This is featured post 1 title
NoPicture
This is featured post 2 title
Suasana dalam Kabah Baitullah-Cinta Karena Allah
Monday, 25 October 2021
Saturday, 23 October 2021
Adab Masuk Toilet Kamar Mandi
Cara beristinja membersihkan kotoran yang keluar dari qubul dan dubur. Disinj banyak diajarkan dalam Majelis I'lm yang kami hadiri dan memiliki banyak manfaat didapatkan seperti mulai dari tata cara kita memasuki toilet kamar mandi dan beraktifitas didalamnya hingga keluar dari toilet kamar mandi.
Teringat Abah Guru Sekumpul Syekh Muhammad Zaini Ghani Al-Banjari Ra menyampaikan cara istinja bagi para jamaahnya.
Pertama ketika kita mulai memasuki toilet kamar mandi hendaknya mendahulukan kaki kiri seraya membaca doa yang dianjurkan. Sebagaimana kita ketahui, toilet kamar mandi adalah tempat kotor yang fungsinya tak lain adalah untuk buang hajat, dan menurut Ulama dahulu bahwa toilet kamar mandi menjadi tempat bersarang setan. Karena itulah dianjurkan membaca doa saat masuk maupun keluar dari toilet kamar mandi.
Sebagaimana tercantum dalam hadist yang diriwayatkan oleh HR. Bukhari yang berbunyi sebagai berikut.
“Anas bin Malik Radhiyallahu Anhu menuturkan: jika Rasulullah SAW hendak masuk WC, beliau berdoa, Allahumma inni a’udzu bika minal khubutsi wal khabaits.”
Artinya: “Ya Allah, aku berlindung pada-Mu dari syaitan laki-laki dan perempuan."
Saat hendak masuk toilet kamar mandi dahulukan kaki kiri seraya berdoa tadi.
Demikian keluar dari toilet kamar mandi, sebaliknya dahulukan kaki kanan seraya berdoa.
"Allahuma Ghufranaka. Alhamdulillahilladzi azhaba ‘annil adzaa wa’aafaanii".
Artinya: "Dengan mengharap ampunan-Mu, segala puji milik Allah yang telah menghilangkan kotoran dari badanku dan yang telah menyejahterakan."
Adab di dalam toilet kamar mandi, tidak menghadap kiblat. Selain itu juga perhatikan makhluk lain seperti semut. Karena itu setiap hendak buang hajat hendaknya siram lebih dahulu agar terhindar mengenai makhluk lain. Sebab kotoran yang kita buang apabila terkena makhluk seperti semut dan lainnya itu dianggap berdosa. Karena itulah diajarkan bagaimana adab umat muslim di kamar mandi.
Juga dalam beristinja membersihkan diri dari kotoran diperhatikan dengan hitungan bilangan ganjil dan sampai diurut urat batang bagi pria guna memastikan tidak keluar lagi sisa air kencing dari lubang. Selamat berhitung dan urut urat batang nadi ya.
Perihal Najis
Majelis Ilm yang kami hadiri malam ini mengusung tema bahasan macam-macam najis dan cara membersihkannya. Teringat kembali pertanyaan teman yang bertanya di group, air mani tuh najis kah ?
Air mani itu tidak najis, hanya saja seseorang pasca beraktifitas dengan pasangannya dan mengeluarkan mani, diwajibkan mandi. Lain halnya dengan air kencing, itu dinyatakan najis.
Macam-macam najis dan cara membersihkannya diantaranya :
1.Najis mukhoffaffah atau (ringan). Seperti
air kencing bayi laki-laki yang belum matang kecuali Air Susu Ibu (ASI). Karena air susu tidak tergolong najis.
Cara membersihkan najis ini bisa dengan air yang dipercikan pada titik terdapat najisnya. Seperti pakaian, lantai, tempat, dan hal lain yang terkena najis mukhoffaffah ini.
2. Najis mutawasithah atau sedang (biasa).
Seperti nanah, darah, kotoran yang keluar dari qubul dan dubur manusia atau binatang, dan bangkai.
Najis mutawasithah terbagi menjadi dua jenis dengan contoh dan cara membersihkan yang berbeda. Berikut penjelasannya:
a. Najis 'aniyah yaitu najis yang nampak terlihat zat dan sifatnya seperti kotoran ayam dengan warna, bau, dan rasa.
Cara membersihkan:membuang kotoran ayam dari titik tempatnya misalkan dilantai, setelah itu lantai dicuci dengan lap atau sikat berkali-kali hingga sifatnya hilang kemudian dibasuh dengan air. Sebaliknya, jangan langsung disembur dengan air tanpa membuang kotoran ayam lebih dulu.
b. Najis hukmiah yaitu najis yang tidak terlihat sifatnya, misal air kencing yang sudah kering.
Cara membersihkan: membasuh atau menyiram air pada titik tempat yang terkena najis ini.
c. Najis mugholladhoh atau berat. Seperti
air liur anjing dan babi.
Cara membersihkan najis ini ialah mencuci hingga tujuh kali dengan salah satunya dicampur debu atau tanah. Setelah itu dibasuh dan dialirkan air suci pada bagian yang terkena najis tadi.
Friday, 22 October 2021
Tuesday, 12 October 2021
Peringatan Maulid Nabi Muhammad.Saw di Bulan Rabiul Awal
TAPIN, BM - Bulan Rabiul Awal dibulan inilah Nabi Muhammad SAW dilahirkan. Pada bulan ini banyak kisah menyatakan seluruh makhluk menyambut kelahiran Nabi Muhammad.Saw yang dicinta, kasih, sayang semata-mata karena Allah.
Di Kalimantan Selatan Indonesia hampir semua umat muslim di majelis I'lm mulai memperingati maulid Nabi Muhammad.Saw, karena banyak keutamaan-keutamaan yang dapat diperoleh bagi mereka yang cinta baginda Nabi Muhammad.Saw.
Maulid Nabi bukan bidah! memuliakan Kelahiran Nabi Muhammad merupakan berkat. Demikian diungkapkan Guru para alim ulama di acara Maulid Nabi. Ditambah kumandang Qur'an dan Shalawat terlantun indah dan asyik terdengar oleh para pecinta shalawat disertai tabuhan rebana oleh group penerbang.
Banyak diantaranya keutamaan maulid dan jamaah yang sedia menghadiri diantaranya :
Mendapat Banyak Berkah dan Diampuni dari Dosa
Imam Fakhruddin ar-Razi berkata:
*ما من شخص قرأ مولد النبي صلى الله عليه وسلم على ملح أو بر أو شيئ أخر من المأكولات الا ظهرت فيه البركة و فى كل شيئ وصل اليه من ذلك المأكول فانه يضطرب و لا يستقر حتى يغفر الله لأكله وان قرئ مولد النبي صلى الله عليه وسلم على ماء فمن شرب من ذلك الماء دخل قلبه ألف نور و رحمة و خرج منه ألف غل و علة و لا يموت ذلك القلب يوم تموت القلوب . و من قرأ مولد النبي صلى الله عليه وسلم على دراهم مسكوكة فضة كانت أو ذهبا و خلط تلك الدراهم بغيرها و قعت فيها البركة و لا يفتقر صاحبها و لا تفرغ يده ببركة النبي صلى الله عليه و سلم*
"Tidaklah seseorang yang membaca Maulid Nabi ke atas garam atau gandum atau makanan yang lain, melainkan akan tampak keberkatan padanya, dan setiap sesuatu yang sampai kepadanya (dimasuki) dari makanan tersebut, maka akan bergoncang dan tidak akan tetap sehingga Allah akan mengampuni orang yang memakannya."
Dan sekirannya dibacakan Maulid Nabi ke atas air, maka orang yang meminum seteguk dari air tersebut akan masuk ke dalam hatinya seribu cahaya dan rahmat, akan keluar daripadanya seribu sifat dengki dan penyakit dan tidak akan mati hati tersebut pada hari dimatikannya hati-hati itu.
Dimasukkan ke Surga Tanpa Hisab
Sayyidina 'Ali radhiyallahu 'anhu berkata:
من عظم مولد النبي صلى الله عليه وسلم وكان سببا لقراءته لا يخرج من الدنيا إلا بالإيمان ويدخل الجنة بغير حساب
"Barangsiapa mengagungkan Maulid Nabi shalallallahu 'alaihi wasallam, dan ia menjadi sebab dilaksanakannya pembacaan Maulid Nabi, maka tidaklah ia keluar dari dunia melainkan dengan keimanan dan akan dimasukkan ke dalam surga tanpa hisab."
Telah Menghidupkan Islam
Sayyidina Umar radhiyallahu 'anhu berkata:
من عظم مولد النبي صلى الله عليه وسلم فقد أحيا الإسلام
"Barangsiapa mengagungkan Maulid Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, maka sesungguhnya ia telah menghidupkan Islam."
Menyambut Datangnya 12 Rabiul Awal, Hari Lahirnya Pemimpin Agung, Baginda Nabi Muhammad.Saw
Sayidah Aminah berkata, “Ketika aku mengandung “Kekasihku” Muhammad Shallallaahu ‘Alaihi Wasallam, di awal masa kehamilanku, yaitu bulan Rajab.
Suatu malam, ketika aku dalam kenikmatan tidur, tiba tiba masuk seorang laki-laki yang sangat elok parasnya, wangi aromanya, dan tampak sekali pancaran cahayanya.
Dia berkata, “Marhaban bika Yaa Muhammad (Selamat datang untukmu Wahai Muhammad)”.
Aku bertanya, “Siapa engkau?”
Ia menjawab “Aku Adam, ayah sekalian manusia”
“Apa yang engkau inginkan?”
“Aku ingin membawa kabar gembira. Bahagialah engkau wahai Aminah, engkau sedang mengandung “Sayyidil Basyar” (Pemimpin Manusia)”
Pada bulan kedua datang seorang laki-laki, seraya berkata, “Assalamu’alaika Yaa Rasulallah (Salam untukmu wahai utusan Allah)”.
Aku bertanya, “Siapa engkau?”
Ia menjawab, “Aku Tsits”
“Apa yang engkau inginkan”
“Aku ingin menggembirakanmu, bergembiralah wahai Aminah, engkau sedang mengandung “Shohibut Ta’wil wal Hadits” (Pemilik Ta’wil dan Hadits)”
Pada bulan ketiga datang seorang laki-laki yang berkata, “Assalamu’alaika Yaa Nabiyallah (Salam untukmu wahai Nabi Allah)”.
Aku bertanya, “Siapa engkau?”
Ia menjawab, “Aku Idris”
“Apa yang engkau inginkan”
“Gembiralah engkau Yaa Aminah, engkau sedang mengandung “Nabiyir Ro-iis” (Nabi Pemimpin)”.
Pada bulan keempat datang seorang laki-laki yang berkata, “Assalamu’alaika Yaa Habiballah (Salam untukmu wahai Kekasih Allah)”.
Aku bertanya, “Siapa engkau?”
Ia menjawab, “Aku Nuh”
“Apa yang engkau inginkan”
“Bahagialah wahai Aminah, engkau sedang mengandung “Shohibun Nashri wal Futuh” (Pemilik Pertolongan dan Kemenangan)”.
Pada bulan kelima datang seorang laki-laki yang berkata, “Assalamu’alaika Yaa Shafwatallah (Salam untukmu wahai Sahabat Karib Allah)”.
Aku bertanya, “Siapa engkau?”
Ia menjawab, “Aku Hud”
“Apa yang engkau inginkan”
“Bergembiralah wahai ibu Aminah, engkau sedang mengandung “Shohibusy Syafa’ah fil yawmil Masyhud” (Pemilik Syafaat di Hari persaksian/ Hari kiamat)”.
Pada bulan keenam datang seorang laki-laki yang berkata, “Assalamu’alaika Yaa Rohmatallah (Salam untukmu wahai kasih sayang Allah)”.
Aku bertanya, “Siapa engkau?”
Ia menjawab, “Aku Ibrohim AlKholil”
“Apa yang engkau inginkan”
“Bahagialah engkau Ya Aminah, engkau sedang mengandung “Nabiyil Jalil” (Nabi yang Agung)”.
Pada bulan ketujuh datang seorang laki-laki yang berkata, “Assalamu’alaika Yaa Manikhtaarohullah” (Salam untukmu wahai orang yang telah dipilih Allah)”.
Aku bertanya, “Siapa engkau?”
Ia menjawab, “Aku Isma’il Adz-Dzabih (Yang disembelih)”
“Apa yang engkau inginkan”
“Gembiralah Yaa Aminah, engkau sedang mengandung “Nabiyil Malih” (Nabi yang Elok)”.
Pada bulan kedelapan datang seorang laki-laki yang berkata, “Assalamu’alaika Yaa Khirotallah” (Salam untukmu wahai pilihan Allah)”.
Aku bertanya, “Siapa engkau?”
Ia menjawab, “Aku Musa putra Imran”
“Apa yang engkau inginkan”
“Kabar gembira Yaa Aminah, engkau sedang mengandung “Man Yunzalu ‘alaihil Qur’an” (Orang yang akan diuturunkan padanya Al-Qur’an)”.
Pada bulan kesembilan, yakni bulan Robi’ul Awwal, datang seorang laki-laki yang berkata, “Assalamu’alaika Yaa Rosulallah” (Salam untukmu wahai utusan Allah)”.
Aku bertanya, “Siapa engkau?”
Ia menjawab, “Aku Isa putra Maryam”
“Apa yang engkau inginkan”
“Gembiralah engkau Yaa Aminah, engkau sedang mengandung “Nabiyil Mukarrom wa Rosulil mu’adhom” (Nabi yang dimuliakan dan Rasul yang diagungkan)”.
Syaikh Nawawi Banten, Maulid Ibriz, hlm 17-19.
Detik-detik Kelahiran Nabi Muhammad SAW
Telah disebutkan bahwa sesungguhnya pada bulan ke sembilan kehamilan Sayyidah Aminah (Robi'ul-Awwal) saat hari-hari kelahiran Nabi Muhammad SAW sudah semakin dekat, Alloh SWT semakin melimpahkan bermacam anugerah-Nya kepada Sayyidah Aminah mulai tanggal 1 hingga malam tanggal 12 Robiul-Awwal malam kelahiran Al-Musthofa Muhammad SAW.
Pada Malam Pertama (ke 1) :
Alloh SWT melimpahkan segala kedamaian dan ketentraman yang luar biasa sehingga Sayyidah Aminah merasakan ketenangan dan kesejukan jiwa yang belum pernah dirasakan sebelumnya.
Pada malam ke 2 :
Datang seruan berita gembira kepada ibunda Nabi Muhammad SAW yang menyatakan dirinya akan mendapati anugerah yang luar biasa dari Alloh SWT.
Pada malam ke 3 :
Datang seruan memanggil :
“Wahai Aminah … sudah dekat saat engkau melahirkan Nabi yang agung dan mulia, Muhammad Rosululloh SAW yang senantiasa memuji dan bersyukur kepada Alloh SWT.”
Pada malam ke 4 :
Sayyidah Aminah mendengar seruan beraneka ragam tasbih para malaikat secara nyata dan jelas.
Pada malam ke 5 :
Sayyidah Aminah mimpi bertemu dengan Nabi Alloh Ibrohim AS.
Pada malam ke 6 :
Sayyidah Aminah melihat cahaya Nabi Muhammad SAW memenuhi alam semesta.
Pada malam ke 7 :
Sayyidah Aminah melihat para Malaikat silih berganti saling berdatangan mengunjungi kediamannya membawa kabar gembira sehingga kebahagiaan dan kedamaian semakin memuncak.
Pada malam ke 8 :
Sayyidah Aminah mendengar seruan memanggil dimana-mana, suara tersebut terdengar dengan jelas mengumandangkan :
“Berbahagialah wahai seluruh penghuni alam semesta, telah dekat kelahiran Nabi Agung, Kekasih Alloh SWT Pencipta Alam Semesta.”
Pada malam ke 9 :
Alloh SWT semakin mencurahkan rohmat kasih sayang kepada Sayyidah Aminah sehingga tidak ada sedikitpun rasa sakit, sedih, susah, dalam jiwa Sayyidah Aminah.
Pada malam ke 10 :
Sayyidah Aminah melihat tanah Tho’if dan Mina ikut bergembira menyambut akan kelahiran Nabi Muhammad SAW.
Pada malam ke 11 :
Sayyidah Aminah melihat seluruh penghuni langit dan bumi ikut bersuka cita menyongsong kelahiran Sayyidina Muhammad SAW.
Malam detik-detik kelahiran Nabi Muhammad SAW, tepat tanggal 12 Robi’ul-Awwal di sepertiga malam. Di malam ke 12 ini langit dalam keadaan cerah tanpa ada mendung sedikitpun. Saat itu Sayyid Abdul Mutholib (kakek Nabi Muhammad SAW) sedang bermunajat kepada Alloh SWT di sekitar Ka’bah. Sedangkan Sayyidah Aminah sendiri di rumah tanpa ada seorang pun yang menemaninya.
Tiba-tiba Sayyidah Aminah melihat tiang rumahnya terbelah dan perlahan-lahan muncul 4 wanita yang masing² sangat jelita, anggun dan cantik, diliputi dengan cahaya kemilau yang memancar serta semerbak harum memenuhi seluruh ruangan.
Wanita pertama datang dan berkata :
”Sungguh berbahagialah engkau wahai Aminah, sebentar lagi engkau akan melahirkan Nabi yang Agung, Junjungan Semesta Alam. Beliaulah Nabi Muhammad SAW. Kenalilah aku, bahwa aku adalah Hawa istri Nabi Alloh Adam AS, ibunda seluruh ummat manusia, aku diperintahakan Alloh untuk menemanimu.”
Kemudian datanglah wanita kedua yang menyampaiakan kabar gembira :
“Aku adalah istri Nabi Alloh Ibrohim AS yang diperintahkan Alloh SWT untuk menemanimu.”
Begitu pula menghampiri wanita yang ketiga :
”Aku adalah Asiyah binti Muzahim yang diperintahkan Alloh untuk menemanimu.”
Datanglah wanita ke empat :
”Aku adalah Maryam, ibunda Isa AS datang untuk menyambut kehadiran putramu Muhammad Rosululloh.”
Sehingga semakin memuncak rasa kedamaian dan kebahagiaan ibunda Nabi Muhammad SAW yang tidak bisa terlukiskan dengan kata-kata.
Keajaiban berikutnya Sayyidah Aminah melihat sekelompok demi sekelompok manusia bercahaya berdatangan silih berganti memasuki ruangannya dan mereka memanjatkan puji-pujian kepada Alloh SWT dengan berbagai macam bahasa yang berbeda.
Detik berikutnya Sayyidah Aminah melihat atap rumahnya terbuka dan terlihat oleh beliau bermacam-macam bintang di angkasa beterbangan yang sangat indah berkilau cahayanya.
Detik berikutnya Alloh SWT memerintahkan kepada Malaikat Ridhwan agar mengomandokan seluruh bidadari sorga agar berdandan cantik dan rapi, memakai kain sutra dan segala macam bentuk perhiasan dengan bermahkotan emas, intan permata yang bergemerlapan, dan menebarkan wangi-wangian sorga yang harum semerbak ke segala penjuru, lalu beribu-ribu bidadari itu dibawa ke alam dunia oleh Malaikat Ridhwan, terlihat wajah bidadari² itu gembira.
Lalu Alloh SWT memanggil :
“Yaa Jibril … serukanlah kepada seluruh arwah para Nabi, para Rosul, para wali agar berkumpul, berbaris rapi, bahwa sesungguhnya Kekasih-Ku cahaya di atas cahaya, agar disambut dengan baik dan suruhlah mereka mnyambut kedatangan Nabi Muhammad SAW.
Yaa Jibril … perintahkanlah kepada Malaikat Malik agar menutup pintu-pintu neraka dan perintahakan kepada Malaikat Ridhwan untuk membuka pintu-pintu sorga dan bersoleklah engkau dengan sebaik-baiknya keindahan demi menyambut kekasih-Ku Nabi Muhammad SAW.
Yaa Jibril… bawalah beribu ribu malaikat yang ada di langit, turunlah ke bumi, ketahuilah Kekasih-Ku Muhammad SAW telah siap untuk dilahirkan dan sekarang tiba saatnya Nabi Akhiruzzaman.”
Dan turunlah semua malaikat, maka penuhlah isi bumi ini dengan beribu ribu malaikat.
Sayyidah Aminah melihat malaikat itupun berdatangan membawa kayu-kayu gahru yang wangi dan memenuhi seluruh jagat raya.
Pada saat itu pula mereka semua berdzikir, bertasbih, bertahmid, dan pada saat itu pula datanglah burung putih yang berkilau cahayanya mendekati Sayyidah Aminah dan mengusapkan sayapnya pada Sayyidah Aminah, maka pada saat itu pula lahirlah Nabi Muhammad Rosululloh SAW dan tidaklah Sayyidah Aminah melihat kecuali cahaya, tak lama kemudian terlihatlah jari-jari Nabi Muhammad SAW bersujud kepada Alloh seraya mengucapkan :
“Allaahu Akbar ... Allaahu Akbar ... Wal-Hamdulillaahi Katsiro, Wasubhanallaahi Bukrotan wa Ashiila...”
Kegembiraan memancar dari setiap sudut alam raya, gemuruh Shalawat memenuhi semesta dengan bahasa yang berbeda beda dan dengan cara yang bermacam macam pula.
وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلَّا رَحْمَةً لِلْعَالَمِينَ
Tidaklah Kami MENGUTUS Engkau (Muhammad) Melainkan Sebagai Rahmat Bagi Seluruh Alam (Al-Anbiya)
Allaahumma Sholli'alaa ala Sayyidinaa Muhammad Wa'alaali Sayyidinaa Muhammad
“Yaa Nabi Salam Alaika. Yaa Rosul Salam Alaika … Yaa Habib Salam Alaika … Shalawatullah Alaika ... ”
Semoga Shalawat dan Salam senantiasa tercurahkan untuk Nabi Muhammad SAW berserta kluarga & para shabat yang menngikutinya dan kita umatnya hinga Akhir zaman semoga kita memperoleh safaatnya kelak.
Yaa Allah Yaa Rabb..
Semoga engkau bangkitkan kami dalam barisan yang sama bersama Rasul kami Yaa Habibi Yaa Rasulullah
Aamiin Yaa Robbal 'Alamiin
(Diriwayatkan dari Imam Syihabuddin Ahmad bin Hajar Al-Haitami Asy-syafi’i. Dalam kitabnya “Anni’matul-Kubro ’alal-alam).
Monday, 11 October 2021
Maulid Nabi Bukan bidah! Memuliakan Kelahiran Nabi Muhammad.Saw Seperti Pemkab Tapin
TAPIN, INFOBANUA,- Maulid Nabi bukan bidah! memuliakan Kelahiran Nabi Muhammad merupakan berkat. Demikian diungkapkan Guru di acara Maulid Nabi.
Kumandang shalawat terlantun indah dan asyik terdengar oleh para pecinta shalawat disertai tabuhan rebana oleh group penerbang ASN Pemkab Tapin di Aula Sekretariat Daerah Tapin, Selasa (12/10).
Kegiatan ini dalam rangka penyelenggaraan Maulid Nabi Muhammad Saw di lingkungan Pemkab Tapin dengan mengusung tema, "Meneladani Akhlak Rasulullah Saw Sebagai Landasan Motivasi Kerja". Maulid Nabi Muhammad Saw ini turut serta dihadiri Bupati Tapin yang diwakili Kabag Kesra Zahidi Haitami, Kepala Kemenag Tapin H.Mahrus, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Tapin, H.Hamdhani, Alim Ulama di Tapin, dan Pegawai ASN Pemkab Tapin.
Zahidi Haitami SHI MM Kabag Kesra Setda Tapin mengatakan Ulama dan Umara kita sangat membantu, sangat mendukung, dan sangat bersinergi. Sehingga setiap kali acara kegamaan yang diselenggarakan Pemerintah Daerah itu selalu dihadiri oleh ulama dan umara kita.
"Alhamdulillah hubungannya sangat baik,"katanya.
Sperti kegiatan maulid yang kita selenggarakan ini dapat mengingatkan kita akhlak-akhlak rasulullah, terutama para ASN kita mudah-mudahan dapat mengambil hikmah dengan meneladani akhlak Rasulullah untuk dapat diterapkan dalam kehidupannya sehari-hari.
"Kegiatan ini bertepatan dengan bulan kelahiran Rasulullah mudah-mudahan juga kita bisa memperingati Maulid Rasulullah Saw lebih meriah lagi di tahun-tahun akan datang,"katanya.
Maulid yang diselenggarakan hari ini turut dimeriahkan para ASN Pemkab Tapin yang kita berdayakan di bidang keagamaan.
"Karena kita tahu mereka memiliki talenta-talenta yang baik, mereka kita bina dengan potensi mereka para alumni majelis ilm di daerahnya masing-masing,"katanya.
Reporter Nasrullah
Wednesday, 6 October 2021
Rabu Wekasan
TAPIN, BM- Akhir bulan Safar yang dikenal dengan sebutan Rebo Wekasan. Diwaktu inilah Allah menurunkan ribuan Bala' yang bertepatan pada tanggal 29 Safar 1443 H atau 6 Oktober 2021 M.
Para muslimin dan muslimat di wilayah Kalimantan Selatan berbondong - bondong melakukan amalan Tolak Bala yang diajarkan para pewaris Nabi yakni Alim Ulama. Ada yang melakukan ziarah ke makam-makam pedatuan dan guru untuk melakukan amalan dengan ikhlash diantaranya sholat sunat sebelum Subuh dan setelah sholat subuh membaca Yasin, dan Salawat.
Setiap amal ibadah hendaknya dilakukan secara ikhlas dengan mengharap Ridho Allah semata. Berkat semua itu tentunya Allah akan menjauhkan yang berdoa padanya dari segala bala bencana.

