Saturday, 8 June 2019

Aku Bersaksi Tiada Tuhan Selain Allah



Masya Allah, Hari Raya sunyi sekali.Kata Bilal di Masjid dengan wajah sedih di tinggal bulan Ramadhan. “Selama sebulan barisan jamaah dari depan sampai belakang masjid penuh manusianya untuk betaqarub kepada Allahu taala. Di hari raya kembali tak ada orangnya yang mengisi dan kalau pun itu ada, jumlahnya dapat terhitung dengan jari,”katanya disertai cucuran air mata ditinggal bulan mulia.

Aktifitas kembali biasa lagi, setelah sebulan betaqarub mendekatkan diri kepada Allahu taala melalui ibadah yang dilakukan di masjid.Kini berlalu seiring ditinggal nya bulan Ramadhan ditandai hari nan Fitri. Semoga Allah bentangkan curahan asuhanNya selalu melalui Rahmat Kasih dan SayangNya melalui cucuran air mata yang takut pada Sang Maha Kuasa.Sebaliknya melindungi kita dari perbuatan yang membuatNya murka hingga sebabkan bala bencana.Amin.

Alhamdulillah terima kasih atas hidayah dan Inayah mu dapat mengisi bulan Ramadhan 1440 H ini dengan Iman dan Taqwa. Ikhlas menerima diri sebagai tempat persinggahan Allah taala, bahwa kebaikan itu dari Allah dan kembali kepada Allah.Sementara buruknya dari kita sendiri yang terbius oleh dunia yang fana.

Pengalaman spiritual Ramadhan ini, hamba yang tiada daya dan upaya mengenang guru kami tercinta yang kami niatkan cinta, kasih, dan sayangi beliau semata-mata karena Allah. Terkenang beliau mentalqin kami dengan dua kalimat syahadat yang sontak diri kami rindu dirinya kembali. Yaa Allah semoga engkau tinggikan derajatnya selalu hingga dekat dengan Rasulullah yg lebih kami cinta kasih dan sayangi karena Allah. Bahagiakanlah mereka dan lapangkanlah kuburnya.

Selain itu, isyarat hakiki dari dalam diri mencatat pengalaman kami memetik pelajaran fiqih dari kitab yang dibacakan Abah guru KH.Abdul Khalik, kenang kami beliau sampaikan perihal rukun wudhu, hingga rukun sholat baik secara berjamaah hingga sendiri.Bahkan sampai dengan cara membayar kafarah sholat wajib hingga puasa yang tertinggal. Selain itu kiat memandikan mayat baik laki-laki maupun perempuan, sampai tata cara berkomunikasi dengan baik dalam pergaulan hidup di lingkungan sosial masyarakat. Bahkan adab tata cara bagaimana Rasulullah keluar masuk WC dan Beristinja. Masya Allah disampaikan semua secara tulus hati dan ikhlas karena Allah.

Satu lagi yang tak terlupakan bagi kami tentang beliau sampaikan Rabbaniyatul Hukum dan Rabbaniyatul Ilmunya.

Diambil kisah riwayat Nabi Ibrahim.As yang diuji oleh Allah taala menghadapi kaumnya yang syirik pada Allah sampai diperintahkan Allahu taala untuk menyembelih anak kandungnya sendiri sebagai syarat memberantas kesyirikan yang dilanda kaumnya waktu itu.

Ibrahim adalah seorang Khalifah waktu itu yang bertekad kuat memberantas kedzaliman yang dilanda kaumnya. Beliau kesana-kemari berguru guna menuntut ilmu, setelah kesana-kemari beliau mencari, suatu hari sontak beliau secara langsung mendapatkan perintah Allah melalui malaikat Jibril as untuk menyembelih anak kandungnya.Sempat bingung beliau mendapatkan perintah tersebut bahkan hampir frustasi melalui proses tafakur nya, mana ada yang tega orang tua membunuh anaknya sendiri. Namun semuanya tetap dikembalikan kepada Allah SWT Tuhan Maha Pencipta Alam Semesta, karena dirinya merasa tiada daya dan upaya melainkan atas pertolongan Allah.

“Melihat itu Allah menolong kita sementara pada hakikatnya kita buta, demikian mendengar Allah pula sementara kita tuli dan bicara Allah juga sementara kita bisu, demikian gerak diam kita, Allah juga yang menggerakkan sementara kita Tiada Daya Upaya Melainkan Atas Pertolongan Allah,”katanya.

Setelah tafakur dilakukan Ibrahim, suatu ketika datang suatu masa yang begitu dekatnya Ibrahim dengan Allahu taala. Allah menguji Ibrahim ditengah-tengah kerumunan kaum yang syirik dan sangat dibenci beliau. Diperkenalkan Ibrahim tentang Allahu taala bahwa Allah itu Esa, Tiada Tuhan Selain Allah yang patut disembah di dunia. Buktikan, tantang kaum Bani Israel terhadap Ibrahim pernyataan nya bahwa Allah itu Esa.Coba penggal anakmu yang ada di belakangmu.
Sampai menekan kondisi psikis beliau hingga beliau bersandarkan kepada Allah dan bergantung pada Allah hingga meminta pertolongan pada Allah.

Ditengah kondisi tekanan kaum yang syirik itu, sontak secara langsung Allah menurunkan bantuannya melalui malaikat yang tak terhitung jumlah banyaknya. Bahkan secara tak langsung pedang ada ditangannya, hingga akhirnya Allah menggerakkan nya sampai menyembelih Ismail putranya yang selalu ada dibelakangnya dalam berdakwah, setelah proses penyembelihan dilakukan apa yang terjadi, Allah menurunkan Mukjizat kenabian pada Ibrahim menjadikan apa yang dipenggalnya berubah menjadi seekor hewan kurban dan anaknya tetap selamat ada di sampingnya.Kaum Bani Israil pun tunduk dan berhenti syirik hingga mengikut keyakinan yang dibawa Ibrahim dan Ibrahim beserta anaknya diangkat oleh Allah SWT menjadi Nabi.

Hikmahnya dari kisah ini, ujar Guru Fiqih KH.Abdul Khalik yang kami cinta kasih sayang karena Allah. Maha benar Allah kisah itu, seorang ahli hukum yang berada dibaris depan untuk menyelesaikan kasus yang terjadi ditengah-tengah umat mesti berkorban lebih dulu, karena itu merupakan syarat untuk masuk dalam lingkungan Hukum Allah dan TauhidNya. Sebab tidak ada yang mampu mentauhidkan Allah melainkan TauhidNya sendiri, manusia tiada daya dan upaya. “Untuk masuk ke Maqam lautan tauhid dan Rabbaniyatul HukumNya itu datangnya langsung dari Allah, ditempat itu sangat luas dan tinggi bahkan megah. Tempat itu hanya dikhususkan dihuni oleh kelompok golongan pilihan Allah dan Allah yang menghendaki manusia pilihannya seperti Nabi Muhammad.Saw beserta pengikutnya,”katanya.


Pasalnya, seseorang muslim sudah berada di tempat itu wajib Allah saja yang disembah, di lihat, dijadikan tempat bersandar, dijadikan tempat meminta pertolongan, dijadikan diri ini hanya tempat persinggahan Nya, di ingat yang  harus lebih tinggi dari lainnya. Contohnya, kita dalam hidup adakalanya mengalami ujian dari Allah berupa kesempitan hingga memerlukan rezeki dalam bentuk uang. Tiba-tiba uang itu menguasai pikiran kita, sehingga menjadi hamba Uang itu sudah menjadi gugur ke ranah syirik. Karena nafsu lebih menguasai diri ketimbang hati kecil yang setiap saat detik sebut nama Allah...Allah...Allah.


Demikian materi lainnya selain Allah seperti pekerjaan jadi hamba kerjaan, melirik kekayaan harta menjadi hamba harta. Sebagaimana manusia biasa pasti sewaktu-waktu terjatuh ke tempat itu, untungnya Alhamdulillah Allah Maha Bijaksana Pengampun dengan cemburunya ketika mata hati hambanya lalai mengingatnya diputar kembali untuk Inabah kepadaNya.Karena Allah lah yang memutar balikan hati setiap insan di muka bumi. Yaa Musarifal Qulub Tsabit Qalbi Ala Taatid.

Nasrullah

Haul Ke-213 SYEKH MUHAMMAD ARSYAD BIN ABDULLAH AL-BANJARY (DATUK KALAMPAYAN)


Sebahagian manaqib Datu Kalampayan(Syaikh Muhammad Arsyad bin AbduLLah aLbanjari).

Syaikh Muhammad Arsyad adalah yang ayahnya bernama Abdullah,dan ibunya bernama Aminah.
Beliau dilahirkan pada malam kamis 15 Shafar 1122 H/19 Maret 1710 M pada pukul 3 shubuh dikampung Lok gabang.
Syaikh Muhammad Arsyad ketika kecilnya bernama Ja'far,adalah anak tertua dari lima bersaudara.
Adapun anak Abdullah dengan Siti Aminah adalah:

1. Haji Muhammad Arsyad
2. Haji Zainal Abidin
3. Abidin
4. Diang Panangah
5. Normin

Ayah beliau yang bernama Abdullah bin Abu Bakar aLHindi bukan asli orang banjar,tapi beliau datang dari india dan menetap tinggal di lok gabang sampai akhir hayat beliau.dan juga ayah beliau ini mempunyai keahlian dalam seni ukir kayu dan beliau termasuk orang yang dikasihi sultan pada masa itu.

Dalam usia balita,Syaikh Muhammad Arsyad bin Abdullah aLbanjari ini sudah terlihat keistimewaan dan kecerdasannya sehingga sultan pada waktu itu sangat perhatian terhadap beliau dan ingin membawa keistana untuk tinggal bersama sultan dan belajar kepada guru-guru agama di istana.

Dalam usia lebih kurang 7 tahun,Syaikh Muhammad Arsyad bin Abdullah aLbanjari dibawa ke istana sultan dan berpisah kepada kedua orang tuanya semata-mata karena belajar.begitu tinggi himmah beliau untuk belajar ilmu agama sehingga rela melepaskan kesenangan bersama kedua orang tuanya.hal itu tentu tidak terlepas dari do'a kedua orang tuanya yang sejak beliau dikandungan didalam rahim ibu beliau kedua orang tuanya selalu mendo'akn beliau agar menjadi anak yang a'lim lagi zuhud.

Selama beberapa tahun menuntut ilmu di istana,,beliau belum juga merasa puasa akan ilmu yang dituntut beliau,sehingga beliau masih ingin nuntut ilmu ke mekkah dan madinah.maka beliau minta izin kepada sultan agar beliau bisa nuntut ilmu lebih banyak lagi.maka dengan izin sultan dan keikhlasan istri sultan yang sedang hamil rela melepaskan beliau pergi ketanah suci mekkah untuk mengaji kepada ulama-ulama di mekkah dan di madinah.

Lebih kurang 30 tahun di mekkah dan 25x mengerjakan ibadah haji serta 35 fan pelajaran ilmu yang beliau kuasai dan berbagi ijazah dan sanad ilmu yang diterima langsung dari guru-guru beliau,banyak guru-guru dan ulama-ulama besar pada saat itu menjadi guru beliau.

Diantara guru-guru beliau yang masyhur adalah,,

1-Syaikh Athoillah bin Ahmad mekkah.
2. Syaikh Muhammad bin Sulaiman al-kurdi Madinah (pengarang kitab hawayil madaniyyah)
3. Syaikh Muhammad bin AbduL Karim As-Samman aLmadani,dalam ilmu tashawwuf yang akhirnya beliau mendapatkan ijazah dengan kedudukan sebagai Khalifah.
4. Syaikh Ahmad bin Abdul Mun'in Ad-Damanhuri
5. Syaikh Sayyid Abul Faydh Muhammad Murtadha' Az-Zabidi
6. Syaikh Hasan bin Ahmad 'Akisy Al-Yamani
7. Syaikh Salim bin Abdullah Al-Bashri
8. Syaikh Siddiq bin Umar Khan
9. Syaikh Abdullah bin Hijazi bin Asy-Syarqawi
10. Syaikh Abdurrahman bin Abdul Azis Al-Magribi
11.Sayyid Abdurrahman bin Sulaiman Al-Ahdal
12. Syaikh Abdurrahman bin Abdul Mubin Al-Fatani
13. Syaikh Abdul Ghani bin Muhammad Hilal
14. Syaikh Syekh 'Abid As-Sindi
15. Syaikh Abdul Wahab Ath-Thanthawi
16. Syaikh Maulana Sayyid Abdullah Mirghani
17. Syaikh Muhammad bin Ahmad Al-Jawahir
18. Syaikh Muhammad Zein bin Faqih Jalaluddin Aceh

Sedangkan guru khusus dibidang tashawwuf adalah Sayyid Muhammad bin AbduL Karim asSamman aLmadani(Syaikh Samman).dan jadilah Syaikh Muhammad Arsyad bin Abdullah aLbanjari menjadi khalifahnya Syaikh Samman aLmadani untuk wilayah banjar khususnya dikalimantan bahkan se indonesia.

Diantara sahabat-sahabat beliau antara lain..

1-Syaikh AbdusShamad bin AbdurRahman palembang(pengarang kitab SiyarusSalikin dan HidayatusSalikin.
2-Syaikh Abdul Wahab bugis.
3-Syaikh AbdurRahman mashri dari betawi dan lainnya.
Sehingga mereka berempat ini dijuluki 4 serangkai dari tanah jawi.
di Mekkah itu pula beliau sempat berkenalan dan sekaligus berguru kepada Datu Sanggul (AbdusSamad),yang pada akhirnya beliau diberi kitab yang terkenal dengan sebutan Kitab Barencong oleh Datu Sanggul.
Setelah lebih kurang 35 tahun menuntut ilmu di
Makkah dan Madinah,timbul lah niat untuk
menuntut ilmu ke Mesir. Ketika niat ini
disampaikan dengan guru mereka,guru beliau
menyarankan agar ke'empat muridnya ini untuk
pulang ke Jawi (Indonesia) untuk berda'wah di negerinya masing-masing.Menikahkan Anak Sebelum pulang,ke'empat sahabat sepakat
untuk berhaji kembali di Tanah Suci Mekkah.
Pada saat itu tanpa disangka-sangka Syaikh
Muhammad Arsyad bertemu dengan adik
kandung beliau yaitu Zainal Abidin yang sedang
menunaikan ibadah haji. Sang adik membawa kabar berita bahwa anak beliau yaitu Fatimah
sudah beranjak dewasa dan sang anak
menitipkan cincin kepada beliau. Melihat hal
demikian,3 sahabat Syaikh Muhammad
Arsyad masing-masing mengajukan lamaran
untuk memperisteri anak beliau.Setelah berpikir lama,Syaikh Muhammad Arsyad memutuskan
untuk mengundi,lamaran yang akan diterima.
Hasil pengundian ternyata lamaran Syaikh Abdul
Wahab Bugis yang diterima.Untuk itu diadakahnlah ijab qabul pernikahan
antara Syaikh Abdul Wahab Bugis dengan
Fatimah binti Syaikh Muhammad Arsyad aLbanjari,yang
dinikahkan langsung oleh Syaikh Muhammad
Arsyad aLbanjari sambil disaksikan dua sahabat lainnya.Membetulkan Arah Kiblat Masjid Maka bertolaklah ke'empat putra Nusantara ini
menuju kampung halaman. Memasuki wilayah
Nusantara, mula-mula mereka singgah di
Sumatera yaitu di Palembang, kampung halaman
Syaikh Abdussamad aLfalimbani.Kemudian
perjalanan dilanjutkan menuju Betawi,yaitu kampung halaman Syaikh AbdurRahman Misri.
Selama di Betawi,Syaikh Muhammad Arsyad aLbanjari
diminta menetap sebentar untuk mengajarkan
ilmu agama dengan masyarakat Betawi.Salah
satu peristiwa penting selama di Betawi adalah
ketika Syaikh Muhammad Arsyad aLbanjari membetulkan arah kiblat Masjid Jembatan Lima, Masjid Luar
Batang dan Masjid Pekojan. Untuk mengenang
peristiwa tersebut, masyarakat sekitar Masjid
Jembatan Lima menuliskan di atas batu dalam
aksara arab melayu (tulisan jawi) yang
bertuliskan bahwa kiblat masjid ini telah diputar ke kanan sekitar 25 derajat oleh Muhammad
Arsyad aLbanjari pada tanggal 4 Safar 1186 H.
Pada bulan Ramadhan 1186 H/1773 M beliau sudah ada ditanah banjar dan langsung melaksanakan kegiatan belajar mengajar untuk membina ummat.khususnya untuk cucu dalam menampakkan ajaran Ahlussunnah wal Jama'ah.beliau buka perkampungan untuk pelaksanaan dan beliau pusatkan pendidikan agama dikampung yang beliau bangun yaitu kampung Dalam Pagar.beliau didik anak cucu beliau,kerabat dan kaum muslimin yang datang dari berbagai penjuru yang selanjutnya diharapkan untuk dapat mengembangkan keberbagai daerah.

Setelah lama kegiatan belajar mengajar tersebut,maka beliau kirim anak didik beliau,seperti anak cucu beliau,murid serta kerabat yang sudah 'alim-'alim dalam didikan beliau,beliau kirim keberbagai daerah,,seperti...

1-Al'aalimul 'allaamah Qodhi Haji Jamaluddin bin Syaikh Muhammad Arsyad aLbanjari,,beliau kirim ke nagara dan mendapat dzurriyat yang 'alim-'alim disana.

2-Al'aalimul 'allaamah mufti Jamaluddin bin Syaikh Muhammad Arsyad aLbanjari setelah kawin dimartapura beliau kirim ke marabahan dan kawin dimarabahan melahirkan al'aalimul fadhil Haji AbdusShamad bakumpai,kemudian dikirim lagi ke nagara dan kawin di nagara melahirkan 'alimul fadhil Haji Muhammad Thosin yang selanjutnya 'alimul fadhil Haji Muhammad Thosin dikirim ke pontianak melahirkan Haji Muhammad Yusuf.dan Haji Muhammad Yusuf inilah yang membangun pondok pesantren di pontianak.

3-'alimul fadhil mufti Haji Ahmad bin Haji AbduL Lathif(ipar dari Syaikh Muhammad Arsyad yaitu adik dari tuan guwat istri Syaikh Muhammad Arsyad aLbanjari)dikirim ke berunai darussalam,beliau terkenal dengan sebutan Datu Ahmad Mufti Banjar,wafat disana dan dimaqomkan dekat kampung air bersebrangan dengan istana Nurul Iman berunai darussalam.

4-'alimul fadhil Haji Abu Tholhah bin mufti Muhammad As'ad bin Syarifah binti Syaikh Muhammad Arsyad aLbanjari,beliau dikirim ke tenggarong kalimantan timur.

5-'alimul fadhil Haji Abu Hamid bin mufti Muhammad As'ad bin Syarifah binti Syaikh Muhammad Arsyad aLbanjari,beliau dikirim ke pontianak,namun ketika hendak pulang ke banjar perahu beliau terdampar diujung pandaran sampit,dan beliau sakit disana sampai wafat dan dimaqomkan di ujung pandaran sampit.

6-'alimul fadhil Haji Sa'duddin bin mufti Muhammad As'ad bin Syarifah binti Muhammad Arsyad aLbanjari,beliau dikirim ke taniran-kandangan.

7-'alimul fadhil mufti Haji Muhammad Arsyad bin Mufti Muhammad As'ad bin Syarifah binti Syaikh Muhammad Arsyad aLbanjari,beliau terkenal dengan nama Mufti Lamak menetap dimartapura sebagai mufti.ketika beliau berkunjung ke pagatan untuk silaturrahmi serta berda'wah lalu mendapat sakit dan beliau wafat dan dimaqomkan di Pagatan.

8-'alimul fadhil Haji Ahmad bin mufti Muhammad As'ad bin Syarifah binti Syaikh Muhammad Arsyad aLbanjari,beliau dikirim ke balimau-kandangan.maka terkenal beliau dengan sebutan Datu Ahmad Balimau.

Kesemua anak cucu dan kerabat Syaikh Muhammad Arsyad aLbanjari yang dikirim tersebut semuanya mendapat dzurriyat yang 'alim-'alim ditempat dan masanya.

Para sultan dimartapura banyak juga yang menjadi murid beliau,diantaranya sultan Tahmidullah 2 bin sultan Tamjidullah 1(cucu Sultan Tahlilullah),sultan adam watsqil billah banyak memetik ilmu dari anak cucu Syaikh Muhammad Arsyad aLbanjari,,seperti 'alimul fadhil qodhi Haji Abu Na'im,'alimul fadhil khalifah Syihabuddin,'alimul fadhil Mufti Jamaluddin sungai jingah banjarmasin,'alimul fadhil Pangeran Ahmad mufti,'alimul fadhil qodhi Haji Mahmud bin Asiyah,,dan juga 'alimul fadhil Haji Muhammad Arsyad Lamak pagatan dan lain-lainnya.

Sebahagian karomah Syaikh Muhammad Arsyad bin Abdullah aLbanjari antara lain,,

1-sewaktu beliau sedang mengikuti pengajian dimekkah,setelah istirahat beliau bercerita tentang buah-buahan dinegri banjar,diantaranya buah durian yang sangat disukai oleh orang banjar,maka timbul keinginan orang yang mendengar untuk mencicipi buah tersebut karena pada waktu itu belum musimnya dibanjar.tiba-tiba Syaikh Muhammad Arsyad aLbanjari mengulurkan tangan beliau kebelakang dan ternyata ada sebiji durian yang masak ditangan beliau dan harum baunya.lalu diberikanlah buah tersebut kepada guru beliau dan sahabat-sahabat yang hadir pada ketika itu.

2-sewaktu beliau pulang dari mekkah hendak pulang ke tanah banjar,beliau singgah dulu ke betawi jakarta.beliau sempat membetulkan arah kiblat masjid jembatan lima,dengan cara mengacungkan tangan beliau ke arah orang yang didepan beliau langkah terkecuali jamaah yang ada ketika itu karena melihat ka'bah dicela-cela lengan baju jubah beliau,maka dirubahlah arah kiblat yang baru.masjid yang beliau betulkan arah kiblatnya adalah masjid jembatan lima,masjid luar batang dan masjid pekojan.

3-sewaktu beliau membuat irigasi maka beliau goreskanlah tongkat beliau ketanah yang kemudian goresan tersebut menjadi anak sungai yang dapat mengalirkan air yang selalu tergenang kedaerah lahan yang kering,dan dikenal lah sungai itu dengan nama sungai Tuan-martapura.

4-ketika beliau hendak ke Banjarmasin,untuk berda'wah terutama kepada ipar-ipar beliau(saudara kandung tuan guwat istri beliau)maka ipar-ipar beliau melihat beliau terbang datang dari martapura ke banjarmasin sehingga ta'jublah mereka dan banyak yang masuk islam kepada beliau.

Da'wah beliau ini bukan saja dimartapura,melainkan ke seluruh penjuru kalimantan.
Disamping beliau berda'wah,beliau juga mengarang beberapa kitab,antara lain,,

1-Sabilal Muhtadin (kitab fiqh)
2.Risalah Ushuluddin (kitab tauhid)
3.Tuhfatur Raghibin (kitab tauhid)
4.Kanzul Ma'rifah (tashawwuf)
5.Lugthatul 'Ajlan (kitab fiqh khusus masalah perempuan)
6.Kitab Faroid (kitab pembagian waris)
7.Al-Qawlul Mukhtashar(kitab berisi tentang Imam Mahdi)
8.Kitab Ilmu Falaq (astronomi)
9.Fatawa Sulaiman Kurdi (berisi fatwa-fatwa guru beliau Sulaiman Al-Kurdi)
10.Kitabun Nikah (tata cara perkawinan dalam syariat islam)

Diantara beberapa kitab tersebut,kitab yang paling terkenal adalah kitab Sabilal Muhtadin,yang sampai sekarang masih di kaji orang banyak,bukan cuma di indonesia saja,bahkan sampai ke malaysia,singapura,thailand,filipina,mesir,dan turki.
Kitab Sabilal Muhtadin ini yang berisikan ilmu Fiqh bermazhab imam Syafi'i.

Beliau wafat pada malam selasa tanggal 6 Syawal 1227 H/3 Oktober 1812 M dalam usia 105 tahun.dimaqomkan diqubah kalampayan.beliau mempunyai 11 orang istri dan mempunyai 30 orang anak dan sampai sekarang dzurriyat beliau sudah tersebar dimana-mana khususnya dikalimantan selatan.

Istri-istri beliau antara lain,..
1. Tuan Bajut
2. Tuan Bidur
3. Tuan Lipur
4. Tuan Guwat(Go Hwat Nio)dari negri China
5. Tuan ratu Aminah
6. Tuan Gandar Manik
7. Tuan Palung
8. Tuan Turiah
9. Tuan Daiy
10. Tuan markidah
11.Tuan Liyuh

Syaikh Muhammad Arsyad aLbanjari adalah turunan dari sayyidina Husein(cucu Rasulullah saw) yang mana silsilah beliau adalah sebagai berikut,,
Syaikh Muhammad Arsyad aLbanjari bin Abdullah bin Abu Bakar bin Sultan AbdurRasyid mindanao filiphina bin Abdullah bin Abu Bakar aLhindi bin Ahmad AsSholabiyah bin Husein bin Abdullah bin Syekh bin Abdullah alaydrus al-akbar bin Abu Bakar AsSakron bin AbdurRahman AsSeghaf bin Muhammad Maula Dawilah bin Ali Maula AdDark bin Alwi aLGhoyyur bin Muhammad aLFaqihil Muqoddam bin Ali Faqih Nuruddin bin Muhammad Shahib Mirbath bin Ali Khaliqul Qossam bin Alwi bin Muhammad Maula shama'ah bin Alawi Abi Sadah bin Ubaidillah bin Ahmad aLMuhajir bin Isa ArRumi bin Muhammad Annaqib bin Ali Uraidhy bin Ja'far AsShadiq bin Muhammad aLBaqir bin Ali Zainal Abidin bin sayyidina Husein bin sayyidina Ali bin Abi Thalib(suami sayyidah FatimatuzZahra binti Rasulillah saw).

Syaikh Muhammad Arsyad bin Abdullah aLbanjari saat dimekkah pernah mengislamkan dari golongan Jin yang bernama Malkan(datu bedok)yang mana datu bedok ini selalu bersama beliau dimekkah,sampai-sampai beliau mau pulang ke tanah banjar datu bedok ini juga ikut beliau ke tanah banjar.setelah sampai ditanah banjar beliau mengawinkan datu bedok ini kepada salah seorang perempuan yang bernama 'Aisyah dari golongan manusia.hasil perkawinan datu bedok ini mendapatkan 2 anak laki-laki,yaitu AbduL Qohhar dan AbduL Qohhir.kedua anak datu bedok ini menjadi pelindung Musholla arRaudhah sekumpuL martapura.

Beberapa diantaranya dzurriyat Syaikh Muhammad Arsyad bin Abdullah aLbanjari yang terkenal antara lain..

1-Datu Ali Junayd berau.
2-Datu Landak(Syaikh Muhammad Afif aLbanjari)
3-Datu Sapat(Syaikh AbdurRahman Shiddiq)tambilahan-riau.
4-Syaikh Muhammad KasyfuL Anwar bin H.Isma'il(pendiri pondok pesantren Darussalam-martapura).
5-K.H.Zainal Ilmi bin AbdusShamad dalam pagar.
6-K.H.Muhammad Sya'rani Arif
7-Syaikh Muhammad Syarwani bin H.Abdan(guru bangil)
8-K.H.Muhammad Zaini bin AbduL Ghani aLbanjari.
Dan masih banyak lagi dzurriyat-dzurriyat beliau yang tersebar diberbagai daerah.

Manaqib ini dikarang oleh al'aalimul fadhil al'aalimul 'allaamah al'aarif billah assyaikh alhajj Muhammad Zaini bin AbduL Ghani aLbanjari dan sebahagian tambahan catatanku(Zein)dari guru Hudhori(K.H.Muhammad Hudhari
aLbanjari bin Hasanah binti K.H.AbduLLah Khatib bin
H.Muhammad Shaleh bin Khalifah Hasanuddin bin Maulana
Syaikh Muhammad Arsyad aLbanjari).

Mudah2an Berkat Datu Kalampayan Kita Semua Dapat Berkah Dari Beliau dan Terkumpul Didalam Surga Bersama Beliau dan Alhm.Guru DiSekumpul,,Aamiin...!!!

Datu Kalampayan(Syaikh Muhammad Arsyad bin Abdullah aLbanjari) meambil berkat pedatuan kita.

Friday, 31 May 2019

Tanda 2 mu'min mendapat Lailatul Qadar.

Dalam Kitab Al-Ghunyah, Juz 2, hal. 23, WaliyulloH Shulthonul - Auliya Quthbur - Rabbaniy RA berkata : "Tanda2 mukmin mendapat Anugerah Karunia dari Allah Swt Jalla Jalaa LuH  " Lailatul - Qadar " adalah : Malaikat Jibril AS turun menjabat tangannya mengucapkan salam kepada mukmin tersebut "Bulu romanya berdiri, Hatinya menjadi lembut dan mudah meneteskan airmata".
       
       Dari Kalam Abah Guru Sakumpul, WaliyulloH Syaikhuna Murobbi wal - Mursyid wal - 'Arifbillah K. H. Muhammad Zaini bin H. Abdul Ghani Al - Banjari RH : " Tanda2nya mukmin mendapat "Lailatul - Qadar" yaitu : "Terbuka Hijab, Bergetar ZahirBathin, Mudah Menangis,  Peramah tidak Pemarah, husnuzh - zhon, banyak diam, makin banyak berSholawat kepada Baginda Nabi Muhammad Rasulullah Saw dan Istiqomah Tawaddu”.

Yaa Allah semoga kami termasuk dalam golongan kaum mukminin yang dekat dengan Rasulullah dan para pewarisNya. Masukan lah kami dalam golongan mereka dan dekat dengan Rasulullah Saw yang kami cinta kasih dan sayang semata-mata karena Allah.Matikanlah kami dalam keadaan Khusnul khatimah dan meraih ridhoMU dan Maghfirah Nya.Amin.

Thursday, 30 May 2019

Sifat 20 Allah dan Sifat Mustahil Allah

Sebagai umat muslim, kita diberi kemampuan masing-masing dalam mengenal Allahu ta'ala.Tuhan maha pencipta kehidupan, Tiada Tuhan Selain Allah. Kemampuan mengenal Allah terdiri dari tiga kalangan diantaranya kalangan Salik hanya dari asmaNya atau nama-nama Allah yang berjumlah 99 Asmaul Husna.

Kemampuan mengenal Allah kalangan Muridun atau Khawas dengan sifat Allah mulai dari sifat wajib Allah dan sifat mustahil bagi Allah.

Dan kemampuan mengenal Allah kalangan Khawashul Khawas atau Muradun dengan mengenal Dzat Allah dalam tatanan formasi bintangNya di lahul mahfuzh baik secara berurut dari bawah ke atas atau terbalik.Contohnya memandang dzat Allah ciptaanNya dari langit ke 7 hingga ke langit 1.

Mengenal sifat – sifat Allah SWT dimana ada Sifat Wajib dan sifat Mustahil Allah yang perlu untuk diketahui. Materi ilmu ini disampaikan dalam ilmu Tasawuf pengenalan Noor Muhammad yang kita cinta kasih dan sayang karena Allah. Karena untuk menuju tempat lautan Rabbaniyatul Ilm Tauhid dan Rabbaniyatul HukumNya dengan Istihad (teliti) perlu pertolongan Allah taala, karena tiada yang mampu mentauhidkan Allah selain Allah sendiri.Karena kita selaku hambaNya yang tiada daya dan upaya melainkan hanya dengan pertolongan Allah.Bahwa semua dari Allah dan kembali kepadaNya. Maqam Tauhid, tenggelam seorang hamba dalam lautan tauhid. Ditempat inilah mereka beristihadz secara hukum dan mendapatkan ilmu laduni dari Allah melalui wasilah para nabi.Diantaranya Nabi Muhammad.Saw.

Pengertian Sifat Allah

Sebelum kita membahas mengenai Sifat Wajib dan Mustahil Allah. Kita harus mengetahui apa makna Sifat – sifat Allah sendiri yang berarti sifat sempurna yang tak terhingga bagi Allah. Dan sebagai muslim kita wajib mempercayai bahwa terdapat sifat kesempurnaan yang tak terhingga bagi Allah.

Mari kenali Sifat Wajib dan Mustahil Allah yang wajib untuk diketahui.

Sifat Wajib Allah

1.Wujud (Ada)
Sifat wajib Allah yang pertama adalah wujud yang artinya ada. Maksudnya, Allah adalah Dzat yang pasti ada. Dia berdiri sendiri, tidak diciptakan oleh siapapun, dan tidak Ada tuhan selain Allah SWT.Ayat yang menjelaskan dalam Al Qur’an :
“Allah-lah yang menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya dalam enam masa, kemudia ia bersemayam di atas ‘Arsy. Tidak ada bagi kamu selain daripada-Nya seorang penolongpun dan tidak (pula) seorang pemberi Syafa’at 1190. Maka kamu tidak memperhatikan?” (QS. As – Sajadah : 4)“Sesungguhnya Aku ini adalah Allah, tidak ada Tuhan selain Aku, maka sembahlah aku dan dirikanlah shalat untuk mengingat Aku”. (QS. Thaha : 14)

2.Qidam (Terdahulu/Awal)
Dialah sang pencipta yang menciptakan alam semesta beserta isinya. Maksudnya, Allah telah ada lebih dulu daripada apa yang diciptakannya.Ayat yang menjelaskan dalam Al Qur’an :
“Dialah yang awal dan yang akhir. Yang zhahir dan yang bathin, dan Dia maha mengetahui segala sesuatu”. (QS. Al – Hadid : 3)

3.Baqa’ (Kekal)
Maksudnya Allah maha kekal. Tidak akan punah, binasa, atau mati. Dia akan tetap ada selamanya.Ayat yang menjelaskan dalam Al Qur’an :
“Tiap – tiap sesuatu pasti binasa, kecuali Allah. BagiNya-lah segala penentuan, dan hanya kepadaNya-lah kamu dikembalikan”. (QS. Al – Qasas : 88)“Semua yang ada di bumi itu akan binasa. Dan tetap kekal wajah Rabb mu yang mempunyai kebesaran dan kemuliaan”. (QS. Ar – Rahman : 26-27)

4.Mukholafatul Lilhawaditsi (Berbeda dengan makhluk ciptaanya)
Allah sudah pasti berbeda dengan ciptaanya. Dialah dzat yang Maha Sempurna dan Maha Besar. Tidak ada sesuatupun yang mampu menandingi dan menyerupai keagunganNya.Ayat yang menjelaskan dalam Al Qur’an :
“Dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia”. (QS. Al – Ikhlas : 4)“Tidak ada satupun yang serupa dengan Dia dan Dialah yang Maha Mendengan dan Melihat”. (QS. Asy – Syura : 11)

5.Qiyamuhu Binafsihi (Berdiri sendiri)
Maksudnya Allah itu berdiri sendiri, tidak bergantung pada apapun dan tidak membutuhkan bantuan siapapun.Ayat yang menjelaskan dalam Al Qur’an :
“Sesungguhnya Allah benar – benar Maha kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari alam semesta”. (QS. Al – Ankabut : 6)

6.Wahdaniyah (Tunggal/Esa)
Allah maha esa atau tunggal. Maksudnya, tidak ada sekutu bagiNya. Dialah satu – satunya Tuhan pencipta alam semesta.Ayat yang menjelaskan dalam Al Qur’an :
“Seandainya di langit dan di bumi ada tuhan – tuhan selain Allah, tentulah keduanya itu akan binasa”. (QS Al – Anbiya : 22)

7.Qudrat (Berkuasa)
Maksudnya, Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. Tidak ada yang bisa menandingi kekuasaan Allah SWT.Ayat yang menjelaskan dalam Al Qur’an :
“Sesungguhnya Allah berkuasa atas segala sesuatu.” (QS. Al – Baqarah : 20)

8.Iradat (Berkehendak)
Maksudnya, apabila ALlah berkehendak maka jadilah hal itu dan tidak ada seorangpun yang mampu mencegahNya.Ayat yang menjelaskan dalam Al Qur’an :
“Mereka kekal di dalamnya selama ada langit dan bumi, kecuali jika Tuhanmu menghendaki (yang lain). Sesungguhnya Tuhanmu maha Pelaksana terhadap apa yang Dia kehendaki”. (QS. Hud : 107)

9.‘ilmun (Mengetahui)
Maksudnya, Allah SWT Maha Mengetahui atas segala sesuatu. Baik yang tampak maupun yang tidak tampak.Ayat yang menjelaskan dalam Al Qur’an :
“Dan sesungguhnya kami telah menciptakan manusia dan mengetahui apa yang dibisikan oleh hatinya, dan Kami lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya”. (QS. Qaf : 16)

10.Hayat (Hidup)
Allah SWt adalah Maha Hidup, tidak akan pernah mati, binasa, ataupun musnah. Dia kekal selamanya.Ayat yang menjelaskan dalam Al Qur’an :
“Dan bertakwalah kepada Allah yang hidup (kekal) yang tidak mati, dan bertasbihlah dengan memujiNya”. (QS. Al – Furqon : 58)

11.Sama’ (Mendengar)
Maksudnya, Allah Maha Mendengar baik yang diucapkan maupun yang disembunyikan dalam hati.Ayat yang menjelaskan dalam Al Qur’an :
“Dan Allah-lah yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui”. (QS. Al – Maidah : 76)

12.Basar (Melihat)
Maksudnya, Allah melihat segala sesuatu. Pengelihatan Allah tidak terbatas. Dia mengetahui apapun yang terjadi di dunia ini.Ayat yang menjelaskan dalam Al Qur’an :
“Dan Allah melihat atas apa yang kamu kerjakan”. (QS. Al – Hujurat : 18)“Dan perumpamaan orang – orang yang membelanjakan hartanya karena mencari keridhaan Allah dan untuk keteguhan jiwa mereka, seperti sebuah kebun yang terletak di dataran tinggi yang disiram oleh hujan lebat, maka kebun itu menghasilkan buah dua kali lipat. Jika hujan lebat tidak menyiraminya, maka hujan gerimis (pun memadai). Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu perbuat”. (QS Al – Baqarah : 265)

13.Qalam (Berfirman)
Allah itu berfirman. Dia bisa berbicara atau berkata secara sempurna tanpa bantuan dari apapun. Terbukti dari adanya firmanNya dari kitab – kitab yang diturunkan lewat para Nabi.Ayat yang menjelaskan dalam Al Qur’an :
“Dan tatkala Musa datang untuk (munajat dengan kami) pada waktu yang telah kami tentukan dan Tuhan telah berfirman (langsung) kepadanya”. (QS. Al – A’raf : 143)

14.Qadiran (Berkuasa)
Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu yang ada di alam semesta.Ayat yang menjelaskan dalam Al Qur’an :
“Hampir kilat itu menyambar pengelihatan mereka. Setiap kali sinar itu menyinari mereka, mereka berjalan di bawah sinar itu, dan bila gelap menimpa mereka, mereka berhenti. jika Allah menghendaki, niscaya dia melenyapkan pendengaran dan pengelihatan mereka. Sesungguhnya Allah berkuasa atas segala sesuatu.” (QS. Al – Baqarah : 20)

15.Muridan (Berkehendak)
Maksudnya, bila Allah sudah menakdirkan suatu perkara maka tidak ada yang bisa menolak kehendakNya.Ayat yang menjelaskan dalam Al Qur’an :
“Mereka kekal di dalamnya selama ada langit dan bumi, kecuali jika Tuhanmu menghendaki (yang lain). Sesungguhnya Tuhanmu Maha Pelaksanya terhadap apa yang Dia kehendaki”. (QS. Hud : 107)

16.‘Aliman (Mengetahui)
Allah Maha Mengetahui segala sesuatu. Baik yang ditampakan maupun disembunyikan. Tidak ada yang bisa menandingi pengetahuan Allah Yang Maha Esa.Ayat yang menjelaskan dalam Al Qur’an :
“Dan Allah Maha Mengetahui sesuatu” … (QS. An – Nisa : 176)

17.Hayyan (hidup)
Allah adalah dzat yang hidup. Allah tidak akan mati, tidak akan tidur ataupun lengah.Ayat yang menjelaskan dalam Al Qur’an :
“Dan bertakwalah kepada Allah yang hidup, yang tidak mati, dan bertasbihlah denga memuji-Nya. Dan cukuplah dia Maha Mengetahui dosa – dosa hambaNya”. (QS. Al – Furqon : 58)

18.Sami’an (Mendengar)
Maksudnya, Allah selalu mendengar pembicaraan manusia, permintaan, ataupun doa hambaNya.

19..Bashiran (Melihat)
Keadaan Allah yang melihat tiap – tiap yang maujudat (benda yang ada). Allah selalu melihat gerak gerik kita. Oleh arena itu, hendaknya kita selalu berbuat baik.

20.Mutakalliman (Berfirman atau berkata – kata)
Sama dengan Qalam, Mutakalliman juga berarti berfirman. Firman Allah terwujud lewat kitab – kitab suci yang diturunkan lewat para nabi.


Sifat Mustahil Allah

Adam  = Tiada (bisa mati)
Huduth  = Baharu (bisa di perbaharui)
Fana’ = Binasa (tidak kekal/mati)
Mumatsalatu lil hawaditsi = Menyerupai makhluknya
Qiyamuhu Bighayrihi = Berdiri dengan yang lain
Ta’addud = Berbilang – bilang (lebih dari satu)
Ajzun = Lemah
Karahah = Terpaksa
Jahlun = Bodoh
Mautun = Mati
Shamamun = Tuli
‘Umyun = Buta
Bukmun = Bisu
Kaunuhu ‘Ajizan = Zat yang lemah
Kaunuhu Karihan = Zat yang terpaksa
Kaunuhu Jahilan = Zat yang bodoh
Kaunuhu Mayyitan = Zat yang mati
Kaunuhu Asshama = Zat yang tuli
Kaunuhu ‘Ama = Zat yang buta
Kaunuhu Abkama = Zat yang bisu

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | cheap international calls