Wednesday, 22 January 2014

Peringati Maulid Rasul

RANTAU, ~ Awal tahun 2014 di bulan Januari tak seperti biasanya, warga desa dan kelurahan yang ada di daerah-daerah menggelar selamatan sekaligus doa bersama di bulan  Rabiul Awal 1435 H. Mereka tampil bersahaja dengan busana muslim, jika pria menggunakan kemeja dan kopiah peci. Begitu sebaliknya jika wanita menggunakan jilbab bekerudung. Mereka menghadiri seruan undangan selamatan yang digelar warga desa dan kelurahan dalam rangka memperingati hari kelahiran Rasulullah Nabi Muhammad SAW, Nabi panutan umat Islam di seluruh dunia.

     “Ya Allah, wahai Tuhanku muliakan oleh-Mu akan Muhammad dan akan keluargaya sebagaimana Engkau memuliakan keluarga Ibrahim dan berilah berkat olehmu kepada Muhammad dan keluarganya sebagaimana Engkau telah memberkati keluarga Ibrahim, bahwasanya Engkau sangat terpuji lagi sangat mulia diserata alam.” (HR.Muslim dan Abî Mas’ûd).

      Setiap tahun pada bulan Rabiul Awal umat Islam di dunia diantaranya warga Tapin memperingati maulid, dan sudah tradisi masyarakat Tapin mengenang dan merindukan Nabi Muhammad.SAW. Dimulai sejak memasuki 12 Rabiul Awal tahun hijriah dan terus berlangsung hingga bulan itu berakhir. Mereka memperingatinya dengan penuh keceriahan serta kasih dan sayang. Mereka yang memperingatinya terdiri dari mulai pejabat di lingkungan Pemerintah Daerah berserta warganya. Seperti pada 14 Januari 2014 kemarin, Wakil Gurbenur, Bupati, bersama pejabat dan warganya berbaur bersama mengikuti perayaan beayun maulid di Masjid Keramat Al Mukarammah Desa Banua Halat Kecamatan Tapin Utara. Selain itu juga ada warga desa lainnya yang menggelar selamatan, tausyiah agama, pengajian, dan kegiatan religius lainnya.

     “Ini bulan Maulid bulan kelahiran Nabi Muhammad.SAW dan warga desa secara bergantian memperingatinya dengan menggelar selamatan, ceramah agama. Selamatan di rumah-rumah penduduk dan undangan makanan di bulan yang berkat ini, peringatan mauled untuk membesarkan hari lahir Nabi Muhammad.SAW, dengan mengundang rekan-rekan sanak keluarga dan tetangga, “kata Umi warga Tapin yang menghadiri peringatan Maulid.

     Sebelum makan bersama, acara dimeriahkan dengan rangkaian doa dan zikir bersama, tak lupa pula senandungkan shalawat kepada Nabi Muhammad.SAW dengan iringan tabuhan gendang rabana. “Subhanallah Maha Suci Allah, Kita telah memeriahkan bulan Maulid kepada Nabi Muhammad. Di mana kata ustad si penceramah bahwa tiga kejadian besar di bulan Rabiul Awal ini yakni pertama hari kelahiran Nabi Muhammad.SAW untuk memberikan penerang bagi umat. Kedua, Hijrahnya Nabi Muhammad ke Madinah dan berdirinya Daulah Islamiyah. Ketiga, berdirinya Khilafah Islamiyah Rsyidah. 12 Rabiul Awal adalah Maulid Nabi SAW, “pungkasnya.

Saturday, 26 October 2013

Kenang Orang Tua dan Guru


      Terkenang Orang Tua dan Guru yang pada waktu itu mereka mengajarkan kepada Kita sekumpulan Ilmu Pengetahuan. Orang Tua mengajarkan kita sejak usia dini berupa kemampuan untuk siap dan mampu menghadapi tantangan dunia masa depan yang menjadi ajang kehidupan nantinya. Dan Guru menanamkan rasa keingintahuan dan hallikhwal berupa rasa cinta belajar seumur hidup, kreatifitas, dan keberanian kemukakan pendapat serta berekspresi.

“Ya Allah Ya Hayyu Ya Qayyum Birahmatika Astaghitsu“, Doa inilah yang terlontar berulang-ulang dari Guru-Ku nan ku Cinta Kasih dan Sayang Karena Allah. “Ingat Allah Dimana Saja Kamu Berada Nak, Zikir Terus secara Rahasia dan Zahir, sebut terus Allah…Allah…Allah. Inginkan sesuatu pintalah hanya kepada Allah dan bersandarlah hanya kepada Allah” Pesan Orang Tua nan ku cinta, Kasih, dan Sayang Karena Allah.

Ya Allah bentangilah Cinta, Kasih dan Sayangmu selalu kepada Mereka orang tua dan Guru kami yang telah membimbing Kami Di sini. Ampunilah mereka Ya Allah, dan tempatkanlah Mereka ditempat yang tertinggi. Naungilah Mereka selalu Ya Allah dengan Kasih dan Sayangmu, lindungilah Mereka Ya Allah dari Azab dan kemurkaanmu.

Ya Allah Tolonglah Kami disini yang menyandarkan Hallikhwal yang kau anugerahkan kepada Kami berupa rasa Cinta, Kasih, dan Sayang Karena Allah. Dalam meniti titian jalan Hallikhwal, kami niatkan dengan niat semata-mata Karena Allah dengan harapan semoga kami selalu mendapatkan naungan Allah dalam menjalani kehidupan di dunia ini hingga akhir nanti.Ya Allah Ya Razaaq Ya Ghani Ya Wakil Ya Rahman Ya Rahim Ya Lathif Ya Hayyu Ya Qayyum Birahmatika Astaghitsu.

Saturday, 19 October 2013

Berkat Ilmu Membawa Seseorang Ke Arah Kebahagian



Khatib jum’at, Sirajudin menyampaikan kemajuan dan perkembangan ilmu pengetahuan yang terdapat pada suatu bangsa dan kewilayahan. Karena Ilmu akan mengangkat derajat seseorang atau suatu bangsa ke arah derajat kemulian dan kebahagian hidup di dunia dan akhirat. Sebagaimana Nabi Muhammad.SAW sampaikan kepada umat-nya, Ilmu sangat penting untuk kemajuan suatu bangsa. Terbukti dari ajaran Islam yang telah mengangkat derajat ilmu, dengan ilmu pengetahuan akan membawa manusia itu ke arah kebahagian hidup baik didunia dan di akhirat kelak. Berkat ilmu pula menjadi kekuatan dalam menghadapi ujian dari Allah dalam kehidupan, dan berkat ilmu pula menjadi benteng seseorang hingga dapat mencegah seseorang itu dari melakukan perbuatan yang dilarang agama. Ilmu dapat membentuk pribadi seseorang menjadi baik dan menjadikan orang itu bertaqwa dan mencintai Allah.SWT dan Rasul-Nya.

" Bacalah dengan nama Tuhanmu yang telah menciptakan (sekalian makhluk). Ia telah menciptakan manusia daripada segumpal darah. Bacalah dan Tuhanmu amat pemurah. Yang mengajarkan (menulis) dengan pena. Yang mengajarkan kepada manusia apa-apa yang tiada diketahuinya". “Sesungguhnya yang takut kepada Allah dari pada hambanya adalah orang-orang yang berilmu”. (Al-Fathur ayat 28). “Katakanlah Adakah sama orang-orang berIlmu dengan orang yang tidak berilmu ? Sesungguhnya mereka yang mendapat peringatan dan petunjuk hanyalah dikalangan hambanya yang berilmu dan bijaksana” (Al-Zumar:ayat 9). Ilmu dapat mengangkat derajat seseorang kepada derajat yang tinggi disisi Allah dan masyarakat sebagaimana firman Allah, “Allah mengangkat beberapa derajat orang-orang yang beriman dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan” (Al-Mujadalah:11). “Karena itulah sebagaimana sabda Rasullulah SAW tuntutlah Ilmu dari dalam buaian hingga ke liang lahat, dan menuntut Ilmu menjadi kewajiban atas setiap umat Islam,” katanya dalam khutbahnya di Masjid waktu sholat jumat kemarin.

Tiga modal dalam kehidupan ini, Pertama Modal Ilmu, Kedua Modal Harta Materi Rezeki, Ketiga Modal Tenaga. “Dengan modal Ilmu kita cari Ridho Illahi. Dengan Harta Materi maupun rezeki kita bersyukur pada Illahi dan menggunakannya di jalan Allah Yaa Wakil. Dengan Tenaga kita merasa tiada daya dan upaya melainkan semua kekuatan atas izin dan pertolongan Allah serta menggunakannya di jalan Allah”.

Illahi engkaulah tujuan Kami, Maghfirah dan Ridho Allah x 1.111.111.111.131  maksud niat Kami, berilah Kami petunjuk dan hidayahmu dalam menjalani kehidupan ini, Ampunilah Kami dan tetapkan serta kuatkanlah Kami, kencangkanlah tekad Kami untuk menuju padamu Illahi. Illahi segala puji bagimu atas anugerah yang kau beri kepada Kami berupa titian Hall-Ikhwal yang kau tanam dalam diri kami, menanjak dengan niat menyandarkan hallikwal berupa cinta, kasih dan sayang karena Allah, seraya berharap menjadikan diri ini menjadi tempat persinggahan Illahi dengan terus selalu zikir dan ingat Allah dalam diri ini. Illahi Kukuhkanlah setiap maqamat yang kami lintasi, terutama dalam maqamat tobat kami ini.

Ya Tuhanku, tempatkanlah kami pada tempat yang diberkati, dan Engkau
adalah sebaik-baik yang memberi tempat.

Ketika menggigil satu diantara jemari ini seiring dengan galau-Nya suasana hati yang penuh kekuatiran dan takut pada Illahi. Kami menuju padamu Illahi dengan harapan limpahan berkat dan maghfirah, Ya Allah tolonglah kami, dan berilah kami petunjuk dan hidayahmu kepada kami untuk selalu ingat kepadamu Illahi Rabbi disisa umur kami.

“Mengenang seperempat malam di Inabah dengan mendekatkan diri kepada Illahi. Hall Ikhwal kami penuh kerinduan dan rasa menyesal lantaran khilaf atas kejahilan diri. Ampunilah kami Illahi yang selalu berharap kepada Allah dan menjadikan diri tempat persinggahan Allah diatas kunci maqamat berupa tobat dengan niat karena Allah dengan harapan Allah membentangkan maghfirahnya kepada diri kami, dan tolonglah kami Illahi yang menyandarkan kunci hallikhwal berupa cinta yang kami sandarkan dengan niat semata-mata karena Allah.”

Wednesday, 4 September 2013

Ingat Kepada Allah



Dengan Nama Allah Yang Maha Pengasih dan Penyayang

      Ya Allah engkaulah maksud dan tujuan kami orang-orang yang menyandarkan HallIkhwal berupa cinta kasih dan sayang karena Allah, dan berlindung kepada Allah dari azab dan kemurkaan Allah terhadap diri kami. Ya Allah bentangilah kami dengan curahan cinta kasih dan sayangmu kepada diri kami, serta bentangilah diri kami dengan maghfirahmu (ampunanmu) Illahi Rabbi.

      Ya Allah tiada daya dan upaya kami melainkan semuanya atas pertolongan Allah kepada diri kami. Berilah kami petunjuk dan hidayahmu kepada diri kami dalam menjalani hidup ini ya Allah, Ya Arif, Ya A’limul’Ghaibi Wa Sahadah. Ya Allah kabulkanlah doa dan hajat kami, dan naungilah kami dalam menjalani hidup di dunia dan akhirat nanti, Ya Allah, Ya Razaaq, Ya Ghani, Ya Wa’kil.

      Ya Allah jadikanlah diri kami tempat persinggahanmu selalu, tiada daya dan upaya kami untuk mengingatmu dalam diri kami, Allah…Allah…Allah…Allah…Allah…Allah…Allah. Ya Allah kuatkanlah tekad dan azam pada diri kami untuk meraih maghfirah dan ridho Illahi seraya pasrah dalam diri kami kepada Illahi dan komitmen sebagaimana niat didalam sholat kami sesungguhnya hidupku, matiku, ibadahku hanya untuk Allah dan kupasrahkan kepada Allah. Dan Aku bersaksi Tiada Tuhan Selain Allah dan Nabi Muhammad Utusan Allah.

Ingat Allah Dalam Hati dan Hidup Ini

Pada hakekatnya, tugas utama manusia dikehidupan Dunia ini  adalah mengabdi pada Allah SWT.

Dalam Surah Al An’aam ayat 162, Allah ber-Firman:

“Sesungguhnya Shalatku, Ibadahku, Hidupku dan Matiku hanya untuk Allah semata”.

Dan sebagai manusia yang mengaku ber- iman, salah satu bentuk keimanan tersebut adalah yakin dan percaya 100% pada kitab suci Al Qur’an, sebagai Petunjuk, Perintah serta Pedoman Hidup kita di Dunia.

Oleh sebab itu, wajiblah bagi kita untuk senantiasa berpegang pada Al Qur’an, dengan jalan : membaca, mengerti, memahami serta mengamalkan segala perintah Allah SWT.

Mengingat Allah adalah salah satu perintah Allah yang ada didalam Al Qur’an, diantaranya dalam Surah Al Baqarah ayat 152 :

“Ingatlah kamu kepada-KU, niscaya AKU ingat (pula) kepadamu”

Mengingat Allah sebenarnya dapat dirasakan dan tertanam selamanya seumur hidup melalui akal dan pikiran ; serta pada hati, perasaan dan jiwa/rohani.

Namun Mengingat Allah dengan akal dan pikiran saja tidak akan tertanam dalam hati, perasaan dan jiwa. Hal itu hanya akan bertahan beberapa saat saja, dan kemudian dengan mudah akan lupa dengan begitu saja.

Tafakur Meditasi Islam Abah Didi (TMIAD) mempunyai sebuah metoda atau cara untuk Mengingat Allah, yang akan dirasakan dan tertanam seumur hidup dalam hati sanubari, yaitu Mengingat Allah dengan konsentrasi akal pikiran pada kalimah “Subhanallah” yang berada dalam pernafasan, yang merupakan intisari kehidupan.

Ketika kita berkonsentrasi melakukan pernafasan sembari melafadzkan  kalimah Subhanallah, kita harus “melupakan secara mutlak semua ingatan dan peristiwa Dunia”  (salah satu ciri dari ilmu Tasauf modern) ;  Khusus hanya mengingat Allah SWT saja.

Jadi Mengingat Allah bagi umat Islam yang ber- iman, adalah sebenarnya bukan kehendak manusia itu sendiri, melainkan adalah merupakan perintah dari Allah SWT sebagai Pencipta dan Pemilik seluruh Umat Manusia dan Alam Semesta.

Dalam Surah Al Ankabuut ayat 45, Allah ber-Firman:

“Dan sesungguhnya mengingat Allah adalah lebih besar keutamaannya dari Ibadah-Ibadah lain. Dan Allah mengetahu apa yang kamu kerjakan”.

Didalam beberapa Surah, Allah selalu mengingatkan kita untuk senantiasa ingat kepada-NYA. Beberapa Surah tersebut adalah :

Surah An Nisaa ayat 4:

“Ingatlah Allah diwaktu berdiri, diwaktu duduk dan diwaktu berbaring”

Surah Al Insaan ayat 25 dan ayat 26:

“Dan sebutlah (ingatlah) dalam hatimu pada waktu pagi dan petang”.

“Dan ingatlah pada kepada-NYA pada sebagian dari malam, maka sujudlah kepada-NYA dan bertasbihlah kepada-NYA pada bagian yang panjang dimalam hari”.

Surah Al A’raaf ayat 205:

“Dan sebutlah (ingatlah) Tuhanmu dalam hatimu dengan merendahkan diri dan rasa takut, dan dengan tidak mengeraskan suara, diwaktu pagi dan petang, dan Janganlah kamu termasuk orang-orang yang lalai”.

Surah Al Hasyr ayat 19:

“Dan janganlah kamu seperti orang-orang yang lupa kepada Allah, lalu Allah menjadikan mereka lupa kepada diri mereka sendiri”.

Allah ber-Firman dalam Surah Ath Thuur ayat 49:

“Dan bertasbihlah (ingatlah) kepada-NYA pada beberapa saat di malam hari dan diwaktu terbenam bintang-bintang (diwaktu fajar)”.

Dalam Surah Qaaf ayat 39 dan ayat 40, Allah ber-Firman:

“Dan bertasbihlah sambil memuji Tuhanmu sebelum terbit dan terbenam matahari”.

“Dan bertasbihlah kamu kepada-NYA dimalam hari dan setiap selesai Shalat”.

Allah ber-Firman dalam Surah Al Hadiid ayat 1:

“Semua yang berada dilangit dan yang berada dibumi bertasbih kepada Allah. Dan DIA-lah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana”.

Dalam Surah Al Hasyr ayat 1, Allah ber-Firman:

“Senantiasa bertasbih kepada Allah apa yang ada dilangit dan yang di bumi, dan DIA-lah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana”.

Allah ber-Firman dalam Surah At Taghabuun ayat 1 :

“Bertasbih kepada Allah apa yang ada dilangit dan apa yang ada di bumi. Hanya Allah lah yang mempunyai semua kerajaan dan semua puji-pujian, dan DIA Maha Kuasa atas segala sesuatu”.

Dalam Surah Al Jumu’ah, Allah ber-Firman:

“Senantiasa bertasbih kepada Allah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Raja, Yang Maha Suci, Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana”.

Menurut Abah Didi, janganlah manusia sampai melupakan diri dari Mengingat Allah, melupakan Allah karena kehidupan Dunia, harta, anak-isteri serta dari kesibukan ber-ikhtiar, usaha, pekerjaan, dan perdagangan yang kita lakukan sehari-hari.

Adalah sangat merugi manusia tersebut karena ulahnya sendiri, sehingga Allah melupakannya, dan Allah tidak ingin diingat oleh manusia tersebut.

Seperti Firman Allah SWT dalam kitab suci Al Qur’an:

Surah Al Jaatsiyah ayat 23:

“Maka pernahkah kamu melihat orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai Tuhannya, dan Allah membiarkannya sesat berdasarkan ilmunya. Dan Allah telah mengunci mati pendengaran dan hatinya dan meletakkan tutupan atas penglihatannya. Maka siapakah yang akan memberi petunjuk sesudah Allah membiarkannya sesat? Maka mengapa kamu tidak mengambil pelajaran?”.

Surah Az Zumar ayat 22:

“Maka apakah orang-orang yang dibukakan Allah hatinyauntuk menerima agama Islam lalu ia mendapat cahaya dari Tuhannya sama dengan orang yang membatu hatinya?. Maka kecelakaan yang besarlah bagi mereka yang telah membatu hatinya untuk Mengingat Allah. Mereka itu dalam kesesatan yang nyata”.

Surah Al Munaafiquun ayat 9:

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah harta-hartamu dan anak-anakmu melalaikan kamu dari Mengingat Allah. Barangsiapa yang berbuat demikian maka mereka itulah orang-orang yang rugi”.

Dalam Al Qur’an, Allah SWT telah menjanjikan bahwa barang siapa yang senantiasa Mengingat Allah, akan mendapat ketenangan dan ketenteraman hatinya di dalam menghadapi kehidupan di Dunia dan kehidupan di Akhirat. Gemetar hati manusai karena takut dan cinta kepada Allah, dan manusia itu harus selalu sabar, tanpa batas.

Seperti Firman Allah dalam Al Qur’an:

Surah Al Fath ayat 4:

“DIA-lah yang telah menurunkan ketenangan kedalam hati orang-orang yang mu’min supaya keimanan mereka bertambah disamping keimanan mereka yang telah ada”.

Surah Ar Rad ayat 28:

“Orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram”.

Surah Al Hajj ayat 35:

“Orang-orang yang apabila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka, orang-orang yang sabar terhadap apa yang menimpa mereka, orang-orang yang mendirikan Shalat dan orang-orang yang menafkahkan sebagian dari apa yang telah kami rezekikan kepada mereka”.

Didalam kehidupan Dunia yang terdiri dari beraneka ragam kegiatan, bermacam-macam aktivitas keseharian atau rutinitas yang padat, maka cara untuk Mengingat Allah ini dapatlah dilakukan setiap saat, dimana saja dan kapan saja.

Dengan berlatih TMIAD minimum 5 (lima) menit sehari, serta mengamalkannya setiap saat pada setiap kesempatan, insyaAllah nafas kita akan terbiasa melafadzkan “Subhanallah”  disetiap tarikan ataupun hembusan nafas kita, ditengah-tengah kesibukan atau aktifitas kita masing-masing, dan bahkan bisa jadi ketika kita dalam keadaan tertidur, dan insyaAllah ketika kita menghembuskan nafas kita yang terakhir.

Ingat, berlatihlah setiap hari, seumur hidup, minimal 5 (lima) menit sehari, dalam posisi Shin.

Kemudian amalkan dimana saja ketika sedang beraktifitas sehari-hari, boleh sambil duduk di kursi kerja kantor, sedang duduk menunggu sesuatu, sedang berada dalam kendaraan. Atau ketika tengah berolah-raga, ketika sedang beristirahat, atau ketika sedang melakukan hal-hal apapun yang memungkinkan kita untuk Mengingat Allah (dan Mengingat Akhirat).

Tiada hari tanpa Mengingat Allah dan Mengingat Kehidupan Akhirat!

Source Bonar

Sunday, 7 July 2013

Inabah di Bulan Ramadhan



      Alhamdulillah (Segala Puji Bagi Allah Tuhan Seru Sekalian Alam) tak terasa hari ini semakin mendekati bulan Ramadhan. Bulan yang ditunggu-tunggu oleh umat Muslim Islam di seluruh penjuru dunia, dan sehari sebelum memasuki bulan Ramadhan sejumlah tim dari kalangan organisasi keagamaan maupun Kementerian Agama melaksanakan sidang rukyah dan melihat bulan (hilal) untuk menetapkan 1 Ramadhan 1434 Hijriah, awal kewajiban berpuasa bagi umat Islam di bulan Ramadhan.

RAMADHAN

      Penceramah dalam tausiahnya, “Banyak keutamaan selama bulan Ramadhan. Doa yang dipanjatkan di bulan Ramadhan cepat diterima Allah.SWT, ibadah diterima Allah dengan berlipat-lipat ganda pahalanya, dan pintu tobat pun terbuka luas dan diampuni dosa-Nya, “katanya di sela Masjid terhadap ratusan pejabat.

      Beliau pun membuka dalil, mengajak kita untuk kembali kepada Allah (Inabah) dengan tobat. Karena tobat merupakan satu diantara sarana terbaik untuk tujuan membersihkan hati dan mensucikan jiwa bagi orang-orang yang sering khilaf dan berdosa. Alhamdulillah masih diberi kesempatan bertobat di bulan Ramadhan.

Banyak dalil dari Imam kita Al-Qur’an dalam ayat Al-Qur’an dan hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam. Allah Ta’ala berfirman (yang artinya): “Dan bertobatlah kalian semuanya kepada Allah, wahai orang-orang yang beriman, agar kalian beruntung dan berjaya” (QS. An-Nuur: 31). Di dalam ayat lain: “Wahai orang-orang yang beriman, bertobatlah kalian kepada Allah dengan cara taubatan nashuha (tobat yang benar-benar murni dan tulus)…” (QS. At-Tahriim: 8).

Dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda (yang artinya): “Sungguh aku beristighfar dan bertobat kepada Allah dalam sehari lebih dari tujuh puluh kali” (HR. Al-Bukhari). Dalam riwayat lain: “Wahai umat manusia, bertobatlah kepada Allah. Sungguh aku bertobat kepada Allah dalam sehari seratus kali” (HR. Muslim).

“Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah? dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka Mengetahui. Mereka itu balasannya ialah ampunan dari Tuhan mereka dan surga yang di dalamnya mengalir sungai-sungai, sedang mereka kekal di dalamnya; dan Itulah sebaik-baik pahala orang-orang yang beramal. (Qs. Ali Imran, 135-136)

Allah SWT dengan tegas menyatakan dalam ayat diatas kalau salah satu ciri orang yang bertaqwa, adalah bukannya orang yang nggak pernah melakukan dosa atau yang nggak punya salah. Tapi, orang yang bertaqwa adalah mereka yang apabila melakukan kesalahan, mereka kemudian mengingat Allah, lalu mereka bertaubat atas segala kesalahan yang dilakukannya.

Friday, 5 July 2013

Balita Belajar Rukun Sholat Dengan sujud pada Illahi

MARHABAN YA RAMADHAN




      Alhamdulillah (Segala Puji Bagi Allah) yang mempertemukan kita kembali kepada bulan Ramadhan, bulan yang mulia dimana didalam nya terdapat banyak hikmah dan manfaat yang banyak sekali. Di bulan Ramadhan seluruh umat Muslim  di wajibkan beribadah berpuasa dan juga sholat fardhu yang lima. Selain itu juga ibadah sunah lainnya. Bulan Ramadhan bulan yang istimewa dimana setiap nafas menjadi tasbih, tidur menjadi ibadah, doa-doa di ijabah oleh Allah. Di bulan Ramadhan terdapat satu malam yakni malam Lailatul Qadar, suatu malam yang ditunggu-tunggu seluruh umat muslim di seluruh penjuru dunia pada 10 terakhir bulan Ramadhan di hitungan bilangan ganjil. “Malam Lailatul Qadar yang selalu dirindukan umat Nabi Muhammad.SAW,  karena itulah bulan Ramadhan selalu disambut dengan penuh suka cita lagi bahagia oleh umat muslim yang bertakwa pada Allah”.
Di bulan Ramadhan pada 10 malam pertama itu ada curahan kasih sayang (Rahmat) Allah. 10 Malam berikutnya di bulan Ramadhan ada Maghfirah (Ampunan Allah), dan 10 malam terakhir bulan Ramadhan ada Pembebasan dari siksa api neraka.
Selamat datang bulan Ramadhan yang sebentar lagi datang. Marhaban Ya Ramadhan. Sambutlah bulan Ramadhan ini dengan suka cita karena mana didalam bulan Ramadhan itu banyak keberkahan dan kasih sayang. Persiapkan diri secara fisik agar dapat menunaikan ibadah selama bulan Ramadhan yang sebentar lagi datang.

“Barang siapa yang bergembira dan suka cita menyambut kedatangan bulan Ramadhan, bulan penuh berkah lagi mulia. Niscaya Allah mengharamkan jasad-nya dari api neraka. Diampuni segala dosa-dosanya”.
“Shalat lima waktu, sholat jum’at sampai ke jum’at berikutnya, puasa ramadhan ke puasa ramadhan berikutnya adalah sebagai penghapus (dosa) apabila perbuatan dosa besar ditinggalkan”. (HR.Muslim).

Semoga di bulan Ramadhan ini kita mendapat taufik dan hidayah dari Allah.SWT untuk selalu dapat mengingat Allah, serta dapat melaksanakan ibadah wajib maupun sunah sesuai dengan apa yang dilakukan Nabi kita Muhammad.SAW.
“Ya Allah, Ampunillah kami atas dosa dan kekhilafan kami. Bentangilah curahan cinta kasih dan sayangmu kepada kami, dan lindungilah kami dari azab siksa serta kemurkaanmu. Bimbinglah kami Ya Allah dalam menjalani sisa umur dalam kehidupan kami untuk selalu taat dan ingat padamu, dan tetapkanlah ketaatan dan kebaikan itu pada diri kami hingga nafas terakhir kami. Bentangilah kami Ya Allah dengan Maghfirah dan Inayah dari mu Illahi, akhirilah kehidupan kami yang menyerah padamu Illahi dengan Khusnul Khatimah dan mendapatkan keridhoanmu. Illahi naungilah kami yang menyandarkan setiap hallikhwal yang kau tanam pada hati kami berupa cinta kasih dan sayang semata-mata karena Allah, jadikanlah kami orang yang pandai bersyukur atas nikmat dan anugerah yang kau beri kepada diri kami”. Nasrullah

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | cheap international calls