mencintai karena ke agungan-ku ? Hari ini Aku akan menaunginya dalam naungan-ku, pada hari yang tiada naungan selain naungan Allah* ” HR.Muslim No.2566.

Ya Allah semoga kami termasuk seseorang yang mendapatkan naungan kasih sayangmu selalu, dan memberikan hidayah kepada kami untuk selalu menjaga hati kami untuk saling cinta dan kasih sayang karena Allah.

Cinta dan sayang Orang Tua kita karena Allah, Cinta dan sayang anak dan Istri kita karena Allah, Cinta dan sayang keluarga kita karena Allah, Cinta dan sayang sesama saudara saudari karena Allah, Cinta dan sayang yang dilandasi niat ikhlas karena Allah.

Berbakti kepada orang tua. “Sangat celaka, sangat celaka, sangat celaka … ! Kemudian ditanyakan : Siapa ya Rasullulah ? , beliau bersabda : *Barang siapa yang mendapati kedua orang tuanya atau salah satu diantaranya di massa lanjut usia atau sudah tua, kemudian Ia tidak masuk surge* “ HR.Muslim, No.2551.

Ya Allah sesungguhnya kami ini bodoh dan hanya engkaulah yang maha mengetahui lagi pandai dan bijaksana. Segala puji bagimu Ya Allah yang meng-anugerahkan seseorang penuntut ilmu, dan dengan ilmu itu pula lantas Ia gunakan di jalanmu dengan niat karena Allah semata. Dimana pesan orang tua kami, ada tiga modal yang diberikan Allah kepada kita sebagai bekal menjalani kehidupan di dunia. Pertama Ilmu, dengan ilmu digunakan seseorang untuk bekal kehidupannya. “Barang siapa menempuh suatu jalan untuk menuntut ilmu, niscaya Allah memudahkan baginya dengan ilmunya itu jalan menuju surga” HR.Muslim No.2699.

Kedua, harta materi dengan harta yang di dapatkan seseorang untuk keperluannya didalam menjalani kehidupannya sehari-hari. Alangkah bahagianya seseorang yang mendapatkan harta lantas disedekahkan karena Allah secara Ikhlash karena Allah. Sebagaimana wakil Allah di muka bumi yang mensedekahkan hartanya di jalan Allah.

“Sedekah itu menghapuskan kesalahan sebagaimana air memadamkan api” HR.TIrmidzi. No.2616.
Ya Allah sebagaimana yang biasa dikatakan Nabi dan sahabat-sahabatnya, “Demi Allah yang jiwa dan hati kami dalam genggaman Allah semata, dan kami bersaksi tiada tuhan selain Allah dan Nabi Muhammad.SAW adalah utusan Allah”. Ya Allah jadikanlah hati dan jiwa kami menjadi tempat persinggahanmu selalu, dan curahkanlah kami selalu dengan penuh kasih sayangmu. Serta hidayah dan petunjuk darimu. Persinggahan yang berarti kami selalu mengingatmu dalam bentuk zikir lisan, hati, jahir. Ingat (zikir) di dalam setiap hembusan keluar masuknya nafas, dan berpikir.
“Ingingkah kalian Aku tunjukan kepada mu amalan-amalan yang terbaik, tersuci disisi Allah. Tertinggi dalam tingkatan derajat, lebih utama daripada mendermakan emas dan perak. Juga lebih baik daripada menghadapi musuh, lalu kalian tebas lehernya, dan merekapun menebas batang leher kalian. Nabi berkata : “Tentu”, lalu beliau bersabda : Zikirullah (ingat kepada Allah Ta’ala)” HR.At Tarmidzi, No.3347.



Rasulullah bersabda :

“Ada tujuh golongan yang akan dilindungi Allah dalam lindungan-Nya pada hari tidak ada perlindungan selain perlindungan-Nya: Imam yang adil, pemuda yang rajin beribadah, seorang yang hatinya selalu terpaut dengan masjid, dua orang yang saling mencintai, bertemu dan berpisah hanya karena Allah, seorang laki-laki yang diajak oleh seorang perempuan terhormat dan cantik, lalu ia berkata aku takut kepada Allah, seorang yang menyembunyikan sedekahnya tidak ingin dilihat orang, dan seorang yang mengingat Allah dalam keheningan hingga menitikkan airmata.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim).
Ya Allah berdasarkan ucapan Rasullulah SAW melalui hadist diatas kami berniat menjalin hubungan semata-mata karena Allah.SWT, bertemu dan berpisah karena Allah. Ya Allah engkaulah tujuan hidup kami, ampunilah kesalahan dan kekhilafan kami lantaran kebodohan kami. Ya Allah naungilah kami, dan bimbinglah hati dan pikiran kami bahkan diri kami untuk selalu mengingatmu, jadikanlah jiwa dan diri kami sebagai tempat persinggahanmu selalu dan naungilah kami selalu dengan kasih dan sayangmu. Ya Allah dengan segala anugerah yang engkau beri berupa ilmu, rezeki, dan tenaga kepada kami, bimbinglah kami dengan petunjuk dan hidayahmu menggunakannya dengan iklash karena Allah.SWT semata.
Sebagaimana orang tua kami menasihati kami, terdapat 3 modal dalam hidup ini yang diberikan Allah SWT yakni

Ilmu : Dengan Ilmu digunakan dijalan Allah.SWT
Harta Berupa Rizki : Dengan harta digunakan di jalan Allah.SWT
Tenaga : Dengan tenaga digunakan di jalan Allah.SWT

Ya Allah, kami berserah sepenuhnya kepadamu dan hanyalah engkaulah tempat kembali yang terbaik. Ya Allah jadikanlah hati kami seperti Badal, yakni orang yang hatinya selalu mentauhidkanmu seperti nabi Ibrahim AS yang selalu ingat dan hati dan jiwanya menjadi tempat persinggahanmu selalu. Ya Allah kami bersaksi bahwa tiada tuhan selain Allah dan nabi Muhammad utusanmu. Untuk itu Ya Allah bersihkanlah jiwa dan hati kami, dan kami meminta pertolonganmu selalu.
Ya Allah kami berlindung padamu dari murkamu yang diibaratkan gurur yang menggelegar diatas langit. Ya Allah naungilah kami selalu dengan kasih dan sayangmu seperti hujan yang turun membasahi bumi.
Ya Allah yang menguasai langit dan bumi, aku bersaksi tiada tuhan selain Allah dan Nabi Muhammad adalah utusan Allah. Ya Allah ampuni kesalahan dan kekhilafan kami, karena sebagai manusia biasa kami tak luput dari dosa. Ya Allah pada dasarnya kami ini jahil bodoh, dan kami ingin mengetahui atau mencari ilmu dengan niat semata-mata karena mu. Ya Allah pada dasarnya kami ini hina, lemah dan fakir. Hanya engkaulah yang maha sempurna lagi maha mengetahui, kuat dan besar lagi maha kaya. Ya Allah, tolonglah kami lagi di dalam menjalani hidup ini dan bimbinglah kami lagi. Ya Allah kami berserah kepadamu dengan jiwa dan raga kami, tolonglah kami dan berilah kami kesempatan kembali untuk memperbaiki diri hingga benar-benar menjadi baik, dan teguhkanlah serta tetapkanlah hati kami kepadamu. Ya Allah, akhirilah hidup kami dengan baik hingga mendapatkan khusnul khatimah.
Ya Allah yang maha lemah lembut dan penuh kasih sayang serta adil dan bijaksana, kami percaya bahwa engkaulah tuhan kami yang maha esa. Tolonglah kami ya Allah yang mencintai orang tua, anak, istri, dan keluarga kami karenamu . Kami berserah kepadamu ya Allah dan naungilah kami ya Allah dengan penuh kasih sayang.
Ya Allah kami meminta kepadamu Ya Allah, dan jadikanlah kami orang yang bertakwa kepadamu ya Allah dan tutupkanlah aib kami dengan selalu menjalani hidup ini dengan baik, dimana segala kebaikan itu berasal darimu.



Dengan menyebut nama Allah yang maha pengasih lagi maha penyayang. Ya Allah kami bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah dan Nabi Muhammad.SAW adalah utusan Allah, Ya Allah semoga engkau curahkan kasih sayangmu selalu kepada Nabi Muhammad.SAW beserta sahabat, keluarga, dan para pengikutnya hingga akhir zaman.
Ya Allah yang maha pengasih lagi maha penyayang, bentangi dan naungilah kami selalu dengan curahan cinta, kasih, dan sayangmu terhadap kami yang membina keluarga atas jalinan cinta, kasih, dan sayang karena Allah. Ya Allah jadikanlah diri kami tempat persinggahanmu semata dan jadikanlah diri kami sasaran cemburumu selalu. Karena sesungguhnya cemburumu adalah kasih sayang. Teguhkanlah hati dan jiwa kami ya Allah atas Hallihwal yang engkau anugerahkan kepada kami, dan tetapkanlah untuk kami yang selalu mencintai, menyayangi, dan mengasihi karena Allah. Lindungilah kami ya Allah dari kemurkaan, kebencian, juga azabmu. “Kasih sayang Allah mendahului murka dan azabnya”. Ampunilah kami ya Allah yang maha pengampun atas khilaf dan kesalahan yang kami perbuat, karena sesungguhnya kami telah menganiaya diri kami sendiri. 


      Ya Allah hanya engkaulah yang kami sembah dan hanya kepadamulah kami meminta pertolongan. Kabulkanlah doa kami (Orang yang saling mencintai, menyayangi, mengasihi karena Allah), sesungguhnya hanya Allah yang dapat mengabulkan setiap doa.


    Ya Allah yang maha mencukupi sesungguhnya engkaulah yang maha kaya juga yang mengurusi setiap makhluk ciptaannya dengan memberikan rezeki yang luas dan banyak. Ya Allah yang maha pemberi dan maha sebaik-baiknya pemberi rezeki, kabulkanlah doa dan hajat kami (orang-orang yang mencintai, menyayangi, mengasihi karena Allah).


    Ya Allah berilah kami (orang-orang yang mencintai, menyayangi, mengasihi karena Allah) kebahagian di dunia dan akhirat dan mampukan kami serta beri petunjuk kepada kami agar dapat membahagiakan orang yang kami cinta, kasih, serta sayangi karena Allah. Orang-orang yang saling mendoakan dan memberi lagi berbagi antar sesama karena Allah, termasuk tulisan yang ada di blog ini. Ya Allah semoga Ramadhan ini terbentang untuk kami ampunanmu, cinta, kasih dan sayangmu serta pembebasan darimu untuk kami yang saling mencintai, menyayangi, dan mengasihi karena Allah.

Ramadhan 1433 Hijriah / 31 Juli 2012.


Pengelola Blogg

Monday, 13 February 2012

Badal Orang Yang Selalu Ingat Allah Bak Nabi Ibrahim AS

Rasulullah bersabda :
“Ada tujuh golongan yang akan dilindungi Allah dalam lindungan-Nya pada hari tidak ada perlindungan selain perlindungan-Nya: Imam yang adil, pemuda yang rajin beribadah, seorang yang hatinya selalu terpaut dengan masjid, dua orang yang saling mencintai, bertemu dan berpisah hanya karena Allah, seorang laki-laki yang diajak oleh seorang perempuan terhormat dan cantik, lalu ia berkata aku takut kepada Allah, seorang yang menyembunyikan sedekahnya tidak ingin dilihat orang, dan seorang yang mengingat Allah dalam keheningan hingga menitikkan airmata.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim).
Ya Allah berdasarkan ucapan Rasullulah SAW melalui hadist diatas kami berniat menjalin hubungan semata-mata karena Allah.SWT, bertemu dan berpisah karena Allah. Ya Allah engkaulah tujuan hidup kami, ampunilah kesalahan dan kekhilafan kami lantaran kebodohan kami. Ya Allah naungilah kami, dan bimbinglah hati dan pikiran kami bahkan diri kami untuk selalu mengingatmu, jadikanlah jiwa dan diri kami sebagai tempat persinggahanmu selalu dan naungilah kami selalu dengan kasih dan sayangmu. Ya Allah dengan segala anugerah yang engkau beri berupa ilmu, rezeki, dan tenaga kepada kami, bimbinglah kami dengan petunjuk dan hidayahmu menggunakannya dengan iklash karena Allah.SWT semata.
Sebagaimana orang tua kami menasihati kami, terdapat 3 modal dalam hidup ini yang diberikan Allah SWT yakni

Ilmu : Dengan Ilmu digunakan dijalan Allah.SWT
Harta Berupa Rizki : Dengan harta digunakan di jalan Allah.SWT
Tenaga : Dengan tenaga digunakan di jalan Allah.SWT

Ya Allah, kami berserah sepenuhnya kepadamu dan hanyalah engkaulah tempat kembali yang terbaik. Ya Allah jadikanlah hati kami seperti Badal, yakni orang yang hatinya selalu mentauhidkanmu seperti nabi Ibrahim AS yang selalu ingat dan hati dan jiwanya menjadi tempat persinggahanmu selalu. Ya Allah kami bersaksi bahwa tiada tuhan selain Allah dan nabi Muhammad utusanmu. Untuk itu Ya Allah bersihkanlah jiwa dan hati kami, dan kami meminta pertolonganmu selalu.
Ya Allah kami berlindung padamu dari murkamu yang diibaratkan gurur yang menggelegar diatas langit. Ya Allah naungilah kami selalu dengan kasih dan sayangmu seperti hujan yang turun membasahi bumi.
Ya Allah yang menguasai langit dan bumi, aku bersaksi tiada tuhan selain Allah dan Nabi Muhammad adalah utusan Allah. Ya Allah ampuni kesalahan dan kekhilafan kami, karena sebagai manusia biasa kami tak luput dari dosa. Ya Allah pada dasarnya kami ini jahil bodoh, dan kami ingin mengetahui atau mencari ilmu dengan niat semata-mata karena mu. Ya Allah pada dasarnya kami ini hina, lemah dan fakir. Hanya engkaulah yang maha sempurna lagi maha mengetahui, kuat dan besar lagi maha kaya. Ya Allah, tolonglah kami lagi di dalam menjalani hidup ini dan bimbinglah kami lagi. Ya Allah kami berserah kepadamu dengan jiwa dan raga kami, tolonglah kami dan berilah kami kesempatan kembali untuk memperbaiki diri hingga benar-benar menjadi baik, dan teguhkanlah serta tetapkanlah hati kami kepadamu. Ya Allah, akhirilah hidup kami dengan baik hingga mendapatkan khusnul khatimah.
Ya Allah yang maha lemah lembut dan penuh kasih sayang serta adil dan bijaksana, kami percaya bahwa engkaulah tuhan kami yang maha esa. Tolonglah kami ya Allah yang mencintai orang tua, anak, istri, dan keluarga kami karenamu . Kami berserah kepadamu ya Allah dan naungilah kami ya Allah dengan penuh kasih sayang.
Ya Allah kami meminta kepadamu Ya Allah, dan jadikanlah kami orang yang bertakwa kepadamu ya Allah dan tutupkanlah aib kami dengan selalu menjalani hidup ini dengan baik, dimana segala kebaikan itu berasal darimu.

Monday, 16 January 2012

ARAB SAUDI

Kerajaan Arab Saudi merupakan salah satu negara di Dunia Islam yang cukup strategis, karena di negara itu terdapat Baitullah di Makkah yang menjadi pusat ibadah haji kaum muslim seluruh dunia. Negara ini memiliki catatan sejarah panjang tentang asal usul manusia, mulai dari Nabi Adam. AS hingga Nabi Muhammad.SAW hidup dan melaksanakan tugas kekhalifahannya.
Arab Saudi juga merupakan negara terluas ke 12 di dunia, menempati sebagian besar jazirah Arab, semenanjung yang memisahkan Laut Merah di barat dan Teluk Persia di Timur. Luas keseluruhan negara yang sebagian besar dihuni oleh umat Islam serta wilayahnya diselimuti padang pasir.
Negara ini juga sering menjadi rujukan dalam dunia pendidikan Islam karena di negara tersebut terdapat beberapa universitas seperti King Abdul Aziz di Jeddah dan Ummul Qura di Makkah yang menjadi tempat belajar banyak pelajar Islam dari seluruh dunia.

Pemerintah Saudi bermula dari bagian tengah semenanjung (jazirah) Arab yakni pada tahun 1750 ketika Muhammad bin Sa’ud bersama dengan Muhammad bin Abdul Wahhab bekerja sama untuk memurnikan agama Islam yang kemudian dilanjutkan oleh Abdul Aziz Al Sa’ud atau Abdul Aziz Ibnu Su’ud dengan menyatukan seluruh wilayah Hijaz yang dulu dikuasai oleh Syarif Husain dengan Najd.

Pada tahun 1902 Abdul Aziz menguasai Riyadh dari penguasa Al-Rashid, kemudian Al-Ahsa kemudian wilayah nejed antara tahun 1913-1926. Pada tanggal 8 Januari 1926, Abdul Aziz menjadi penguasa wilayah Najd. Dengan menandatangani perjanjian di Jeddah pada tanggal 20 Mei 1927 Arab Saudi menyatakan kemerdekaannya. Pada tahun 1936 wilayah itu diresmikan sebagai Kerajaan Arab Saudi.
Negara Arab Saudi merupakan eksporter minyak mentah terbesar di dunia. Pertumbuhan pendapatan perkapita penduduknya mencapai urutan ke-4 dunia, menjadikan Arab Saudi sebagai negara termakmur di dunia, dengan pertumbuhan ekonomi yang pernah mencapai 20 %.
Saat ini Arab Saudi tidak saja dibanjiri oleh jamaah haji dan umrah, namun juga oleh pencari kerja dari berbagai negara.
Nama Asli : Al-Mamlakah, Al-Arabiyah As-Saudiyah
Ibu kota : Riyadh
Kepala Negara : Raja Abdullah bin Abdul Aziz (2005 s/d sekarang)
Agama : ISLAM
Penduduk : 25.600.000 (PBB,2005)
Usia Harapan Hidup : Pria 70 tahun, Wanita 74 tahun.
Luas Wilayah : 2.331 Km2
Bahasa Utama : Arab
Mata Uang : Riyal (1 Riyal : 100 Halalah)
Lagu Kebangsaan : As-Salam Al-Malaky As-Saudi
Hasil Tani : Kurma, Gandum, Barli, Buah-Buahan
Sumber Alam : Minyak, Gas, Emas, Perak, dan Besi
Ekspor Utama : Minyak, Gas, Sereal
Industri : Pengelolahan Minyak, Petrokimia, Semen, Pupuk, Plastik
Kode Telepon : +966
Pendapatan Perkapita : US$ 10.430 (Bank Dunia data 2005)

Wednesday, 28 December 2011

7 Golongan Yang Mendapat Pertolongan Allah

Hadits Rasulullah SAW, hadits mutafaqun’alaih, shahih Bukhari Muslim: Dari Nabi SAW, beliau bersabda: “Ada tujuh golongan yang bakal dinaungi oleh Allah di bawah naungan-Nya, pada hari yang tidak ada naungan kecuali naungan-Nya, yaitu: Pemimpin yang adil, pemuda yang tumbuh dengan ibadah kepada Allah (selalu beribadah), seseorang yang hatinya bergantung kepada masjid (selalu melakukan shalat berjamaah di dalamnya), dua orang yang saling mengasihi di jalan Allah, keduanya berkumpul dan berpisah karena Allah, seseorang yang diajak perempuan berkedudukan dan cantik (untuk bezina), tapi ia mengatakan: “Aku takut kepada Allah”, seseorang yang diberikan sedekah kemudian merahasiakannya sampai tangan kirinya tidak tahu apa yang dikeluarkan tangan kanannya, dan seseorang yang berdzikir (mengingat) Allah dalam kesendirian, lalu meneteskan air mata dari kedua matanya.” (HR Bukhari)

Tujuh golongan yang akan mendapat perlindungan dari Allah yang pada hari itu tidak ada perlindungan kecuali hanya perlindungan Allah.

Yang pertama, imamun adil, pemimpin yang adil, hakim yang adil. Subhanallah, terdepan, yang pertama mendapat perlindungan Allah. Dan sungguh negeri Indonesia yang tercinta ini sangat merindukan pemimpin yang adil, hakim yang adil.

Yang kedua, pemuda yang aktif, gesit, dalam ibadah kepada Allah SWT.Aktivitasnya mendekatkan dirinya kepada Allah SWT. Yang ketiga, manusia, hamba Allah, yang hatinya senang berada di dalam masjid. Dia betah di masjid. Shalat berjama’ah, ia senang, subuh-subuh ia menegakkan shalat berjamaah. Allahu Akbar, tentu ini hamba Allah yang benar-benar beriman kepada Allah.

Kemudian yang keempat, orang yang bersedakah yang tangan kanannya memberi tapi tangan kirinya tidak tahu. Subhanallah.. Apa ini? Orang yang ikhlash, tidak riya, tidak ujub.

Kemudian yang kelima, orang yang saling mencintai karena Allah, bertemu karena Allah, berpisah karena Allah.

Yang keenam, sangat sulit ini, pemuda yang dirayu, digoda, oleh wanita cantik yang memiliki kekayaan, lalu ia berkata: “Aku takut kepada Allah”. Keinginan maksiatnya ada, tapi rasa takutnya kepada Allah lebih hebat, sehingga ia tidak mau melakukan kemaksiatan. Kita sangat merindukan pemuda, yang memiliki kualitas keimanan yang luar biasa, sehingga ia mampu menahan dari berbagai macam godaan.

Kemudian yang ketujuh, yaitu pemuda, atau hamba Allah, atau orang yang dalam ingatannya kepada Allah, dalam ibadahnya, dalam doanya, dalam dzikirnya, ia menangis. Allahu Akbar, menangis.. Dua tetesan yang dibanggakan Allah di hari kiamat, pertama tetesan darah fii sabilillah, kedua tetesan air mata karena menangis, takut azab Allah, karena merasa bersalah atas segala dosa yang ia lakukan kepada Allah, karena ia sangat mencintai Allah. Subhanallah.. Inilah golongan yang kelak mendapat pertolongan Allah di hari kiamat kelak.

Monday, 12 December 2011

Keutamaan Mencintai Karena Allah

Dari Abu Hurairah radhiallahu anhu dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau bersabda:

سَبْعَةٌ يُظِلُّهُمْ اللَّهُ فِي ظِلِّهِ يَوْمَ لَا ظِلَّ إِلَّا ظِلُّهُ الْإِمَامُ الْعَادِلُ وَشَابٌّ نَشَأَ بِعِبَادَةِ اللَّهِ وَرَجُلٌ قَلْبُهُ مُعَلَّقٌ فِي الْمَسَاجِدِ وَرَجُلَانِ تَحَابَّا فِي اللَّهِ اجْتَمَعَا عَلَيْهِ وَتَفَرَّقَا عَلَيْهِ وَرَجُلٌ دَعَتْهُ امْرَأَةٌ ذَاتُ مَنْصِبٍ وَجَمَالٍ فَقَالَ إِنِّي أَخَافُ اللَّهَ وَرَجُلٌ تَصَدَّقَ بِصَدَقَةٍ فَأَخْفَاهَا حَتَّى لَا تَعْلَمَ يَمِينُهُ مَا تُنْفِقُ شِمَالُهُ وَرَجُلٌ ذَكَرَ اللَّهَ خَالِيًا فَفَاضَتْ عَيْنَاهُ

“Ada tujuh golongan yang Allah akan naungi pada hari dimana tidak ada naungan selain naungan-Nya: (1)Imam yang adil, (2)pemuda yang tumbuh dalam ibadah kepada Allah, (3)seorang laki-laki yang hatinya selalu terpaut dengan masjid, (4)dua orang yang saling mencintai karena Allah yang mereka berkumpul karena-Nya dan juga berpisah karena-Nya, (5)seorang laki-laki yang dirayu oleh wanita bangsawan lagi cantik untuk berbuat mesum lalu dia menolak seraya berkata, “Aku takut kepada Allah,” (6)seorang yang bersedekah dengan diam-diam sehingga tangan kanannya tidak mengetahui apa yang disedekahkan oleh tangan kirinya, (7) dan seseorang yang berzikir/mengingat Allah dalam keadaan sendirian hingga dia menangis.” (HR. Al-Bukhari no. 600 dan Muslim no. 1031)

Dari Abu Hurairah radhiallahu anhu dia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

إِنَّ اللَّهَ يَقُولُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَيْنَ الْمُتَحَابُّونَ بِجَلَالِي الْيَوْمَ أُظِلُّهُمْ فِي ظِلِّي يَوْمَ لَا ظِلَّ إِلَّا ظِلِّي

“Sesungguhnya Allah Ta’ala berfirman pada hari kiamat kelak, “Mana orang-orang yang saling mencintai karena keagungan-Ku? Hari ini Aku naungi mereka dalam naungan-Ku, di mana tidak ada naungan pada hari ini selain naungan-Ku.” (HR. Muslim no. 1031)

Dari Mu’adz bin Jabal radhiallahu anhu dia berkata: Aku pernah mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

قَالَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ وَجَبَتْ مَحَبَّتِي لِلْمُتَحَابِّينَ فِيَّ وَالْمُتَجَالِسِينَ فِيَّ وَالْمُتَزَاوِرِينَ فِيَّ وَالْمُتَبَاذِلِينَ فِيَّ

“Allah Azza wa Jalla berfirman, “Wajiblah cinta-Ku bagi orang-orang yang saling mencintai karena Aku, orang-orang yang saling bermajelis karena Aku, orang-orang yang saling mengunjungi karena Aku, dan orang-orang yang saling berkorban karena Aku.” (HR. Malik: 2/818 dan Ahmad no. 21021)

Penjelasan ringkas:

Cinta karena Allah adalah kita mencintai seseorang karena dia mencintai Allah, karenanya semakin bertambah ketaatan dia kepada Allah maka bertambah pula kecintaan kita kepadanya. Kecintaan seperti ini termasuk dari amalan yang paling utama, dan dia merupakan konsokuensi dari kecintaan kepada Allah. Karena di antara bentuk kesempurnaan cinta kepada Allah adalah mencintai siapa saja yang Allah cintai dan mencintai siapa saja yang mencintai Allah. Sementara kaum muslimin secara umum merupakan kaum yang mencintai Allah dan Allah juga mencintai mereka, karenanya seorang muslim wajib mencintai kaum muslimin yang lain sebagai keharusan dari cinta dia kepada Allah. Dari Anas radhiallahu anhu dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau bersabda:

لَا يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى يُحِبَّ لِأَخِيهِ مَا يُحِبُّ لِنَفْسِهِ

“Tidaklah beriman seseorang dari kalian sehingga dia mencintai untuk saudaranya sebagaimana dia mencintai untuk dirinya sendiri”. (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Dan juga Nabi shallallahu alaihi wasallam mengabarkan dalam hadits An-Nu’man bin Bisyir dia berkata:

مَثَلُ الْمُؤْمِنِينَ فِي تَوَادِّهِمْ وَتَرَاحُمِهِمْ وَتَعَاطُفِهِمْ مَثَلُ الْجَسَدِ إِذَا اشْتَكَى مِنْهُ عُضْوٌ تَدَاعَى لَهُ سَائِرُ الْجَسَدِ بِالسَّهَرِ وَالْحُمَّى
“Permisalan kaum mukminin dalam hal saling mencintai, mengasihi, dan menyayangi di antara mereka bagaikan satu tubuh. Apabila ada salah satu anggota tubuh yang merintih kesakitan, maka seluruh tubuhnya akan ikut merasakannya dengan cara terjaga (tidak bisa tidur) dan panas (demam).” (HR. Muslim)

Kecintaan karena Allah ini adalah kecintaan yang murni karena Allah, kecintaan yang tidak didasari oleh maksud-maksud duniawiah. Karenanya Allah Ta’ala membalas orang-orang yang saling mencintai karena Allah dengan memberikan kepada mereka naungan dari teriknya matahari di padang mahsyar kelak di hari kiamat.

Dan manusia yang paling pertama masuk ke dalam keutamaan ini (tentunya setelah para nabi) adalah para sahabat Al-Anshar. Karena Allah Ta’ala telah mengabarkan tentang keadaan mereka dalam firmanya yang artinya, “Dan orang-orang yang telah menempati kota Madinah dan telah beriman (Anshor) sebelum (kedatangan) mereka (Muhajirin), mereka (Anshor) ‘mencintai’ orang yang berhijrah kepada mereka (Muhajirin). Dan mereka (Anshor) tiada menaruh keinginan dalam hati mereka terhadap apa-apa yang diberikan kepada mereka (Muhajirin). Dan mereka mengutamakan (orang-orang Muhajirin) atas diri mereka sendiri, sekalipun mereka dalam kesusahan. Dan siapa yang dipelihara dari kekikiran dirinya, mereka itulah orang-orang yang beruntung.” (QS. Al-Hasyr: 9)

Setelah hal ini kita pahami, maka di sini ada point penting yang harus diperhatikan. Yaitu bahwa mengutamakan saudara dalam kebaikan tidaklah menafikan atau bertolak belakang dengan perintah untuk berlomba-lomba dalam kebaikan. Karena Allah Ta’ala berfirman yang artinya, “Maka berlomba-lombalah kalian dalam berbuat kebaikan.” (QS. Al-Baqarah: 148) Karenanya pada setiap kebaikan yang kita lebih berhak dan lebih pantas mengerjakannya daripada saudara kita, maka di sini tentu saja kita tidak akan membiarkan siapapun untuk mendahului kita dalam mengerjakan kebaikan tersebut, dan mendahulukan saudara daripada diri sendiri dalam kasus ini tidak berlaku.

Kemudian, tidak termasuk dalam kecintaan kepada Allah dan tidak juga termasuk dalam kecintaan kepada Allah, jenis kecintaan yang dibangun di atas hawa nafsu dan maksiat alias pacaran. Karena sungguh pacaran ini merupakan kecintaan yang dibangun di atas hawa nafsu kemaksiatan kepada Allah mengingat banyaknya pelanggaran syariat yang terjadi di dalamnya. Dan jika Allah menjanjikan pahala dan keutamaan yang luar biasa bagi siapa yang saling mencintai karena Allah, maka sebaliknya Allah Ta’ala juga telah menyiapkan hukuman bagi mereka yang saling mencintai bukan karena Allah, wallahul Musta’an

http://al-atsariyyah.com/keutamaan-mencintai-karena-allah.html

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | cheap international calls