Thursday, 21 May 2020

Tokoh Infrontalis Terdepan ISLAM




Assalamualaikum Wr Wb,

Kali ini Badalmaya akan membahas perihal Pertama atau Orang Pertama yang memiliki mindset sudut pandang yang berbeda. Sehingga merekalah orang terpilih, karena pola pikirnya yang infrontalis terdepan dan berada di garis pertama. Siapakah mereka ? Namanya tercatat di history sejarah, profesi mereka lebih dari seseorang yang miliki prinsip kerjanya yang paling arogan, "Aku Akan Tahu Sebelum Orang Lain Mengetahui, Jika Sukses Jangan Dipuji, Jika Gagal Jangan Dicari". Profesi apa ini, para pakar hukum pidana yang selalu menyimpan arsip negara secara rahasia bak Inteljen dunia.

Kembali kepada orang pertama. Contohnya, siapa penemu telepon pertama ?

Jawabnya adalah Alexander Graham Bell.

Kalau aspek religius, siapa orang pertama yang menulis Bismillah ?

Wah, pasti pada bertanya siapa ya. Bingung kan, jika anak yang bertanya kepada orang tua tidak tahu bagaimana, kasihan anak kan. Untuk itulah mari kenali tokoh religius Islam 30 orang dibawah ini.

1. Orang yang pertama menulis
Bismillah : 
*Nabi Sulaiman AS.*

2. Orang yang pertama minum air
zamzam :
*Nabi Ismail AS.*

3. Orang yang pertama berkhitan :
*Nabi Ibrahim AS*

4. Orang yang pertama diberikan
pakaian pada hari qiamat :
*Nabi Ibrahim AS.*

5. Orang yang pertama dipanggil
oleh Allah pada hari qiamat :
*Nabi Adam AS.*

6. Orang yang pertama mengerjakan sa'i antara Safa & Marwah :
*Sayyidatina Hajar*

7. Orang yang pertama dibangkitkan pada hari qiamat :
*Nabi Muhammad SAW.*

8. Orang yang pertama menjadi
Khalifah Islam :
*Abu Bakar As Siddiq RA.*

9. Orang yang pertama
menggunakan Kalender Hijriyyah :
*Umar bin Al-Khattab*

10. Orang yang pertama
meletakkan Jabatan khalifah
dalam Islam :
*Hasan bin Ali RA.*

11. Orang yang pertama
menyusukan Nabi Muhammad
SAW :
*Thuwaibah RA.*

12. Orang yang pertama syahid
dalam Islam dari kalangan lelaki :
*Haris bin Abi Halah*

13. Orang yang pertama syahid
dalam Islam dari kalangan wanita :
*Sumayyah binti Khabbat*

14. Orang yang pertama menulis
hadis di dalam kitab / lembaran :
*Abdullah bin Amru bin Al-Ash*

15. Orang yang pertama memanah
dalam perjuangan fisabilillah :
*Saad bin Abi Waqqas*

16. Orang yang pertama menjadi
muazzin dan menyerukan adzan: *Bilal bin Rabah*

17. Orang yang pertama sholat dengan Rasulullah SAW :
*Ali bin Abi Tholib*

18. Orang yang pertama membuat
mimbar masjid Nabi SAW :
*Tamim Ad-dary*

19. Orang yang pertama menghunus pedang dalam
perjuangan fisabilillah : 
*Zubair bin Al-Awwam*

20. Orang yang pertama menulis
sejarah Nabi Muhammad SAW :
*Ibban bin Othman bin Affan*

21. Orang yang pertama beriman
dengan Nabi SAW :
*Khadijah bt Khuwailid.*

22. Orang yang pertama menggagas usul fiqh :
*Imam Syafi'i RH.*

23. Orang yang pertama membina
penjara dalam Islam:
*Ali bin Abi Tholib*

24. Orang yang pertama menjadi
raja dalam Islam :
*Muawiyah bin Abi Sufyan*

25. Orang yang pertama membuat
perpustakaan umum:
*Harun Ar-Rasyid*

26. Orang yang pertama
mengadakan baitulmal : 
*Umar bin Khattab*

27. Orang yang pertama
menghafal Al-Qur'an setelah
Rasulullah SAW :
*Ali bin Abi Tholib*

28. Orang yang pertama membangun menara di Masjidil
Haram Mekah:
*Khalifah Abu Ja'far Al-Mansur*

29. Orang yang pertama digelar
Al-Muqry :
*Mus'ab bin Umair*

30. Orang yang pertama masuk
 ke dalam syurga :
*Nabi Muhammad SAW*.               

*Wasalam*

Friday, 8 May 2020

Lailatul Qadar





Alhamdulillah sudah memasuki hari ke-15 bulan suci Ramadhan, sebentar lagi memasuki malam ganjil di malam sepuluh yang terakhir di bulan Ramadhan, malam dimana Lailatul Qadar turun ke bumi  untuk ditampakan pada mereka muslim yang mencari berkah didalamnya.

Pasal Pemurah dan memperbanyak berbuat kebaikan terutama pada malam sepuluh yang terakhir dalam bulan Ramadhan.

1.Ibn Abbas Ra berkata, Adanya Rasulullah Saw lebih pemurah dari semua orang-orang, lebih-lebih jika bulan Ramadhan dimana Ia selalu didatangi oleh Malaikat Jibril As dan hampir setiap malam Malaikat Jibril datang untuk Darus Qur'an, dan Rasulullah Saw. Jika bertemu dengan malaikat Jibril, maka Ia lebih pemurah lagi, melebihi dari angin yang terlepas. (Bukhari, Muslim)

2.Aisyah Ra berkata, Adalah Rasulullah Saw jika mulai malam-malam sepuluh yang akhir bulan Ramadhan (dari mulai malam 21 s/d 29) bangun satu malam penuh dan membangunkan keluarganya, dan bersungguh-sungguh ibadat hingga mempererat sarungnya (tidak mengumpuli istri-istrinya). (Bukhari, Muslim).

Konon, menurut Tausyiah Abah Guru Sekumpul Ra dalam tausyiahnya mengatakan cahaya Lailatul Qadar itu bagaikan Kilauan emas kuning bersinar terang bak bulan purnama. Indah sekali, sehingga seseorang yang pernah dilihatkan Allah tiada hentinya akan terus mencari karena dibalik semua itu terdapat ridho Allah. Subhanallah, indahnya kilaunya.

Yaa Allah, shalawat dan salam semoga terus tercurah atas Baginda Rasulullah Saw yang kami cinta kasih dan sayang karena Allah. Allahumma Yaa Qadhi Yaa Hajat Yaa Allah Yaa Arif Alimulghaibi Wa Syahadat Ya Razaq Ghani Ya Wakil Allah. Yaa Rahman Rahim Yaa Lathif. Amin.

Wednesday, 6 May 2020

ABAH ANOM DALAM PANDANGAN 4 ULAMA BESAR DUNIA.





1). Imam Besar Ahlussunnah al Arif Billah As Sayyid Muhammad bin Alwi al Maliki al Hasani.

Kisah ini diambil dari majalah Nuqthoh terbitan no 9 tanggal 26 januari 2010 M, hal 32 dengan judul “Mengenal Abah Anom melalui pandangan batinnya”.
KH. Dodi Firmansyah ditanya oleh almarhum Sayyid Muhammad Al-Maliki Al-Hasani Ra pada saat 40 hari menjelang wafatnya. Kiyai muda asal Garut tersebut terperanjat saat al-‘alamah tersebut tiba-tiba menanyakan sosok guru yang telah menanamkan kalimat agung di lubuk hatinya. Lebih terkejut lagi saat Ulama tersebut “tercekat” sewaktu disebutkan nama Syeikh Ahmad Shohibul wafa Tajul ‘Arifin. Secara sepontan Al Imam al Alim al Alamah al Arif Billah Muhadits al Musnid al Mufasir Qutb al Haramain Syeikh Muhammad al Maliki al Hasni al Husaini as Syadzili Mekah menyebutkan bahwa "Syeikh Ahmad Shohibul Wafa Tajul ‘Arifin adalah Sulthonul Awliya fi hadza zaman "( Rajanya para Wali pada zaman ini ) bahkan beliaupun menyebutkan QODDASALLAHU SIRROHU bukan rodliyallohu ‘anhu seperti yang kebanyakan disebutkan oleh para ikhwan.

Walaupun secara dhohir Syeikh Muhammad Alawy Al-Maliki belum bertemu dengan Abah Anom namun keduanya telah mengenal di alam ruhani yang tak dibatasi ruang dan waktu.
_____________
Sekilas profil KH.Dodi Firmansyah Usianya masih muda kelahiran garut tahun 1978. Sejak usia SMP ia dikenal ahli hikmah sedangkan ketertarikan dalam dunia tasawwuf ia belajar ke Pondok Pesantren Suryalaya sejak dimulai kelas 4 SD . Kiayi ini pernah dididik langsung oleh almarhum Al-Alamah Sayyid Muhammad bin Alawi Al-Maliki r.a di mekkah selama 6 tahun. Pulang mesantren dari mekkah pada tahun 2006, kiyai ini menikah dengan Hj.Siti Fatimah putri seorang pengusaha asal Tasikmalaya dan dikaruniai putra yang diberinama M.Lutfi L. Makki.

2). Alimul Allamah Asy Syeikh Muhammad Zaini Abdul Ghani Al 'Aidrus ( Guru Sekumpul ).

Ada cerita menarik dari Subhan seorang Dosen IAILM Suryalaya pernah silaturahmi kepada Tuan Guru Ijai Martapura Kalimantan Selatan. Tuan guru Ijai menyebutkan 'SYEKH AHMAD SHOHIBUL WAFA TAJUL ARIFIN ADALAH LAUTAN THORIQOH.'

Abah  Guru Sekumpul dikenal sebagai seorang Wali Mursyid yang masyhur yang dikunjungi para alim ulama Habaib dari belahan dunia. Alimul ‘allamah Al ‘Arif Billah Asy-Syekh Muhammad Zaini Abd. Ghani pernah menyampaikan bahwa SYEIKH SHOHIBUL WAFA TAJUL ARIFIN ADALAH LAUTAN THORIQOH berita ini pun disampaikan langsung ke Abah Anom dan dibalas oleh Abah Anom SYEIKH MUHAMMAD ZAINI ABDUL GHANI ADALAH LAUTAN ILMU.

3). Mursyid Thoriqoh Naqsyabandi Al-Haqqani, As-Sayyid Al-‘Alamah Al-‘Arif billah Syeikh Mohammad Nazim Adil al-Haqqani, sufi kenamaan dari Cyprus-Turkey.

Syaikh Nazim Adil al-Haqqani r.a suatu ketika bermunajat pada Allah dan mengajukan pertanyaan kepadaNya, "Siapakah manusia yang  paling ikhlas di muka bumi sekarang ini .... ? Dan Beliau mendapatkan jawabannya orang itu adalah Syeikh A. Shohibul Wafa Tajul Arifin carilah dia di bumi bagian timur. Akhirnya beliau pergi ke Indonesia Tahun 2001 jumpa Abah Anom di Suryalaya.
Kedudukan Abah Anom sebagai Sulthonul Awlia telah diakui sejak tahun 2001 yang lalu oleh para Ulama Sufi dan mereka telah mengakuinya hingga Wafatnya. Saat wafatnya Abah Anom September 2011, Pengakuan langsung datangnya dari Syeikh Hisyam Kabbani kepada KH. Wahfiudin via email juga mengungkapkan Abah Anom sebagai Sulthon ( Raja ) para Aulia meninggalnya sangat beruntung berkumpul bersama para Nabi dan para Wali.
Dalam majalah sinthoris (Sinar thoriqoh islam) disebutkan As-Sayyid Al-‘Alamah Al-‘Arif billah Syeikh Mohammad Nazim Adil al-Haqqani r.a pernah mengatakan bahwa Syeikh Ahmad Shohibul Wafa Tajul ‘Arifin adalah WALI AGUNG DI TIMUR JAUH.. hal itu pernah disampaikan juga di kampus oleh KH.Wahfiuddin setelah Syeikh Mohammad Nazim Adil al-Haqqani ke P.P. Suryalaya menemui Abah anom. Pada kesempatan bertemu dg Abah Anom Syeikh Nazim juga menyampaikan pidatonya di Pondok Pesantren Suryalaya tgl.05 Mei 2001

Berikut ini isi pidato beliau:

“Banyak para alim ulama dan para cendikiawan muslim memberikan pengetahuan agama kepada umat, pengetahuan itu bagaikan lilin-lilin, apalah artinya lilin-lilin yang banyak meskipun lilin-lilin itu sebesar pohon kelapa kalau lilin-lilin itu tidak bercahaya. Dan cahaya itu salah satunya berada dalam kalbunya beliau ( Syekh Ahmad Shohibul Wafa Tajul ‘Arifin).

Saya tidak tahu apakah Nur Illahi yang dibawanya akan putus sampai pada beliau saja, atau masih akan berlanjut pada orang lain. Tapi saya yakin dan berharap, sesudah beliau nanti masih akan ada orang lain yang menjadi pembawa Nur Illahi itu. Siapakah orangnya, saya tidak tahu.

Maka Anda sekalian para hadirin, ambillah Nur Illahi itu dari beliau saat ini. Mumpung beliau masih ada, mumpung beliau masih hadir di tengah kita, sulutkan Nur Illahi dari kalbu beliau kepada kalbu anda masing-masing. Sekali lagi, dapatkanlah Nur Ilahi dari orang-orang seperti Syekh Ahmad Shohibulwafa Tajul ‘Arifin.

Dari kalbu beliau terpancar pesan-pesan kepada kalbu saya. Saya berbicara dan menyampaikan semua pesan ini bukan dari isi kalbu saya sendiri. Saya mengambilnya dari kalbu beliau. Di hadapan beliau saya terlalu malu untuk tidak mengambil apa yang ada pada kalbu beliau. Saya malu untuk berbicara hanya dengan apa yang ada pada kalbu saya sendiri.” -tamat ringkasan pidatonya
__________________________
Pidato Syekh Nazim diatas juga pernah dimuat di Majalah Sufi dengan Judul “Lilin-lilin tapi tidak bercahaya”

Bagi mereka yang mencintai perjalanan kerohanian, dan berkesempatan berhadapan dengan Abah Anom di Suryalaya, pasti akan terasa kehaibatannya dan getarannya yang mengharukan, kerana beliau ibarat ''bapa'' kita, yang tidak berkesempatan berjumpa dengan kesemua ''anak-anak''nya . Ramai yang menangis bila berhadapan dengan Abah buat kali pertamanya samada penziarah itu termasuk dari para pengikutnya maupun selain mereka. Ketika ingin pulang ke tanah air saja, akan terasa kesedihan yang amat sangat, persis perasaan yang sama ketika meninggalkan 'Ka'batullah '. Alfaqir sendiri mengalami perkara yang sama, walaupun berkali-kali berkujungan ke Surayalaya, yang anehnya, ketika detik-detik ingin pulang, kita terasa seolah-olah tidak dapat berjumpa dengan Abah lagi..ada yang memeluk Abah dengan eratnya, ada yang menangis tidak terkawal dan sebagainya. Mengikut hemat alfaqir, ini adalah kesan bagi maqam 'ka'batul wasilin' yang pernah diberikan Allah SWT kepada Sheikh Abdul Qodir Al-Jailani q.s.

Kejadian sama berlaku ketika Sheikh Nazim berkunjungan ke Abah, selepas mengucapkan selamat tinggal kepada Abah yang berkursi roda di dalam madrasah ketika itu, Sheikh Nazim beserta rombangan meninggalkan madrasah keluar ke mobil-mobil masing-masing untuk berangkat pulang, anehnya apabila semua sudah berada di dalam kenderaan masing-masing, Sheikh Nazim masih belum menaiki mobilnya, beliau seolah-olah tidak terdaya untuk naik kenderaannya , beliau patah balik masuk ke madrasah mengucapkan selamat jalan buat kali keduanya kepada Abah. Ini berlaku sehingga 3 kali, masuk madrasah keluar balik, masuk madrasah keluar balik,....... Sheikh Nazim 'tidak berdaya menaiki kenderaannya 'mungkin' oleh kerana perasaan cinta dan kasih yang amat sangat menegahnya untuk berpisah dengan Abah.

Abah mengesan perasaan yang menyelimuti Sheikh Nazim, Abah meminta para pembantunya agar beliau di bawa keluar dari madrasah sehingga mengiringi para tetamu di lapangan perpisahan di hadapan kenderaan mereka masing-masing. Ketika itu Sheikh Nazim berjumpa sekali lagi dengan Abah Anom mengucapkan 'Selamat Jalan'nya yang terakhir. Pada waktu itu satu , Abah mengeluarkan dari sakunya sebentuk cincin permata merah di hadiahkan kepada Sheikh Nazim. Barulah Syeikh Nazim kelihatan kuat untuk meninggalkan tempat itu.

Sebahagian dari karomah Abah yang masyhur , apabila ingin memberi sesuatu kepada orang-orang yang di sayangi, cukup dengan menyeluk sakunya , akan adalah cincin atau tasbih atau apa sahaja yang di tentukan Allah SWT buat ketika itu.

4). Habib Ali Batu Pahat (Malaysia)

Satu makluman kami peroleh dari Alfadhil Ustaz Mukhtar Bin Habib ketika beliau berkunjungan ke Batu Pahat mengunjungi Almarhum Habib Ali. Almarhum Habib Ali adalah salah seorang wali Allah dan ahli mukasyifiin dari para hambaNya. Alfaqir sendiri sudah tiga kali menziarahi beliau, pada awal tahun 1997.

Banyak yang tidak mengenal Habib Ali ini sehingga Almarhum Al-Allamah Habib Omar bin Abdullah Al-Khatib mengkhabarkan kewaliannya kepada para muridnya di Singapura. Selepas kewafatan Habib Omar, barulah para murid berkunjungan ke rumah Habib Ali ini. Nama lengkapnya ialah Habib Ali bin Jakfar bin Ahmad bin Abdul Qadir Alaydrus.

Rumah Habib Ali yang sangat sederhana itu senantiasa penuh dengan para tamu dari Singapura. Diantara karomahnya ialah, apa yang kita bicarakan dalam perjalanan ketika hendak mengunjunginya, nanti sesudah berjumpa dengan beliau, selepas beramah tamah, beliau akan membawa perbincangan yang seolah-olah menyambung dg perbincangan yang di bahas dalam perjalanan.

Almarhum Habib Ali, sangat teliti dan halus perhatiannnya, beliau selalu memilih perkataan yang tepat untuk berbicara agar tidak keterlaluan atau berkurangan dalam ekspresinya.

Di khabarkan kepada kami , bahwa Ustadz Mukhtar ketika melanjutkan pengajiannya di Pondok Pesantren Suryalaya, beliau berkunjungan ke Batu Pahat mengunjungi Habib Ali untuk mendapatkan doa beliau. Pada tahun 2004 atau 2005, Ustadz Mukhtar ketika pulang bercuti ke tanah air (Singapura) , beliau mengunjungi Habib Ali lagi. Saat ditanya oleh Habib Ali mengenai tempat pengajiannya, Ustadz Mukhtar menjawab bahwa beliau belajar di bawah bimbingan Abah Anom. Ketika Habib Ali mendengar nama Abah Anom beliau mengatakan :

" ABAH ANOM ADALAH PENEGAK AGAMA ISLAM".- tamat kata-kata almarhum habib.

Kata-kata Habib Ali mengembirakan Ustadz Mukhtar karena Habib Ali sangat teliti orangnya dalam memberikan komentar atau makluman, ditambahkan lagi beliau seorang wali Allah.

Penegak agama Islam dalam istilah Tasawuf yang terdekat ialah sebutan "Muhyiddin'' yang berarti "Penghidup Agama''. Dengan seseorang itu berjaya menghidupkan agama artinya dia telah menegakkan agama, dan jika seseorang itu mematikan nilai-nilai agama artinya dia telah menghancurkan agama.-Alfaqir

Subscribe Channel Kami di http://www.youtube.com/c/HusenSufi

Terimakasih

Saturday, 2 May 2020

Guru Zuhdi Ulama Kharismatik Banjarmasin

Yaa Allah, masih terlihat tersenyum guru kami yang kami cinta, kasih, dan sayang karena Allah menghadapi maut. Yaa Allah semoga engkau tempatkan beliau ditempat tertinggi dekat dengan Rasulullah Saw.



*MOHON  IZIN*: SEMOGA  KITA SEMUA MEDAPAT KEBERKAHAN.

 GURU ZUHDI:  ULAMA MUDA KHARISMATIK
Oleh : Dr. Saifuddin MA

Tuan Guru Ahmad Zuhdiannor atau lebih akrab disapa Guru Zuhdi dilahirkan di Banjarmasin pada 10 Februari 1972 dari keluarga yang menekuni ilmu-ilmu agama. Beliau merupakan putera dari KH. Muhammad bin Jafri dan Hj. Zahidah binti K.H. Asli. Ayah beliau dikenal sebagai ulama yang cukup terkenal di Banjarmasin. Disebutkan bahwa ayah beliau, KH. Muhammad, pernah menjadi pimpinan Pondok Pesantren Al Falah setelah KH. Muhammad Tsani. KH. Muhammad adalah sahabat Abah Guru Sekumpul dan juga murid dari KH. Anang Sya'rani Arief. Menurut kisah bahwa Abah Guru Sekumpul pernah sekelambu dengan KH. Muhammad. Sedangkan kakek beliau dari pihak Ibu, K.H. Asli adalah tokoh ulama yang berdomisili di Alabio. Keduanya nanti terlibat secara penuh dalam pendidikan Zuhdi kecil.

Beliau memiliki sembilan orang saudara. Dua orang di antaranya sudah meninggal, sehingga ada tujuh orang yang masih hidup. Nama-nama saudara beliau, Hj. Naqiah, Sa‟aduddin, Jahratul Mahbubah, As'aduddin, Zulkifli, Najiah, Nashihah, dan Nafisah.

Pendidikan formal yang dijalani Guru Zuhdi hanya sampai tingkat SD. Setelah itu, beliau melanjutkan ke Pesantren Al Falah, selama sekitar dua bulan, namun karena sakit kemudian berhenti. Kemudian beliau belajar dari kakek beliau sendiri dari pihak ibu, K.H. Asli selama satu tahun. Bidang ilmu yang dipelajari di sana, yaitu Ilmu Tajwid, Fikih, Tashrif, Tauhid, Tasawuf. Setelah satu tahun di Alabio, kemudian meneruskan mengaji dengan orang tuanya, belajar Tauhid, Fikih, Nahwu, Tasawuf. Selama di Banjarmasin, beliau juga belajar dengan K. H. Abd. Syukur Teluk Tiram, di sana dia belajar tasawuf, fikih, ushul fikih, Arudh.

Setelah meninggalnya K.H. Abd. Syukur, ia kemudian diserahkan ayahnya kepada K. H. Muhammad Zaini bin Abdul Ghani (Abah Guru Sekumpul). Kata-kata pertama yang terucap dari lisan Abah Guru Sekumpul saat berbicara dengan ayah beliau, KH. Muhammad adalah, "Muhammad, ikam handak tahulah...anak ikam tu kenanya 'alim pada ikam."

Dengan Guru Sekumpul, Guru Zuhdi belajar beberapa ilmu, terutama akhlak kurang lebih selama tujuh tahun. Pengaruh Guru Sekumpul terhadap Guru Zuhdi sangat kuat. Pada banyak hal beliau selalu merujuk kepada figur sang guru ini, seperti dalam hal tarekat, beliau mengikuti Tarekat Sammaniyah. Bahkan dalam berpakaian pun ketika mengisi pengajian, beliau sangat mirip dengan ulama kharismatik asal Martapura ini, yakni baju putih dengan serban besar di kepala.

Kitab-kitab yang beliau pelajari selama nyantri yaitu: Pada bidang tauhid, Syarah Hud Hudi karya Imam Syarkawi, Syarah Dasuqi karya Imam Sanusi, Matan Sanusiah karya Imam Sanusi, dan Kifayatul Awal, karya Syekh Fudhali. Pada bidang tasawuf, Bidayatul Hidayah karya Imam Ghazali, Minhajul Abidin karya Imam Ghazali, Ihya Ulumuddin karya Imam Ghazali, dan Taqribul Ushul karya Syekh Zaini Dahlan. Pada bidang fikih, Syarah Sitin karya Syekh Ramli, Syarah Bajuri karya Syekh Bajuri, dan Syarah I‟anatuthalibin karya Syekh Zainuddin. Sedangkan pada ilmu nahwu, Matan Jurumiah karya Imam Sanhaji, Mukhtasar Jidan karya Syekh Zaini Dahlan, Syarah Syekh Khalid karya Syekh Khalid, dan Alfiah Ibnu Malik karya Ibnu Malik.

Guru Zuhdi pernah mengajar selama sekitar dua tahun di Pondok Pesantren Al Falah. Aktivitas beliau sekarang ini yaitu membuka pengajian di Mesjid Jami pada Malam Ahad, pengajian di rumah Guru Zuhdi pada Malam Sabtu, pengajian di Teluk Dalam, Langgar Darul Iman malam selasa, dan pengajian di Sabilal Muhtadin pada malam Jum‟at. Beliau biasanya tidak bersedia diundang pada peringatan hari-hari besar Islam, dan hanya memfokuskan diri pada pengajian saja.

Ketika awal membuka Majlis, dulunya jama'ahnya tidak sebesar seperti sekarang ini. Pengajian kitab awal-awal yang beliau bacakan adalah dari catatan tangan Majlis Abah Guru. Para Jamaah yang hadir di Majlis beliau kadang-kadang terobati Kerinduan kepada Majlis Abah Guru Sekumpul karena kitab, cara Majlis, isi kajian dalam Majlis, gaya bicara dan penjelasan, serta tamu-tamu yang hadir, sangat mirip dengan Abah Guru Sekumpul meskipun tidak berani menyamakan kedudukan dan pangkat Abah Guru Sekumpul dan tidak ada yang menyamai Abah Guru Sekumpul.

(Diolah dari artikel Mujibrrahman dkk, "Ulama Banjar Kharismatik" dan sumber-sumber lainnya)

Berpuasa Dan Jaga Lidah




Masya Allah, mantap Ustadz Abdul Shomad menyampaikan tausiyah nya tentang perkara menjaga lisan selama bulan puasa Ramadhan.
Beliau sampaikan arti Imsyak waktu memasuki seorang umat muslim untuk memulai aktivitasnya  selama berpuasa.

Hanya gara-gara lidah, pahala puasa seseorang bisa berhamburan karena keburukannya yang dapat menyebabkan sakit hati seseorang dan seakan memakan daging bangkai saudaranya sendiri. "Karena lidah tak bertulang hingga sebabkan puasa yang dilakukan hanya sekedar menahan haus dan lapar saja,"katanya.

Persoalan lidah juga diakhirat nanti dikunci Allah saat mempertanggungjawabkan perbuatannya selama menjalankan hidup di dunia.

Pasal Orang Puasa harus memelihara lidah dan anggotanya dari semua kekejian dan pelanggaran-pelanggaran.

Abu Hurairah Ra berkata: Rasulullah Saw bersabda Jika kamu sedang berpuasa, maka jangan berkata keji, dan jangan ribut (marah) dan jika ada orang memaki atau mengajak berkelahi, hendaknya diberitahu: "Saya berpuasa". (Buchari, Muslim)

Artinya saya sedang ibadah dan menjaga lidah dan anggota dengan tidak melayani caci-maki apalagi berkelahi


 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | cheap international calls