This is featured post 1 title
NoPicture
This is featured post 2 title
Suasana dalam Kabah Baitullah-Cinta Karena Allah
Sunday, 7 July 2013
Inabah di Bulan Ramadhan
Alhamdulillah (Segala Puji Bagi Allah Tuhan Seru Sekalian Alam) tak terasa hari ini semakin mendekati bulan Ramadhan. Bulan yang ditunggu-tunggu oleh umat Muslim Islam di seluruh penjuru dunia, dan sehari sebelum memasuki bulan Ramadhan sejumlah tim dari kalangan organisasi keagamaan maupun Kementerian Agama melaksanakan sidang rukyah dan melihat bulan (hilal) untuk menetapkan 1 Ramadhan 1434 Hijriah, awal kewajiban berpuasa bagi umat Islam di bulan Ramadhan.
RAMADHAN
Penceramah dalam tausiahnya, “Banyak keutamaan selama bulan Ramadhan. Doa yang dipanjatkan di bulan Ramadhan cepat diterima Allah.SWT, ibadah diterima Allah dengan berlipat-lipat ganda pahalanya, dan pintu tobat pun terbuka luas dan diampuni dosa-Nya, “katanya di sela Masjid terhadap ratusan pejabat.
Beliau pun membuka dalil, mengajak kita untuk kembali kepada Allah (Inabah) dengan tobat. Karena tobat merupakan satu diantara sarana terbaik untuk tujuan membersihkan hati dan mensucikan jiwa bagi orang-orang yang sering khilaf dan berdosa. Alhamdulillah masih diberi kesempatan bertobat di bulan Ramadhan.
Banyak dalil dari Imam kita Al-Qur’an dalam ayat Al-Qur’an dan hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam. Allah Ta’ala berfirman (yang artinya): “Dan bertobatlah kalian semuanya kepada Allah, wahai orang-orang yang beriman, agar kalian beruntung dan berjaya” (QS. An-Nuur: 31). Di dalam ayat lain: “Wahai orang-orang yang beriman, bertobatlah kalian kepada Allah dengan cara taubatan nashuha (tobat yang benar-benar murni dan tulus)…” (QS. At-Tahriim: 8).
Dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda (yang artinya): “Sungguh aku beristighfar dan bertobat kepada Allah dalam sehari lebih dari tujuh puluh kali” (HR. Al-Bukhari). Dalam riwayat lain: “Wahai umat manusia, bertobatlah kepada Allah. Sungguh aku bertobat kepada Allah dalam sehari seratus kali” (HR. Muslim).
“Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah? dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka Mengetahui. Mereka itu balasannya ialah ampunan dari Tuhan mereka dan surga yang di dalamnya mengalir sungai-sungai, sedang mereka kekal di dalamnya; dan Itulah sebaik-baik pahala orang-orang yang beramal. (Qs. Ali Imran, 135-136)
Allah SWT dengan tegas menyatakan dalam ayat diatas kalau salah satu ciri orang yang bertaqwa, adalah bukannya orang yang nggak pernah melakukan dosa atau yang nggak punya salah. Tapi, orang yang bertaqwa adalah mereka yang apabila melakukan kesalahan, mereka kemudian mengingat Allah, lalu mereka bertaubat atas segala kesalahan yang dilakukannya.
Friday, 5 July 2013
MARHABAN YA RAMADHAN
Alhamdulillah (Segala Puji Bagi
Allah) yang mempertemukan kita kembali kepada bulan Ramadhan, bulan yang mulia
dimana didalam nya terdapat banyak hikmah dan manfaat yang banyak sekali. Di
bulan Ramadhan seluruh umat Muslim di
wajibkan beribadah berpuasa dan juga sholat fardhu yang lima. Selain itu juga ibadah
sunah lainnya. Bulan Ramadhan bulan yang istimewa dimana setiap nafas menjadi
tasbih, tidur menjadi ibadah, doa-doa di ijabah oleh Allah. Di bulan Ramadhan
terdapat satu malam yakni malam Lailatul Qadar, suatu malam yang
ditunggu-tunggu seluruh umat muslim di seluruh penjuru dunia pada 10 terakhir
bulan Ramadhan di hitungan bilangan ganjil. “Malam Lailatul Qadar yang selalu
dirindukan umat Nabi Muhammad.SAW,
karena itulah bulan Ramadhan selalu disambut dengan penuh suka cita lagi
bahagia oleh umat muslim yang bertakwa pada Allah”.
Di bulan Ramadhan pada 10 malam pertama itu ada curahan kasih
sayang (Rahmat) Allah. 10 Malam berikutnya di bulan Ramadhan ada Maghfirah
(Ampunan Allah), dan 10 malam terakhir bulan Ramadhan ada Pembebasan dari siksa
api neraka.
Selamat datang bulan Ramadhan yang sebentar lagi datang.
Marhaban Ya Ramadhan. Sambutlah bulan Ramadhan ini dengan suka cita karena mana
didalam bulan Ramadhan itu banyak keberkahan dan kasih sayang. Persiapkan diri
secara fisik agar dapat menunaikan ibadah selama bulan Ramadhan yang sebentar
lagi datang.
“Barang siapa yang bergembira dan suka cita menyambut
kedatangan bulan Ramadhan, bulan penuh berkah lagi mulia. Niscaya Allah
mengharamkan jasad-nya dari api neraka. Diampuni segala dosa-dosanya”.
“Shalat lima waktu, sholat jum’at sampai ke jum’at
berikutnya, puasa ramadhan ke puasa ramadhan berikutnya adalah sebagai
penghapus (dosa) apabila perbuatan dosa besar ditinggalkan”. (HR.Muslim).
Semoga
di bulan Ramadhan ini kita mendapat taufik dan hidayah dari Allah.SWT untuk
selalu dapat mengingat Allah, serta dapat melaksanakan ibadah wajib maupun
sunah sesuai dengan apa yang dilakukan Nabi kita Muhammad.SAW.
“Ya Allah, Ampunillah kami atas dosa dan kekhilafan kami.
Bentangilah curahan cinta kasih dan sayangmu kepada kami, dan lindungilah kami
dari azab siksa serta kemurkaanmu. Bimbinglah kami Ya Allah dalam menjalani
sisa umur dalam kehidupan kami untuk selalu taat dan ingat padamu, dan
tetapkanlah ketaatan dan kebaikan itu pada diri kami hingga nafas terakhir
kami. Bentangilah kami Ya Allah dengan Maghfirah dan Inayah dari mu Illahi,
akhirilah kehidupan kami yang menyerah padamu Illahi dengan Khusnul Khatimah
dan mendapatkan keridhoanmu. Illahi naungilah kami yang menyandarkan setiap
hallikhwal yang kau tanam pada hati kami berupa cinta kasih dan sayang
semata-mata karena Allah, jadikanlah kami orang yang pandai bersyukur atas
nikmat dan anugerah yang kau beri kepada diri kami”. Nasrullah
Friday, 21 June 2013
Khutbah Jum'at Ulama Untuk Perbanyak Ibadah di Bulan Syaban
Subhanallah (Maha Suci
Allah) Alhamdullilah (Segala Puji bagi Allah), begitu indahnya terdengar Beliau
memberikan pesan yang dikemas dalam sholat Jum’at melalui kumandang Khutbah jum’atnya
seraya mencari ‘Saat’ waktu ter-ijabahnya doa dari Allah.SWT di setiap hari jum’at.
Ketua Majelis Ulama Indonesia
Kabupaten Tapin, Drs.HM.Hamdhani menyapa umat dengan khutbahnya tentang bulan
Syaban. Dimana Beliau menyampaikan bulan Syaban adalah satu diantara bulan yang
di istimewakan Allah.SWT, sebagaimana Nabi Muhammad.SAW menyampaikan bulan
bulan yang mulia yang didalamnya terdapat banyak kelebihan. “Bulan Rajab bulan Allah, Bulan Sya’ban
bulan-ku, dan bulan Ramadhan bulan umatku. Kemulian Rajab dengan malam Isra
Mi’raj-Nya Nabi Muhammad.SAW, bulan Sya’ban dengan malam Nisfu-Nya, dan bulan
Ramadhan dengan keutamaan satu malamnya pada 10 terakhir bulan Ramadhan yakni
Lailatul Qadar-Nya”.
Di bulan Syaban terutama pada malam
Nisfu Syaban, “Allah SWT mencari orang-orang yang meminta ampunan dari Allah,
maka akan diampuni. Orang-orang yang meminta Rezeki akan diberi Allah Rezeki,
Orang-orang yang mendapatkan ujian dari Allah berupa musibah di malam Nisfu
Syaban mereka akan di bebaskan dari musibah yang menimpanya. Hidupkanlah malam
Nisfu Syaban dengan memperbanyak ibadah kepada Allah.SWT diantaranya dengan
ibadah sholat di malam harinya, dan siang harinya berpuasa sunah, “tuturnya.
Pengumuman sudah
mulai berkumandang, Insya Allah di daerah ini malam Nisfu Syaban akan
berlangsung pada Minggu (23/6) malam dan, Senin (24/6) dini hari hingga
keesokan harinya bagi yang berpuasa hari itu.
Ya Allah Yang Maha Pengasih lagi maha penyayang, Ampunilah kami
di malam Nifsu Syaban ini dan perluaslah rizki bagi kami, serta bebaskanlah
kami dari penyakit, dan lindungilah kami selalu dari azab dan kemurkaanmu.
(Nasrullah)
Thursday, 20 June 2013
Ulama Imbau Pemerintah Daerah Segera Bersiap Menjelang Ramadhan
RANTAU, Tanpa
terasa sebentar lagi bulan Ramadhan, dan sudahkah Anda mempersiapkan diri untuk
menghadapi bulan mulia ini. Sebagaimana doa Nabi Muhammad.SAW, “Allahumma
barik lana fi rajaba wa sya’ban wa balighna fi Ramadhan”. Artinya Ya Allah Berkahilah kami di bulan Rajab dan
Sya’ban wa Berkahilah kami di bulan Ramadhan.
Demikian diungkapkan Ketua Majelis Ulama Indonesia Kabupaten
Tapin, Drs.HM.Hamdhani, Kamis (20/6) kemarin.
Ada tiga bulan yang dimuliakan Allah, yang di dalamnya memiliki banyak keutamaan. Tiga bulan itu yakni Rajab, Syaban, dan Ramadhan merupakan
bulan yang diistimewakan, nan masing-masing bulan memiliki keutamaan di dalamnya seperti
di bulan Rajab, pada bulan Rajab pernah terjadi peristiwa besar yakni Isra Mi’raj nabi besar Muhammad.SAW. Bulan Syaban dengan malam Nifsu Syabannya, kemudian di bulan Ramadhan pada 10
terakhir di bulan Ramadhan ada satu malam yang istimewa yakni Lailatul Qadar.
Rasullulah minta diberikan keberkahan sejak bulan Rajab sampai bulan Ramadhan,
berkat itu adalah dimana Rasulullah minta kepada Allah adanya tambahan kebaikan-kebaikan pada tiga bulan itu, dan
kebaikan itu terus berkembang atau ada
nilai lebih (plus). “Kalau bulan lain ada sholatnya yang tidak sempurna, dan di
bulan Rajab mulai disempurnakan. Atau di bulan lain tidak ikut jamaah, mulai bulan rajab
lebih aktif berjamaah. Kemudian ibadah sosialnya seperti infaq dan sedeqah juga
ditingkatkan di bulan Rajab. Kenapa demikian, dikatakannya, “karena puncak
ibadah berada di bulan Ramadhan, sementara di bulan Rajab dan Syaban adalah
persiapannya. Jika tidak ada persiapan
pada dua bulan sebelum Ramadhan itu, tentunya sangat berat melaksanakan ibadah di
bulan Ramadhan. Untuk itu perlu melaksanakan persiapan, sebagaimana Rasulullah
dalam doanya “Ya Allah Berikan keberkahan kepada Kami, dan berikan nilai lebih
kepada kami di bulan Rajab, Syaban hingga sampai kepada Ramadhan, “katanya.
Sementara persiapan kita di Majelis Ulama Indonesia Kabupaten
Tapin menjelang bulan Ramadhan itu kita pertama aktif menyelenggarakan kegiatan
bersama Tim Rukhyatul Hilal Kabupaten Tapin seperti Kantor Kementerian Agama
Kabupaten Tapin dan Bagian Kesra Pemkab Tapin untuk memantau hilal menjelang 1
Ramadhan dan 1 Syawal. Kemudian MUI Tapin memberikan himbauan dan harapan dalam
menghadapi bulan Ramadhan yang tentunya mendorong umat agar mengisi Ramadhan
dengan baik dengan ibadah-ibadah yang maksimal dan menghindari kegiatan atau
hal yang maksiat. “Juga tentunya kami MUI Tapin berharap kepada Pemerintah
Daerah agar lebih meningkatkan kegiatan keagamaan di bulan Ramadhan, “katanya.
(Rull)
Bulan Rajab
Jum’at kemarin seorang penceramah dari kantor Kementerian Agama di Masjid Humasa Rantau dalam khutbah-Nya mengatakan keutamaan bulan Rajab sebagai bulan yang termasuk dimuliakan Allah.SWT. Sebagaimana Nabi Muhammad.SAW menunjukan keutamaan bulan Rajab, “BulanRajab bulan Allah,Bulan Sya’ban bulan-ku,dan bulan Ramadhan bulan umatku. Kemulian Rajab dengan malam Isra Mi’raj-Nya Nabi Muhammad.SAW, Sya’ban dengan malam Nifsu-Nya, dan Ramadhan dengan keutamaan 1 malam yakni Lailatul Qadar-Nya”.
Di bulan Rajab inilah terjadi satu peristiwa penting bagi umat Islam yakni sejarah perjalanan Nabi Muhammad.SAW dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa dilanjutkan ke Sidrathul Muntaha, diatas langit tertinggi dalam satu malam. Disanalah Nabi Muhammad.SAW menyaksikan kebesaran Allah, (Al-Qur’an Surat Al Najm (53:18).
Disana-lah Nabi Muhammad.SAW mendapatkan perintah dari Allah.SWT untuk melaksanakan kewajiban sholat lima waktu yang sekarang menjadi kewajiban umat muslim.
Pada bulan Rajab ini-lah, Allah.SWT membuka pintu tobat yang luas bagi umat-Nya, dimana diampunkan dosa orang-orang yang meminta ampun dan bertobat kepada-Nya, diampunkan dosa orang-orang yang meminta ampun lagi bertobat kepada Allah.SWT. Berpuasa pada bulan Rajab, diampunkan dosa-dosa-Nya yang lalu, juga dipelihara sisa umur-Nya oleh Allah.
“Ya Allah ampunilah dosa dan kesalahan serta kekhilafan kami, dan terimalah tobat kami di bulan yang mulia ini ”.
Bulan Syaban
Malam Nisfu Syaban, Allah akan mencari orang-orang yang meminta ampunan, meminta rizki dan membebaskan orang-orang yang sedang tertimpa musibah sakit.
Suatu malam rasulullah salat, kemudian beliau bersujud panjang, sehingga aku menyangka bahwa Rasulullah telah diambil, karena curiga maka aku gerakkan telunjuk beliau dan ternyata masih bergerak. Setelah Rasulullah usai salat beliau berkata: "Hai A'isyah engkau tidak dapat bagian?". Lalu aku menjawab: "Tidak ya Rasulullah, aku hanya berfikiran yang tidak-tidak (menyangka Rasulullah telah tiada) karena engkau bersujud begitu lama". Lalu beliau bertanya: "Tahukah engkau, malam apa sekarang ini". "Rasulullah yang lebih tahu", jawabku. "Malam ini adalah malam nisfu Sya'ban, Allah mengawasi hambanya pada malam ini, maka Ia memaafkan mereka yang meminta ampunan, memberi kasih sayang mereka yang meminta kasih sayang dan menyingkirkan orang-orang yang dengki" (H.R. Baihaqi).
Perbanyak Sujud di Malam Nisfu Syaban merupakan diantara amal ibadah yang dilakukan Nabi Muhammad.SAW kendati hadist yang diriwayatkan sanadnya masih lemah namun ada Ulama berpendapat bahwa hadis lemah dapat digunakan untuk Fadlail A'mal (keutamaan amal). Walaupun hadis-hadis tersebut tidak sahih, namun melihat dari hadis-hadis lain yang menunjukkan kautamaan bulan Sya'ban, dapat diambil kesimpulan bahwa malam Nisfu Sya'ban jelas mempunyai keutamaan dibandingkan dengan malam-malam lainnya.
Segala sesuatu dalam mengerjakan kebaikan diniatkan karena Allah tentunya akan bernilai ibadah disisinya. Ibadah sholat adalah ibadah wajib yang rutin dilaksanakan umat Islam minimal 5 kali sehari semalam, dalam sholat dan ibadah kita kepada Allah terdapat hak Allah atas hambanya. Lantas apa hak Allah atas hamba, Hak Allah atas hamba adalah menyembah Allah semata dengan Tauhid, bersaksi bahwa tiada tuhan selain Allah dan bersaksi nabi Muhammad.SAW utusan Allah. Dihatinya hanya ada Allah dan rasulnya lebih dari apapun, dengan selalu berzikir dan salawat.
Intinya isyarat Allah yang punya Hak dalam Ibadah kita dan setiap ucapan sholat kita dalam surat Al Fatihah, Iyayka na’ budu Wa iyyaka nastaiin ( Hanya Kepada Engkau kami menyembah dan hanya kepada Engkau kami memohon pertolongan).
Selain Ibadah sholat juga ada Ibadah sedeqah atau menjenguk orang yang sakit lagi meminta pertolongan, sebagaimana pengalaman hari ini yang baru terlewatkan.
Dalam hadits qudsi Allah berfirman: ”Wahai manusia, si fulan hamba-Ku sakit dan engkau tidak membesuknya. Ingatlah seandainya engkau membesuknya niscaya engkau mendapati-Ku di sisinya.” (HR Muslim dari Abu Hurairah).
Dari sini jelas, bahwa dengan Ibadah menjenguk orang yang sakit Allah sudah memujinya dan menjanjikan bahwa Allah berada dekat dengan orang sakit. Apalagi menolong orang yang sakit baik itu dengan pikiran, harta, dan tenaga yang digunakan dijalan Allah.
Semoga di malam Nisfu Sya’ban ini, Allah menaungi seseorang yang menolong dan menjenguk orang sakit dengan cinta, kasih, sayangnya dan maghfirahnya. Dan menyembuhkan orang yang sedang dilanda ujian berupa sakit, serta memberikan rizki yang luas lagi banyak bagi orang-orang menggunakannya di jalan Allah dari Allah untuk Allah, dan karena Allah. Sebagaimana keutamaan malam Nisfu Syaban ini. Allah mengawasi hambanya pada malam ini, dan Alah mencari orang-orang yang meminta ampunan, orang-orang yang berdoa meminta rizki, dan orang-orang yang mendapatkan musibah berupa sakit.
“Pada malam Nisfu Sya’ban hidupkanlah dengan ibadah sholat dan puasa pada siang harinya. Sesungguhnya Allah.SWT turun ke langit dunia pada malam itu dan mencari dimanakah orang-orang yang meminta ampunan maka akan diampuni, orang yang meminta rizqi akan diberi rizki, orang-orang yang mendapatkan ujian berupa musibah maka akan dibebaskan, hingga fajar menyingsing.” (HR.Ibnu Madjah)
http://www.badalmaya.blogspot.com/2012/06/bulan-syaban-sebentar-lagi-ramadhan.html
Bulan Ramadhan
Segala puji bagi Allah.SWT, selamat datang Ramadhan, sebentar lagi kita akan menyambut kedatangan ‘RAMADHAN’, tamu yang mulia lagi agung yakni bulan yang penuh berkah dan kasih sayang (Rahmat) serta banyak lagi keutamaan dan keistimewaan di dalamnya. 10 hari pertama bulan Ramadhan itu ada rahmat (kasih sayang) Allah, 10 hari berikutnya itu ada Maghfirah (Ampunan Allah), dan 10 hari berikutnya itu ada pembebasan dari api neraka. Bulan Ramadhan merupakan bulan istimewa dibandingkan bulan-bulan lainnya, bulan orang-orang berpuasa wajib, sholat malam, membaca al-qur’an, zikir, dan ibadah sunah lainnya. Di bulan Ramadhan nafasmu menjadi tasbih, tidurmu ibadah, amal-amal di terima dan doa-doa di ijabah. Bermohon seraya berharap kepada Allah agar membimbing kita untuk melakukan puasa dan membaca kitab suci lagi banyak ingat kepada Allah, hingga Allah mengampuni kita. Dalam bulan Ramadhan terdapat satu malam yang nilainya pada malam itu orang beribadah sama dengan seribu bulan.
Sebagaimana Khatib Jum’at kemarin menyampaikan setengah bulan sebelum Ramadhan, tanpa terasa saat ini kita sudah berada dipertengahan bulan Sya’ban, yang sebentar lagi menyambut tamu mulia lagi agung yakni Bulan Ramadhan, bulan penuh ampunan lagi keberkahan.
“Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, beliau berkata: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Telah datang kepada kalian bulan Ramadhan, bulan yang penuh berkah, Allah telah mewajibkan atas kalian berpuasa di dalamnya, dibuka pintu-pintu langit dan ditutup pintu-pintu neraka jahim serta dibelenggu pemimpin-pemimpin setan, di dalamnya Allah mempunyai satu malam yang lebih baik dari seribu bulan siapa yang dihalangi untuk mendapatkan kebaikannya maka ia telah benar-benar dihalangi dari kebaikan“. Hadits riwayat An Nasai dan dishahihkan di dalam kitab Shahih At Targhib Wa At Tarhib.
“Semoga kita dipanjangkan umur dan bertemu dengan tamu mulia kita yakni bulan Ramadhan yang sebentar lagi datang, dan semoga juga mendapatkan petunjuk dan hidayah dari Allah.SWT untuk melaksanakan kewajiban menunaikan ibadah di bulan Ramadhan maupun bulan-bulan lainnya, dan tercapai hajat doa dan mendapatkan Ridho Allah.SWT, Amin, “kata khatib saat sholat jum’at.
Dalam menyambut bulan suci Ramadhan, kita harus menyambut tamu mulia ini dengan suka cita. Termasuk mempersiapkan fisik untuk menghadapi bulan Ramadhan ini, karena kita akan melaksanakan ibadah wajib puasa di bulan Ramadhan.
“Ya Allah pertemukanlah kami selalu dalam bulan mulia Ramadhan ini, dan naungilah kami selalu serta bentangilah kami dengan kasih sayangmu kepada kami. Ya Allah bentangilah maghfirahmu kepada kami dan beri petunjuk dan hidayahmu agar dapat menunaikan perintahmu dan menjauhi laranganmu. Ya Allah ampunilah kami, tetapkanlah hati dan jiwa kami untuk terus mencari keridhoanmu selalu. Illahi anta maksudi waridhoka matlubi attini mahabahtakka wamarifataka.”
Bulan Rajab
Jum’at kemarin seorang penceramah dari kantor Kementerian Agama di Masjid Humasa Rantau dalam khutbah-Nya mengatakan keutamaan bulan Rajab sebagai bulan yang termasuk dimuliakan Allah.SWT. Sebagaimana Nabi Muhammad.SAW menunjukan keutamaan bulan Rajab, “BulanRajab bulan Allah,Bulan Sya’ban bulan-ku,dan bulan Ramadhan bulan umatku. Kemulian Rajab dengan malam Isra Mi’raj-Nya Nabi Muhammad.SAW, Sya’ban dengan malam Nifsu-Nya, dan Ramadhan dengan keutamaan 1 malam yakni Lailatul Qadar-Nya”.
Di bulan Rajab inilah terjadi satu peristiwa penting bagi umat Islam yakni sejarah perjalanan Nabi Muhammad.SAW dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa dilanjutkan ke Sidrathul Muntaha, diatas langit tertinggi dalam satu malam. Disanalah Nabi Muhammad.SAW menyaksikan kebesaran Allah, (Al-Qur’an Surat Al Najm (53:18).
Disana-lah Nabi Muhammad.SAW mendapatkan perintah dari Allah.SWT untuk melaksanakan kewajiban sholat lima waktu yang sekarang menjadi kewajiban umat muslim.
Pada bulan Rajab ini-lah, Allah.SWT membuka pintu tobat yang luas bagi umat-Nya, dimana diampunkan dosa orang-orang yang meminta ampun dan bertobat kepada-Nya, diampunkan dosa orang-orang yang meminta ampun lagi bertobat kepada Allah.SWT. Berpuasa pada bulan Rajab, diampunkan dosa-dosa-Nya yang lalu, juga dipelihara sisa umur-Nya oleh Allah.
“Ya Allah ampunilah dosa dan kesalahan serta kekhilafan kami, dan terimalah tobat kami di bulan yang mulia ini ”.
Bulan Syaban
Malam Nisfu Syaban, Allah akan mencari orang-orang yang meminta ampunan, meminta rizki dan membebaskan orang-orang yang sedang tertimpa musibah sakit.
Suatu malam rasulullah salat, kemudian beliau bersujud panjang, sehingga aku menyangka bahwa Rasulullah telah diambil, karena curiga maka aku gerakkan telunjuk beliau dan ternyata masih bergerak. Setelah Rasulullah usai salat beliau berkata: "Hai A'isyah engkau tidak dapat bagian?". Lalu aku menjawab: "Tidak ya Rasulullah, aku hanya berfikiran yang tidak-tidak (menyangka Rasulullah telah tiada) karena engkau bersujud begitu lama". Lalu beliau bertanya: "Tahukah engkau, malam apa sekarang ini". "Rasulullah yang lebih tahu", jawabku. "Malam ini adalah malam nisfu Sya'ban, Allah mengawasi hambanya pada malam ini, maka Ia memaafkan mereka yang meminta ampunan, memberi kasih sayang mereka yang meminta kasih sayang dan menyingkirkan orang-orang yang dengki" (H.R. Baihaqi).
Perbanyak Sujud di Malam Nisfu Syaban merupakan diantara amal ibadah yang dilakukan Nabi Muhammad.SAW kendati hadist yang diriwayatkan sanadnya masih lemah namun ada Ulama berpendapat bahwa hadis lemah dapat digunakan untuk Fadlail A'mal (keutamaan amal). Walaupun hadis-hadis tersebut tidak sahih, namun melihat dari hadis-hadis lain yang menunjukkan kautamaan bulan Sya'ban, dapat diambil kesimpulan bahwa malam Nisfu Sya'ban jelas mempunyai keutamaan dibandingkan dengan malam-malam lainnya.
Segala sesuatu dalam mengerjakan kebaikan diniatkan karena Allah tentunya akan bernilai ibadah disisinya. Ibadah sholat adalah ibadah wajib yang rutin dilaksanakan umat Islam minimal 5 kali sehari semalam, dalam sholat dan ibadah kita kepada Allah terdapat hak Allah atas hambanya. Lantas apa hak Allah atas hamba, Hak Allah atas hamba adalah menyembah Allah semata dengan Tauhid, bersaksi bahwa tiada tuhan selain Allah dan bersaksi nabi Muhammad.SAW utusan Allah. Dihatinya hanya ada Allah dan rasulnya lebih dari apapun, dengan selalu berzikir dan salawat.
Intinya isyarat Allah yang punya Hak dalam Ibadah kita dan setiap ucapan sholat kita dalam surat Al Fatihah, Iyayka na’ budu Wa iyyaka nastaiin ( Hanya Kepada Engkau kami menyembah dan hanya kepada Engkau kami memohon pertolongan).
Selain Ibadah sholat juga ada Ibadah sedeqah atau menjenguk orang yang sakit lagi meminta pertolongan, sebagaimana pengalaman hari ini yang baru terlewatkan.
Dalam hadits qudsi Allah berfirman: ”Wahai manusia, si fulan hamba-Ku sakit dan engkau tidak membesuknya. Ingatlah seandainya engkau membesuknya niscaya engkau mendapati-Ku di sisinya.” (HR Muslim dari Abu Hurairah).
Dari sini jelas, bahwa dengan Ibadah menjenguk orang yang sakit Allah sudah memujinya dan menjanjikan bahwa Allah berada dekat dengan orang sakit. Apalagi menolong orang yang sakit baik itu dengan pikiran, harta, dan tenaga yang digunakan dijalan Allah.
Semoga di malam Nisfu Sya’ban ini, Allah menaungi seseorang yang menolong dan menjenguk orang sakit dengan cinta, kasih, sayangnya dan maghfirahnya. Dan menyembuhkan orang yang sedang dilanda ujian berupa sakit, serta memberikan rizki yang luas lagi banyak bagi orang-orang menggunakannya di jalan Allah dari Allah untuk Allah, dan karena Allah. Sebagaimana keutamaan malam Nisfu Syaban ini. Allah mengawasi hambanya pada malam ini, dan Alah mencari orang-orang yang meminta ampunan, orang-orang yang berdoa meminta rizki, dan orang-orang yang mendapatkan musibah berupa sakit.
“Pada malam Nisfu Sya’ban hidupkanlah dengan ibadah sholat dan puasa pada siang harinya. Sesungguhnya Allah.SWT turun ke langit dunia pada malam itu dan mencari dimanakah orang-orang yang meminta ampunan maka akan diampuni, orang yang meminta rizqi akan diberi rizki, orang-orang yang mendapatkan ujian berupa musibah maka akan dibebaskan, hingga fajar menyingsing.” (HR.Ibnu Madjah)
http://www.badalmaya.blogspot.com/2012/06/bulan-syaban-sebentar-lagi-ramadhan.html
Bulan Ramadhan
Segala puji bagi Allah.SWT, selamat datang Ramadhan, sebentar lagi kita akan menyambut kedatangan ‘RAMADHAN’, tamu yang mulia lagi agung yakni bulan yang penuh berkah dan kasih sayang (Rahmat) serta banyak lagi keutamaan dan keistimewaan di dalamnya. 10 hari pertama bulan Ramadhan itu ada rahmat (kasih sayang) Allah, 10 hari berikutnya itu ada Maghfirah (Ampunan Allah), dan 10 hari berikutnya itu ada pembebasan dari api neraka. Bulan Ramadhan merupakan bulan istimewa dibandingkan bulan-bulan lainnya, bulan orang-orang berpuasa wajib, sholat malam, membaca al-qur’an, zikir, dan ibadah sunah lainnya. Di bulan Ramadhan nafasmu menjadi tasbih, tidurmu ibadah, amal-amal di terima dan doa-doa di ijabah. Bermohon seraya berharap kepada Allah agar membimbing kita untuk melakukan puasa dan membaca kitab suci lagi banyak ingat kepada Allah, hingga Allah mengampuni kita. Dalam bulan Ramadhan terdapat satu malam yang nilainya pada malam itu orang beribadah sama dengan seribu bulan.
Sebagaimana Khatib Jum’at kemarin menyampaikan setengah bulan sebelum Ramadhan, tanpa terasa saat ini kita sudah berada dipertengahan bulan Sya’ban, yang sebentar lagi menyambut tamu mulia lagi agung yakni Bulan Ramadhan, bulan penuh ampunan lagi keberkahan.
“Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, beliau berkata: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Telah datang kepada kalian bulan Ramadhan, bulan yang penuh berkah, Allah telah mewajibkan atas kalian berpuasa di dalamnya, dibuka pintu-pintu langit dan ditutup pintu-pintu neraka jahim serta dibelenggu pemimpin-pemimpin setan, di dalamnya Allah mempunyai satu malam yang lebih baik dari seribu bulan siapa yang dihalangi untuk mendapatkan kebaikannya maka ia telah benar-benar dihalangi dari kebaikan“. Hadits riwayat An Nasai dan dishahihkan di dalam kitab Shahih At Targhib Wa At Tarhib.
“Semoga kita dipanjangkan umur dan bertemu dengan tamu mulia kita yakni bulan Ramadhan yang sebentar lagi datang, dan semoga juga mendapatkan petunjuk dan hidayah dari Allah.SWT untuk melaksanakan kewajiban menunaikan ibadah di bulan Ramadhan maupun bulan-bulan lainnya, dan tercapai hajat doa dan mendapatkan Ridho Allah.SWT, Amin, “kata khatib saat sholat jum’at.
Dalam menyambut bulan suci Ramadhan, kita harus menyambut tamu mulia ini dengan suka cita. Termasuk mempersiapkan fisik untuk menghadapi bulan Ramadhan ini, karena kita akan melaksanakan ibadah wajib puasa di bulan Ramadhan.
“Ya Allah pertemukanlah kami selalu dalam bulan mulia Ramadhan ini, dan naungilah kami selalu serta bentangilah kami dengan kasih sayangmu kepada kami. Ya Allah bentangilah maghfirahmu kepada kami dan beri petunjuk dan hidayahmu agar dapat menunaikan perintahmu dan menjauhi laranganmu. Ya Allah ampunilah kami, tetapkanlah hati dan jiwa kami untuk terus mencari keridhoanmu selalu. Illahi anta maksudi waridhoka matlubi attini mahabahtakka wamarifataka.”
Subscribe to:
Posts (Atom)

