Thursday, 21 June 2012

Keutamaan Hari Jum'at

Oleh Nasrullah.

    Maha Suci Allah dan Segala Puji Bagi Allah yang menciptakan ‘HARI’. Diantara hari yang diciptakan Allah, ada satu hari yang memiliki keutamaan dari semua hari, yakni hari Jum’at. Hari jum’at merupakan hari yang paling utama, karena pada hari itu Allah menurunkan rahmat dan berkahnya bagi umat Muslim.
Pada hari jum’at pula, Allah memerintahkan umat Muslim untuk mengingat Allah. Diantaranya dengan melaksanakan Ibadah Sholat Jum’at, dan berhenti sementara dihari itu segala urusan jual beli demi mengingat Allah dengan melaksanakan sholat.

Sebagaimana khatib sampaikan dalam khutbah Jum’at kali ini, “Jika seorang Muslim tidak melaksanakan sholat di hari Jum’at selama 3 kali berturut-turut, maka hati-nya akan tertutup. Juga dalam hari Jum’at, hendaknya urusan seperti jual beli maupun yang lainnya diwaktu itu dihentikan dan beralih dengan mengingat Allah. Di hari jum’at Nabi Adam.AS diciptakan, dan juga dimasukan ke surga dan juga diturunkan ke dunia bahkan meninggalkan dunia di hari jum’at.”

    Ada riwayat keutamaan Ju’mat yang disampaikan Imam Muslim dari Abu Hurairah RA, bahwa Nabi Muhammad.SAW bersabda. ”Sebaik-baik hari dimana matahari terbit di saat itu adalah hari Jum’at. Pada hari ini Adam diciptakan, hari ketika Ia dimasukan ke dalam surga dan hari ketika Ia dikeluarkan dari surga. Dan hari Kiamat ini tidak akan terjadi kecuali pada hari Jum’at. “ (HR.Muslim)

Di hari Jum’at itu pula ada beberapa waktu yang mana doa pasti akan dikabulkan Allah. Sebagaimana dalam  Ash-Shahihain, Abu Hurairah RA bahwa Rasullulan SAW bersabda, “Di hari Jum’at itu terdapat satu waktu yang jika seseorang Muslim melakukan shalat di dalamnya dan memohon sesuatu kepada Allah Ta’ala, niscaya permintaannya akan dikabulkan.’ Lalu beliau memberi isyarat dengan tangannya yang menunjukkan sedikitnya waktu itu. “ (HR.Bukhari dan Muslim).

Nabi Muhammad.SAW pun menganjurkan umat-nya untuk memperbanyak salawat rasul di hari jum’at. Dimana ada hadist Nabi Muhammad.SAW bersabda, “Siapa yang bersalawat atasku seratus kali pada hari jum’at, maka Allah akan mengabulkan enam puluh hajatnya. Tiga puluh hajat dunianya, dan tiga puluh hajat akhiratnya”. Hadist Riwayat Ash-Shaduq dari ayah-nya  Sa’ad dari Ahmad bin Abi Abdillah dari ayahnya dari Ahmad bin Abi al-Mundzir dari al-Hasan bin Ali dari Muhammad bin al-Fudhail dari Abi al-Hasan ar-Ridha as.

Wednesday, 20 June 2012

Curahan Cinta Kasih Sayang Orang Tua


Oleh Nasrullah.

Curahan cinta kasih dan sayang Illahi kepada sosok orang tua merupakan sunahtullah, ibarat air hujan yang menyirami bumi. Dimana secara merata air hujan turun ke bawah dan pohon-pohon, binatang, dan manusia mendapatkan berkah berupa air hujan. Hampir setiap orang tua selalu memikirkan anak-nya, mulai dari sejak si anak dalam kandungan hingga terlahir ke dunia. Saat itu orang tua selalu mencurahkan dengan penuh cinta, kasih dan sayang terhadap anaknya. Dimana pada hakikat-nya segala cinta, kasih dan sayang yang ada pada diri orang tua terhadap anaknya merupakan curahan cinta, kasih dan sayang-nya Allah.

Jasa yang diberikan orang tua terhadap anak, tak dapat dinilai dengan sesuatu apapun. Sehingga pantaslah jika Allah memerintahkan seluruh anak manusia untuk taat dan berbakti terhadap orang tua. Sebagaimana dalam firman-nya, “Jika salah seorang diantara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan ‘ah’ kepada keduanya, dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia”. (Al-Israa:23).

Karena itu janganlah kamu membentak mereka, dan perbuatan serta perkataan buruk yang dapat menyakitinya walaupun hanya ucapan ah. Berkatalah dengan lemah lembut lagi santun dengan intonasi suara yang nyaman terdengar. Jika mereka lanjut usia, peliharalah mereka sebagaimana mereka memilihara kita sewaktu kecil. Karena Ridho, cinta, kasih, sayang dan Surga Allah ada pada orang tua. Untuk itu hormatilah orang tua baik Ia masih hidup maupun sudah meninggal dunia.
“Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan” Dan ucapkanlah, “Wahai Rabbku, kasihilah mereka berdua sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu aku masih kecil”.

Sebagaimana hadist nabawi yang diriwayatkan Abdullah bin Mas’ud RA.  Bertanya kepada Nabi Muhammad.SAW, “Wahai baginda Rasullulah, amalan apakah yang paling utama ?. Lalu Beliau menjawab, ‘Sholat pada waktunya’. Lalu sahabat bertanya lagi, “Kemudia amalan apa lagi ? “, beliau menjawab, “berbakti kepada orang tua”.Lalu saya bertanya lagi, “kemudia amalan apa lagi ? “. Beliau menjawab, “jihad di jalan Allah”.

Abdullah bin Umar RA berkata, Seorang laki-laki bertanya kepada Nabi SAW, “Apakah saya boleh pergi berjihad ?”. Nabi menjawab, “Apakah engkau mempunyai orang tua ? “. Orang itu menjawab, “YA”. Nabi kemudian bersabda, “Berjihadlah dengan melayani keduannya”.

Lantas siapakah sosok orang tua yang dimaksud ?, tentunya Ibu dan Bapak kandung, bapak dan ibu mertua, disusul kemudian paman dan bibi. Merekalah orang tua yang mesti kita hormati dan patuhi, karena Ridho maupun curahan Cinta, Kasih dan Sayang Allah ada pada diri mereka. 

Bantulah mereka ketika sedang meminta pertolongan, dan jenguklah Ia ketika sedang sakit dan rawatlah mereka ketika sudah memasuki usia senja dengan niat ikhlas karena Allah dan tidak ada kepentingan apapun selain Allah. Karena  Allah, dari Allah dan kembalikan kepada Allah, Untuk Allah, dan serahkan kepada Allah.  Insya Allah pertolongan dan naungan cinta kasih sayang Allah selalu beserta kita.

DOA
       
        Dengan menyebut nama Allah yang maha pengasih lagi maha penyayang. Ya Allah kami bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah dan Nabi Muhammad.SAW adalah utusan Allah, Ya Allah semoga engkau curahkan kasih sayangmu selalu kepada Nabi Muhammad.SAW beserta sahabat, keluarga, dan para pengikutnya hingga akhir zaman.

      Ya Allah yang maha pengasih lagi maha penyayang, bentangi dan naungilah kami selalu dengan curahan cinta, kasih, dan sayangmu terhadap kami yang membina keluarga atas jalinan cinta, kasih, dan sayang karena Allah. Ya Allah jadikanlah diri kami tempat persinggahanmu semata dan jadikanlah diri kami sasaran cemburumu selalu. Karena sesungguhnya cemburumu adalah kasih sayang. Teguhkanlah hati dan jiwa kami ya Allah atas Hallihwal yang engkau anugerahkan kepada kami, dan tetapkanlah untuk kami yang selalu mencintai, menyayangi, dan mengasihi karena Allah. Lindungilah kami ya Allah dari kemurkaan, kebencian, juga azabmu. “Kasih sayang Allah mendahului murka dan azabnya”. Ampunilah kami ya Allah yang maha pengampun atas khilaf dan kesalahan yang kami perbuat, karena sesungguhnya kami telah menganiaya diri kami sendiri.

      Ya Allah hanya engkaulah yang kami sembah dan hanya kepadamulah kami meminta pertolongan. Kabulkanlah doa kami (Orang yang saling mencintai, menyayangi, mengasihi karena Allah), sesungguhnya hanya Allah yang dapat mengabulkan setiap doa.

    Ya Allah yang maha mencukupi sesungguhnya engkaulah yang maha kaya juga yang mengurusi setiap makhluk ciptaannya dengan memberikan rezeki yang luas dan banyak. Ya Allah yang maha pemberi dan maha sebaik-baiknya pemberi rezeki, kabulkanlah doa dan hajat kami (orang-orang yang mencintai, menyayangi, mengasihi karena Allah).

    Ya Allah berilah kami (orang-orang yang mencintai, menyayangi, mengasihi karena Allah) kebahagian di dunia dan akhirat dan mampukan kami serta beri petunjuk kepada kami agar dapat membahagiakan orang yang kami cinta, kasih, serta sayangi karena Allah. Orang-orang yang saling mendoakan dan memberi lagi berbagi antar sesama karena Allah, termasuk tulisan yang ada di blog ini. Ya Allah semoga Ramadhan ini terbentang untuk kami ampunanmu, cinta, kasih dan sayangmu serta pembebasan darimu untuk kami yang saling mencintai, menyayangi, dan mengasihi karena Allah.

Ramadhan 1433 Hijriah / 31 Juli 2012.


Pengelola Blogg

Tuesday, 12 June 2012

Hikmah Sakit


 Oleh : Nasrullah.

      Setiap nikmat maupun musibah yang dialami hamba-nya merupakan ujian bagi mereka yang mengalami. Lantas apakah Ia termasuk orang yang bersabar ketika mendapatkan musibah, atau sebaliknya bersyukur ke hadirat Ilahi ketika mendapatkan nikmat yang banyak lagi luas. 

Tidak ada orang yang meng-inginkan sakit. Namun dibalik musibah yang dialaminya berupa sakit ternyata ada hikmah dari Allah.SWT. Dari sinilah terlihat keadilan Allah.SWT bahwa berlaku-nya sunahtullah dalam hidup ini.

Sosok mulia Nabi Muhammad.SAW suri teladan kita bagi umat Islam di dunia juga pernah mengalami musibah berupa sakit. Namun musibah sakit yang dialami Nabi, nampaknya sungguh besar hikmah dibaliknya. Sebagaimana diceritakan dalam sejarah turun-nya Al-Qur’an pada pertama kalinya di malam 17 Ramadhan, dimana Nabi Muhammad.SAW yang sedang menyendiri di Gua Hira, tiba-tiba datang Malaikat Jibril.AS membawa wahyu dan menyuruh Nabi Muhammad.SAW membaca wahyu itu. “Bacalah (Iqro)”, kata Malaikat Jibril.AS kepada Nabi.

Nabi Muhammad.SAW terperanjat kaget seraya berkata, “aku tidak dapat membaca”. Lalu malaikat Jibril memeluknya hingga nafasnya terasa sesak. Lalu dilepaskannya dan Jibril.AS berulang memerintahkan kembali kepada Nabi untuk membacanya sampai berulang tiga kali. Kemudian Malaikat Jibril.AS membimbing beliau membaca wahyu yang dibawanya pertama kali yakni surah Al-Alaq, dimana surah pertama kalinya Nabi Muhammad.SAW diangkat menjadi rasul.

Sebagaimana dijelaskan dalam hadist yang diriwayatkan oleh Zait bin Tsabit, “Aku adalah penulis wahyu yang diturunkan kepada Rasulullah SAW, ketika turunnya wahyu itu Nabi Muhammad.SAW seakan-akan diserang oleh demam yang keras dan keringatnya bercucuran seperti permata, kemudian setelah selesai turunya wahyu barulah beliau kembali seperti biasa”.

Setiap wahyu yang diturunkan, Nabi Muhammad.SAW mengalami demam yang keras dan keringatnya bercucuran seperti permata. Nabi Muhammad.SAW Takut kepada Azab Allah.SWT, kendati Ia termasuk orang pilihan lagi maksum (disucikan).

Ini merupakan keutamaan yang besar dari Allah Swt karena dengan sakit yang diderita oleh seorang muslim, dosa yang pernah dilakukannya bisa terhapus karena penderitaannya dalam menghadapi penyakit menjadi kafarat (penebus) dosanya, Rasulullah Saw bersabda:

“Tiada seorang mu’min yang rasa sakit, kelelahan (kepayahan), diserang penyakit atau kesedihan (kesusahan) sampai duri yang menusuk (tubuhnya) kecuali dengan itu Allah menghapus dosa-dosanya” (HR. Bukhari).

Jika kalian sakit ataupun ada diantara keluarga terkena sakit, tak perlu terlalu bersedih dalam sakit karena itu adalah ujian dalam ibadah Anda. Mohonlah kepada Allah keselamatan dan afiat (kesehatan). Sesungguhnya tiada sesuatu pemberian Allah sesudah keyakinan (iman) lebih baik daripada kesehatan. (HR. Ibnu Majah)
Juga dalam riwayat lain Rosul saw bersabda, "Ya, wahai hamba-hamba Allah. Sesungguhnya Allah meletakkan penyakit dan diletakkan pula penyembuhannya, kecuali satu penyakit yaitu penyakit ketuaan (pikun)". (HR. Ashabussunnah)
“Ya Allah semoga kami sekeluarga mendapatkan kesehatan afiat selalu sehingga dapat menjalani hidup ini dengan taat terhadapmu ”.

Takut

Diriwayatkan 'Aisyah RA, bahwa RasuluLlah SAW apabila kondisi cuaca berubah dengan udara dan berhembus angin keras maka wajah beliau berubah. Beliau bolak balik dalam kamar. Beliau masuk dan keluar, semua itu karena takut pada azab Allah SWT.

RasuluLlah SAW membaca satu ayat dalam surat Al Waqi'ah lalu Beliau jatuh pingsan. Dan Allah SWT berfirman :
Dan Musa jatuh pingsan. (Al-A'raf 143).

RasuluLlah SAW melihat bentuk malaikat Jibril dengan meniarap, lalu Beliau jatuh pingsan.

Diriwayatkan bahwasanya RasuluLlah SAW apabila Beliau masuk para shalat maka terdengar suara gemuruh pada dada Beliau seperti gemuruhnya periuk tembaga.
Nabi SAW bersabda :

Tiada sekalipun Jibril datang kepadaku melainkan dia itu gemuruh bunyinya karena takut kepada Yang Maha Perkasa. 

Sunday, 10 June 2012

Curahan Cinta Kasih Sayang Ilahi Dari Sosok Ibu


 Oleh : Nasrullah

Betapa besar keagungan Ilahi yang menciptakan anak manusia terlahir ke dunia, dimulai dari proses awal pembentukan-nya dari setetes air menjadi segumpal darah lalu menjadi daging. Hingga dalam durasi waktu tertentu, terlahirlah Ia menjadi anak manusia berupa bayi mungil.



“Dari setetes air selama 40 hari, menjadi segumpal darah selama 40 hari, hingga menjadi daging selama 40 hari. Maha Suci Allah, dari sinilah terdapat tanda-tanda kebesaran Illahi yang menggenggam seluruh jiwa anak manusia. Yang maha menghidupkan lagi maha mematikan.” Allah yang memberikan kehidupan bagi umat manusia.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman :
“Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya. “ (At Tin : 5)

“Sesungguhnya Aku akan menciptakan manusia dari tanah. “ (Shad :71)
 “Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari suatu saripati (berasal) dari tanah. Kemudian Kami jadikan saripati itu air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kokoh (rahim). Kemudian air mani itu Kami jadikan segumpal darah, lalu segumpal darah itu Kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging. Kemudian Kami jadikan dia makhluk yang berbentuk (lain). Maka Maha Sucilah Allah, Pencipta Yang Paling Baik.” (Al Mukminun : 12-14)

“Wahai manusia, jika kamu dalam keraguan tentang kebangkitan (dari kubur), maka ketahuilah sesungguhnya Kami telah menjadikan kamu dari tanah, kemudian dari setetes mani, kemudian dari segumpal darah, kemudian dari segumpal daging yang sempurna kejadiannya dan yang tidak sempurna, agar Kami jelaskan kepada kamu dan Kami tetapkan dalam rahim, apa yang Kami kehendaki sampai waktu yang telah ditentukan, kemudian Kami keluarkan kamu sebagai bayi … .” (Al Hajj : 5)

Dalam proses awal kehidupan anak manusia, Allah membentangkan curahan kasih sayang-nya saat seorang anak berada di alam rahim seorang Ibu. Bahkan hingga seorang bayi terlahir ke dunia untuk menjalani kehidupan-nya sebagai khalifah Allah, menjadi hamba Allah dengan selalu menyembah Allah dan bersaksi bahwa Nabi Muhammad.SAW adalah rasul-nya dan mengikuti ajaran yang dibawa beliau. 

“Dari setetes air susu seorang Ibu, mengalir menjadi darah dan daging seorang anak hingga tak akan pernah bisa seorang anak membalas jasa yang diberikan Ibu.”

Makna curahan asuhan Illahi melalui dua malaikat-nya berupa seorang Ibu. “Pada dasar-nya manusia tiada daya dan upaya. Dimana Ia dalam kehidupannya hanya bergantung dan bersandar kepada Allah sang pencipta-nya. (Tiada daya dan upaya melainkan atas pertolongan Allah).”

Seorang yang ingat kepada Allah dalam setiap hirupan keluar masuknya nafas, tentunya dirinya merasa tiada daya dan upaya. Karena seluruh gerak hidup dan diam-nya pada hakikatnya hanya Allah yang mengatur dan menggerakannya dengan sifat-nya yang maha sempurna lagi kasih dan sayang. Karena seorang yang mendapatkan curahan cinta kasih dan sayang Illahi tentunya pasti dirinya orang yang baik. Karena kebaikan berasal dari Allah, sementara keburukan berasal dari dirinya sendiri.

Curahan asuhan Illahi kepada seorang anak manusia yang dikasihi dan sayang-nya tentunya melebihi kasih sayang orang tuanya terhadap anaknya baik dari ayah maupun Ibu. “Seorang Ibu mencurahkan kasih sayang-nya terhadap anak-nya dengan mentimang-timang, memberikan air susunya, merawatnya siang malam hingga membesarkan. Bahkan rela berkorban berjuang demi anak-nya dan keutuhan keluarganya. Pada hakikatnya, Allah jugalah yang membentangkan curahan asuhan kasih sayang-nya melalui seorang Ibu”.

“Ya Allah ampunilah dosa dan kesalahan orang tua kami, naungilah kami selalu dengan bentangan curahan cinta kasih sayangmu terhadap mereka sebagaimana mereka menjaga dan merawat kami sewaktu kecil.”   Ya Allah naungilah orang-orang yang saling cinta, kasih, dan sayang karena Allah. Dan bentangilah kami selalu dengan cinta, kasih dan sayangmu."

Friday, 8 June 2012

Inabah kepada Allah (Kembali kepada Allah).

Oleh Nasrullah

Seseorang yang dilanda kegalauan berkecamuk dalam diri lantaran tertekan oleh persoalan hidup yang menghimpit membuat Ia merasa putus asa. Ditengah situasi seperti ini banyak orang yang terjebak hingga terjerumus yang pada akhir-nya mencari pelarian kearah yang dinilai umum adalah salah, hal itu dilakukan untuk menyelesaikan problem hidup dengan menggunakan narkoba, miras, sampai dugem ke dunia malam mencari kesenangan sementara dengan tujuan untuk menghilangkan permasalahan hidup yang dihadapinya. Namun apalah arti semua-nya itu, bahwa langkah pelarian yang diambil-nya terkesan sia-sia karena tidak juga menyelesaikan persoalan-nya ketika pengaruh dari narkoba (obat bius) atau miras itu hilang darinya. Semuanya kembali dalam suasana hati yang galau lagi tertekan, hingga akhirnya selalu ketergantungan dengan narkoba bahkan ada yang tidak bisa hidup tanpa narkoba (Sakau).

Metode Kembali kepada Allah (Inabah) sangat ampuh ketika persoalan diatas melanda, “Larilah kepada Allah dan berserah kepada-nya .” Ketimbang lari ke tempat dugem dan mabok, mending kita mandi, wudhu dan sholat di masjid tentunya itu lebih baik. Sebagaimana Metode yang diterapkan Abah Anom Suryalaya, Guru Talqin melalui metode Inabah-nya itu dinilai cukup ampuh untuk menyelesaikan persoalan hidup dengan teknik meditasi-nya lagi tobat. Dan dapat menyembuhkan orang yang selalu ketergantungan dengan narkoba melalui hotel bintang lima Inabah-nya.

Dalam Inabah kita berserah diri untuk kembali pada Allah, dengan menyerahkan persoalan hidup yang dihadapi kepada Allah. Diantara-nya dengan “Tobat”. Allah sangat suka dengan orang-orang yang pernah berbuat kesalahan lalu tobat dan mensucikan diri. Sebagaimana SMS kakak yang masuk memberikan spirit pembenahan diri, “Allah suka orang bertobat, yang sebelumnya berbuat salah lalu bertobat dengan sungguh hati kembali ke jalan-Nya dengan Ilmu. Karena Ilmu itu lebih utama dari pada amal”.

“Sesungguh-Nya Allah mencintai orang-orang yang bertobat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri.” (QS.AlBaqarah 2:222).

Rasullulah SAW berkata, “Demi jiwakku berada dalam genggaman-Nya, Jika kalian tak melakukan dosa, maka Allah akan melenyapkan kalian. Kemudian Allah mendatangkan orang-orang baru yang mereka melakukan dosa, lalu mereka memohon ampun kepada Allah, dan Allah pun mengampuni mereka.” (HR.MUSLIM).
 
Jangan pernah putus asa dari rahmat-nya karena Allah maha pengampun lagi maha pengasih dan penyayang. Tetap tanamkan sugesti bahwa Allah memang tempat bersandar bagi manusia, walaupun sangat banyak dosa yang telah diperbuat dan kemaksiatan yang menjadi kebiasaan kita sehingga lalai mengingatnya. Yakinlah dengan firman Allah, “Katakanlah : ‘ Hai hamba-hambaku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya.Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS.Az-Zumar (39):52)

“Dan sesungguhnya Aku Maha Pengampun bagi orang yang bertobat, beriman, beramal sholeh, kemudian tetap di jalan yang benar.” (QS.Thaha (20):82)
Allah juga menjanjikan, “Dan hendaklah kamu meminta ampun kepada Tuhanmu dan bertobat kepada-Nya. (Jika kamu mengerjakan yang demikian), niscaya Allah akan memberikan kenikmatan yang baik (terus menerus) sampai kepada waktu yang telah ditentukan dan Dia akan memberikan kepada tiap-tiap orang yang mempunyai keutamaan (balasan) keutamaannya.” (QS.Hud (11):3).

Nah jadi jangan pernah putus asa dan takut untuk membenahi diri, karena Allah akan selalu beserta orang-orang yang berserah diri padanya lagi bertobat. Larilah kepada Allah, sembah Ia, dan sebut Ia sebanyak-banyaknya. “Allah maha pengampun, Allah tempat bergantung, Allah tempat bersandar, Allah tempat meminta pertolongan, Allah Maha Pengasih Lagi Penyayang, Allah tempat bernaung serta tempat berlindung, Allah jualah yang mengawasi kita, dan gerak-gerik kita, karena Allah maha bijaksana lagi maha Alim.”

Semoga hidup kita dengan bertobat selalu dalam naungan kasih sayang-nya. Dan menjadi tempat sasaran cemburunya, karena Allah cemburu dengan kasih sayang-nya. “Kasih sayang Allah mendahului kemurkaannya.”

Maqamat dan Hallikhwal
      
      Dengan kita berlari dan bertobat kepada Allah dengan selalu meminta ampun kepadanya. Allah akan menganugerahi orang-orang yang bertobat dengan suatu maqamat atau berupa stasiun. “Inabah dan Tobat merupakan Maqamat atau fase tahapan stasiun bagi orang yang berlari berjalan kepada Allah untuk meraih ampunannya. Barang siapa tidak ada tobat-nya tidak ada pula maqamnya bagi orang itu.”
      Begitupun dengan Hallikhwal (Keadaan Hati), Hallikhwal merupakan anugerah illahi teruntuk orang-orang yang mencintai, mengasihi, lagi menyayangi karena Allah. Barang siapa tidak ada cinta-nya tidak adapula hallikhwal baginya. Hallikhwal sama seperti maqamat namun karakter hallikhwal tidak menetap dan lebih lembut.

 Nah alangkah indahnya, jika niat kita bertobat atas dasar karena Allah. Jadikan Allah dan Ridho-nya tujuan, dan biarkan anugerah illahi berupa hallikhwal (keadaan hati) menghiasi dada ini dengan mengarungi lintasan jalan mustahab berupa berlaku-nya sunahtullah bagi diri. “Allah menciptakan sesuatu secara berpasang-pasangan di dunia ini, ada kanan dan ada kiri. Juga ada hitam dan putih. Untuk itulah berlakunya dua sisi hidup ini tentu lebih utama.“


Hikmah Sholat


Oleh Nasrullah

Perintah Allah.SWT melalui nabi Muhammad.SAW dan juga para pengikut-Nya untuk menunaikan sholat 5 waktu dalam sehari ternyata ada banyak hikmah di balik semuanya. Sebagaimana yang diungkapkan Kia (ulama) dalam khutbah-Nya terhadap para jamaah masjid waktu jum’at.

Bulan Rajab ini adalah bulan bersejarah bagi umat Islam, Nabi Muhammad.SAW pada bulan Rajab melaksanakan Isra Mi’raj, dan dari sinilah awal bermulanya kewajiban bagi umat Muslim untuk melaksanakan sholat 5 waktu dalam sehari. Sebagaimana dalam firman-Nya terkait kewajiban sholat ini, “Dan dirikanlah sholat, karena sesungguhnya sholat itu mencegah dari perbuatan-perbuatan keji dan mungkar.” (Al-Ankabut:45).

Hikmah dari sholat, seseorang dapat terhindar dari perbuatan keji dan mungkar. Sebagaimana sebelum sholat, kita juga diperintahkan terlebih dahulu untuk bersuci dengan membasuh beberapa bagian tubuh agar bersih dari kotoran yang menempel di tubuh. Selanjut-Nya setelah bersuci, barulah menghadap Illahi dengan bersih dan suci.

Tidak ada manusia yang tidak pernah berbuat dosa, semua pasti pernah berbuat dosa. Untuk itu dengan sholat merupakan pembersih dari dosa-dosa yang telah dilakukan.

Nabi Muhammad.SAW mengumpamakan sholat 5 waktu ibarat sebuah sungai yang mengalir di depan dan belakang pintu rumah, Ia mandi disungai itu 5 kali dalam sehari semalam, jika mandi adakah kotoran ditubuhnya yang masih tersisa ?

Dari Abu Hurairah radliyallahu 'anhu berkata, aku mendengar Rasulullah shallalahu 'alaihi wasallam bersabda, “Menurut kalian seandainya ada sungai di depan pintu rumah salah seorang dari kalian di mana dia mandi di dalamnya setiap hari lima kali, apakah masih ada kotorannya yang tersisa sedikit pun?” Mereka menjawab,”Tidak ada kotoran yang tersisa sedikit pun.” Rasulullah saw bersabda, “Begitulah perumpamaan shalat lima waktu, dengannya Allah menghapus kesalahan-kesalahan.” (HR. al-Bukhari dan Muslim).

Demikian satu diantara hikmah dari sholat dan masih banyak lagi. 

“Semoga kita bisa melaksanakan apa yang diperintahkan Allah.SWT terhadap kita, dan bersyukur pada-Nya atas diberinya petunjuk dan hidayah untuk dapat melaksanakan sholat 5 waktu setiap harinya. Semoga kita bisa istiqomah menjalani sholat kita disisa umur sebagai bekal untuk nanti”.


Saturday, 2 June 2012

Tobat di Bulan Rajab


Jum’at kemarin seorang penceramah dari kantor Kementerian Agama di Masjid Humasa Rantau dalam khutbah-Nya mengatakan keutamaan bulan Rajab sebagai bulan yang termasuk dimuliakan Allah.SWT. Sebagaimana Nabi Muhammad.SAW menunjukan keutamaan bulan Rajab, “BulanRajab bulan Allah,Bulan Sya’ban bulan-ku,dan bulan Ramadhan bulan umatku. Kemulian Rajab dengan malam Isra Mi’raj-Nya Nabi Muhammad.SAW, Sya’ban dengan malam Nifsu-Nya, dan Ramadhan dengan keutamaan 1 malam yakni Lailatul Qadar-Nya”.

Di bulan Rajab inilah terjadi satu peristiwa penting bagi umat Islam yakni sejarah perjalanan Nabi Muhammad.SAW dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa dilanjutkan ke Sidrathul Muntaha, diatas langit tertinggi dalam satu malam. Disanalah Nabi Muhammad.SAW menyaksikan kebesaran Allah, (Al-Qur’an Surat Al Najm (53:18).

Disana-lah Nabi Muhammad.SAW mendapatkan perintah dari Allah.SWT untuk melaksanakan kewajiban sholat lima waktu yang sekarang menjadi kewajiban umat muslim.
Pada bulan Rajab ini-lah, Allah.SWT membuka pintu tobat yang luas bagi umat-Nya, dimana diampunkan dosa orang-orang yang meminta ampun dan bertobat kepada-Nya, diampunkan dosa orang-orang yang meminta ampun lagi bertobat kepada Allah.SWT. Berpuasa pada bulan Rajab, diampunkan dosa-dosa-Nya yang lalu, juga dipelihara sisa umur-Nya oleh Allah.

“Ya Allah ampunilah dosa dan kesalahan serta kekhilafan kami, dan terimalah tobat kami di bulan yang mulia ini ”.  

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | cheap international calls