This is featured post 1 title
NoPicture
This is featured post 2 title
Suasana dalam Kabah Baitullah-Cinta Karena Allah
Friday, 2 May 2014
Pena Jum'at Kali Ini Asa Dapat Saat
Seorang Khatib berbusana Muslim serba putih dilengkapi kain sorban duduk diatas mimbar seraya menyeru kepada seluruh jamaah yang tengah duduk berbaris diatas garis SAF Masjid (red.Rumah Ibadah). “Mari tingkatkan takwa kepada Allah.SWT untuk tetap terus beribadah dan taat kepada Allah melalui tuntunan sunah Rasulnya Nabi Muhammad.SAW, “kata Khatib mengajak para Jamaah Sholat Jum’at di Masjid Agung, Jum’at (2/5/2014).
Setiap orang pasti akan menjemput kematiannya yang sudah ditakdirkan oleh Allah.SWT, dan setiap orang pasti menemuinya kelak bagaimanapun keadaannya, dimana saja, kapan saja, karena kematian akan menghampiri dan kehidupan yang merupakan rahmat Allah ini akan berakhir. Nah sekarang yang perlu dipikirkan adalah bagaimana nantinya kita mati ? Karena itulah perbanyak bekal dari sekarang yang perlu dipersiapkan. Bekal dimaksud bukanlah pangkat, harta kekayaan, pengikut, maupun hal-hal yang bersifat duniawi. Bekal berupa kejernihan hati, kekuatan iman, ketaqwaan kepada Allah.SWT, dan Amal Saleh.
“Berbekalah ! Dan sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah taqwa dan bertaqwalah kepada-Ku hai orang-orang yang berakal” (QS:Al Baqarah:197).
Dan seseorang yang telah meninggal dunia akan berhadapan dengan kelakuan yang diperbuatnya selama hidup di dunia. Jika baik, tentunya balasannya surga dari Allah.SWT. Begitu sebaliknya jika buruk, neraka tempatnya.
Berbekal diantaranya dengan perbanyak beramal dengan berzikir, seseorang yang membaca Subhanallah Walhamdulillah Wa Laillahaillahallah Wa Allahu Akbar, dan membaca Walahaula wallaquwataillahbillahil alihil azhim maka malaikat yang memiliki 70 ribu sayap dan miliaran malaikat lainnya seraya berzikir bertahmid dan juga beristigfar akan mendoakan orang yang membacanya dimasa hidupnya.
“Amin Ya Allah, semoga engkau lindungi Kami dari azab dan kemurkaanmu. Dan kabulkanlah doa Kami di saat jum’at hari ini serta Ampunilah Kami.”
Sunday, 6 April 2014
Allah...Allah...Allah...Aku Ingin Selalu Ingat Pada Allah dan Laksanakan Hak Allah Atas Diriku
Assalamu’alaikum Wr.Wb
Salam dari Kami yang menyandarkan segala sesuatunya dengan niat karena Allah. Dari Allah kembali ke Allah, Untuk Allah, dan Ikhlash Karena Allah. “Seorang yang ikhlash karena Allah dalam beramal dan perbuatan yaitu seorang yang berbuat kebaikan dalam hidupnya selalu disandarkan dan diniatkan karena Allah semata. Dan menutup pintu hati dalam diri dan jiwanya selain dari Allah Tuhan seru sekalian Alam semesta, “kata Garandali yang selalu mengingat Allah ditengah Gurur menggelegar saat waktu hujan mengguyur bumi ini.
Pada saat Ia Bekerja, Beribadah Beramal Sholeh Ia niatkan karena Allah.SWT tanpa meminta pahala dari Allah.SWT yang baginya sudah pasti Ia dapatkan karena sudah janji Allah melalui amanah Nabi Muhammad.SAW. “Setiap satu kebajikan itu pasti dibalas oleh Allah puluhan kali lipat pahala dari kebajikan yang dikerjakan seseorang”. Karena sudah pasti pahala didapatkan dari kebajikan yang dikerjakan lantas untuk apa diharapkan lagi, lebih baik lagi diniatkan dengan ikhlash semata karena Allah dengan berharap Ridho Allah atas kebajikan yang kita kerjakan demi meraih Ridho Illahi. Ya Allah jadikanlah diri kami tempat persinggahanmu saja.
Yaa Allah, Kami tak berharap mati sebagaimana tutur Nabi Muhammad.SAW, “Janganlah berharap mati diantara umatku. Hendaknya mintalah kepada Allah petunjuk dan hidayah Allah di sisa umur ini selalu dalam kebaikan dan beribadah kepada Allah”. Ya Allah tolonglah Kami disisa umur kami ini untuk selalu dapat melaksanakan hak mu (Allah) dalam diri kami yakni selalu mengesakanmu seperti Nabi Ibrahim.AS yang mentauhidkan Allah dalam diri Beliau juga selalu ingat Allah dimanapun berada. Jadikanlah diri kami tempat persinggahanmu semata saja Ya Allah, hingga tiada Tuhan Selain Allah dan Nabi Muhammad.SAW utusan Allah dalam kehidupan Kami. Terus berzikir dan berzikir dalam baik khafi (rahasia) maupun jahir kami.
Sekiranya orang tua itu benar cepatkanlah dan sudah tercatat disisi Allah, Amin jawabku. Ya Allah matikanlah Kami khususnya Aku dalam keadaaan Khusnul Khatimah. Kami bersedia mati dijalanmun dengan bersujud padamu seraya mengingat Allah dan Rasulullah Nabi Muhammad.SAW, dan matikanlah aku di malam jum’at juga di bulan Ramadhan pada malam 10 terakhir di bulan Ramadhan. “Yaa Allah aku pasrahkan diri kepadamu Illahi, dan tolonglah Kami yang menyandarkan seluruh jiwa dan raga Kami termasuk juga hallikhwal yang kau tanamkan pada diri Kami berupa hallikhwal berupa cinta, kasih, dan sayang semata-mata karena Allah dan hanya karena Allah”. Begitu juga Maqamat tobat yang ada pada diri Kami untuk tidak lagi melakukan kejahilan yang kadang khilaf ada pada diri kami.
“Yaa Allah ampunilah Kami atas segala dosa dan kesalahan Kami, Tobat Yaa Allah, Tobat Yaa Allah, Tobat Yaa Allah seraya mengingat lantunan Abah. Semoga Beliau ditempatkan di tempat yang tertinggi selalu. Amin 3 X.
Untuk Saudara, Kakak-Kakak, Anak Istri, Teman, dan juga Orang Tua Kami yang Kami cinta kasih dan sayang Karena Allah. Mohon maafnya ya, Badal Maya garandali meminta maaf. Juga Kakak Cilegon memory terima kasih bimbingannya selama ini.
Wasslamualaikum Wr WB.
Thursday, 3 April 2014
Selamat jalan Guru Kami nan Kucinta Kasih Sayang karena Allah
Guru Khalik sosok alim ulama kharismatik
yang selalu rendah hati
dengan warga masyarakat serta arif dan bijaksana terhadap
murid-muridnya. Selamat
jalan guru seraya kami berdoa, Ya Allah bentangilah selalu curahan cinta
kasih
sayangmu terhadap beliau, tempatkanlah beliau di tempat yang tertinggi
bersama
Rasulullah Nabi Muhammad.SAW. Terima kasih untuk pengetahuan yang engkau
beri
kepada kami.”
Ya Allah ampunilah serta naungilah kami selalu dengan
hallikhwal
berupa cinta, kasih, sayang karena Allah dan lindungilah kami selalu
dari azab
dan kemurkaanmu. Ya Allah jadikanlah sisa hidup kami untuk tetap selalu
ingat
dan taat kepadamu dan rasulmu .
Sujud dari sholat kita baik itu sholat wajib maupun sunah
ternyata mengandung banyak manfaat dan hikmah dibaliknya. Sujud
merupakan
bentuk penyerahan diri seseorang terhadap pemilik jiwa seluruh insan di
dunia
yang tak lain adalah Allah.SWT. Sujud melibatkan 7 anggota tubuh yang
bertumpu
pada bumi, seperti dahi, 10 jari ujung mata kaki kanan dan kiri, 2 tapak
tangan
kanan dan kiri, dan dua lutut kaki kanan dan kiri.
Jadi teringat dengan yang pernah
disampaikan seseorang kiai
(ulama) terkait sujud ini, dan sampai saat ini pesan beliau masih
tertanam di benak kepala seraya berharap semoga ini “Pengetahuan” yang
bermanfaat
bagi kami semua. “Bahwasanya Allah.SWT dekat dengan seseorang ketika Ia
sedang
sholat dalam posisi sujud. Bahkan dari kesempurnaan sujud ini pula
menentukan
kesempurnaan ibadah kita terhadap Illahi ”.
Dari Abi Hurairah RA,
Nabi Muhammad.SAW berkata, “Sesungguhnya sejelek-jeleknya manusia adalah
ketika
Ia sholat tidak menyempurnakan ruku dan sujudnya ”.
“Tidak mendapat pahala sholat seseorang
yang tidak meluruskan
punggungnya dalam ruku dan sujud”.
Nah lantas seperti
apa sih sujud yang benar ? Tanya saya kepada guru.
Dikatakannya, “Dalam setiap sholat yang
kita lakukan ada
beberapa tahapan tata cara sholat yang dinilai sangat penting dan
menentukan.
Diantaranya seperti takbir dan membaca surat Al-Fatihah yang tidak boleh
ditinggalkan. Juga posisi ruku dan sujud seseorang ketika sholat
merupakan
salah satu rukun yang juga tak boleh ketinggalan, “katanya.
Menurut Ia, ada 7 bagian tubuh terlibat saat sujud, yakni
pertama bagian wajah terdiri dari dahi dan hidung. Kedua, 10 jari ujung
mata
kaki kanan dan kaki kiri. Ketiga, 2 tapak tangan kanan dan tangan kiri,
dan
Ke-empat dua lutut kaki kanan dan kiri. “Jika kita perhatikan pada 10
jari
ujung mata kaki banyak yang terabaikan oleh para jamaah. Dimana hanya
sebagian
jari kaki saja yang terlipat sementara lainnya seperti jari kaki
kelingking dan
manis tidak ikut terlipat dalam sujud. Hendaknya demi kesempurnaan
sholat, 10
jari kaki ikut terlipat dalam sujud, “katanya.
Selain itu pada saat ruku, kondisi
punggung juga harus rata dan
lurus. Demikian katanya.
Manfaat sujud dari
sudut pandang medis banyak, diantaranya adalah melancarkan sirkulasi
peredaran
darah dari jantung ke otak disaat sujud sehingga dapat membuat otak
semakin
cerdas, karena otak mendapatkan pasokan darah dan oksigen. “Sujud dapat
membuat
otak semakin cerdas”. Percaya atau tidak ! kalau tak percaya
rajin-rajinlah
perbanyak sujud dan buktikan sendiri kedahsyatan dari sujud kita kepada
Illahi
Rabbi.
Bagi yang mengalami insomania atau sulit tidur, dengan
perbanyak
sujud ternyata dapat memberikan dorongan seseorang mudah tertidur. Nggak
perlu
lagi deh membeli obat tidur yang terbuat dari bahan kimia, cukup dengan
sujud
kepada Allah.SWT sulit tidur dapat teratasi.
“Semoga kita diberi hidayah berupa mampu
sujud dan ruku sesuai
tata cara dengan sholat dan sujudnya nabi ”.
Ada Pepatah mengatakan sedikit demi
sedikit akhirnya menjadi
bukit. Ikatlah ilmu pengetahuan dengan menulisnya. Alhamdulilah kami
dapat
hidayah untuk menulisnya disini dari Allah. Semoga apa yang kita tulis
menjadi
bermanfaat, dan Allah.SWT membentangkan ampunannya bagi kita semua. Ya
Allah
semoga engkau selalu bentangkan cinta dan kasih sayangmu pada guru-guru
yang
mengajari kami dan naungilah mereka selalu dengan cinta kasih dan
sayangmu
serta tempatkanlah mereka ditempat yang tertinggi.
Wednesday, 22 January 2014
Peringati Maulid Rasul
RANTAU, ~ Awal tahun 2014 di bulan Januari tak seperti biasanya, warga desa dan kelurahan yang ada di daerah-daerah menggelar selamatan sekaligus doa bersama di bulan Rabiul Awal 1435 H. Mereka tampil bersahaja dengan busana muslim, jika pria menggunakan kemeja dan kopiah peci. Begitu sebaliknya jika wanita menggunakan jilbab bekerudung. Mereka menghadiri seruan undangan selamatan yang digelar warga desa dan kelurahan dalam rangka memperingati hari kelahiran Rasulullah Nabi Muhammad SAW, Nabi panutan umat Islam di seluruh dunia.
“Ya Allah, wahai Tuhanku muliakan oleh-Mu akan Muhammad dan akan keluargaya sebagaimana Engkau memuliakan keluarga Ibrahim dan berilah berkat olehmu kepada Muhammad dan keluarganya sebagaimana Engkau telah memberkati keluarga Ibrahim, bahwasanya Engkau sangat terpuji lagi sangat mulia diserata alam.” (HR.Muslim dan Abî Mas’ûd).
Setiap tahun pada bulan Rabiul Awal umat Islam di dunia diantaranya warga Tapin memperingati maulid, dan sudah tradisi masyarakat Tapin mengenang dan merindukan Nabi Muhammad.SAW. Dimulai sejak memasuki 12 Rabiul Awal tahun hijriah dan terus berlangsung hingga bulan itu berakhir. Mereka memperingatinya dengan penuh keceriahan serta kasih dan sayang. Mereka yang memperingatinya terdiri dari mulai pejabat di lingkungan Pemerintah Daerah berserta warganya. Seperti pada 14 Januari 2014 kemarin, Wakil Gurbenur, Bupati, bersama pejabat dan warganya berbaur bersama mengikuti perayaan beayun maulid di Masjid Keramat Al Mukarammah Desa Banua Halat Kecamatan Tapin Utara. Selain itu juga ada warga desa lainnya yang menggelar selamatan, tausyiah agama, pengajian, dan kegiatan religius lainnya.
“Ini bulan Maulid bulan kelahiran Nabi Muhammad.SAW dan warga desa secara bergantian memperingatinya dengan menggelar selamatan, ceramah agama. Selamatan di rumah-rumah penduduk dan undangan makanan di bulan yang berkat ini, peringatan mauled untuk membesarkan hari lahir Nabi Muhammad.SAW, dengan mengundang rekan-rekan sanak keluarga dan tetangga, “kata Umi warga Tapin yang menghadiri peringatan Maulid.
Sebelum makan bersama, acara dimeriahkan dengan rangkaian doa dan zikir bersama, tak lupa pula senandungkan shalawat kepada Nabi Muhammad.SAW dengan iringan tabuhan gendang rabana. “Subhanallah Maha Suci Allah, Kita telah memeriahkan bulan Maulid kepada Nabi Muhammad. Di mana kata ustad si penceramah bahwa tiga kejadian besar di bulan Rabiul Awal ini yakni pertama hari kelahiran Nabi Muhammad.SAW untuk memberikan penerang bagi umat. Kedua, Hijrahnya Nabi Muhammad ke Madinah dan berdirinya Daulah Islamiyah. Ketiga, berdirinya Khilafah Islamiyah Rsyidah. 12 Rabiul Awal adalah Maulid Nabi SAW, “pungkasnya.
“Ya Allah, wahai Tuhanku muliakan oleh-Mu akan Muhammad dan akan keluargaya sebagaimana Engkau memuliakan keluarga Ibrahim dan berilah berkat olehmu kepada Muhammad dan keluarganya sebagaimana Engkau telah memberkati keluarga Ibrahim, bahwasanya Engkau sangat terpuji lagi sangat mulia diserata alam.” (HR.Muslim dan Abî Mas’ûd).
Setiap tahun pada bulan Rabiul Awal umat Islam di dunia diantaranya warga Tapin memperingati maulid, dan sudah tradisi masyarakat Tapin mengenang dan merindukan Nabi Muhammad.SAW. Dimulai sejak memasuki 12 Rabiul Awal tahun hijriah dan terus berlangsung hingga bulan itu berakhir. Mereka memperingatinya dengan penuh keceriahan serta kasih dan sayang. Mereka yang memperingatinya terdiri dari mulai pejabat di lingkungan Pemerintah Daerah berserta warganya. Seperti pada 14 Januari 2014 kemarin, Wakil Gurbenur, Bupati, bersama pejabat dan warganya berbaur bersama mengikuti perayaan beayun maulid di Masjid Keramat Al Mukarammah Desa Banua Halat Kecamatan Tapin Utara. Selain itu juga ada warga desa lainnya yang menggelar selamatan, tausyiah agama, pengajian, dan kegiatan religius lainnya.
“Ini bulan Maulid bulan kelahiran Nabi Muhammad.SAW dan warga desa secara bergantian memperingatinya dengan menggelar selamatan, ceramah agama. Selamatan di rumah-rumah penduduk dan undangan makanan di bulan yang berkat ini, peringatan mauled untuk membesarkan hari lahir Nabi Muhammad.SAW, dengan mengundang rekan-rekan sanak keluarga dan tetangga, “kata Umi warga Tapin yang menghadiri peringatan Maulid.
Sebelum makan bersama, acara dimeriahkan dengan rangkaian doa dan zikir bersama, tak lupa pula senandungkan shalawat kepada Nabi Muhammad.SAW dengan iringan tabuhan gendang rabana. “Subhanallah Maha Suci Allah, Kita telah memeriahkan bulan Maulid kepada Nabi Muhammad. Di mana kata ustad si penceramah bahwa tiga kejadian besar di bulan Rabiul Awal ini yakni pertama hari kelahiran Nabi Muhammad.SAW untuk memberikan penerang bagi umat. Kedua, Hijrahnya Nabi Muhammad ke Madinah dan berdirinya Daulah Islamiyah. Ketiga, berdirinya Khilafah Islamiyah Rsyidah. 12 Rabiul Awal adalah Maulid Nabi SAW, “pungkasnya.
Saturday, 26 October 2013
Kenang Orang Tua dan Guru
Terkenang Orang Tua dan Guru yang pada waktu itu mereka mengajarkan kepada Kita sekumpulan Ilmu Pengetahuan. Orang Tua mengajarkan kita sejak usia dini berupa kemampuan untuk siap dan mampu menghadapi tantangan dunia masa depan yang menjadi ajang kehidupan nantinya. Dan Guru menanamkan rasa keingintahuan dan hallikhwal berupa rasa cinta belajar seumur hidup, kreatifitas, dan keberanian kemukakan pendapat serta berekspresi.
“Ya Allah Ya Hayyu Ya Qayyum Birahmatika Astaghitsu“, Doa inilah yang terlontar berulang-ulang dari Guru-Ku nan ku Cinta Kasih dan Sayang Karena Allah. “Ingat Allah Dimana Saja Kamu Berada Nak, Zikir Terus secara Rahasia dan Zahir, sebut terus Allah…Allah…Allah. Inginkan sesuatu pintalah hanya kepada Allah dan bersandarlah hanya kepada Allah” Pesan Orang Tua nan ku cinta, Kasih, dan Sayang Karena Allah.
Ya Allah bentangilah Cinta, Kasih dan Sayangmu selalu kepada Mereka orang tua dan Guru kami yang telah membimbing Kami Di sini. Ampunilah mereka Ya Allah, dan tempatkanlah Mereka ditempat yang tertinggi. Naungilah Mereka selalu Ya Allah dengan Kasih dan Sayangmu, lindungilah Mereka Ya Allah dari Azab dan kemurkaanmu.
Ya Allah Tolonglah Kami disini yang menyandarkan Hallikhwal yang kau anugerahkan kepada Kami berupa rasa Cinta, Kasih, dan Sayang Karena Allah. Dalam meniti titian jalan Hallikhwal, kami niatkan dengan niat semata-mata Karena Allah dengan harapan semoga kami selalu mendapatkan naungan Allah dalam menjalani kehidupan di dunia ini hingga akhir nanti.Ya Allah Ya Razaaq Ya Ghani Ya Wakil Ya Rahman Ya Rahim Ya Lathif Ya Hayyu Ya Qayyum Birahmatika Astaghitsu.
Saturday, 19 October 2013
Berkat Ilmu Membawa Seseorang Ke Arah Kebahagian
Khatib jum’at, Sirajudin menyampaikan kemajuan dan perkembangan ilmu pengetahuan yang terdapat pada suatu bangsa dan kewilayahan. Karena Ilmu akan mengangkat derajat seseorang atau suatu bangsa ke arah derajat kemulian dan kebahagian hidup di dunia dan akhirat. Sebagaimana Nabi Muhammad.SAW sampaikan kepada umat-nya, Ilmu sangat penting untuk kemajuan suatu bangsa. Terbukti dari ajaran Islam yang telah mengangkat derajat ilmu, dengan ilmu pengetahuan akan membawa manusia itu ke arah kebahagian hidup baik didunia dan di akhirat kelak. Berkat ilmu pula menjadi kekuatan dalam menghadapi ujian dari Allah dalam kehidupan, dan berkat ilmu pula menjadi benteng seseorang hingga dapat mencegah seseorang itu dari melakukan perbuatan yang dilarang agama. Ilmu dapat membentuk pribadi seseorang menjadi baik dan menjadikan orang itu bertaqwa dan mencintai Allah.SWT dan Rasul-Nya.
" Bacalah dengan nama Tuhanmu yang telah menciptakan (sekalian makhluk). Ia telah menciptakan manusia daripada segumpal darah. Bacalah dan Tuhanmu amat pemurah. Yang mengajarkan (menulis) dengan pena. Yang mengajarkan kepada manusia apa-apa yang tiada diketahuinya". “Sesungguhnya yang takut kepada Allah dari pada hambanya adalah orang-orang yang berilmu”. (Al-Fathur ayat 28). “Katakanlah Adakah sama orang-orang berIlmu dengan orang yang tidak berilmu ? Sesungguhnya mereka yang mendapat peringatan dan petunjuk hanyalah dikalangan hambanya yang berilmu dan bijaksana” (Al-Zumar:ayat 9). Ilmu dapat mengangkat derajat seseorang kepada derajat yang tinggi disisi Allah dan masyarakat sebagaimana firman Allah, “Allah mengangkat beberapa derajat orang-orang yang beriman dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan” (Al-Mujadalah:11). “Karena itulah sebagaimana sabda Rasullulah SAW tuntutlah Ilmu dari dalam buaian hingga ke liang lahat, dan menuntut Ilmu menjadi kewajiban atas setiap umat Islam,” katanya dalam khutbahnya di Masjid waktu sholat jumat kemarin.
Tiga modal dalam kehidupan ini, Pertama Modal Ilmu, Kedua Modal Harta Materi Rezeki, Ketiga Modal Tenaga. “Dengan modal Ilmu kita cari Ridho Illahi. Dengan Harta Materi maupun rezeki kita bersyukur pada Illahi dan menggunakannya di jalan Allah Yaa Wakil. Dengan Tenaga kita merasa tiada daya dan upaya melainkan semua kekuatan atas izin dan pertolongan Allah serta menggunakannya di jalan Allah”.
Illahi engkaulah tujuan Kami, Maghfirah dan Ridho Allah x 1.111.111.111.131 maksud niat Kami, berilah Kami petunjuk dan hidayahmu dalam menjalani kehidupan ini, Ampunilah Kami dan tetapkan serta kuatkanlah Kami, kencangkanlah tekad Kami untuk menuju padamu Illahi. Illahi segala puji bagimu atas anugerah yang kau beri kepada Kami berupa titian Hall-Ikhwal yang kau tanam dalam diri kami, menanjak dengan niat menyandarkan hallikwal berupa cinta, kasih dan sayang karena Allah, seraya berharap menjadikan diri ini menjadi tempat persinggahan Illahi dengan terus selalu zikir dan ingat Allah dalam diri ini. Illahi Kukuhkanlah setiap maqamat yang kami lintasi, terutama dalam maqamat tobat kami ini.
Ya Tuhanku, tempatkanlah kami pada tempat yang diberkati, dan Engkau
adalah sebaik-baik yang memberi tempat.
Ketika menggigil satu diantara jemari ini seiring dengan galau-Nya suasana hati yang penuh kekuatiran dan takut pada Illahi. Kami menuju padamu Illahi dengan harapan limpahan berkat dan maghfirah, Ya Allah tolonglah kami, dan berilah kami petunjuk dan hidayahmu kepada kami untuk selalu ingat kepadamu Illahi Rabbi disisa umur kami.
“Mengenang seperempat malam di Inabah dengan mendekatkan diri kepada Illahi. Hall Ikhwal kami penuh kerinduan dan rasa menyesal lantaran khilaf atas kejahilan diri. Ampunilah kami Illahi yang selalu berharap kepada Allah dan menjadikan diri tempat persinggahan Allah diatas kunci maqamat berupa tobat dengan niat karena Allah dengan harapan Allah membentangkan maghfirahnya kepada diri kami, dan tolonglah kami Illahi yang menyandarkan kunci hallikhwal berupa cinta yang kami sandarkan dengan niat semata-mata karena Allah.”
Wednesday, 4 September 2013
Ingat Kepada Allah
Dengan Nama Allah Yang Maha Pengasih dan Penyayang
Ya Allah engkaulah maksud dan tujuan kami orang-orang yang menyandarkan HallIkhwal berupa cinta kasih dan sayang karena Allah, dan berlindung kepada Allah dari azab dan kemurkaan Allah terhadap diri kami. Ya Allah bentangilah kami dengan curahan cinta kasih dan sayangmu kepada diri kami, serta bentangilah diri kami dengan maghfirahmu (ampunanmu) Illahi Rabbi.
Ya Allah tiada daya dan upaya kami melainkan semuanya atas pertolongan Allah kepada diri kami. Berilah kami petunjuk dan hidayahmu kepada diri kami dalam menjalani hidup ini ya Allah, Ya Arif, Ya A’limul’Ghaibi Wa Sahadah. Ya Allah kabulkanlah doa dan hajat kami, dan naungilah kami dalam menjalani hidup di dunia dan akhirat nanti, Ya Allah, Ya Razaaq, Ya Ghani, Ya Wa’kil.
Ya Allah jadikanlah diri kami tempat persinggahanmu selalu, tiada daya dan upaya kami untuk mengingatmu dalam diri kami, Allah…Allah…Allah…Allah…Allah…Allah…Allah. Ya Allah kuatkanlah tekad dan azam pada diri kami untuk meraih maghfirah dan ridho Illahi seraya pasrah dalam diri kami kepada Illahi dan komitmen sebagaimana niat didalam sholat kami sesungguhnya hidupku, matiku, ibadahku hanya untuk Allah dan kupasrahkan kepada Allah. Dan Aku bersaksi Tiada Tuhan Selain Allah dan Nabi Muhammad Utusan Allah.
Ingat Allah Dalam Hati dan Hidup Ini
Pada hakekatnya, tugas utama manusia dikehidupan Dunia ini adalah mengabdi pada Allah SWT.
Dalam Surah Al An’aam ayat 162, Allah ber-Firman:
“Sesungguhnya Shalatku, Ibadahku, Hidupku dan Matiku hanya untuk Allah semata”.
Dan sebagai manusia yang mengaku ber- iman, salah satu bentuk keimanan tersebut adalah yakin dan percaya 100% pada kitab suci Al Qur’an, sebagai Petunjuk, Perintah serta Pedoman Hidup kita di Dunia.
Oleh sebab itu, wajiblah bagi kita untuk senantiasa berpegang pada Al Qur’an, dengan jalan : membaca, mengerti, memahami serta mengamalkan segala perintah Allah SWT.
Mengingat Allah adalah salah satu perintah Allah yang ada didalam Al Qur’an, diantaranya dalam Surah Al Baqarah ayat 152 :
“Ingatlah kamu kepada-KU, niscaya AKU ingat (pula) kepadamu”
Mengingat Allah sebenarnya dapat dirasakan dan tertanam selamanya seumur hidup melalui akal dan pikiran ; serta pada hati, perasaan dan jiwa/rohani.
Namun Mengingat Allah dengan akal dan pikiran saja tidak akan tertanam dalam hati, perasaan dan jiwa. Hal itu hanya akan bertahan beberapa saat saja, dan kemudian dengan mudah akan lupa dengan begitu saja.
Tafakur Meditasi Islam Abah Didi (TMIAD) mempunyai sebuah metoda atau cara untuk Mengingat Allah, yang akan dirasakan dan tertanam seumur hidup dalam hati sanubari, yaitu Mengingat Allah dengan konsentrasi akal pikiran pada kalimah “Subhanallah” yang berada dalam pernafasan, yang merupakan intisari kehidupan.
Ketika kita berkonsentrasi melakukan pernafasan sembari melafadzkan kalimah Subhanallah, kita harus “melupakan secara mutlak semua ingatan dan peristiwa Dunia” (salah satu ciri dari ilmu Tasauf modern) ; Khusus hanya mengingat Allah SWT saja.
Jadi Mengingat Allah bagi umat Islam yang ber- iman, adalah sebenarnya bukan kehendak manusia itu sendiri, melainkan adalah merupakan perintah dari Allah SWT sebagai Pencipta dan Pemilik seluruh Umat Manusia dan Alam Semesta.
Dalam Surah Al Ankabuut ayat 45, Allah ber-Firman:
“Dan sesungguhnya mengingat Allah adalah lebih besar keutamaannya dari Ibadah-Ibadah lain. Dan Allah mengetahu apa yang kamu kerjakan”.
Didalam beberapa Surah, Allah selalu mengingatkan kita untuk senantiasa ingat kepada-NYA. Beberapa Surah tersebut adalah :
Surah An Nisaa ayat 4:
“Ingatlah Allah diwaktu berdiri, diwaktu duduk dan diwaktu berbaring”
Surah Al Insaan ayat 25 dan ayat 26:
“Dan sebutlah (ingatlah) dalam hatimu pada waktu pagi dan petang”.
“Dan ingatlah pada kepada-NYA pada sebagian dari malam, maka sujudlah kepada-NYA dan bertasbihlah kepada-NYA pada bagian yang panjang dimalam hari”.
Surah Al A’raaf ayat 205:
“Dan sebutlah (ingatlah) Tuhanmu dalam hatimu dengan merendahkan diri dan rasa takut, dan dengan tidak mengeraskan suara, diwaktu pagi dan petang, dan Janganlah kamu termasuk orang-orang yang lalai”.
Surah Al Hasyr ayat 19:
“Dan janganlah kamu seperti orang-orang yang lupa kepada Allah, lalu Allah menjadikan mereka lupa kepada diri mereka sendiri”.
Allah ber-Firman dalam Surah Ath Thuur ayat 49:
“Dan bertasbihlah (ingatlah) kepada-NYA pada beberapa saat di malam hari dan diwaktu terbenam bintang-bintang (diwaktu fajar)”.
Dalam Surah Qaaf ayat 39 dan ayat 40, Allah ber-Firman:
“Dan bertasbihlah sambil memuji Tuhanmu sebelum terbit dan terbenam matahari”.
“Dan bertasbihlah kamu kepada-NYA dimalam hari dan setiap selesai Shalat”.
Allah ber-Firman dalam Surah Al Hadiid ayat 1:
“Semua yang berada dilangit dan yang berada dibumi bertasbih kepada Allah. Dan DIA-lah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana”.
Dalam Surah Al Hasyr ayat 1, Allah ber-Firman:
“Senantiasa bertasbih kepada Allah apa yang ada dilangit dan yang di bumi, dan DIA-lah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana”.
Allah ber-Firman dalam Surah At Taghabuun ayat 1 :
“Bertasbih kepada Allah apa yang ada dilangit dan apa yang ada di bumi. Hanya Allah lah yang mempunyai semua kerajaan dan semua puji-pujian, dan DIA Maha Kuasa atas segala sesuatu”.
Dalam Surah Al Jumu’ah, Allah ber-Firman:
“Senantiasa bertasbih kepada Allah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Raja, Yang Maha Suci, Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana”.
Menurut Abah Didi, janganlah manusia sampai melupakan diri dari Mengingat Allah, melupakan Allah karena kehidupan Dunia, harta, anak-isteri serta dari kesibukan ber-ikhtiar, usaha, pekerjaan, dan perdagangan yang kita lakukan sehari-hari.
Adalah sangat merugi manusia tersebut karena ulahnya sendiri, sehingga Allah melupakannya, dan Allah tidak ingin diingat oleh manusia tersebut.
Seperti Firman Allah SWT dalam kitab suci Al Qur’an:
Surah Al Jaatsiyah ayat 23:
“Maka pernahkah kamu melihat orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai Tuhannya, dan Allah membiarkannya sesat berdasarkan ilmunya. Dan Allah telah mengunci mati pendengaran dan hatinya dan meletakkan tutupan atas penglihatannya. Maka siapakah yang akan memberi petunjuk sesudah Allah membiarkannya sesat? Maka mengapa kamu tidak mengambil pelajaran?”.
Surah Az Zumar ayat 22:
“Maka apakah orang-orang yang dibukakan Allah hatinyauntuk menerima agama Islam lalu ia mendapat cahaya dari Tuhannya sama dengan orang yang membatu hatinya?. Maka kecelakaan yang besarlah bagi mereka yang telah membatu hatinya untuk Mengingat Allah. Mereka itu dalam kesesatan yang nyata”.
Surah Al Munaafiquun ayat 9:
“Hai orang-orang yang beriman, janganlah harta-hartamu dan anak-anakmu melalaikan kamu dari Mengingat Allah. Barangsiapa yang berbuat demikian maka mereka itulah orang-orang yang rugi”.
Dalam Al Qur’an, Allah SWT telah menjanjikan bahwa barang siapa yang senantiasa Mengingat Allah, akan mendapat ketenangan dan ketenteraman hatinya di dalam menghadapi kehidupan di Dunia dan kehidupan di Akhirat. Gemetar hati manusai karena takut dan cinta kepada Allah, dan manusia itu harus selalu sabar, tanpa batas.
Seperti Firman Allah dalam Al Qur’an:
Surah Al Fath ayat 4:
“DIA-lah yang telah menurunkan ketenangan kedalam hati orang-orang yang mu’min supaya keimanan mereka bertambah disamping keimanan mereka yang telah ada”.
Surah Ar Rad ayat 28:
“Orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram”.
Surah Al Hajj ayat 35:
“Orang-orang yang apabila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka, orang-orang yang sabar terhadap apa yang menimpa mereka, orang-orang yang mendirikan Shalat dan orang-orang yang menafkahkan sebagian dari apa yang telah kami rezekikan kepada mereka”.
Didalam kehidupan Dunia yang terdiri dari beraneka ragam kegiatan, bermacam-macam aktivitas keseharian atau rutinitas yang padat, maka cara untuk Mengingat Allah ini dapatlah dilakukan setiap saat, dimana saja dan kapan saja.
Dengan berlatih TMIAD minimum 5 (lima) menit sehari, serta mengamalkannya setiap saat pada setiap kesempatan, insyaAllah nafas kita akan terbiasa melafadzkan “Subhanallah” disetiap tarikan ataupun hembusan nafas kita, ditengah-tengah kesibukan atau aktifitas kita masing-masing, dan bahkan bisa jadi ketika kita dalam keadaan tertidur, dan insyaAllah ketika kita menghembuskan nafas kita yang terakhir.
Ingat, berlatihlah setiap hari, seumur hidup, minimal 5 (lima) menit sehari, dalam posisi Shin.
Kemudian amalkan dimana saja ketika sedang beraktifitas sehari-hari, boleh sambil duduk di kursi kerja kantor, sedang duduk menunggu sesuatu, sedang berada dalam kendaraan. Atau ketika tengah berolah-raga, ketika sedang beristirahat, atau ketika sedang melakukan hal-hal apapun yang memungkinkan kita untuk Mengingat Allah (dan Mengingat Akhirat).
Tiada hari tanpa Mengingat Allah dan Mengingat Kehidupan Akhirat!
Source Bonar
Subscribe to:
Posts (Atom)


