Friday, 11 September 2020

Yaa Allah Biha...Yaa Allah Biha...Yaa Allah Bilhusnil Khatimah

Setiap wirid sholat di masjid hingga waktu subuh berkumandang Yaa Allah Biha...Yaa Allah Biha...Yaa Allah Bilhusnil Khatimah ( Yaa Allah berilah Hamba akhir hidup yang baik).

Diceritakan Guru Sekumpul, ada seorang Habib ketika membaca lantunan doa itu dirinya selalu pingsan. Disamping itu, deraian air mata tanda curahan rahmat kasih sayang Allah dirinya dapatkan berkat doa ini.


Beliau seorang muslim yang diberi kemampuan dapat melaksanakan hak Allah atas dirinya hingga  setiap harinya khatam Qur'an dan sholat pun tak pernah ketinggalan. Menangis takut kepada Allah tanda dirinya selalu menjaga keimanan dan  ketakwaan kepada maha pencipta seluruh alam semesta. Bagaimana nasib diri di akhirat nanti ?


Apakah dosa hamba diampuni Allah?


Apakah diri termasuk golongan orang-orang yang mendapatkan pertolongan Allah melalui Syafaat Rasulullah.Saw. Dan bisa bertemu dengan Rasulullah Saw yang di cinta, kasih, sayang semata-mata karena Allahu ta'ala.


Guru mulia berkata, jika seseorang sibuk menangisi urusan akhiratnya maka dirinya akan lupa urusan dunianya.


Menangis takut kepada Allah merupakan bentangan curahan kasih sayang Allah mengalir pada dirinya. Apalagi tangisnya itu karena takut kepada Allah.


MENANGIS KARENA TAKUT KEPADA ALLAH

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tidak akan masuk neraka seseorang yang menangis karena merasa takut kepada Allah sampai susu [yang telah diperah] bisa masuk kembali ke tempat keluarnya.” (HR. Tirmidzi [1633]).


Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda, “Ada dua buah mata yang tidak akan tersentuh api neraka; mata yang menangis karena merasa takut kepada Allah, dan mata yang berjaga-jaga di malam hari karena menjaga pertahanan kaum muslimin dalam [jihad] di jalan Allah.” (HR. Tirmidzi [1639], disahihkan Syaikh al-Albani dalam Sahih Sunan at-Tirmidzi [1338]).


Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tidak ada yang lebih dicintai oleh Allah selain dua jenis tetesan air dan dua bekas [pada tubuh]; yaitu tetesan air mata karena perasaan takut kepada Allah, dan tetesan darah yang mengalir karena berjuang [berjihad] di jalan Allah. Adapun dua bekas itu adalah; bekas/luka pada tubuh yang terjadi akibat bertempur di jalan Allah dan bekas pada tubuh yang terjadi karena mengerjakan salah satu kewajiban yang diberikan oleh Allah.” (HR. Tirmidzi [1669] disahihkan oleh Syaikh al-Albani dalam Sahih Sunan at-Tirmidzi [1363]).


Abdullah bin Umar radhiyallahu’anhuma mengatakan, “Sungguh, menangis karena takut kepada Allah itu jauh lebih aku sukai daripada berinfak uang seribu dinar!”.


Ka’ab bin al-Ahbar rahimahullah mengatakan, “Sesungguhnya mengalirnya air mataku sehingga membasahi kedua pipiku karena takut kepada Allah itu lebih aku sukai daripada aku berinfak emas yang besarnya seukuran tubuhku.”


Mu’adz radhiyallahu’anhu pun suatu ketika pernah menangis tersedu-sedu. Kemudian ditanyakan kepadanya, “Apa yang membuatmu menangis?”. Maka beliau menjawab, “Karena Allah ‘azza wa jalla hanya mencabut dua jenis nyawa. Yang satu akan masuk surga dan satunya akan masuk ke dalam neraka. Sedangkan aku tidak tahu akan termasuk golongan manakah aku di antara kedua golongan itu?”.

al-Hasan al-Bashri rahimahullah pun pernah menangis, dan ditanyakan kepadanya, “Apa yang membuatmu menangis?”. Maka beliau menjawab, “Aku khawatir besok Allah akan melemparkan diriku ke dalam neraka dan tidak memperdulikanku lagi.”

Abu Musa al-Asya’ri radhiyallahu’anhu suatu ketika memberikan khutbah di Bashrah, dan di dalam khutbahnya dia bercerita tentang neraka. Maka beliau pun menangis sampai-sampai air matanya membasahi mimbar! Dan pada hari itu orang-orang (yang mendengarkan) pun menangis dengan tangisan yang amat dalam.

Abu Hurairah radhiyallahu’anhu menangis pada saat sakitnya [menjelang ajal]. Maka ditanyakan kepadanya, “Apa yang membuatmu menangis?!”. Maka beliau menjawab, “Aku bukan menangis gara-gara dunia kalian [yang akan kutinggalkan] ini. Namun, aku menangis karena jauhnya perjalanan yang akan aku lalui sedangkan bekalku teramat sedikit, sementara bisa jadi nanti sore aku harus mendaki jalan ke surga atau neraka, dan aku tidak tahu akan ke manakah digiring diriku nanti?”.

Suatu malam al-Hasan al-Bashri rahimahullah terbangun dari tidurnya lalu menangis sampai-sampai tangisannya membuat segenap penghuni rumah kaget dan terbangun. Maka mereka pun bertanya mengenai keadaan dirinya, dia menjawab, “Aku teringat akan sebuah dosaku, maka aku pun menangis.”


Saturday, 29 August 2020

Bubur Asyura Kuliner Daerah Semarakkan Tahun Baru Islam

 



Bubur Asyura Kuliner Daerah Di Tahun Baru Islam


RANTAU,- Di Kabupaten Tapin Kalimantan Selatan terdapat satu tradisi yang menjadi ciri khas daerahnya yang menjadi kebiasaan umat muslim di daerah ini dan dilaksanakan setiap tahunnya bertepatan pada 10 Muharam yang termasuk hari istimewa dikenal Yaumil Asyura.


Mereka kaum Ibu-ibu, secara berkelompok bergotong royong mengolah kuliner khas daerahnya bernama "Bubur Asyura", yang dikelola dan dimasak dengan cara tradisi atau  istilah mereka mengawah yang menjadi pemandangan menarik. 


Seperti yang terlihat warga desa Perintis Raya hingga ke Banua Halat, Sabtu, 29 Agustus 2020. Sejak pagi mereka berkumpul untuk menyiapkan bahan-bahan makanan dan wajan untuk istilah mereka mengawah. Bergontong royong sekaligus menjalin silaturahmi antar umat muslim dan memberikan makanan yang lezat dan nikmat berupa bubur olahannya untuk seluruh umat Rasulullah Nabi Muhammad.Saw. Luar biasa cinta mereka terhadap Rasulullah.


10 Muharam hari istimewa, mereka percaya itu. Bahwa catatan sejarah banyak sekali terjadi di zaman para nabi, Kisah Nabi Musa membelah lautan, Nabi Adam diterima taubatnya oleh Allah, Nabi Yunus dikeluarkan dari perut ikan dan kejadian besar lainnya, Semuanya terjadi di Hari Asyuro. Itulah diantaranya umat muslim di daerah ini ada yang beribadah puasa sunah dan memasak bubur Asyura.


Nasrullah




Friday, 21 August 2020

Tiga Tanda Kehebatan Seseorang

Mengukur kehebatan seseorang dari tiga sudut pandang Imam Syafi'i.


Menurut beliau,


*قال الإمام الشافعي رحمه الله*

*جوهر المرء في ثلاث*


   Imam Syafi'i berkata:

Kehebatan seseorang terdapat pada tiga perkara


• *كتمان الفقر:*

*حتى يظن الناس من عفتك أنك غني*


1. Kemampuan menyembunyikan kemelaratan, sehingga orang lain menyangkamu berkecukupan karena kamu tidak pernah meminta.


• *وكتمان الغضب:*

*حتى يظن الناس أنك راض*


2. Kemampuan menyembunyikan amarah, sehingga orang mengiramu merasa ridha.


• *وكتمان الشدة:*

*حتى يظن الناس أنك متنعم .*


3. Kemampuan menyembunyikan kesusahan, sehingga orang lain mengiramu selalu senang.


*[ مناقب الشافعي للبيهقي (٢/١٨٨) ]*

.

[ Kitab manaqib Imam Syafi'i, karya Al-Baihaqi, 2/188 ]

Wednesday, 19 August 2020

Selamat Tahun Baru Islam

 

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ 


*Bulan Muharram, Bulan yang Dimuliakan*


Apa saja yang harus dilakukan pada bulan Muharram.


Allah Ta'ala berfirman (yang artinya),

"Sesungguhnya jumlah bulan di sisi Allah adalah 12 bulan (yang telah ditetapkan) di dalam kitab Allah sejak menciptakan langit & bumi. Di antara 12 bulan tersebut terdapat 4 bulan yang suci. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kalian menzhalimi diri kalian pada bulan bulan (suci) tersebut.”

(QS. At Taubah : 36)


Diantara keempat bulan haram (suci) tersebut adalah bulan Dzulqa’dah, Dzulhijjah, Muharram & Rajab. Sebagaimana yang disebutkan dari sabda Rasululloh Sholallohu 'alaihi wa sallam. Rasulullah bersabda :

“Satu tahun ada 12 bulan, diantaranya ada 4 bulan suci: 3 bulan secara berurutan yaitu Dzulqa’dah, Dzulhijjah, Muharram & Rajab diantara bulan Jumada & bulan Sya’ban.”*

(HR. Bukhari)


Amalan yang hendaknya dilakukan pada bulan Muharram.


1.Perbanyak Amalan Shalih & Jauhi Maksiat

Ibnu ‘Abbas ra berkata tentang tafsir firman Allah dalam Surat At Taubah ayat 36: “…maka janganlah kalian menzhalimi diri kalian…”; Allah Ta'ala telah mengkhususkan 4 bulan dari kedua belas bulan tersebut. Dan Allah menjadikannya sbg bulan yang suci, mengagungkan kemulian-kemuliannya, menjadikan dosa yang dilakukan pada bulan tersebut lebih besar (dari bulan-bulan lainnya) serta memberikan pahala (yang lebih besar) dengan amalan-amalan shalih.” 

(Tafsir Al Qur’an Al ‘Azhim, Ibnu Katsir)


2.Perbanyaklah Puasa

Dari Abu Hurairah ra, Rasululloh Sholallohu 'alaihi wa sallam bersabda : *"Sebaik-baik puasa setelah bulan Ramadhan adalah puasa di bulan Allah, yaitu bulan Muharram. Dan shalat yg paling utama setelah shalat wajib adalah shalat malam.”*

(HR. Muslim)


3.Puasa ‘Asyuro (Tgl 10 Muharram)

Rasululloh Sholallohu 'alaihi wa sallam menyebutkan pahala bagi orang yang melaksanakan puasa sunnah ‘Asyuro, sebagaimana riwayat dari Abu Musa Al Asy’ari ra, beliau mengatakan, Rasululloh ditanya tentang puasa Asyuro, kemudian beliau menjawab, *"Puasa Asyuro menjadi penebus dosa setahun yang telah lewat”*

(HR. Muslim)


4.Muhasabah dan Introspeksi Diri.

Hari berganti dengan hari & bulan pun silih berganti dengan bulan. 

Tidak terasa pergantian tahun sudah kita jumpai lagi, rasanya sangat cepat waktu telah berlalu. 

Semakin bertambahnya waktu, maka semakin dekat dengan kematian.


Saudara & Sahabatku......

Detik demi detik

Menit demi menit

Jam demi jam

Sang waktu begitu cepatnya 

Tidak terasa sudah berapa tahun usia kita, bertambahkah amal ibadah kita atau dosa kita. Mari dekatkan diri kita kepada Allah Ta'ala, karena kematian itu pasti, dengan memperbanyak amal sholeh.


Semoga kita bisa memperbaiki ibadah kita kepada Allah Ta'ala, dan terus istiqomah bertutur kata, berfikir dan berbuat baik dan benar.


Semoga kita menjadi lebih baik dan lebih bermanfaat. Selamat Tahun Baru Islam 1442 Hijriyah. Yaa Allah, semoga engkau bentangi keridhoan dan maghfirahMu yang menjadi tujuan hidup kami. Illahi Anta Maksudi Wa Ridhoka Matlubi Attini Mahabahtaka Wa Marifataka.

Innalilahi wa Innailaihi Raji'un

 



Assalamu'alaikum Wr Wb Semuanya.


"Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji'uun". Mahyuni bin Asmail atau Abah Abub, warga desa Perintis Raya RT.1 meninggal di usianya ke-47, Rabu, 19 Agustus 2020 sekitar pukul 04:00 waktu setempat.


Turut berduka cita, selamat jalan Abah Abub, semoga Husnul Khatimah dan amal ibadah diterima Allah SWT.  Sebagaimana engkau l

Panjatkan di akhir wirid dalam sholat di musholah Darul Salam, Yaa Allah Biha 3 x Yaa bil Husnul Khatimah.


Yaa Allah semoga engkau bentangkan curahan asuhan rahmat berupa cinta, kasih, sayangmu terhadapnya. Tempatkan dirinya di tempat yang mulia lagi tinggi.


Wasalam.



Monday, 17 August 2020

Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji'uun



Assalamu'alaikum Wr Wb Semuanya, murid Guru Suni di Desa Banua Halat, Kecamatan Tapin Utara, Kabupaten Tapin berduka cita atas meninggalnya Noor Ifansyah.


"Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji'uun". Kakak Ifan bernama lengkap Noor Ifansyah Bin Ahmad Rusli, warga desa Perintis Raya RT.4 meninggal di usianya ke-45, Selasa, 18 Agustus 2020.


Turut berduka cita, selamat jalan kakak ku, semoga Husnul Khatimah dan amal ibadahnya diterima Allah SWT.  Dekat selalu dengan Rasulullah Saw.


Yaa Allah semoga engkau bentangkan curahan asuhan rahmat berupa cinta, kasih, sayangmu terhadapnya. Tempatkan dirinya di tempat yang mulia lagi tinggi.


"Rabbi anzilni munzalan mubarokan wa anta khirul munzilin"


Wasalam.




 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | cheap international calls